
Dengan keberanian menanggung resiko sisil dan deri pergi ke rumah zaffran ia berhenti di depan gerbang dan seperti biasanya, satpam menghampiri nya
"Maaf pak saya mau bertemu adila" ucap deri saat turun dari mobil
"Maaf pak, tuan melarang siapa pun bertemu nyonya" jawab satpam itu
"Saya cuma mau minta saja pak, tolong" deri memelas
"Tapi sayangnya nyoya tidak ada pak"
"Gak ada? kemana?"
"Saya tidak bisa bilang pak, sebaiknya bapak pergi dan kembali pada saat tuan datang sore nanti" jawab satpam lalu pergi
Deri kemudian mematung dan masuk kembali ke dalam mobil
"Adila gak ada" ucapnya ketika duduk
"Kemana?" tanya sisil yang memang tak ikut turun
"Gak tau, kita balik lagi nanti sore" jawab deri
Rumah Ali Aliyad
Adila dan mamah kini masak bersama , adila sengaja ikut masak agar nanti zaffran makan di rumah
"Aku mau masak kari yah mah, buat zaffran"
"Iya sayang, oh iya nanti mau makan disini atau di rumah?"
"Disini aja deh nemenin mamah" jawab adila
Deri yang memang selalu curhat pada ghea, kini sudah memberitahukan tentang saat ia memohon di kantor dan juga datang ke rumah adila
"Nanti aku jemput, kita makan siang bareng" ucap deri dari ujung telepon
Saat siang hari datang zaffran yang sudah mendapatkan telepon dari adila untuk maka di rumah orang tuanya segera bergegas pergi
"Nunggu siapa ghe?" tanya zaffran ketika melewati ghea di depan pintu
"Aduh, masa iya aku bilang nunggu deri" pikir ghea
"Nunggu nesa, pak zaffran mau kemana?" jawab ghea dengan senyuman
"Oh gitu, saya mau makan di rumah mamah sama adila" jawab zaffran sembari terus melangkah ke arah mobilnya "duluan" sambung zaffran
Tak lama dari keberangkatan zaffran mobil yang dikemudikan deri pun datang, ghea berjalan menghampiri mobil yang berhenti di pinggir jalan raya
"Kok lama?" tanya ghea ketika masuk
"Abis beliin makanan buat kak sisil dulu" jawab deri
"Oh, kapan mau ketemu zaffran lagi? dia sekarang makan di rumah pak ari?"
"Kapan ya, aku harus ngajak ka sisil juga. biar dia minta maaf"
__ADS_1
"Sore?"
"Kemungkinan sih begitu"
Mereka berhenti di sebuah restoran cepat saji, sambil memakan makanan yang mereka pesan. deri terus bercerita tentang ia dan keluarganya
Sedangkan, ghea hanya mengangguk-angguk kan kepalanya tanpa tau apa maksud deri
"Jadi kamu pernah..."
"Iya" potong deri "tapi itu dulu, aku berubah sejak kenal kamu"
"Ha?" ghea mengerutkan keningnya "ketemu aku?"
Deri menggenggam tangan ghea dengan erat "Aku gak tau sejak kapan aku suka sama kamu, yang jelas aku mau kamu jadi istri aku"
"Hah?" ghea menarik lengangnya sambil tertawa "Haha, gak lucu deri"
"Aku serius"
Ghea menatap bingung sambil sesekali memalingkan wajahnya
"Ghea?"
"Maksudnya gimana si?" tanya ghea bingung
"Jujur, awalnya aku ngedeketin kamu cuma mau bikin kamu jatuh cinta sendirian. karena cuma kamu, perempuan yang bisa- bisanya ngeliat aku kaya sebelah mata. jarang orang mandang aku sebagai laki-laki biasanya , supaya pasti soal harta"
"Jadi maksud kamu apa sih der?"
"Aku kejebak sama permainan aku sendiri, aku serius dan bener-bener sayang sama kamu ghe. aku mohon"
"Aku tau, mungkin waktu untuk sampe menikah ini terlalu cepat. tapi kamu mau kan?"
"Aku gak tau, aku bahkan belum kepikiran buat sampe nikah"
"Aku mohon ghe, aku nanti bakal temuin orang tua kamu" deri menggenggam tangan ghea kuat
"Aku mau.."
"Kamu mau?" tanya deri antusias
Tapi ghea menggelengkan kepalanya "Aku mau kamu selesaiin dulu masalah kamu sama zaffran, selama belum selesai aku gak bisa"
"Kenapa ghe? kenapa gak bisa?"
"Aku gak mungkin menikah sama orang yang gak disukain sama keluarga adila, termasuk zaffran. adila sama zaffran udah aku anggap sebagai keluarga aku sendiri, mereka baik banget sama aku dan orang tua aku dikampung. tanpa mereka, mungkin aku gak bakal bisa ngirim uang lebih untuk keluarga aku" jawab ghea menundukkan kepalanya
"Tapi ghe, bukan hal mudah buat minta maaf sama zaffran"
"Aku tau, makanya aku gak maksa kamu. yang jelas aku gak bisa nerima kamu saat ini" jawab ghea dengan senyuman lebar nya
"Tapi kalo masalah aku sama zaffran selesai?"
"Kita ke kampung nemuin orang tua aku" jawab ghea, membuat deri tersenyum lebar
__ADS_1
Adila yang sudah siap dengan beberapa makanan sangat senang, karena dirinya bosan selalu di rumah dan selalu mendapat perlakuan seperti penjahat yang dijaga ketat, takut sewaktu-waktu ia kabur.
"Sayang" zaffran datang langsung mencium kening adila dan perutnya, tak lupa juga ia mencium punggung tangan mamah
"Udah lama mamah gak makan sama kamu, ayo makan" ajak mamah menuntun zaffran agar duduk di sampingnya
Mereka pun menyantap makan siang dengan lahap
"Aku gak bisa lama-lama, habis makan aku langsung pergi. aku mau ketemu klien" ucap zaffran
"Yah" adila menghembuskan nafasnya kencang
"Kenapa sayang?" tanya zaffran mengelus rambut adila
"Tadinya, aku mau ngajak kamu ke mall. aku bosen di rumah"
"Maaf ya sayang, aku gak bisa. aku harus nyelesain urusan kantor dulu, kan kemarin aku libur lama" jawab zaffran memengang lengan adila
"Kenapa gak pergi sama mamah?" sambung zaffran
"Mamah gak bisa" jawab adila
"Iya, mamah gak bisa. mamah nanti mau ke rumah temen mamah"
"Besok kan hari minggu, aku libur. gimana kalo besok aja aku kita ke mall nya" rayu zaffran pada adila yang terus cemberut
"Sayang?"
"Iya deh besok aja" jawab adila
Karena zaffran sudah selesai makan, ia segera pergi sesuai dengan ucapannya
"Dah" zaffran melambaikan tangannya dan pergi dengan seorang supir
Adila pun pamit pulang, awalnya mamah mau menyuruh adila di antar supir namun adila menolaknya.
"Ati ati sayang" ucap mamah sambil mengelus perut adila
"Iya mah aku pergi dulu"
Adila berjalan santai ke rumahnya, namun saat ia ingat. kali ini kan dia pergi seorang diri. tanpa seseorang yang menjaga nya ia pun tersenyum lepas dan berpikir "kenapa aku gak pergi sendiri?"
Akhirnya adila pun memesan taksi online dan pergi ke salah satu mall yang terdekat
Adila turun di mall yang besar tiba-tiba seorang perempuan menghampiri nya dengan sok akrab
"Istri pak zaffran ya?"
Adila mengganguk kamu sambil menoleh ke kanan dan kiri
"Kenalin, saya mia" ucapnya sambil mengeluarkan tangan, adila pun menjabat nya "adila"
"Aku temen zaffran, mau makan siang disini? bareng yok?" ajak nya sambil memegang lengan adila
"Enggak, aku udah makan. aku cuma mau jalan-jalan aja" jawab adila tersenyum
__ADS_1
"Ayo kita beli minuman disana" ajak nya sambil menarik lengan adila
"Ini siapa sih?" pikir adila