Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Deri mencintai Ghea


__ADS_3

Hari ini proses caesar aliya dilakukan, Aldi tengah berharap-harap cemas didepan ruangan sambil terus menatap pintu ruang operasi, menantikan anak pertama nya


"Drettt...dret..." suara telepon nya berbunyi ia segera mengangkat nya , telepon itu datang dari anak buah nya dikalimantan


"Ada apa?" tanya aldi ketika menjawab telepon


"REVLAN MALAM TADI BERTENGKAR DENGAN ADIKNYA IA SAMPAI BERKELAHI HABIS-HABISAN, DAN REVLAN MEMUTUSKAN UNTUK KE JAKARTA BESOK PAGI"


"Oke terimakasih" jawab Aldi singkat, ia tak bisa menahan rasa khawatirnya pada aliya yang sedang didalam ruang bedah


Aldi pun segera mengirim pesan pada zaffran


"Zaffran, aku di rumah sakit. kalau bisa kesini ya, ini tentang revlan"


Rumah zaffran Aliyad


Karena ini hari minggu zaffran sedang duduk santai bersama adila, namun tangannya nya tetap bekerja memijit mijit kaki Adila yang dari tadi merengek meminta zaffran memijit kakinya


"Udah ya sayang, pegel" zaffran mengeluh menatap Adila


"Sini duduk diatas" suruh adila, dengan cepat zaffran duduk dan menyenderkan tubuhnya di kursi


"Tangan ku pegel" zaffran menyodorkan lengannya ke wajah adila tanpa ada jawaban Adila pun memijitnya membuat zaffran tersenyum lebar


"Handphone kamu mas" ucap adila yang mendengar dering handphone zaffran


"Ada apa?" zaffran menoleh ke arah Adila


"Ada WhatsApp kayanya" jawab Adila


Zaffran pun mengambil nya dan membaca pesan dari Aldi


"Sayang, Aliya sekarang sedang di operasi sepertinya. soalnya Aldi ada di rumah sakit, aku mau kesana" ucap zaffran langsung berdiri setelah membaca pesan Aldi


"Aku ikut"


"Jangan, kamu dirumah saja"


"Aku ikut!!!! aku gak mau ditinggalin sendiri"


"Sayang, kamu lagi hamil. jangan cape-cape ah"


"Yasudah, kamu pergi ke sana aku akan mengajak Ghea dan nesa jalan-jalan ke mall"


"Oke kamu ikut" jawab zaffran dengan mengakui kekalahannya


"Aku ambil tas dulu" ucap Adila berjalan pergi


"Bawa dompet aku sama kunci mobil" teriak revlan


Kini Adila dan zaffran pergi ke rumah sakit dengan mobil hitamnya, melaju dengan kecepatan sedang nampak kondisi jalan yang cukup ramai

__ADS_1


"Sayang nanti kalau anak kita lahir, mau dikasih nama siapa?" tanya adila memengang perutnya


"Mmm gimana kalau nama depan nya z seperti ku" jawab zaffran menanggapi obrolan yang akan menuju konflik kecil ini


"Kenapa harus z?" tanya Adila


"Nama pake huruf depan Z kan jarang, jadi bagus"


"Hih ngaco!!! jangan z nanti pas absen kalau sekolah anak kita menunggu lama"


"Gampang, kita suruh saja pihak sekolahnya menaruh anak kita paling pertama untuk absensi"


"Kau pikir itu sekolah han mu!!!"


"Nah iya, kita kan bisa membuat sekolah han untuk anak kita"


"Ngobrol sama kamu gak ada abisnya" ucap Adila ketus memalingkan wajahnya


"Aku lagi...aku lagi..." zaffran menggerutu sambil terus menatap jalanan


Adila hanya terdiam menatap kaca mobil walaupun mendengar gerutuan zaffran


Kalimantan


Deri masih mengobati luka lebam diwajahnya yang kini semakin membiru, masalah ghea. Deri sudah menjelaskan nya pada ghea bahwa waktu itu ia diancam dan ghea pun percaya karena Deri mengirimkan beberapa foto wajahnya yang bekas tonjokan revlan


"Akh...." deri meringis kesakitan


Tak lama ka sisil mengirim kan pesan pada deri


"Aku harus jawab apa ini? aku harus menutupi nya atau aku harus bilang" deri berpikir sejenak akhirnya ia membalas


"Pekerjaan di Jakarta sudah selesai kak, coba saja kakak tanya bang revlan mau kerja, kerja apa?"


Tak butuh waktu lama sisil membalas nya kembali


"KENAPA AKU CURIGA BEGINI YA DER, APA REVLAN ADA PEREMPUAN LAIN DI JAKARTA?"


"Aduh...kenapa aku malah dibuat pusing dengan keluarga mereka, aku saja belum berumahtangga. aku harus bagaimana bilang nya" Deri mengacak-acak rambutnya


Dan akhirnya wajah ghea terlihat dalam benatnya dengan segera ia menelepon ghea


"Hai resepsionis" sapa deri sambil tersenyum lebar


"Hai" jawab Ghea


"Yaampun apa dia mulai mencintaiku" pikir deri dengan senyum diwajahnya


"Kau tadi tak salah menjawab hai ku?" tanya Deri


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Tidak...tidak...kita video call ya"


Deri pun mengganti panggilan suara itu menjadi panggilan Vidio


"Hai" Deri melambaikan tangannya setelah wajah ghea Muncul dengan kunciran dirambutnya dan seyum lebarnya "Resepsionis apa kau tak merindukan ku?" tanya Deri dengan senyum manisnya


"Seharusnya aku yang bertanya, seperti nya kau merindukan ku?" goda Ghea


Entah ghea merespon karena mulai jatuh hati atau mungkin hanya merespon saja


"Aku memang merindukan mu" jawab deri tanpa ada rasa canggung


Ghea langsung mengarahkan kamera handphone nya hanya ke arah kening, membuat Deri bertanya tanya "Ia tersenyum malu, atau malah merasa jiji padaku ya" ucap deri berusaha melihat ghea


"Ada apa?" tanya Ghea yang kemudian kembali menongol kan wajahnya


"Aku mau tanya, menurutnya aku harus memberitahu kak Sisil atau enggak tentang bang revlan?" tanya Deri serius


"Kalau menurutku, harus. bagiamana pun posisi revlan tidak bisa dibenarkan, apalagi istrinya juga bukan orang jahat ataupun apa. belum mencintai dalam pernikahan bukan artinya membenarkan perselingkuhan atau bahkan kedekatan dengan seseorang"


"Kau benar, tapi aku tak tau caranya bagaimana" eluh Deri


"Pertama kau harus pastikan istrinya revlan itu dalam kondisi sehat supaya saat kamu memberitahu dia tidak begitu panik"


"Aku akan mencobanya" jawab deri dengan senyuman lebar nya


"Luka mu bagaimana?" tanya ghea yang memperhatikan bekas luka terpampang cukup jelas diwajah Deri


Akhirnya mereka pun mengobrol panjang lewat video call, saling melepas rindu yang tak dapat mereka sadari bahwa kini mereka sedang mulai saling mencintai, dan deri lupa apa rencana awal nya mendekati Ghea


Rumah sakit


Adila dan zaffran berjalan pelan masuk ke rumah sakit, zaffran terus menggandeng Adila ia tak mau sampai Adila kenapa-kenapa


"Sus, mau tanya kalo ruangan operasi dimana ya?"


"Ini pak, tinggal ikutin jalan ke kiri terus aja nanti mentok diruang bedah" jawab suster itu


"Oh oke terimakasih sus" jawab zaffran dan berjalan pergi


"Itu Aldi" tunjuk Adila melihat Aldi sedang duduk di kursi tunggu dan terlihat menutup wajahnya


"Aldi" zaffran menepuk pundak Aldi, karena Aldi benar-benar tak sadar bahwa zaffran dan Adila ada dihadapannya


"Eh zaffran, Adila" Aldi bangun dari duduknya dan berusaha menyembunyikan wajah panik nya


"Gimana Aliya?" tanya zaffran


"Belum keluar, tadi sih ada suster keluar ngambil apa tau, pas gue tanya katanya satu jam lagi. tapi ini udah satu jam lebih belum keluar"


"Sabar...tenang" zaffran mengelus pundak Aldi

__ADS_1


"Adila duduk, ngapain kamu malah berdiri nanti anak kita pegel" suruh zaffran yang membuat Adila merasa heran


"Dia kan ada disini, kenapa bisa dia merasa pegal" Adila mengelus perutnya


__ADS_2