Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
chef dawan dan ketampanan nya


__ADS_3

Sore hari pun tiba rumah zaffran sudah penuh dengan kursi dan meja yang tersusun rapi dengan beberapa kue yang sudah berjejer dan juga tas kecil berisi beberapa pakaian yang tadi dibeli oleh mamah dan Adila bahkan cincin serta jam tangan mewah terpampang diatas meja dengan tertutup kaca


Adila yang masih berbaring dikamar dengan sebuah handphone ditangannya belum mempersiapkan diri karena acara nya jam tujuh malam


"Sayang" zaffran masuk membuka pintu kamar


"Eh mas udah pulang" Adila bangun dan menghampiri zaffran


"Iya, di bawah udah rame aja barang" ucap zaffran sambil membuka dasi biru putih nya


"Iya mas kata mamah mau syukuran sama keluarga"


"Iya aku tau mamah udah ngomong kok"


"Aku mau cerita sedikit" zaffran duduk dikursi Adila pun ikut duduk dan menatap wajah zaffran


"Tadi aku rapat sama revlan"


"Revlan? bukannya udah biasa kan emang kamu ada kontrak kerja"


"Iya tapi ...."


Flashback


Zaffran sudah duduk di ruang meeting bersama Bu Rani dengan beberapa berkas yang siap di serahkan pada revlan


"Permisi" revlan masuk dengan wajah datarnya


"Maaf pak sebelumnya, apa bapak datang sendiri?" tanya Bu Rani pada revlan yang sudah duduk dihadapannya sendirian


"Iya saya sendiri, kalau ada yang mau disampaikan sama sekertaris saya langsung saja ke saya" ucap revlan menaruh map kuning yang harus ditandatangani zaffran


Zaffran membaca nya dengan teliti tanpa ada gangguan apapun sedangkan Bu Rani sedang menjelaskan tentang berapa banyak perusahaan revlan harus mengirimkan barang ke China setelah selesai Meeting itu pun berakhir.


Zaffran meminta Bu Rani pergi meninggalkan nya dan revlan duluan


"Ada apa?" tanya revlan tanpa menoleh sedikitpun ke wajah zaffran


"Aku mau mengundang mu lusa nanti ke rumah ku"


"Atas hal apa aku harus kesana?" tanya revlan ketus


"Adila hamil, aku menganggap mu sebagaimana rekan kerja yang baik karena aku mengundang seluruh pegawaiku dan aku juga sudah menyuruh Bu Rani untuk mengundang karyawan mu yang bekerja dicabang kantormu. aku harap kamu bisa datang, supaya kita bisa melupakan kejadian yang kemarin. yang seharusnya tak pernah terjadi" ucap zaffran panjang lebar dengan tegas


"Aku usahakan datang" jawab revlan bangun dari duduknya


"Kamu tidak lupa kan rumahku?" tanya zaffran dengan senyuman menggoda mencairkan suasana


"Aku bahkan tak lupa dengan orang didalamnya" jawab revlan membuka pintu membuat zaffran menelan ludahnya sendiri


............

__ADS_1


"Jadi maksudmu revlan...."


"Iya Adila, aku merasa dia masih mengharapkan mu" jawab zaffran memegangi tangan Adila dengan erat


"Sudahlah mas, kita kan sedang mencoba untuk memulai rumah tangga ini menjadi lebih baik lagi. jangan pikirkan apapun termasuk revlan, karena aku pun tak punya perasaan apa apa padanya" jawab Adila menenangkan zaffran yang terlihat gelisah


"Aku menyesal mengundang nya, semoga lusa nanti dia tak datang" zaffran sangat gelisah sekali bukan hanya tentang takut Adila berpaling tapi ia takut revlan Berani mendekati Adila atau menyakiti nya karena dendam dengan zaffran


"Sudah cepat mandi" Adila mengelus punggung zaffran


Tanpa semangat zaffran memasuki kamar mandi Adila pun menyiapkan pakaian nya dan pakaian untuk zaffran kenakan


"Permisi nyonya" ucap bibi dari luar kamar dengan pintu yang terbuka lebar


"Ada apa bi?" tanya Adila menghampiri


"Diluar ada non Ghea dan non nesa"


"Oh ya, nanti Adila kebawah"


Adila pun berteriak kencang bilang bahwa ia akan kebawah pada zaffran yang masih didalam kamar mandi


Ghea dan nesa sedang menoleh kanan kiri melihat rumah yang ramai orang mempersiapkan acara nanti malam


"Ghea ... nesa..." Adila berteriak dan memeluk keduanya bergantian


"Adila kau sedang hamil yah?" nesa mengelus perut Adila


"Adila ini ada acara apa?" tanya Ghea yang masih keheranan


"Ini ada acara syukuran sama keluarga, kalian disini ya"


"Enggak ah" tolak nesa dengan cepat


"Kenapa?"


"Lusa aja kan pegawai kantor juga kesini" jawab Ghea


"Yaudah deh" ucap Adila cemberut


"Adila itu siapa?" Ghea membelalakkan matanya melihat seorang lelaki berbaju hitam sedang menyusun makanan


"Chef pribadi" jawab Adila dengan menunjukkan giginya


"Apa? chef pribadi? kau punya chef pribadi?" tanya nesa kaget


"Iya, ganteng kan?" tanya adila menggoda keduanya


Ghea dan nesa menatap chef dawan dengan senyuman manis nya dan menelan ludahnya dengan susah


"Atletis sekali tubuhnya" ucap Ghea yang masih terpanah

__ADS_1


"Apa kah dia benar-benar chef atau instruktur senam tubuhnya benar-benar seperti pegulat mana tampan sekali lagi" saut nesa yang juga masih menikmati ketampanan nya


"Kau mau kenalan tidak?" tanya Adila yang langsung dijawab anggukan oleh keduanya


"Chef..." teriak Adila melambaikan tangannya


"Ada apa Adila?" tanya chef dawan


"Kenalkan sahabat ku" ucap Adila menunjuk nesa dan Ghea


Mereka berebut untuk bersalam duluan akhirnya Ghea lah yang mendapat kenalan duluan kemudian baru nesa


"Apa ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya chef dawan kebingungan


"Tidak ada, kamu boleh melanjutkan nya" jawab Adila sambil tersenyum manis pada chef dawan


"Oh iya adila saya sudah siapkan makanan ringan dan susu dimeja makan, sebaiknya segera dimakan dulu supaya perut nya tak kosong" ucap chef dawan memberitahu yang dijawab anggukan oleh Adila


Chef dawan pun pergi


"Seperti nya kita segera pulang nes, aku bisa mati berdiri kalau lama-lama disini" ucap Ghea menatap chef dawan dengan wajah konyolnya


"Ihh dasar!!!" teriak nesa mendorong bahu Ghea


"Kalian mau pulang sekarang? biar supir yang mengantar ayo"


Adila pun menyuruh supir untuk mengantar Ghea dan nesa pulang


Kini Adila sudah menghabiskan makanan yang sudah disiapkan oleh chef dawan


"Bumil udah makan aja" goda zaffran mengelus rambut suaminya


Adila tersenyum ke arah zaffran namun matanya kadang tak fokus karena melihat chef dawan kini sudah selesai menyusun makanan dan sedang duduk istrihat dengan tubuh yang masih sedikit basah setelah mandi dikamar mandi bawah


"Sayang" zaffran membuyarkan tatapan Adila


"Apa sayang?" tanya Adila memegang tangan zaffran yang kini duduk disisinya


"Liatin apa sih?" tanya zaffran melihat ke arah chef dawan yang sedang bermain handphone


"Chef dawan? kenapa kau menatap nya seperti ingin memangsa nya?" tanya zaffran dengan wajah cemberut nya


"Eh cemburuan sekali calon Dady mu ini nak" ucap Adila mengelus perutnya seolah bicara pada anak yang dikandungnya "Aku hanya berharap jika nanti anak kita lelaki bisa setampan chef dawan"


"Apa? kenapa harus setampan nya? apa kau pikir aku jelek?" tanya zaffran tak terima


"Tidak tidak, kamu juga tampan sekali"


"Awas saja kalau kau terus menatap nya aku tak segan-segan akan memecatnya"


"Hei mas kau ini cemburuan sekali sampai tega mau memotong rezeki orang" ucap Adila ketus

__ADS_1


"Biarkan saja" jawab zaffran ketus


__ADS_2