
"Revlan" adila melihat ke arah pintu yang terbuka
Revlan masuk dengan senyuman lebarnya
"Udah siap banget kayanya mau pulang" ucap revlan yang melihat ruangan sudah bersih
"Iya dong" jawab Adila
"Tapi kan pulang nya nanti"
"Kapan?" tanya Adila memonyongkan bibirnya merasa kecewa
"Jam sepuluh atau sebelas menunggu dokter memeriksa dan kita tebus obat" jawab revlan
"Yasudah tidak apa-apa lah" kata Ghea menatap Adila
"Iyah deh" jawab Adila
......
Tika terlihat murung di rumah sakit Aldi harus dirawat sejak pertengkaran nya dengan Kak zaffran, sedangkan orang tua mereka sibuk sampai tak ada yang bisa di kabari , apalagi tadi dia bertanya pada kak Aliya pacar Aldi dia bilang dia tidak punya uang karena uang simpanan nya habis dipakai bayar pegawai restoran dan memperbanyak decoration sedangkan restoran belum beroperasi, apalagi kak Aldi membeli mobil baru dan rumah di perumahan elit
Tika sedih meratapi nasibnya ia meneteskan air mata
"Tika semuanya sudah beres" ucap Aliya mengelus pundak Tika
"Maksudnya kak?" tanya Tika mengusap air mata nya
"Kakak sudah membayar lunas biaya rumah sakit sampai dua hari kedepan" ucap Aliya penuh dengan senyuman
"Dari mana kakak dapat uang" tanya Tika bingung
"Dari....hm pokonya kamu gak perlu tau" jawab Aliya tersenyum kaku
"Kakak tidak meiminjam uang pada bank kan?" tanya Tika menatap wajah Aliya
"Enggak tenang aja"
"Atau kakak minta pada om-om ya?" tanya Tika dengan polosnya
"Enggak Tika, Kaka sudah berjanji pada Aldi akan jadi Tika yang baru tanpa bermain dengan om-om atau siapapun itu" jawab Aliya
"Tapi sama Kak zaffran..."
"Sudah lah ayo masuk" Aliya menarik Tika ke dalam ruangan Aldi
......
Zaffran duduk direstoran dengan telepon genggam ditangan kanan nya ia terlihat tanpa ada masalah dan baik-baik saja apalagi tanpa ada pikiran kantor yang harus membebani nya
......
Papah dan mamah sedang menahan amarahnya karena semalam mereka berdebat . mamah yang ingin zaffran tetap mempertahankan rumah tangganya dan membantu zaffran membuka hati Adila sedangkan papah ingin zaffran tanggung jawab atas semua perbuatannya dan rumah tangga nya harus bisa diatasi oleh dirinya sendiri
"Pah beri zaffran kantor nya lagi" ucap mamah membuka obrolan
"Mah ini pelajaran untuk anak kita jangan terus dimanjakan dia sudah dewasa bahkan sudah punya keluarga"
"Tapi pah apa gak keterlaluan.."
"Mah.. sudah lah papah cape membahas anak tak ada otak itu" ucap papah menaikan nada bicaranya membuat mamah berhenti bicara
.....
"Kamu sudah makan?" tanya revlan pada Adila
__ADS_1
"Udah" jawab Adila
"Aku yang belum makan" ucap Ghea mengusap perutnya
"Haha ya sudah kebetulan aku juga belum sarapan, aku Carikan bubur dulu" ucap revlan bangun dari duduknya
"Jangan-jangan biar aku saja" ucap Ghea
"Yasudah" revlan duduk kembali disamping Adila
"Aku takut zaffran datang soalnya, kalau kamu tidak ada aku bingung aku tak berani pada zaffran" ucap lemas Ghea
"Penakut" ucap Adila meledek Ghea
"Apalah daya ku bukan Sejago nesa" Ghea memelas
Membuat Adila dan revlan terkekeh-kekeh
"Yasudah aku pergi dulu beli bubur" ucap Ghea
"Iya sana" jawab revlan
"Uangnya? aku kan gak kerja" Ghea memasang wajah sedihnya
"Ini...ini" revlan mengeluarkan uang lembaran seratus ribu "Sekalian air nya"
"Siap bos" Ghea berlari ke arah pintu keluar
"Terimakasih ya revlan aku sudah tak tau bagaimana caranya membalas hutang padamu" ucap Adila
"Hutang apa sih?"
"Hutang tenaga, pikiran bahkan uang"
"Sudah lah aku ikhlas"
"Tentunya yang penting kamu senang aku pun bahagia" ucap revlan pada Adila
"Kamu memang benar-benar baik" puji Adila
"Berlebihan, oh iya bagaimana dengan kamu dan zaffran?" tanya revlan
"Ya zaffran tidak mau menalak aku sampai hari ini. tapi tak apa aku akan tetap menggugat cerai zaffran" jawab Adila
"Bagus! keputusan yang berani memang harus diambil jangan mau dibodohi seseorang seperti zaffran yang haus akan perempuan"
"Aku juga tidak mengerti kenapa selama aku dekat dengan nya aku tidak tau"
"Mungkin karena zaffran rapih menyimpan semuanya"
"Zaffran yang rapih menyimpan rahasia dan aku yang bodoh tak mencari tau nya"
"Sudahlah tak ada gunanya kita membicarakan lelaki tak bermutu itu"
"Hahaha revlan revlan" Adila tersenyum sambil menggeleng kepalanya
......
"Sekarang aku harus apa lagi melepaskan kebosanan ini?" zaffran memegang stir mobilnya
"Apa aku harus ke bar?" bingung zaffran
"Tapi kalau ada yang lihat ****** lah, permainan harus dimulai lagi lebih baik aku mencari apartemen untuk tidur aku rasanya badan ku seperti mau hancur" ucap zaffran melajukan mobilnya dengan santai
Sampai akhirnya ia sampai disebuah apartemen
__ADS_1
Terlihat seorang perempuan datang dengan berlenggak lenggok mendekati zaffran
"Sayang" ia memegang bahu zaffran
"Eh maaf-maaf" zaffran melepaskan nya
"Zaffran apa kamu lupa sama aku?" tanya wanita itu cemberut
"Aku buru-buru" zaffran melangkah kan kakinya ke dalam
"Bagaimana mungkin aku lupa kamu Dina, kamu adalah sekertaris Ter hot yang pernah aku ada sebelum Adila" gumam zaffran yang sedikit menengok ke belakang
Zaffran naik ke atas ke apartemen sewaan nya ia berbaring di tempat tidur dan langsung terlelap
........
Revlan dan Ghea telah habis menyantap bubur yang tadi dibeli "Akh kenyang" revlan memegangi perutnya
"Enak juga ya buburnya" ucap Ghea
"Ras kabel" celetuk Adila
"Kabel?" tanya Ghea dan revlan bersamaan
"Kaga beli" jawab Adila sambil tertawa
Hahahaha
Ghea tersenyum menggaruk kepalanya sedangkan revlan tertawa keci
"Cepat sana lihat dokter Ghea apakah sudah ada" pinta Adila
"Baik nyonya muda" ucap ghea berjalan ke arah pintu
Ghea melihat ruang dokter ternyata dokter sudah datang. Ghea mencoba mengetuk pintu "Tok..tok"
"Masuk" jawab dokter
"Permisi dok" ghea masuk
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter ramah
"Teman saya pasien disini bisa pulang hari katanya, apakah diperiksa dulu?"
"Ohh iya saya dapat informasi dari dokter Arin yang hari ini bertugas ke luar kota" ucap dokter itu "Mari"
Meraka berjalan keruangan adila
"Mana dokternya?" tanya adila yang sudah tak sabar ingin segera pergi dari rumah sakit
"Itu"
Dokter itu masuk "Dokter tia" ucap Adila kaget
"Loh adila?" dokter tia kaget melihat Adila yang terbaring
"Adila ada apa? bukannya pasien dikamar ini keguguran?" tanya dokter tia masih dengan bingung
"Iya dok Adila keguguran" jawab Adila
"Apa yang Terjadi?" tanya dokter tia
"Ini karena Adila kurang hati-hati dan Adila sudah tau kebusukan zaffran yang lain" jawab Adila
Karena dokter tia tau itu private jadi ia hanya mengecek Adila
__ADS_1
"Kamu sudah boleh pulang , terus makan obat dan jangan telat makan jangan setres ya" dokter membeli lembaran kertas "Ya sudah saya permisi" dokter tia pergi