
Kini Adila menemui pak Danil yang sedang bekerja
"Pak saya boleh menggangu sebentar?" tanya Adila melongokan wajahnya ke ruangan kerja pak Danil
"Ibu? boleh Bu. silahkan masuk" kata pak Danil bangun dari duduknya
"Kamu aja yang kesini"
Tanpa menjawab pak Danil keluar menghampiri istri bosnya itu
"Ada apa Bu?"
"Kamu yang bisa ngecek cctv dikantor?"
"Iya Bu, ada apa ya?"
"Saya mau liat rekaman cctv dimana?"
"Ada diatas Bu, mari" kata pak Danil berjalan duluan disusul dengan Adila dibelakangnya
Ia naik ke atas tersedia ruangan pengintaian cctv
"Mari masuk Bu" pak Danil membukakan pintu
Adila duduk dikursi dengan pak Danil disebelahnya
"Ibu ingin melihat cctv di ruang mana?"
"Di ruang suami saya" jawab Adila cepat
"Maksud ibu diruangan pak zaffran?" tanya pak Danil kaget
"Iya pak" jawab adila santai
"Maaf Bu saya tidak berani" kata pak Danil menunduk kan kepalanya
"Kenapa tidak berani?" tanya Adila bingung
"Pak zaffran tidak mengizinkan siapa pun melihat cctv di ruangannya Bu termasuk saya" jawab pak Danil
"Kenapa begitu? terus siapa yang pantai cctv di ruangan zaffran?"
"Biasanya dia satu Minggu sekali ke ruangan ini Bu" jawab pak Danil
"Apa? cepat cepat buka cctv diruangan suami saya" kata Adila menunjuk komputer
"Saya tidak bisa Bu" pak Danil menunduk lagi
"Cepat pak saya istrinya bukan orang lain" tegas Adila
"Tapi Bu...."
"Atau Adila Pastikan bapak dipecat hari ini juga"
"Jangan Bu jangan" kata pak Danil kaget
"Makanya cepat, adila bisa saja menyuruh mas zaffran memecat pak Danil" Adila Menggerutu
Akhirnya mau tidak mau pak Danil membukakan dokumen cctv ruang kerja zaffran
"Tanggal dan jam berapa yang ibu mau?"
"Berapa saja, pilih acak" kata Adila yang tidak tahu kapan saja ia bermain dengan perempuan
Pak Danil membuka nya terlihat biasa saja tak ada yang aneh
Adila terus menatap monitor "Yang lain yang lain"
Pak Danil Kembali memutarnya
Namun tetap nihil sudah ada sepuluh kali lebih putaran namun tak ada pegawai yang bermesraan dengan zaffran
"Sial" Adila menepuk meja Yang ada didepannya
"Seperti nya beberapa tanggal Tidka tertera Bu, entah sama bapak dihapus atau hilang dokumennya" perjelas pak Danil
__ADS_1
"Pasti dihapus" kata Adila bangun dari duduknya
"Ibu kenapa si Bu?" tanya pak Danil memberanikan diri
"Saya mau membongkar siapa saja pegawai yang macam-macam dengan mas zaffran"
"Apa?" kaget pak Danil
"Bukannya kata pegawai lain, memang disini sudah pada tau kalau pak zaffran sering membedakan pegawai perempuan yang cantik" kata Adila melipat kedua tangannya
"Maaf Bu sebelumnya, saya memang sering dengar gosip itu tapi saya pikir hanya gosip"
"Kamu tau siapa saja perempuan yang sering begitu?"
"Maaf Bu saya tidak tau, tapi katanya Lala tau bu"
"Lala resepsionis?"
"Gosipnya sih begitu Bu karena katanya tiap bulan ia selalu dapat gajih yang tak setimpal dengan kerjanya"
Adila akhirnya mengingat waktu ia ke kantor akan menemui zaffran dan sempat memergoki zaffran bersama perempuan sexi sebelum nya ia dicegah Lala di depan apa mungkin Lala seperti itu...Gumam Adila dalam hatinya
"Bu" pak Danil membuyarkan lamunan Adila
"Hehh" Adila melotot kaget
"Yasudah pak makasih ya" Adila pergi meninggalkan pak Danil sendirian
Ia kini kembali ke meja nesa lagi dengan lari kecilnya
"Nes..."
"Hemmm" kata nesa menggumam sambil terus menatap layar komputer nya
"Aku lagi ngomong nes..." kata adila menutupi layar monitor nya dengan kedua lengannya
"Kita kan udah gak sahabat tan" kata nesa melihat wajah Adila dengan sinis
"Nesa..." teriak Adila mencubit tangan nesa
"Ada apa?" tanya nesa
"Cctv di ruangan zaffran hilang eh maksud aku kayanya file nya di hapus zaffran"
"Kamu udah liat tadi?" tanya nesa
"Udah nes, tapi nihil hasilnya. oh iya mulai besok kamu baru goda zaffran ya"
"Siap" jawab nesa sambil kembali menatap monitor komputer yang ada dihadapannya
"Aku pergi" kata Adila
Nesa hanya mengangguk
"Uuhh dasar" Adila mendorong bahu nesa
"Adila....." teriak nesa melihat Adila lari menutup pintu
Kini Adila berjalan keluar terlihat sebuah mobil silver metalik didepan perusahaan
"Mobil siapa ini pak?" tanya Adila pada satpam
"Mobil temen bapak bu" jawab satpam
"Temen zaffran? siapa?"
"Pak Aldi nyonya"
"Aldi" melotot Adila
Dengan langkah kaki yang cepat Adila lari ke tangga menuju ruangan zaffran
terlihat dipintu yang sedikit terbuka Aldi berdiri dihadapan zaffran
Aldia menguping dengan waspada
__ADS_1
"Emang kenapa si bos?" tanya Aldi pada zaffran
"Pokonya Lo jual bar itu, terus gue minta beliin handphone ya handphone gue jatuh"
"Alesan Lo jual kenapa?" tanya Aldi
"Pokonya Lo jual aja, uang nya buat Lo tapi inget Lo buka bisnis dan bayar sekolah Tika"
Aldi mengangguk
adila tersentak kaget "Apa benar dia berubah?" pikir Adila
"Yaudah gue cabut" kata Aldi
dengan seribu langkah Adila berlari keluar
"Hah..huh...huh..." Adila memegang lututnya sambil bernafas Ter engah-engah
"Adila" panggil Aldi dari belakang
Adila hanya menatap Aldi yang langsung masuk ke mobil silver nya
"Ibu kenapa?" tanya satpam pada adila yang terlihat cape
"Minum Bu" salah satu seorang satpam memberi kan botol yang Masi baru
"Makasih" Adila meneguk air dengan cepat
"Ini" Adila memberikan botol air itu dan pergi menjauh dari kantor
Tak lama Adila pergi dengan taksi pulang ke rumahnya
Adila menyadarkan kepala nya kursi sambil memegang kepalanya yang terasa sakit
"Nyonya kenapa?" tanya bibi yang melihat Adila lesu
"Saya pusing banget bi"
"Mata nyonya sembab banget, bibi ambil kan obat pusing ya" kata bibi berjalan pergi
tak lama bibi memberikan satu gelas air dan obat
Adila meminumnya lalu membaringkan tubuhnya dan tertidur pulas
Bibi menelepon zaffran dan bilang bahwa nyonya sakit
setelah jam dua zaffran pulang ke rumah karena tau istrinya sakit
ia membuka pintu terlihat Adila berbaring disofa
zaffran naik ke atas kamar mengambil sebuah selimut
"Sayang" zaffran memakaikan selimut padanya lalu mengelus kepalanya
ia meneteskan air mata dipipi Adila yang membuat Adila terbangun
dengan segera zaffran mengusapnya dan memalingkan wajahnya
"Ayo pindah" kata zaffran bangun
"Kenapa kamu jam segini ada dirumah?" tanya adila
"Kata bibi kamu sakit" jawab zaffran
"Aku enggak sakit" jawab Adila berjalan keluar rumah
"Kamu mau kemana?" tanya zaffran
Adila tak menjawab nya
"Diluar hujan" kata Zaffran yang melihat Adila terus berjalan keluar
Adila membuka pintu di lihat lah hujan yang cukup lebat
ia duduk di kursi depan dengan memegang kedua lengannya merasa kedinginan
__ADS_1