
"Banyak cewek nya? maksud tika gimana?" tanya adila karena penasaran
"Tapi kaka janji dulu sama tika gak bakal ngadu kalo tika yang ngasih tau" anak itu mengacung kan jari kelingking nya
"Iya janji" adila menurutinya
"Nih ka yah, ka aldi itu dulu ngajak aku tetep tinggal dirumah ini, gak ada yang ikut ibu ataupun ayah. terus ka aldi sering banget pulang mabuk-mabukan, sering bawa cewek juga. tapi hari itu dia pulang sama kak zaffran, dari situ tika kenal sama ka zaffran"
"Jadi zaffran kenal aldi baru? bukan pas dia masih sekolah?" tanya adila memotong pembicaraan nya
"Bukan ka, ka zaffran kan sekolah di luar negri"
"Hah? serius?" tanya adila kaget, karena ia saja istrinya tidak tahu.
"Iya, tapi kuliahnya di Indonesia" jawab tika
"Terus-terus?" tanya adila semakin penasaran
"Terus kak zaffran ngajakin ka aldi kerja , katanya buat jadi manajer disebuah bar milik kak zaffran"
"Bar? milik zaffran?" tanya adila dengan wajah kebingungan
Tika mengangguk dengan pasti
"Terus karena aku butuh duit buat sekolah akhirnya kak aldi mau, dia bilang dari pada dia cuma buang-buang duit mending sambil kerja"
"Emang kamu tau pas kapan ya?" tanya adila
"Pas aku smp kelas dua ka"
"Ohh... terus apa lagi?" tanya adila lagi
"Terus akhirnya sekarang kak aldi jarang pulang mabuk, walaupun mabuk paling sedikit. dulu aku pernah di ajak ke bar milik kak zaffran"
"Pernah diajak? dimana?" tanya adila memotong cerita tika
"Dijakarta ka"
__ADS_1
"Maksud kakak dijakarta mana?"
"Aku gak tau pokonya jalannya masuk gang gitu"
Jantung itu berdegug kencang "itu pasti bar yang waktu itu" gumam adila
"Sejak saat itu aku kenal dunia malam, bahkan aku sering mabuk sama laki-laki kaya kak zaffran atau kak aldi"
"Laki-laki yang seperti apa yang kamu maksud?"
"Laki-laki yang selalu ingin ditemani di tempat hiburan, tapi tika gak nemenin tidur kak, soalnya tika takut hamil"
Adila memeluk tika dengan erat "gadis sebelia ini mau mempertontonkan tubuh indahnya pada lelaki yang tak punya harga diri" pikir adila
"Kak zaffran juga sering minta ditemenin sama perempuan yang ada di bar, tapi dia gak pernah tidur sama perempuan lain sih paling cuma mesra-mesraan. gak kaya kak aldi, mungkin tiap malem dia nidurin cewek bahkan mereka berdua sering bawa cewek kesini loh kak" cerita tika dengan terbuka
"Kesini? ke rumah ini? terus kamu liat mereka ngapain aja dong"
"Liat ka"
"Apa? zaffran lakuin apa?" tanyanya menuntut informasi lebih
Adila kini melemas mendengar semuanya, namun ia sangat senang mendapatkan informasi secara gratis ini.
"Aku sekarang tau kenapa kak zaffran jarang ke bar, kak aldi juga pernah bilang ke cewek di bar kalau kak zaffran akan lebih sering di rumah. mungkin karena dia punya istri secantik kakak" tika tersenyum pada adila
"Ini" adila membuka gardigan yang ia pakai, kini adila hanya memakai sebuah kaos hitam yang menutupi tubuh bagian atas
"Pake, jangan mau lagi nemenin laki-laki dibar ya, kamu harus fokus belajar. mau kak aldi kaya gimana juga jangan di ikutin" kata adila yang dibalas anggukan dari tika
Kini zaffran duduk dipojok jauh dari adila dan tika bersama aldi dan para perempuan yang ada di sampingnya
Zaffran kini sedang mabuk berat bahkan ia dari tadi masih meminum gelas yang berisi alkohol
Banyak wanita didekat nya, namun tak ada yang berani mendekatinya karena ada adila dan dilarang juga oleh aldi.
"Mas zaffran, kenapa bawa istri kamu si?" tanya aliya yang langsung duduk dipangkuan zaffran
__ADS_1
Aldi langsung segera bangun dari duduknya, meskipun ia mabuk, ia tau bisa gawat bila adila melihat.
"Aliya bangun, bangun" mendorong aliya dengan kasar, namun zaffran malah memeluk aliya dengan kuat.
"Lepas di, biarkan" zaffran menepis tangan aldi yang tetap memaksa aliya untuk segera bangun
Tak lama adila bangun dari duduknya "tika kayanya kakak harus samperin kak zaffran"
"Yaudah kak, tika mau ke dalam dulu. mandi terus tidur" kata tika yang ikut bangun dari duduknya
"Mantap" adila memberikan ibu jarinya
Adila kini berjalan menoleh kanan kiri mencari suaminya itu , bukan sedikit yang terpana pada kecantikan adila. apalagi kini pakaiannya membentuk lekuk tubuh dengan sangat jelas.
Adila melongo ketika ia melihat mas zaffran sedang ada diantara perempuan yang menampakkan lekuk tubuhnya juga, namun yang paling membuat adila sakit kini bukan ia yang ada dipangkuan zaffran melainkan orang lain.
Adila mulai mendekati zaffran "mas" dengan intonasi yang lemas namun cukup jelas
Perempuan-perempuan itu menoleh dan langsung berpencar melarikan diri termasuk aliya yang ada dipangkuan zaffran, namun betapa kagetnya adila melihat zaffran malah menarik aliya agar tetap duduk dipangkuannya.
Adila tak bisa berkata banyak, ia langsung menarik lengan mas zaffran dan menuntunnya. aldi ikut membantu membawa zaffran yang sudah mabuk berat itu ke dalam mobil.
Kini adila yang memegang stir ia mengemudi mobilnya dengan isak tangis yang tak bisa lagi ia sembunyikan.
Teka teki yang selalu jadi pertanyaan, tentang seperti apa suamiku? kini rasanya aku ditampar habis-habisan dengan jawabannya, setelah aku mengetahui seperti apa mas zaffran.
Aku merasa aku bukan wanita yang sempurna sehingga mas zaffran mencari wanita lain
"Aku sangat kecewa sama kamu mas! sekarang apa lagi mas? apa lagi yang harus aku maafkan? kita menikah pun belum lama, namun begitu banyak kata maaf yang keluar dari mulut kamu. aku berharap kamu bisa berubah ternyata kamu tidak mau berubah. kamu hanya mengulur waktu agar kamu bisa menyimpan kebohongan ini dengan rapih bahkan sangat rapih. aku sekarang harus apa?" teriak adila membanting kan stir tepat didepan gerbang rumahnya yang ia tabrak, dan sekarang bemper bagian depan nya pecah.
Para satpam yang berada di pos terkejut karena ada mobil yang menabrak gerbang. mereka segera berlari keluar melihat siapa yang menabrak ternyata mobil tuannya yang mereka temui.
Adila turun dari mobil "nyonya?" seorang satpam yang langsung memegangi tubuh adila yang berjalan dengan tubuh yang lemas
"Bantu pak zaffran , bapak didalam" tutur adila sambil mengusap air matanya
Satpam itu segera mengeluarkan zaffran dari mobil dengan bau alkohol yang sangat menyengat
__ADS_1
Adila mengekori dari belakang, namun ia malah kehilangan kesadaran dan jatuh di pekarangan rumah.
"Kamu telepon dokter ilham ya, terus kamu ke rumah pak ary kasih tau kalau tuan dan nyonya pingsan. dan bibi, saya minta tolong bawakan air putih dan minyak kayu putih " ujar seorang satpam yang cepat memberi arahan