Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Revlan datang


__ADS_3

Tepat pukul tujuh semua kursi sudah hampir penuh, para pegawai rumah pun berdandan rapih memakai baju berwarna abu nampak seragam. rumah zaffran nampak indah dengan hiasan lampu-lampu putih terang disepanjang gerbang sampai ke ruangan rumah


Adila yang masih bersiap dengan zaffran didalam kamar terburu-buru karena mereka tadi asik mengobrol sampai lupa bahwa sudah semakin gelap lantunan suara azan membuat mereka sadar bahwa sudah memasuki waktu malam


Dengan segera Adila mandi terlebih dahulu sedangkan zaffran memerintahkan bibi untuk naik ke atas membersihkan bekas makannya. lalu zaffran pun ikut masuk ke dalam kamar mandi karena takut kelamaan jika harus menunggu Adila


Setelah mereka berdua selesai mandi mereka pun shalat berjamaah dan barulah mulai memakai pakaian yang sudah Adila sediakan


Teras rumah.


"Rame sekali ya" ucap Ghea yang melihat kedalam rumah zaffran yang sudah hampir penuh dan juga masih banyak orang yang berkumpul di area taman rumah


"Mana ya dia?" ucap nesa celingukan tanpa menggubris perkataan Ghea


"Mungkin Adila masih diatas" jawab Ghea


"Siapa yang mencari adila!"


"Jangan bilang kau mencari chef itu" Tunjuk Ghea pada hidung nesa yang membuat nesa tersenyum lebar


"Aku memang mencarinya" jawab nesa enteng sambil masuk ke dalam rumah Adila


"Hih dia ini?" gerutu Ghea melipat kedua tangannya didepan pintu


"Resepsionis" teriak Deri dari arah taman menuju depan rumah ke arah ghea , setelah Ghea menoleh dan mengetahui bahwa itu Deri dengan secepatnya ia masuk ke dalam rumah zaffran mengejar nesa


"Kenapa dia bisa ada disini?" ucap Ghea ditengah lari kecil nya


"Mengapa dia lari?" ucap kesal Deri "Aku bahkan belum menggoda nya haha"


Deri pun kembali berjalan dan duduk ditepi pohon berhias lampu putih "Kau juga disini" ucap revlan melipat kedua tangannya di dada


"Bang revlan? Abang kesini?" tanya Deri bingung karena ia sudah tau Abang nya itu menaruh harap pada Adila


"Kantor kita kan diundang, apa salahnya"


"Iya juga si"


"Biasanya kamu malas datang ke acara seperti ini, ada apa?" tanya revlan heran


"Kan menghormati, pak zaffran kan sedang kontrak kerja dengan perusahaan kita. jadi aku pasti datang" jawab Deri dengan senyuman penuh arti


"Ohhh" pendek revlan


Kini semua tamu tampak rapih dikursi nya masing-masing dengan wajah bahagia melihat zaffran dan Adila turun dari tangga dengan anggun nya


"Pak zaffran emang gak salah pilih, Bu Adila cantik sekali" ucap salah seorang pegawai


Semua suara bising nampak membicarakan keduanya kini zaffran dan Adila duduk didepan dengan tersenyum bahagia

__ADS_1


"Selamat malam semuanya, maaf menunggu. terimakasih untuk semua yang bisa hadir malam ini semoga acara malam ini berjalan lancar" ucap zaffran membuka acara


Acara dimulai dengan doa lalu kini semua tamu nampak mulai menyantap hidangan


"Adila" sapa Ghea berlari ke arah Adila dan zaffran


"Hei...sini" Adila menarik tangan Ghea untuk duduk disampingnya


Karena kursi yang digunakan panjang akhirnya mereka pun duduk bersama


"Tadi aku melihat revlan" bisik Ghea pada telinga Adila


Zaffran sebenarnya mendengarnya juga namun ia berusaha tenang dan pura-pura tak mendengar sesuatu


"Benarkan?" tanya Adila kaget yang dijawab anggukan oleh Ghea "Tenang saja Adila, dia ada didepan sama adiknya"


"Adiknya?" Adila mengerut kan keningnya


"Aku nyamperin tamu dulu ya" ucap zaffran bangun dari duduknya yang dijawab anggukan oleh Adila dan Ghea


"Adiknya siapa?" tanya lagi Adila menggoyangkan tangan Ghea


"Deri, namanya deri dia juga kerja sama revlan sekarang mereka berdua ditaman"


"Aku takut..." Adila memengang perutnya


"Ada apa?" tanya Ghea panik yang melihat Adila memegang perutnya


Adila menceritakan detail kejadian siang tadi pada Ghea yang dirasa Ghea adalah orang yang bisa dipercaya


"Bisa-bisanya dia begitu, padahal dia kan sudah beristri" jawab Ghea mengepalkan tangannya


"Beristri?" tanya Adila mengerutkan keningnya


"Iya dil, revlan itu sudah mempunyai istri dikalimantan usia pernikahan nya sudah empat bulan mungkin sekarang lima bulan"


"Kau tau darimana Ghea"


"Aku tau dari Deri adiknya akhir-akhir ini dia selalu mengganggu ku"


"Apa kah benar?"


"Pastinya, karena awalnya dia curiga pada revlan ia kira revlan selingkuh denganku. makanya aku percaya"


"Aku tidak menyangka revlan serendah itu" Adila menelan ludah nya


"Kalau dulu kau sampai bercerai dengan zaffran dan menikah dengan revlan bagaikan kau keluar dari kandang harimau tapi masuk kandang singa. aku sudah tidak bisa membayangkan nasibmu" Ghea memegang bahu Adila


"Huh syukurlah walaupun pahit perjalanan pernikahan ku bisa kau jadikan pelajaran ghe setelah menikah nanti"

__ADS_1


"Menikah? menikah dengan siapa? aku pacar pun tak ada" jawab Ghea ketus


"Deri misalnya..." Adila menggoda Ghea


"Kau ini" Ghea memukul Adila "Tapi seperti nya Deri menyukai ku deh dil, tapi aku akan tetap berusaha mendapatkan perhatian dari chef Dawan dulu" ucap Ghea merangkul Adila


"Hih kau ini" Ghea menepis tangannya "Nesa mana?"


"Dia tadi sedang mencicipi beberapa makanan" jawab ghea


"Ohh begitu"


"Aku mau mencari nesa dulu, aku takut jika dia ketemu chef dawan malah menggodanya lagi nanti aku kalah saing"


"Lalu kau mau meninggalkan ku?"


"Apakah tuan putri mau ikut?" Ghea memberikan lengan nya


"Mau , tapi ralat kata-kata mu harusnya nyonya muda" Adila tertawa terbahak-bahak dengan Ghea yang menjungkirkan bibirnya


Meraka berjalan ke arah luar karena didalam ruangan tak ada nesa setelah mereka celingak-celinguk terlihat nesa sedang duduk dikursi dengan beberapa makanan dimeja nya


Adila dan Ghea melewati Deri dan revlan, Deri dan revlan menelan ludahnya dengan susah sambil menoleh kearah Ghea dan Adila


"Tumben dia tak menggangu ku" gumam Ghea dalam hatinya


"Adila, Ghea sini" nesa melambaikan tangannya


"Wah wah makan tak mengajakku" ucap Ghea menaruh lengannya didada


"Habisnya kau ku cari tadi tak ada" jawab Ghea mulai menyantap kue bikinin chef Dawan "Wah enaknya, ini pasti calon suami ku ya yang masak"


"Maksudmu?" Ghea menaikan sebelah alisnya


"Iya chef dawan kan yang membuatnya?" nesa masih menikmati makanan nya


"Iya chef Dawan dan bibi" jawab Adila yang ikut memakan makanan yang ada dimeja


"Adila lihat" Adila menoleh ke belakang terlihat zaffran berdiri dihadapan revlan entah berbincang apa tak terdengar bukan karena kursi yang jaraknya jauh tapi karena suara bising orang lain


"Kau datang juga" ucap zaffran menatap revlan


Deri menelan ludah nya dengan sangat susah "******, aku terjebak diantara keduanya"


"Aku diundang langsung olehmu pak zaffran bagaimana mungkin aku tak datang"


"Iya terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang, pak Deri terimakasih juga" zaffran tersenyum pada Deri yang gugup "Iya..iya.."


"Mmm oh iya pak revlan sebaiknya jangan mengirimkan sesuatu ku rumahku, itu hanya akan menambah penuh tong sampah rumahku" ucap zaffran menyeringai yang ditatap tajam oleh revlan sedangkan Deri hanya menatap keduanya bingung

__ADS_1


"Tak usah repot-repot ya lain kali, aku bahkan bisa membeli semua toko bunga yang ada disini. jika, memang istri ku memintanya" ucap zaffran menepuk pundak revlan dan pergi menghampiri Adila Ghea dan nesa yang dari tadi menatapnya


__ADS_2