
Setelah mereka membeli minuman, akhirnya mereka mulai berjalan beriringan
"Kamu kok bisa sendirian ke sini? gak sama zaffran?" tanya mia menoleh kesamping-nya
"Zaffran kerja" jawab adila sedikit tersenyum
"Kamu kok canggung gitu, santai aja. aku tuh bukan orang jahat kok" ucap mia pada adila yang sedikit menjaga jarak
"Aku kayanya gak bisa lama-lama deh mia, soalnya aku gak izin dulu sama zaffran"
"Yah...yaudah deh, kapan-kapan aku mampir ke sana" jawab mia sambil tersenyum lebar
"Iya boleh, aku pergi dulu yah. bye" adila melambaikan tangannya sambil memberikan senyuman di ujung bibir nya
Adila sebenarnya merasa risih karena mia terlalu mengusik semuanya, mulai dari pernikahan sampai kehamilan. bahkan tentang masa lalu zaffran yang sudah ia tinggalkan
Setelah adila sampai rumah ia pergi ke kamar untuk tidur siang, karena ia merasa penat. dengan perut yang semakin membesar
Ghea kembali diantar ke kantor oleh deri "ati-ati" ucap deri ketika ghea mulai membuka pintu "kamu lah yang ati-ati" jawab ghea
"Okeh" ucap deri dengan senyuman lebarnya
Ia kembali ke apartemen nya, terlihat kak sisil sedang duduk disofa apartemen miliknya sambil memakan buah
"Abis dimana?" tanya kak sisil ketika deri membuka pintu
"Diluar" jawab pendek deri, ia duduk di samping kak sisil
Karena kini deri tau alasan ghea menolaknya, maka dengan penuh harapan dan semangat. ia mencari cara agar zaffran bisa memanfaatkan kakaknya itu
Hal pertama yang ia lakukan adalah menyuruh stap di perusahaan nya mengirimkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan perusahaan nya pada perusahaan zaffran.
"Ia, kirim lewat email" jawab deri sambil menatap ke atas dan menggenggam sebuah handphone yang diarahkan ke telinganya
"Kenapa deri?" tanya sisil setelah menoleh ke arah deri yang menaruh handphonenya
"Aku mau kak revlan cepet bebas" jawab deri
"Bisa?" tanya sisil antusias
"Harus bisa lah" jawab deri tegas
"Tumben, semangat banget?" tanya sisil menyelidik
"Iya lah, karena itu salah satu alasan supaya aku bisa cepet menikah" jawab deri sambil menatap sisil
"Menikah?"tanya sisil makin bingung
"Iya, aku akan menikah dengan ghea" jawab deri
"Ghea? perempuan yang di restoran itu kan? yang di rumah zaffran" tanya sisil mengerutkan keningnya, Deri hanya mengangguk angguk kan kepalanya
"Kamu serius?"
"Iya kak" jawab deri sambil melangkah menggambil air minum
"Aku gak yakin orang kaya kamu mau menikah"
"Apa maksudmu?" tanya deri menaikan nada bicaranya
__ADS_1
"Kan kamu yang selalu bilang tidak mau menikah, bahkan saat mamah dan papah menjodohkan mu kamu bilang kamu tak mau menikah dengan siapapun sampai beberapa tahun ke depan"
"Itu sebelum ketemu ghea" jawab deri yang kemudian meneguk air mineral yang ia pegang
"Terserah deh" ketus kak sisil
"Jangan cuma karena ghea ngebela adila, kakak jadi gak suka sama ghea ya!!" tunjuk deri pada wajah kak sisil
"Hmm" jawab kak sisil sambil bangun dan pergi meninggalkan deri
Kantor zaffran.
Zaffran berjalan ke ruangan nya dengan diikuti oleh bu rani, kantor zaffran sudah terlihat sepi karena sudah pukul empat lewat
"Apa perusahaan kita akan mengajukan persentasi juga pak?" tanya bu rani sambil ikut merapihkan susunan map
"Iya, kita harus memenangkan tender itu" jawab zaffran
"Baik pak, biar saya aja pak. bapak bisa segera pulang" ucap bu rani merapihkan map yang dipegang zaffran
"Yaudah, nanti susun di sini aja map yang buat presentasi hari senin. saya duluan" jawab zaffran sambil tersenyum dan pergi
Seperti biasanya, setiap ia datang gerbang sudah terbuka lebar
"Loh pak, orang-orang kaku pada kemana?" tanya zaffran pada supir yang baru saja keluar dari dalam rumah-nya
"Maksud bapak bodyguard nya nyonya?"
"Iya"
"Ada di dalam tuan, mereka jaga nyonya di depan pintu kamar tidur tuan" jawab supir sambil membukakan pintu lebar
Ia melangkahkan kakinya ke arah meja makan yang terdapat bibi dan chef dawan yang tengah menata makanan
"Udah sembuh bi?" tanya zaffran tersenyum lebar
"Udah tuan" jawab bibi
"Wah makanan nya enak-enak nih" ucap zaffran sambil mengambil satu tusuk sate "pasti enak nih satenya"
"Pasti tuan, itu dibuat tan ched dawan" jawab bibi, chef dawan hanya tersenyum
"Oh" zaffran meletakkan kembali satu tusuk sate "nanti aja deh" sambungnya sambil pergi menaiki anak tangga
Para bodyguard berbaris rapi di depan pintu dengan wajah datar sambil membuka jalan untuk tuan nya
"Kalian kenapa jaga disini?" tanya zaffran mengerutkan keningnya
"Soalnya nyonya sedang tidur tuan" jawab salah seorang bodyguard
"Tadi adila kemana aja?"
"Hanya pergi ke rumah pak ari aliyad tuan"
"Kalian boleh pergi" suruh zaffran sambil membuka pintu
Terlihat kasur sudah kosong padahal bodyguard itu bilang adila sedang tidur, zaffran membuka dasinya sambil duduk di tepi kasur. terdengar suara percikan air di dalam kamar mandi
"Krek" pintu kamar mandi terbuka
__ADS_1
Adila menghampiri zaffran dan langsung mencium punggung tangan zaffran "udah pulang mas?"
"Hmm" jawab zaffran sambil memeluk adila erat dan langsung melemparkan handuk yang adila kenakan. zaffran menjatuhkan tubuh adila ke kasur sambil terus menciumi tubuh adila dan perutnya.
Tak lama zaffran melepaskan pelukannya dan berbisik "aku cape, nanti malem aja"
Zaffran mengambil handuk yang ia lempar "Pake, cepet pake baju. nanti anakku kedinginan" sambung zaffran sambil berlalu ke kamar mandi
Selesai mengenakan pakaian adila turun ke bawah untuk makan bersama zaffran
"Wah banyak banget menu nya" kata adila sambil duduk di kursi
"Sengaja nyonya" jawab chef dawan
"Nyonya lagi?"
"Eh adila"
"Ini nyonya, buah buat nanti setelah makan" chef dawan menyodorkan wadah buah yang sudah di kupas
"Terimakasih" adila menunjukkan gigi nya
Tak lama zaffran turun dengan berjalan cepat "Laper"
"Much..muchh.." zaffran menciumi pipi adila yang berada di sisinya
Adila dan zaffran menghabisi makannya lalu mereka menonton televisi sambil memakan buah yang disiapkan chef dawan
"Tuan, nyonya maaf menggangu" chef dawan menghampiri keduanya
"Hmm" jawab zaffran
"Iya chef, ada apa?" tanya adila sambil menatap chef dawan yang berdiri di sisinya, namun zaffran mengelus kepala adila sambil mengarahkan nya ke depan
"Aduh mas"
"Ada apa?" tanya zaffran
"Saya mohon maaf kalau menggangu, saya mau bilang kalau saya sudah tidak bisa bekerja disini" jawab chef dawan
"Apa?" adila melepaskan lengan zaffran dikepala-nya "Kenapa?"
"Saya harus pergi ke luar kota menemui istri dan anak saya, karena anak saya sedang sakit. kemungkinan besar saya tidak bisa kembali bekerja disini karena saya ingin mencari perkerjaan yang lebih dekat dengan mereka"
"Hmm kalau itu keputusan kamu, yasudah. terimakasih selama ini sudah membantu menjaga istri dan calon anak saya" jawab zaffran
"Tidak masalah tuan"
"Nanti saya transfer gajih bulan ini"
"Baik tuan, saya permisi" ucap chef dawan pergi
"Kenapa kamu?" tanya zaffran pada adila yang masih menatap punggung chef dawan
"Ternyata dia udah punya istri, punya anak pula" jawab adila menggelengkan kepalanya
"Kenapa memangnya? kamu mau kalau dia belum menikah?" tanya zaffran menaikan nada bicaranya
"Enggak lah, mana mau aku. aku kan cuma cinta sama kamu" jawab adila menyandarkan kepalanya di dada zaffran yang sedang menggerutu tak karuan
__ADS_1
Adila tadinya hendak menanyakan tentang mia namun ia berpikir nanti saja di kamar, karena kalau zaffran tau dia pergi sendirian. habis sudah