
Kini Adila dan Ghea sedang mengusap air mata diwajahnya
"Sayang mamah belum sempet melihat kamu, semoga nanti mamah bisa ketemu ya sayang sama kamu" ucap adila terisak tangis melihat makam anaknya
Ghea mengusap punggung Adila "Sudah lah ayo Dil kita pulang kita sudah hampir satu jam disini"
"Tapi ghe..."
"Dil...nanti kita kesini lagi" potong Ghea tersenyum pada Adila
"Sayang...mamah mau pisah sama papah kamu..hikkk hik..doakan yang terbaik untuk mamah dan papah ya sayang" Adila masih terisak tangis
Adila bangun dan meninggalkan makan anaknya.
"Sabar ya Dila" Ghea memeluk hangat sahabat nya itu
"Aku gak tau besok bisa atau enggak ke pengadilan ghe"
"Kenapa Adila?" tanya Ghea terus memeluk
"Aku ragu"
"Ragu?" Ghea menarik bahu Adila dan menatap nya "Kenapa ragu Adila?"
"Aku masih sangat sayang jika harus berpisah, walaupun rumah tangga ku belum lama tapi...aku tidak pernah menginginkan menjadi seorang janda apalagi mas zaffran adalah orang yang dulu aku sangat cintai malah harus ku gugat cerai"
"Adila kamu harus pikir kan matang-matang kalau kamu memang tak ingin cerai buru-buru dan ingin melihat perubahan zaffran. sabar lah"
"Tapi aku takut ghe...aku takut zaffran melakukan hal-hal yang sudah tidak bisa kubayangkan"
Ghea kembali memeluknya "Sebagai sahabat aku gak bisa memaksa kamu, kamu yakinin dulu hati kamu baru aku antar kamu ke pengadilan. setuju?" Adila memberikan kelingking nya yang dibalas oleh adila
........
Revlan datang disebuah rumah mewah bernuansa putih serta banyak sekali pegawai yang menyambut nya yang baru sampai
"Selamat datang tuan" bungkuk seorang wanita yang usia nya sekitar 40 tahun
"Ambil kan saya air putih bi" ucap revlan yang meluruskan badannya disebuah sofa
Tak lama bibi itu kembali dengan sebuah air putih di dalam gelas
"Ibu mana?" tanya revlan pada bibi itu
"Belum pulang tuan tadi sih pamitnya sedang belanja"
"Yasudah"
Revlan naik ke kamar atas dengan jalan yang lemas karena cape diperjalanan.
Setelah malam hari ia sudah mengistirahatkan tubuh nya dan mandi ia menelpon Adila
"Halo"
"HALO, UDAH SAMPE?"
__ADS_1
"Udah Adila"
"SYUKURLAH"
"Iya, kamu dimana?"
"DIAPARTEMEN"
"Ohhhhh"
"DIAPARTEMEN GHEA HEHE"
Revlan langsung tersenyum menunjukan gigi
"YASUDAH ISTRIHAT SANA, AKU TUTUP TELEPONNYA"
Revlan turun dari kamar sambil memegang handphone ditangan kirinya
"Krek..."
Seorang perempuan masuk dengan langkah cepat dan memeluk revlan
"Kenapa gak ngabarin kalau mau pulang?" tanya perempuan itu tetap bergelantungan ditubuh revlan
"Aku kesini juga cuma sebentar karena kangen sama kamu" ucap revlan memeluk balik dan mencium bibir perempuan itu
siapakah perempuan itu? ha .... dia adalah????
"Ayo sayang makan dulu" ucap perempuan itu tersenyum pada revlan
"Udah juga, aku habis belanja terus makan sama temen-temennya" jawab perempuan itu
"Yasudah berarti kita langsung ke kamar saja, aku kangen sama kamu" ucap revlan menarik tubuh wanita itu dan dibawanya ke kamar
Wanita tersebut berusia 23 tahun tubuhnya pendek dengan kulit putih dan berambut pirang ia bernama Sisil .
"Aku sangat mencintai mu" ucap revlan berbisik di telinga sisil dengan pelukan dari arah belakang
Sisil tersenyum dan membalikkan badannya
"Kamu berapa hari disini? kenapa sekarang kamu jarang sekali dirumah?"
"Aku kan kerja. sabar ya istriku" ucap revlan memeluk nya erah dengan memejamkan matanya
.....
Apartemen.
"Adila apa kau tidak mau pulang ini sudah jam 9" tanya Ghea
"Zaffran saja tak peduli pada ku, kenapa aku harus pulang. aku malas beranjak dari tempat tidur ini ghe"
"Yasudah tidurlah"
Kini Adila tertidur lelap dan Ghea yang habis menyantap mie instan akan ikut berbaring juga karena ia juga sudah mengantuk
__ADS_1
"Dret...dret...."
Panggilan masuk datang ke ponsel Adila. Ghea yang menyadari nya langsung berlari ke tempat handphone berada
"Zaffran?" ucap nya
Ghea yang ragu-ragu mengangkat nya akhirnya hanya menatap layar telepon itu
"Aku akan atau...bangun kan Adila ya" Ghea menatap wajah adila sambil memegang telepon dengan tulisan (Panggilan tak terjawab) "Tapi kelihatan nya Adila lelah sekali matanya nya juga sembab"
"Triling..."
ADILA KAMU DIMANA? KENAPA TIDAK ADA DI RUMAH?
"Sebaik nya aku balas saja, karena memang zaffran tidak tau kalau aku juga tinggal di apartemen ini" ucap Ghea sembari membaca WhatsApp itu
"Adila di rumah Ghea, jangan khawatir."
Pesan itu dengan cepat dibaca oleh zaffran dan di balas
"AKU JEMPUT SEKARANG"
Ghea yang membaca nya langsung bingung karena zaffran pasti pergi ke bekasi karena yang ia tau Ghea ada dibekasi "Pasti dia akan menyuruh orang untuk menjemput Adila dibekasi, bagaimana ini? apa aku bilang saja aku ada didekat apartemen dulu"
Tak lama pesan baru datang lagi
"SUDAHLAH BESOK SAJA PULANGNYA AKU JUGA INGIN ISTRIHAT BARU MENGALIHKAN PERUSAHAAN DAN LANGSUNG ADA MEETING TADI"
Ghea pun hanya membacanya dan tersenyum
"Tapi kok zaffran gak takut Adila kenapa-kenapa ya? dia sudah berubah atau belum" pikir Ghea yang tidur disamping Adila dan menutupi tubuhnya dengan selimut
........
"Much...much" revlan sibuk menciumi sisil yang masih memejamkan matanya "Sayang..." Sisil menjauhkan wajahnya dari revlan
"Bangun...lah aku ingin sarapan dibuat kan kamu" kata revlan menarik lagi wajah istrinya itu
"Iya...iya aku bangun" Sisil bangun dengan mengucek matanya dilihat lah revlan yang sudah mandi dengan Pakaian rapih nya "Mau kemana?"
"Aku mau nge chek pertambangan sama Deri nanti" jawab revlan mengencangkan ikat pinggangnya
Setelah Sisil dan revlan makan dimeja makan tak lama seorang lelaki datang dengan jas rapih dan memiliki wajah yang tampan kulit putih dengan lesung pipinya
"Lama banget sih" omel dia didepan pintu
Revlan menghampiri nya dan merangkul pundaknya "Kau ini Deri datang tanpa salam tanpa kata! apakah kau takut tidak mau menyambut abang mu ini yang baru pulang?" tanya revlan sedikit menggoda adik kandungnya itu yang kini berusia 21 tahun
"Cepatlah tak usah basa basi" ucap Deri melepaskan tangan kakanya dari pundaknya
Deri adalah adik kandung revlan satu-satunya karena mereka hanya dua bersaudara. Deri sekarang menjadi pimpinan pengganti revlan saat revlan sedang keluar kota bahkan kadang beberapa tugas ke luar kota pun juga padat Deri lah yang menggantikan nya
"ya sudah ayo berangkat" kata revlan menatap adiknya itu yang terkesan cuek
"Sayang aku pergi" ucap revlan mencium kening istrinya
__ADS_1
Istri mencium tangan revlan dan revlan dan Deri pun beranjak pergi dari rumahnya ke pertambangan dengan mobil yang dibawa revlan