Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Baik


__ADS_3

Adila memberhentikan sebuah taksi yang langsung dikejar oleh zaffran namun tak keburu, adila langsung naik dan mobil langsung melaju "adillaaa" teriak zaffran


"Maaf bu, kita mau pergi kemana?" tanya supir itu dengan hati hati setelah beberapa saat, karena ia melihat adila masih dengan keadaan tangisnya.


"Ke jakarta pak, nanti saya arahin jalannya"


Padahal adila ingin pergi ketempat yang sangat jauh untuk menenangkan pikirannya "namun bagaimana pun juga aku adalah seorang istri, mau bagaimana pun juga aku harus ke rumah" pikir Adila


Setelah lama diperjalanan mobil itu berhenti di rumah zaffran, seorang satpam keluar dan menghampirinya ia pun sedikit kaget saat melihat yang turun dari taksi ialah adila. karena setahu mereka adila menyetir sendiri apalagi adila datang dengan mata sembab, kakinya lecet dan berdarah.


"Ada apa ini nyonya?"


"Enggak kok saya gapapa, saya ke dalem dulu" jawab adila sambil tersenyum


"Mau di bantu nyonya?" tanya satpam itu


"Gak usah pak, adila permisi ya" adila berjalan dengan tertatih tatih menuju teras


Adila langsung membuka pintu yang tidak terkunci, jantungnya serasa berhenti saat melihat seseorang berdiri didepan lemari es.


"Adila, kamu kenapa nak?" mamah segera menghampiri adila dan menatapnya dari ujung rambut sampai kaki


Adila hanya mematung "sini...sini" mamah memegang tangan kanan adila dan mengajak nya berjalan ke arah sofa dekat meja makan sambil terus melihat kaki adila yang berdarah


"Kamu kenapa?" tanya mamah setelah adila duduk namun adila tetap terdiam.


"adila hei" panggil mamah sambil memegang bahu kiri adila


"Kenapa mah?" tanya balik adila


"Kamu yang kenapa? ini kenapa ini kaki kamu kok luka-luka gini" kata mamah sambil memegang kaki adila


"Gak kenapa-kenapa mah" jawab adila


"Gak kenapa kenapa gimana, luka kaya gini. bi tolong ambilin kotak obat bi" suruh mamah pada bibi yang berdiri menatap adila dengan wajah kebingungan


Bibi berjalan mengambil kotak obat dan membawa segelas air putih "minum dulu nyonya"


Adila segera mengambil nya meneguk air itu sampai habis


"Kamu kenapa?" mamah kembali bertanya


"Adila gak kenapa kenapa kok mah" jawabnya sambil terus memikirkan jawaban yang masuk akal


"Adila jawab yang bener" mamah menegaskan pertanyaan nya

__ADS_1


"Adila jatuh" jawabnya


"Jatuh? jatuh gimana? nabrak maksud kamu? sekarang mobil kamu kemana?"


"Mobil? mobil adila ketinggalan dibekasi" jawab adila yang baru ingat kalau ia tadi meninggalkan mobilnya


"Ketinggalan? kok bisa ketinggalan? masa mobil ketinggalan dil?" mamah terus mengintrogasi adila sambil mengobati lukanya


Tak lama suara sebuah mobil datang


Terlihat dari dalam rumah dengan pintu depan yang terbuka lebar mobil zaffran datang disusul dengan mobil adila yang dibawa seseorang


"Tadi kamu pakai mobil itu kan?" tunjuk mamah ke arah luar


Tak lama zaffran datang dengan wajah sembab dan darah dikeningnya terlihat bekas pukulan itu kini sudah hampir berubah menjadi ungu, sangat terlihat jelas di wajah zaffran yang putih dan bersih.


"Astaghfirullah, kamu kenapa lagi?" teriak mamah pada zaffran yang berjalan mendekati mamah dan adila


"Apa mas zaffran dan revlan berantem pas tadi aku pergi? tadi mas zaffran gak kenapa-kenapa sebelum aku pergi" pikir adila


Zaffran hanya terdiam sambil melihat kaki adila


"Ada apa ini? kalian datang kesini pada babak belur gini, kalian berdua habis ngapain sampe kaya gini?" tanya mamah sambil memegang kepalanya


"Zaffran, ini istri kamu kenapa? kamu juga kenapa? pulang bonyok-bonyok gini" tanya mamah sambil memegang lengan kanan zaffran


"Adila cuma jatuh kok mah makasih mah udah obatin lukanya, luka mas zaffran biar adila yang obatin. mamah gak perlu khawatir, ayo mas" adila memegang tangan kiri zaffran mengajak nya naik ke atas meski kakinya masih sedikit sakit


Mamah dan bibi menyaksikan mereka berdua berjalan menaiki anak tangga


"Haduh bi pusing saya, saya mau pulang deh nanti malem saya ke sini lagi sama papah sambil ngecek keadaan mereka" kata mamah sambil berjalan ke arah pintu keluar


Kini adila membuka pintu kamar, ia masuk sambil menggandeng zaffran untuk duduk ditepi tempat tidur, ia mengambil kotak obat serta tisu dan kembali duduk didekat suami nya itu.


Adila kini mengelap wajah suaminya yang berdarah tanpa bisa ditahan air mata nya itu menetes


"Kamu kenapa gak jujur sama mamah, kalo aku yang udah bikin kaki kamu kaya gitu?" tanya zaffran


"Apa untungnya buat aku mas" adila tetap membersihkan luka zaffran


"Mamah kan bisa ngomelin aku, kamu pasti seneng" jawab zaffran sambil menatap adila dengan intens


Adila tak menjawab nya ia tetap fokus mengobati luka zaffran


"Kamu kenapa nangis?" tanya zaffran

__ADS_1


"Mau seburuk apapun suaminya, gak ada seorang istri yang tega liat suami nya kaya gini" jawab adila yang membuat zaffran menatap lantai sambil terdiam


"Udah...udah..." kata zaffran menepis tangan adila dari wajahnya


"Kalo gak di obatin takut infeksi mas"


Zaffran mengangkat kaki adila dan menaruhnya ke paha nya


"Ini kalo gak di obatin bisa infeksi" zaffran mengelap kaki adila dengan tisu dan alkohol untuk membersihkannya lukanya, meskipun tadi mamah sebenarnya sudah melakukan hal yang sama.


"Aku minta maaf"


"Lain kali jangan kaya gitu mas, gak enak di liat yang lain apalagi yang kenal kamu. kamu itu anak pak ari yang cukup dikenal orang, aku takut itu merusak citra papah didunia bisnis mas"


"Iya...aku minta maaf"


"Kamu kok bisa ada dibekasi?"


"Katanya ada meeting jam sebelas nanti. makanya aku kesana, tapi aku malah liat kamu sama pecu*nd*ng itu" jawab zaffran


"Mas dia itu bukan siapa-siapa aku, orang aku juga baru kenal" perjelas adila


Zaffran mengangguk "aku gak suka kamu deket-deket sama lelaki yang gak aku kenal"


"Aku juga sama mas, mau aku kenal atau enggak aku juga enggak suka suami ku deket sama yang lain"


"Aku mau mandi dulu mas, tadi pagi aku bahkan belum mandi" ia menurunkan kakinya dari paha zaffran, lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Zaffran melipat kedua tangannya di kasur empuk nya sambil merebahkan tubuhnya, memejamkan kedua bola matanya karena merasa sangat lelah.


Setelah beberapa menit adila keluar dengan pakaian tidurnya, ia mengenakan pakaian di dalam kamar mandi.


"Mas, aku udah siapin air panas, mandi dulu habis itu makan" kata adila menyeret kakinya mendekati zaffran


Adila menekuk lututnya dilantai, melepaskan sepatu serta kaos kaki yang zaffran gunakan dan belum sempat dilepaskan.


Zaffran kemudian duduk lalu menarik bahu adila agar adila duduk diam di tempat tidur "kaki kamu sakit kan?"


"Enggak" jawab adila menggeleng kan kepalanya


Dengan sengaja zaffran memegang luka dikaki adila "Aw..." adila meringis perih


Zaffran menatap wajah adila sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut istrinya "sakit sedikit mas" ujar adila


Zaffran segera berdiri lalu mengambil handuknya dan pergi masuk ke kamar mandi meninggalkan adila di tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2