Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
acara syukuran


__ADS_3

Adila sudah duduk dikursi coklat miliknya dengan pakaian gamis putih lengkap dengan kerudung putih dengan wajah cantiknya ia nampak sangat makin terlihat cantik sedangkan zaffran juga duduk dikursi coklat dengan kemeja putih dan celana hitam miliknya


Mamah papah dan semua tamu undangan dan para pegawai yang hadir hampir semua memakai pakaian putih karena konsep tema yang diusung adalah putih


"Mas kamu kelihatan tampan sekali" bisik Adila menggoda zaffran yang masih jutek karena cemburu pada chef dawan


"Yang tampan aku atau dia?" tanya zaffran mendangahkan wajahnya ke arah chef dawan yang duduk memakai kokoh putih dengan celana hitam lengkap dengan peci hitam yang melekat diatas kepala chef dawan membuat Adila menelan ludahnya dengan susah


"Hei kenapa kau malah menatap nya?" tanya zaffran meninggikan suaranya


"Hust berisik" Adila memukul paha zaffran "Aku hanya melihat nya saja bukan menatap nya"


"Apa kelebihan nya dibandingkan denganku?" tanya zaffran yang menatap tajam chef Dawan tapi chef dawan tak melihat ke arah kedua nya yang sedang bertengkar kecil


"Dia pintar masak, dia juga memiliki tubuh yang atletis dan peci itu membuat nya makin tampan" jawab Adila santai


"Aikhh..." zaffran melongo melihat Adila menjawabnya tanpa ada kebohongan "Memang nya kau pikir aku tidak atletis?"


Zaffran memang sama tinggi dengan chef dawan dan memiliki sedikit otot lengan serta Perut yang sudah seperti roti sobek tapi Cher Dawan lebih dari itu


"Kau sangat atletis kok mas" jawab Adila yang ingin menyudahi ini


"Assalamualaikum warahmatullahi wr.wb" suara memulai acara sudah terdengar tiba-tiba zaffran berlari ke atas dengan kecepatan nya


"Mau kemana dia?" tanya mamah menatap Adila , Adila hanya menggeleng kan kepalanya


Setelah acara sudah setengah dimulai zaffran baru kembali dan duduk dengan senyuman lebar Adila pun yang hendak mengomel tiba-tiba menahan tawanya "Sttt"


"Ada apa?" tanya zaffran berbisik pada Adila


"Kau sangat semakin tampan dengan peci itu" jawab Adila dengan menunjukkan gigi nya


Ia menahan tawa bukan karena zaffran terlihat lucu memakai peci namun, ia tertawa karena mengetahui zaffran memakai peci itu karena Adila bilang bahwa chef Dawan lebih tampan dengan pecinya


Setelah acara selesai para tamu pun mulai keluar dari rumah zaffran sekitar pukul sembilan empat puluh lima. mamah dan papah pun sudah pamit pulang beberapa keluarga mengambil cincin dan jam tangan yang memang disediakan namun kebanyakan dari mereka tak mengambil nya sehingga cincin dan jam tangan itu diberikan pada para anak yatim, ustadzah dan pembantu yang bekerja di rumah zaffran dan papah


Kini Adila dan zaffran masih duduk menyaksikan para pegawai membenahi kembali bekas acara barusan


"Permisi pak" ucap chef Dawan menghampiri keduanya


"Ada apa?" ketus zaffran tanpa menoleh sedikitpun ke arah chef Dawan dengan segera Adila memukul paha zaffran "Aww" zaffran mengelus-elus paha nya


"Ada apa chef?" tanya Adila menatap chef Dawan

__ADS_1


"Mohon maaf mengganggu, saya mau pamit pulang besok saya kesini lagi" ucap chef dawan dengan senyum manisnya


"Yasudah sana" jawab zaffran dengan wajah datarnya


"Mmm chef besok kesini kira-kira jam berapa ya?" tanya Adila


"Sepertinya jam enam pagi, supaya bisa menyiapkan makanan untuk kamu" jawab chef dawan yang kemudian membungkuk kan badannya dan pergi


"Apa? kamu? apa aku tak salah dengar?" ucap zaffran tak percaya


"Aku yang menyuruhnya memanggil nama, karena dia dan kita seperti nya seumuran" jawab Adila santai


"Hiks terus kenapa bukan Satpam-satpam disana yang kamu suruh panggil mu nama ha?"


"Aku sudah menyuruhnya mereka saja yang tak pernah menuruti ku" jawab Adila yang kemudian naik ke atas tangga


"Aku seperti memelihara singa, yang harus selalu ku waspadai" ucap zaffran mengikuti langkah kaki Adila yang hendak masuk kamar


.........


Ghea yang memang selalu tidur lebih awal kini ia sudah masuk ke alam mimpi dengan tidur yang nyenyak namun panggilan masuk datang berkali-kali hingga membuatnya membuka mata dengan jengkel karena suara nada dering yang begitu keras


"Hallo" Ghea menyapa dengan lemas


"Hai resepsionis? apa kau belum tidur?"


"Ada apa?" tanya ghea malas


"Aku hanya ingin memastikan apa kah kamu masih marah atas kejadian makan malam waktu itu, memangnya kenapa kamu meninggalkan aku tiba-tiba?" tanya Deri diujung telepon


"Aku mau tidur , bye" Ghea pun menonaktifkan handphonenya karena ia yakin Deri pasti menelepon nya lagi dan benar saja Deri yang sedang berbaring di samping tubuh revlan yang sudah nyenyak itu kini sedang berusaha menelepon Ghea


"Hih kenapa dimatikan, benar-benar sial" maki Deri membanting handphonenya ke kasur


Pagi hari.


Kegiatan dikantor zaffran seperti biasa kali ini zaffran tak lagi sibuk dengan game dan makanan sejak tadi pagi ia merasa kembali seperti dirinya rasa malas mulai tak ada bahkan ia hanya sarapan sebuah roti yang biasanya ia menghabiskan satu piring nasi


Zaffran sedang duduk dihadapan laptop dengan kertas putih dimeja sambil menatap bingung


"Kenapa revlan mengajukan nya sangat banyak? apa dia sanggup?" ucap zaffran menatap benar-benar kertas putih itu sampai mengerutkan keningnya


Tak lama Bu Rani datang dengan map biru di tangan nya

__ADS_1


"Permisi pak" ucap Bu Rani menghampiri zaffran


"Ada apa bu?"


"Saya mau tanya apa kah ada perbedaan dari laporan dan surat ajuan?" tanya Bu Rani memastikan catatan ia dan zaffran tak ada kesalahan


"Sama bu, tapi ini emang angka nya segini? besar sekali" ucap zaffran menunjuk angka dikertas putih di meja nya


"Benar pak, jumlah yang disanggupi perusahaan pak revlan jauh dari batas manimum bahkan hampir maksimal dari batas pengiriman kita biasanya" jawab Bu Rani menjelaskan


"Bagus si jika dia menyanggupi nya karena permintaan perusahaan luar pun tak jauh dari pengiriman yang dia ajukan ini, sebaiknya kamu konfirmasi ulang saja untuk meminta laporan"


"Sudah pak, saya sudah langsung kebagian pengadaan pak deri. katanya perusahaan memang menyanggupi nya dan dia sudah mengirimkan laporan itu kemarin sore pak"


"Oh yasudah"


"Perusahaan China meminta kita mengirimkan email pak untuk data kiriman agar dana yang dikeluarkan segera diterima perusahaan, sebaiknya yang membuat saya atau bapak sendiri?" tanya Bu Rani


"Saya saja"


Akhirnya Bu Rani pun keluar dari ruangan zaffran


Zaffran yang memang dari tadi sedang membuat email kembali melanjutkan nya dan mengirimkan pesan email itu.


Ghea yang sedang memindahkan data bulanan tamu undangan dibuat kaget dengan kedatangan Deri ke mejanya


"Hai" sapa Deri melambaikan tangannya didepan wajah Ghea


"Mau apa kamu kesini?" tanya Ghea yang langsung terbangun dari duduknya


"Nanti makan siang bareng ya"


"Aku gak bisa"


"Aku bakal tetep kesini"


"Kok kamu bisa sangat bebas keluar masuk kantor ini si?" tanya Ghea bingung


"Yah memang nya kenapa? aku kan bukan perampok! tapi sepertinya aku sebentar lagi akan merampok"


"Maksudnya?" tanya Ghea bingung


"Merampok hati resepsionis cantik dikantor ini" jawab Deri yang kemudian pergi dengan senyuman lebarnya

__ADS_1


Deg..deg jantung Ghea berdetak kencang


"Huhhhh santai Ghea dia orang gila yang kehabisan obat" Ghea berusaha menenangkan dirinya sendiri


__ADS_2