Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Keberangkatan Deri dan sisil


__ADS_3

"Tak tak"


suara langkah kaki zaffran dan aldi memasuki rumah sakit yang di sapa oleh beberapa suster


"Adila mana?" tanya zaffran pada bodyguard yang berjaga di luar


"Ada di dalam tuan?"


"Dia tidak melakukan yang aneh-aneh kan?"


"Tadi nyonya menghentak-hentakan kakinya ke lantai tuan, tapi kami segera cegah"


"Apa? bagus-bagus kerja kalian bagus!!" puji zaffran menepuk pundak bodyguard nya itu dan menyusul aldi untuk masuk


"Hai sayang" zaffran mencium kedua belah pipi adila


"Hmmm"


"Ih jawaban macam apa itu?!!!" maki zaffran dalam hatinya


"Kalau kalian mau pulang, pulang lah. terimakasih udah jaga aliya"


"Sama-sama" jawab ghea tersenyum


"Ayo sayang kita pulang" ajak zaffran menggenggam tangan adila


"Hmmm"


"Aldi kita semua pamit, terimakasih hari ini. jangan lupa besok" ucap zaffran menepuk pundak sahabat nya itu


"Hati-hati" jawab aldi dengan mengangkat kedua alisnya


"Aliya kita berdua pamit ya" ucap adila sambil berwajah datar


"Hati-hati adila, Ghea. terimakasih ya" jawab aliya tersenyum


"Berdua? aku dianggap apa?" gerutu zaffran dalam hatinya


Kini mereka berjalan ke arah mobil diikuti bodyguard nya yang memastikan tuan dan nyonya nya itu masuk ke dalam mobil dengan aman


"Kamu udah makan?" tanya zaffran dalam mobil


"Belum"


"Ghea kamu udah makan?"


"Belum"


"Kenapa kalian gak makan?"


"Males" ketus adila membuat zaffran meminta penjelasan pada ghea yang duduk dibelakang dengan mendongakkan kepalanya sekali


"Tadi adila mau melihat pemberian asi untuk anak aliya, tapi bodyguard kamu gak mau ninggalin adila didalem. akhirnya dia yang keluar" beritahu ghea


"Aku kan emang nyuruh mereka buat jagain kamu" ucap zaffran mengelus rambut panjang Adila


"Kamu nyuruh jagain? atau nyuruh mereka ngeribetin aku?!'


"Aku cuma mau kamu baik-baik aja sayang"

__ADS_1


"Tapi kan gak perlu kaya gitu"


"Iya iya aku minta maaf ya, nanti aku bakal suruh mereka minta maaf sama kamu"


Kini Ghea sudah turun di depan rumah kontrakan nya


"Tid..tid" suara klakson mobil zaffran berbunyi ketika melihat tidak ada satpam yang berdiri di samping gerbang seperti biasanya


Dengan cepat dua orang satpam datang dan membuka gerbang agar mobil tuannya bisa masuk


Para bodyguard terlihat mengikuti dari belakang dan mereka segera turun dari mobil setelah mengetahui mobil zaffran berhenti


"Kalin sini" zaffran menggupaikan tangannya, para bodyguard itu menghampirinya


"Kalian jangan terlalu ketat seperti di rumah sakit ya, istri saya terganggu. sekarang kalian minta maaf" suruh zaffran sambil melipat kedua lengannya di dada


"Kami minta maaf nyonya" ucap mereka bersamaan


"Iya" jawab adila pergi ke dalam rumah masih dengan wajah kesal nya


"Saya hanya bercanda tadi, terus perketat penjagaan jangan sampai saat istri saya bersama kalian penjagaan kalian lemah" ucap pelan zaffran sambil menepuk salah satu puncak bodyguard dan berlari mengejar adila


"Aku udah omelin mereka" ucap zaffran sambil ikut duduk dimeja makan


"Iya lah kasih tau sama mereka , aku itu risih" jawab adila sambil memakan masakan chef dawan


"Silahkan tuan" ucap chef dawan seterah mengambilkan makanan untuk zaffran


"Iya makasih" jawab ketus zaffran


"Aku yang memperkerjakan nya tapi aku yang tak suka" gerutu zaffran dalam hatinya


"Aku ambil cuti"


"Hah? kenapa?"


"Aku besok mau ketemu revlan, kamu jangan kemana-mana" ucap zaffran mulai menatap serius istrinya


"Ketemu revlan? aku kira kamu tadi sama aldi ketemu revlan" jawab adila juga dengan ikut serius


"Bukan, aku ketemu revlan besok pagi. ditaman hijau"


"Aku ikut"


"Jangan adila, aku ke sana cuma mau ngobrol"


"Bohong"


"Aku mau kamu dirumah"


Akhirnya adila mengangguk walaupun dia tak mau memberikan izin pada zaffran yang akan bertemu revlan, pikiran nya sudah negarif tentang apa yang akan dilakukan oleh zaffran terhadap revlan


Kalimantan


Sore hari ini terasa amat dingin, deri dan sisil sedang berada dalam pesawat. keberangkatan nya yang akan dilakukan besok pagi gagal dan lebih memilih untuk mempercepat karena sisil terus mendesak deri


"Kita nanti malam kemama?" tanya sisil pada deri


"Ya kita nyari apartemen kak buat tidur, pagi nanti baru kita cari bang revlan"

__ADS_1


Sisil pun menyetujui nya tanpa sebuah pertanyaan


Revlan kini sedang merebahkan tubuhnya ia akhirnya sampai dijakarta


"Akh aku sudah tidak sabar bertemu dengan Adila"


"Apa aku meneleponnya saja ya, selama ini aku kan sudah lama tak mendengar suaranya"


Ia pun coba menelepon hingga berpuluh-puluh kali namun jawaban nya tetap sama , yaitu di luar jangkauan


"Kenapa ini?" ucap kesal revlan sembari melempar handphonenya ke atas tempat tidur


Setelah pesan yang isinya


"Aku mau kita ketemu besok pagi jam delapan di taman hijau, seperti janji kita"


Revlan tak bisa menghubungi Adila lagi, padahal jelas-jelas ia sudah terperangkap oleh permainan Zaffran dan Aldi


Kini revlan yang sudah tidak sabar menemui Adila sangat berniat malam ini untuk mengintip ke rumah zaffran karena ia tak bisa menghubungi Adila


"Apa Adila masih ada di rumah si breng**k itu?"


"Awas saja kalau dia berani menyakiti Adila" maki revlan sambil berlalu ke kamar mandi apartemen untuk membersihkan dirinya


Makan malam bersama terjadi di rumah zaffran bukan dengan orang tua atau sahabat nya melainkan dengan penghuni rumah lainnya, seperti satpam, supir dan bodyguard nya tak tertinggal juga chef dawan


"Tumben kita makan malem bareng?" tanya Adila menatap bingung meja makan yang sudah penuh oleh pegawai nya yang selesai makan, karena Adila baru turun ke bawah setelah mengistirahatkan tubuh nya


"Aku habis ngobrol sebentar" jawab zaffran


Kemudian ia memberi kode pada smeunya agar kembali berkerja sedangkan chef dawan pamit pulang


"Loh aku kesini kok, bubar?" tanya Adila sembari duduk di kursi


"Mereka udah selesai makan, kamu cepet makan" suruh zaffran sambil mengelus rambut adila


"Kamu udah makan?"


"Udah, maaf ya aku makan duluan"


"Gapapa sayang" jawab Adila sambil tersenyum manis


Kini seperti biasa para satpam berdiri di gerbang menjaga rumah tuannya terlihat seseorang turun dari sebuah taksi yang kini menjadi pusat perhatian para satpam, namun sesuai dengan perintah zaffran mereka tak boleh menegur duluan dan hanya memperhatikan orang itu secara tenang


Siapa lagi kalau bukan revlan yang berjalan mendekat ke arah gerbang tanpa rasa takut ia memperhatikan keadaan rumah zaffran yang hening hanya ada beberapa satpam berjaga-jaga


"Pak" ucap revlan menegur satpam yang jelas-jelas mengahadap ke arahnya tanpa tanya


"Iya pak" jawab satpam melangkahkan kakinya mendekat ke arah revlan


"Saya mau tanya, Adila masih tinggal disini?"


"Saya kurang tau pak, nyonya ada atau tidak. tapi saya sudah beberapa hari tak melihat nyonya keluar" jawab satpam itu dengan kebohongan


"Apa? jangan-jangan zaffran menyiksanya lagi!!!"


"Masih ada yang bisa saya bantu pak?"


"Kenapa kamu gak mengecek Adila di dalam sana!!!" teriak revlan seperti orang tak waras

__ADS_1


"Maaf pak, itu di luar dari pekerjaan kami" jawab satpam itu berlalu menjaga tempat lain dan membiarkan revlan memaki di depan gerbang


__ADS_2