Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Perdebatan


__ADS_3

Permintaan Adila membuat suara hening makin terasa di ruangan itu


"Apakah telinga ku tidak salah bekerja ini, apa pendengaran ku benar?" gumam revlan dalam hatinya


"Sial yang aku takutkan pun datang" pikir revlan dalam hatinya


"Adila maksud kamu apa?" tanya papah menatap wajah menantunya itu


"Adila mau...mas zaffran talak Adila sekarang juga" jawab Adila menundukkan wajahnya


"Adila jangan bicara sembarangan tidak baik" saut mamah membelai rambut Adila


"Bilang sekali lagi Adila!! yang lebih keras!!! biar simpanan kamu ini tau" ucap zaffran menunjuk revlan yang masih datar menatap ruangan sekitar


Revlan yang mendengarnya mengerutkan keningnya "Simpanan?"


"Simpanan? dia?" papah menunjuk revlan yang sedang menahan marah


"Iya pah, mah . dia itu simpanan Adila, liat aja masa pagi-pagi begini lelaki ini ada diisini" tunjuk zaffran pada revlan sambil berbicara dengan sinis


"Iya juga kenapa kamu bisa ada disini?" tanya papah pada revlan


"Saya ada disini karena anak bapak gak bisa ngurusin istrinya" jawab revlan dengan santainya


"Hahahaha klasik, Lo pikir ini itu rumah kosong, ini rumah sakit pak revlan yang terhormat. Lo pikir disini gratis di sini bayar kali. banyak suster ada dokter" jawab zaffran dengan angkuhnya


"Emang nya kalau disini ada Suter terus tanggung jawab Lo sebagai suami , hilang?" tanya revlan menatap wajah zaffran


"Gue kan....."


"Gue kan apa? kerja? kerja nya sampe pagi sampe ninggalin istri dari malem? kerja apa emang malem-malem gini? sampingan ya? cari cari cewek di tempat hiburan malam?" potong revlan


"Kurang ajar" zaffran mengepalkan tangannya


"Kenapa? apa Lo lupa berapa banyak perempuan yang udah Lo maenin?" tanya revlan dengan sinis


"Maenin? apa zaffran masih sering ke club malem?" tanya papah menatap revlan


"Tanya aja anak om langsung" tunjuk revlan pada zaffran yang sedang menahan amarahnya


"Zaffran!!!!!" teriak papah menatap marah wajah zaffran


"Iya pah" jawab Adila. zaffran menengok ke arah istrinya itu dengan wajah marahnya


"Ohh bagus zaffran!!! jadi semenjak kejadian pingsan waktu itu. otak kamu masih rusak ya? gak tau malu" papah bicara dengan nada tingginya


"Pah asal papah tau ya aku juga gini kan gara-gara dia sering mesra-mesraan sama lelaki bajing*** satu ini" tunjuk zaffran pada revlan

__ADS_1


"Benar Adila?" tanya mamah dengan nada lembutnya


"Mas zaffran bohong" teriak Adila menatap marah zaffran


"Bohong? kalian tau, kenapa ini berantakan? karena aku sebagai suami gak terima kalo istrinya disuapi sama lelaki lain?" ucap zaffran menyeringai ke arah adila dan revlan


"Mas!!!!" Adila menaikkan nada bicaranya


"Nama kamu siapa?" tanya papah menatap revlan yang mengepal kan kedua tangannya


"Saya Revlan pak" jawab revlan membungkukkan badannya


"Apa benar kamu sering bersama Adila?" tanya papah yang masih menatap revlan


"Saya memang sering menemani adila tapi hanya membantu Adila saat ingin membongkar busuk nya manusia itu pak" jawab revlan menunjuk zaffran


"Bohong pah!!!! mereka nya aja yang menyudutkan seakan-akan aku yang salah seakan-akan aku yang main sandiwara padahal kan mereka" jawab zaffran santai


"Zaffran jangan pernah memutar balik kan fakta!!!" tunjuk revlan makin murka


"Loh kok memutar balikkan fakta si? kan emang bener Lo suka sama adila. Adila nya juga mau aja selingkuh sama lo?" tanya zaffran tersenyum pada revlan


"Brug...."


Revlan yang sudah tak kuasa menahan amarahnya kini menghantam wajah zaffran yang membuat ia terjatuh


Zaffran pun bangun.


"Liat Adila !!! orang tempramental kaya gini yang kamu suka?" tanya zaffran dengan wajah sinisnya


"Sini...kamu sini" papah menarik tangan revlan


"Adila jelaskan?" tanya papah yang bingung dengan kejadian pagi ini


"Krek..... pintu terbuka lebar


"Adila aku bawa roti kamu harus gan....." seseorang masuk tanpa permisi dengan suara kerasnya siapa lagi sahabat Adila yang satu ini lah, Nesa


Nesa menghentikan ucapannya ketika melihat semua berdiri kaku dan seperti ingin menelan seseorang "Ehh... permisi pak bu" sapa nesa pada papah dan mamah


Nesa bingung dengan suasana ia hanya berdiri didekat pintu sampai akhirnya Adila memanggilnya


"Nesaa sini" Adila mengusap air matanya. nesa pun menghampirinya dan duduk disamping Adila


"Aku bawa buah" ucap nesa pelan


"Gak harus diganti kan?" tanya Adila menggoda nesa "Kalo ada sih gapapa" bisik nesa. Adila pun tertawa kecil sambil memegang perutnya

__ADS_1


Suasana malah aneh papah berdiri disamping revlan dengan muka datarnya begitu pun revlan menatap zaffran seperti ingin menghajarnya dan zaffran pun sama saja ia mengepalkan tangannya sambil menatap revlan seperti ingin membunuhnya dan mamah berdiri disamping Adila sambil menatap bingung pada para lelaki itu


"Adila papah masih menunggu jawaban" ucap papah membuah semua orang menatap Adila . ingin tahu jawabannya


"Nesa yang akan jelaskan pah" ucap Adila kembali menangis "Hah?" nesa hanya kaget apa maksud dari sahabatnya ini


"Kenapa nesa?" tanya papah menatap nesa yang kaku


"Jelaskan kebusukan mas zaffran nes, Adila selalu cerita karena bingung harus bagaimana dan ingin mendapatkan saran. Bahkan nesa pernah berkorban untuk Adila" ucap Adila sambil terisak tangis


"Ayo nesa!!!" Adila memegang tangan nesa dengan keras


Nesa yang melihat sahabatnya terbaring dengan tangis sangat tidak tega. ia menghela nafas panjang dan bangun dari kursinya. sedangkan zaffran yang sering bermesraan dengan pegawai kantor lupa bahwa nesa pernah ia goda.


"Zaffran itu bukan lelaki baik seperti cover nya, dia seperti bukan putra Ari aliyad. dia sering main ke bar di sering mabuk-mabukan dia juga sering menggoda pegawai dan memberikan uang termasuk kepada nesa, karena nesa dulu mau ngetes apakah benar omongan para pegawai lain kalau bos nya ini menjijikkan" ucap nesa menatap papah


"Deg...."


"Yaampun aku bisa dipecat" gumam nesa dalam hatinya. ia lalu duduk kembali dengan menekuk wajahnya


"Apa ada lagi?" tanya papah pada nesa


"Banyak pah" jawab Adila dengan tersedu-sedu


"Zaffran mamah tidak menyangka selama ini kantor pun kau pakai tempat untuk menggoda perempuan" ucap mamah lirih yang mulai meneteskan air matanya


Zaffran hanya terdiam datar terus memandang wajah revlan "******...gue bisa habis disini" gumam zaffran dalam hatinya


"Tapi pah mah zaffran udah berubah... zaffran udah gak gitu" jawab zaffran dengan santai


"Terus tadi malem Lo kemana?" tanya revlan pada zaffran


"Bukan urusan Lo!!!"


"Jawab zaffran!!! tadi malem kenapa kamu gak jaga istri kamu? kemana kamu?" tanya papah dengan murkanya membuat zaffran semakin takut terbongkar


"Zaffran... zaffran pergi ke temu Aldi" jawab zaffran


"Aldi?" tanya mamah dengan mengerutkan keningnya


"Iya, Aldi itu tangan kanan zaffran dulu di bar" jawab Adila


"Dulu!!! sekarang enggak" ucap zaffran dengan wajah sinisnya


"Iya karena sekarang bar itu dikasih ke Aldi dan zaffran beliin restoran buat Aldi, supaya Aldi tutup mulut kalau pacar nya Aliya gak ngaku kalau zaffran pernah tidur sama dia!!!!!" dengan nada tinggi sambil beruaraian air matanya Adila menatap zaffran


"Apa?" zaffran melotot ke arah Adila "Dia benar-benar membongkar semua nya" gerutu zaffran dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2