Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Adila yang selalu menggerutu


__ADS_3

Zaffran sedang makan bersama dengan Adila dimeja makan "Sayang kamu yakin gak kerja?" tanya lagi Adila yang takut suaminya ribut dengan revlan jika nanti mereka benar-benar bertemu


"Enggak" jawab pendek zaffran


"Yakin?" tanya lagi adila menatap wajah zaffran yang sedang menikmati makanannya


"Kenapa kamu bertanya berulang ulang? apa yang kau pikirkan?" tanya zaffran masam


"Tidak ada" jawab Adila segera


"Hei!!! kalian kesini" zaffran melambaikan tangannya menyuruh empat orang berbadan besar yang tengah berdiri didepan pintu untuk mendekatinya


"Kalian nanti ikut saya ke rumah sakit, dan jaga istri saya baik-baik"


"Baik tuan" jawab para bodyguard itu


"Sekarang pergilah ke luar, duduk dulu santai saja" seru zaffran yang dijawab dengan anggukan oleh para bodyguard itu


"Kau mau kemana sebenarnya dengan aldi?" tanya Adila


"Banyak sekali tanyamu, apa kau tidak kasihan pada anak ku yang pusing melihat ibunya selalu memikirkan masalah-masalah yang berat" ucap zaffran sambil mengelus perut Adila


"Kau sudah selesai makan atau belum?" tanya zaffran pada Adila yang masih menikmati sarapan


"Belum" jawab Adila


"Kalau begitu, aku tunggu. nanti kita berangkat bersama ke rumah sakit"


"Aku bawa mobil sendiri saja. kan ada bodyguard juga" tolak Adila


"Tok..tok.." suara ketukan pintu datang membuat pertengkaran yang baru saja mau dimulai segera berakhir


"Bibi kemana?" tanya Adila pada chef Dawan yang hendak membukakan pintu


"Bibi katanya tidak enak badan" jawab chef Dawan sambil melangkah kecil pada ketukan pintu yang semakin keras terdengar


"Krek" pintu terbuka lebar


Wajah ghea muncul dengan senyuman lebar menatap chef dawan


"Sudah cepat masuk" teriak adila menyudahi pandangan Ghea pada chef Dawan seperti orang yang ingin menerkam mangsanya

__ADS_1


"Kenapa wanita tergila-gila sekali pada chef itu" gerutu zaffran sambil tersenyum sinis


Ghea pun tersenyum manis sambil berjalan pelan menghampiri Adila dan zaffran "Selamat pagi tuan, nyonya" sapa Ghea sambil menggoda mereka


"Pagi" jawab adila tersenyum "Sebaiknya kau segera duduk sebelum aku memecatmu" Setu Adila mengikuti permainan Ghea


"Tapi.. kenapa saya mau cipecat?" tanya Ghea membungkukkan badannya


"Karena kamu telat datang ke sini" jawab lagi adila


"Apa kalian sudah main dramanya?" tanya zaffran menatap kedua wanita dihadapannya


Tawa keluar dari mulut keduanya, dan mereka berpelukan cukup lama sambil mengucap Kangen bersamaan. membuat zaffran merasa kesal dan aneh "Satu Minggu pun belum mereka tidak bertemu sudah seperti itu" ketus zaffran sambil memakai jas hitam miliknya yang sengaja ia bawa dan diletakan di kursi sebelahnya


"Sebaiknya kita berangkat sekarang" ucap zaffran melengos pergi meninggalkan Adila dan Ghea yang masih berpelukan hangat


"Ayo kita berangkat" ajak adila menarik lengan Ghea


"Kamu gak bawa tas?" tanya ghea yang melihat tangan adila kosong tanpa membawa apapun


"Udah ada dimobil, tadi aku suruh chef dawan menaruhnya saat aku turun hendak makan" perjelas adila sambil menggandeng tangan ghea


Tak lama Ghea dan Adila pun datang dengan tawa, entah apa yang mereka bicarakan


Adila duduk disamping zaffran , sedangkan Ghea duduk dibelakang sambil menyandarkan tubuhnya


Mobil zaffran mengklakson beberapa kali , memberi kode para bodyguard nya agar segera mengikuti nya. dan para bodyguard itu pun mengerti, mereka segera masuk ke dalam mobil yang sudah zaffran siapkan khusus untuk mereka.


"Anak itu...siapa si namanya?" tanya ghea yang lupa akan nama aliya dan Aldi sembari membuka obrolan


"Aliya" jawab Adila


"Oh iya, anaknya perempuan atau lelaki?" tanya ghea


"Lelaki, sesuai dengan tebakan ku" jawab cepat zaffran dengan begitu bangganya membuat Adila memalingkan wajahnya dan bergerutu tak terima


"Kenapa?" tanya ghea menoleh pada zaffran yang juga menoleh ke arahnya mentertawakan adila yang sedang ngedumel menatap kaca mobil


"Kenapa kalian?" tanya adila menoleh ke arah zaffran dan ghea bergantian yang sedang menahan tawa nya


"Tidak" jawab ghea cepat karena adila mempelotototi dirinya

__ADS_1


Setelah perjalanan panjang tanpa obrolan karena adila terus menggerutu tak henti, jadi ghea dan zaffran tak membuka suara sedikitpun karena itu malah akan menyulitkan dirinya jika mereka membalas ucapan Adila


"Aku malas!!!" ucap adila kencang setelah sampai di rumah sakit


"Malas kenapa?" tanya zaffran menoleh ke arah Adila


Adila tanpa menjawab nya ia malah melipat kedua tangannya di dada sambil datar menatap kaca


"Benar-benar sensitif sekali adila kalau sedang hamil begini" ucap Ghea dalam hati


"Ghea turun duluan" Ghea pun turun sesuai dari perintah zaffran, ia berjalan ke arah teras rumah sakit diikuti oleh para bodyguard yang bertubuh besar. membuat ghea selalu di toleh oleh orang dan selalu dicibir


"Aduh.. mereka ngapain ikut kesini" gerutu ghea menatap empat orang yang sedang berdiri menatap mobil zaffran dan Adila dengan wajah datar


"Sayang" zaffran menarik lengan adila "Aku minta maaf kalau aku punya salah" zaffran menciumi punggu tangan adila lembut dan berkali-kali


"Apa?" adila menaikan nada bicaranya membuat zaffran tersentak kaget "Perasaan aku sudah benar meminta maaf" ucap zaffran dalam hatinya


"Kamu bilang kamu minta maaf kalau salah!!! jadi kamu merasa tak punya salah!!" Adila menaikan lagi nada bicaranya


"Bukan sayang bukan begitu, aku salah ngomong memang. maksudku aku minta maaf karena aku salah" zaffran mencoba mengkaji kata-kata nya sambil terus tersenyum manis pada adila yang menggerutu


Dalam sekejap zaffran pun menarik leher Adila agar mendekat dan mencium bibir mungil miliknya menghentikan seluruh gerutuan kecil yang muncul dari mulut adila, ia pun menikmatinya dan membalas ciuman demi ciuman yang di berikan Zaffran


"Hmmm" erangan adila sambil mendorong tubuh zaffran yang sudah mendekapnya


"Ayok sayang turun" ajak adila yang kini sudah membuka pintu mobil meninggalkan zaffran yang masih dalam posisi miring


Zaffran menyenderkan punggungnya dan menarik nafas dalam-dalam


"Aku di buat susah olehnya!!! anak ku benar-benar sangat senang menyulitkan ku" ucap zaffran membuka kancing jas yang tadi ia kancing kan


Dadanya sesak melakukan sesuatu yang membuat ia menahan semuanya dan ia malah terpejam sambil tersenyum menyeringai


"Sayang" Adila tiba-tiba membuka pintu zaffran sambil berteriak karena zaffran tak kunjung keluar


"Iya sayang iya" jawab zaffran segera yang tak ingin membuat Adila kembali marah-marah


Mereka pun masuk kedalam rumah sakit, sebelumnya zaffran meminta izin pada satpam dan suster yang berjaga untuk membiarkan para bodyguard ini ikut masuk, untuk menjaga keselarasan istrinya


Karena para suster dan dokter tau siapa yang meminta izin kepadanya mereka pun hanya tersenyum dan mengiyakan

__ADS_1


__ADS_2