Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Mall part 3


__ADS_3

Saat mereka sedang asik memilih milih pakaian pesan revlan datang


"ADILA KAMU DIMANA?"


Revlan sengaja mengirimkan pesan ini karena ingin memastikan apakah benar Adila masih ada dilantai dua


"Bales...bales" suruh nesa


"AKU MASIH DILANTAI DUA, KAMU DIMANA? BIAR AKU YANG NYAMPERIN"


"Udah, kita bayar dulu deh nes"


Nesa dan Adila pun pergi membayar sedangkan Ghea berjalan keluar. revlan yang menyadari Ghea berjalan keluar segera masuk ke dalam toko tadi dan berusaha memilih jas-jas yang tergantung


"Kau mau kemana bang?" tanya Deri yang melihat revlan masuk secepat kilat


Deri tetap diluar menyender dipembatas ia terus melihat Ghea yang berada disana


"Nes, kata revlan dia minta gak jadi ketemu" ucap Adila memberitahu nesa setelah melihat handphonenya


"Ha? bisa-bisanya dia membohongi kita!!!!" gerutu nesa


Ghea yang melihat Adila dan nesa berjalan ke arah nya dengan mulut nesa yang mengoceh membuat Ghea mengerutkan keningnya


"Ada apa? revlan membalaskan?" tanya ghea


"Katanya gak jadi" jawab Adila


Deri yang mendengar obrolan mereka semakin penasaran dengan teka teki ini


"Wah, berarti sudah bisa dipastikan dia janjian sama resepsionis itu dan teman-teman nya. pantas saja dia tidak mau mengajak ku dan ka sisil" gumam Deri dalam hatinya


Ghea yang menyadari bahwa Deri berada didepan mereka membuka matanya lebar-lebar "Itu kan yang tadi" . Deri yang menyadari Ghea menatapnya malah tersenyum dan melambaikan tangannya "Dia menatap ku, cantik juga anak itu" gumam Deri yang terus melambaikan tangannya


"Kita ke sana yu" ajak Ghea menarik tangan Adila


"Tapi kan kita mau ke kantor ghe" ucap nesa


Ghea pun menghentikan langkahnya "Oh iya" pikir Ghea

__ADS_1


"Ayo kita ke sana" Adila menunjuk ke arah Deri yang didekatnya ada eskalator untuk turun


Nesa dan Adila berjalan biasa sedangkan Ghea berjalan dibelakangnya dipojok kiri menjauhkan badannya dari Deri. Ghea berusaha tak menengok ke arah Deri jadi melihat ke arah toko tempat Sisil belanjaan "Revlan" Ghea menunjuk seseorang dari belakang yang sedang merangkul pinggang seseorang


"Ada apa?" tanya nesa pada Ghea masih tepat diatas eskalator


"Kayanya tadi revlan deh" Ghea menunjuk ke arah toko tadi


"Masa sih, katanya dia gak jadi" jawab nesa tak percaya


"Iya juga sih, gak mungkin juga dia bohong dan ngerangkul cewek gitu" ucap Ghea yang kemudian berjalan duluan turun


"Kenapa dia tak menatap ku lagi?" gumam Deri yang masih melihat Ghea turun "Jadi seperti nya resepsionis itu gak tau kalau bang revlan sudah menikah" pikir Deri


Ia melihat ke arah dalam toko terlihat revlan dikasir bersama Sisil dengan merangkul pinggang nya, yang kini berbalik membawa tas-tas besar belanjaan


"Deri bawakan" sisil menyerahkan dua tas belanjaan nya begitu pula revlan


"Kenapa aku?" tanya Deri yang terpaksa mengambil nya


"Aku kan mau ke atas, kamu mau ikut?" tanya Sisil. Deri menggelengkan kepalanya


Ia turun bersama tas-tas belanjaan ia memilih untuk menunggu dimobil karena dia sudah tau yang ditemui juga adalah resepsionis itu


"Seperti supir saja aku ini" Deri menundukkan kepalanya. lalu ia menaruh belanjaan itu ke dalam dan ia duduk didalam dengan kaca mobil terbuka


"Ganteng-ganteng kok supir" ucap nesa dengan suara kerasnya. membuat Deri membuka mulutnya dan Ghea dan Adila menengok ke belakang "Siapa?"


"Ini tadi masuk ke mobil ini" tunjuk nesa. padahal Deri kelihatan dari dalam walauh hanya setengah kepalanya


"Ini seperti mobil revlan" tunjuk ghea pada mobil yang berisi Deri "Ya kan Adila, dulu pas aku sakit dia kan menjemput ku pakai mobil ini, liat ada tanda merah dispion kacanya sedangkan Adila hanya mengangguk-angguk kan kepalanya


"Wah benar-benar hubungan yang sudah jauh dia bersama bang revlan, bahkan dia mengenali mobilnya. aku saja adiknya tak tau"


"Mungkin murip" jawab adila


Tak lama dua buah mobil mewah datang dengan seorang supir yang turun, karena Adila tadi menyuruh supir untuk tidak menunggu nya karena takut lama ternyata pertemuan nya dengan revlan tak jadi makanya ia menyuruh supir menjemput nya lagi


Supir itu turun dengan membungkuk kan badannya "Maaf nyonya menunggu lama" ucap supir itu pada Adila "Kok ada dua?" Adila menunjuk mobil dibelakang mobil supir yang turun

__ADS_1


"Tuan menyuruh saya untuk langsung mengantarkan nyonya pulang, tidak usah ke kantor. nyonya harus istirahat" jawab supir itu


"Ah zaffran ada-ada aja" Adila menggerutu


"Zaffran? bukannya pemilik perusahaan yang aku datang meeting waktu itu. ohh jadi dia istrinya" ucap Deri dalam mobil yang terus mengintip


"Yaudah lah gapapa kamu pulang aja, kita naik mobil itu kan?" tanya nesa


"Iya Bu" jawab supir itu


Ghea dan nesa pun naik ke mobil itu Adila yang masih diluar melambaikan tangannya, belanjaannya ditaruh oleh supir ke dalam mobil


"Silahkan nyonya" supir membuka kan pintu mobil, Adila pun masuk. dan mereka pun. pergi


"Oke...oke semakin kesini aku makin mengerti" ucap Deri dengan anggukan kecil


Setelah sekian lama revlan dan sisil baru datang dengan wajah kesal dari revlan wajah bahagia dari Sisil


"Padahal kak Sisil itu cantik, anak pengusaha juga. baik walaupun emang rada bawel, tapi kenapa bang revlan milih resepsionis itu yang .......cantik juga sih tapi kan hanya seorang resepsionis jika dibandingkan dengan ka Sisil" Deri menatap meraka yang berjalan mendekat


"Ayo pulang" ucap Sisil masuk kedalam


"Udah belanja nya?" tanya Deri menoleh kearah kursi belakang, yang dijawab anggukan oleh sisil


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya revlan dengan nada tingginya yang melihat Deri sedang menatap wajah nya dengan intens


"Seperti nya kau kelelahan" jawab Deri santai dan mulai mengemudi


" Ya aku kelelahan makanya cepat kembali ke kantor" jawab masih dengan nada tingginya


"Kau kelelahan karena kak Sisil mengajak ke mall?" tanya lagi Deri membuat revlan menggigit gigi depan nya


"Maksudnya?" tanya Sisil mengerutkan keningnya "Kau malas mengajak ku belanja mas?" tanya sisil


"Bukan ka, tapi gara-gara kita dia gak ketemu sama temannya. karena tadi pagi kan dia bilang mau ketemu teman nya" jawab Deri dengan santai


"Oh iya tadi kita gak ketemu temen kamu kan? kenapa gak disuruh nunggu aja, terus kita ketemu mas" jawab Sisil menatap revlan


"Enggak kok, katanya gak jadi banyak urusan" jawab revlan santai

__ADS_1


"Iya kak gak jadi, soalnya tadi temen nya kak revlan aku liat pulang dijemput supir mungkin buru-buru" ucap Deri yang membuat revlan kaget. sedangkan Sisil hanya mengangguk angguk kan kepalanya


"Berarti dia sudah tau aku mau menemui Adila, siyalan" gerutu revlan dalam hatinya


__ADS_2