Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Permainan adila


__ADS_3

Kini mobil yang dikendarai adila dan revlan berhenti disebuah deretan ruko pedagang, mereka berhenti tepat di depan warung soto.


Revlan dengan sigap turun dan membukakan pintu untuk adila, tentu saja ia tak mau mengecewakan dihari pertama yang baik ini.


"Repot repot, aku bisa sendiri kok" ujar adila seraya turun ajak "makasih ya" sambungnya


"Iya gak apa apa, ayo" revlan mengasongkan lengannya mengajak adila


"Iya" adila hanya mengangguk sambil berjalan duluan "ini sih warung soto nya bagus, bukan pinggir jalan pinggir jalan amat" ucapnya sambil menatap sekelilingnya


"Aku masih jadi istri orang, aku tau itu" gumam adila


Mereka duduk di kursi bagian belakang "mau soto apa dil?" tanya revlan


"Ayam aja" jawab adila


"Pak soto ayam pake nasi, dua ya" kata revlan melambaikan tangannya pada bapak penjual soto


"Baik pak, tunggu ya" jawabnya


"Mau cerita apa dil?" revlan segera menanyakan hal yang membuatnya sangat penasaran


"Suamiku" jawab adila segera


"Hal bodoh apa lagi yang dia lakuin?"


"Jadi dia punya temen namanya aldi, si aldi ini punya adik. aku tau semua kebusukan zaffran dari dia" adila mulai bercerita


"Apa katanya?"


"Zaffran memang dari dulu sering maen perempuan, dia pun bahkan punya tempat hiburan malam"


"Hah? yaampun seorang putra ari aliyad punya bar?" tanya revlan tak percaya


"Kamu kenal papah?" tanya adila sambil menautkan keningnya


"Siapa pengusaha yang enggak kenal sama seorang investor kaya raya di kota ini dil" jawab revlan sambil terkekeh kecil


Adila mengangguk mengerti "aku cape banget sama rumah tangga ini"


"Terus kamu mau gimana?"


"Tidak tau" kata adila mulai cemberut


"Jangan menangis, mata sembab mu aja belum sembuh"


Adila kemudian mengambil kaca kecil ditas nya dan melihat wajahnya lalu ia menghela nafas panjang


"Kamu kenapa mau saja terus-menerus dibodohi suamimu sendiri?" tanya revlan memegang tangan adila


"Aku sangat mencintai nya dan keluarganya, dia baik sekali padaku. aku yang tadinya tidak punya perkerjaan pun dia terima dengan mudah jadi sekertaris nya. aku punya mertua yang sangat baik juga padaku" adila kembali melepaskan tangannya dari genggaman revlan


"Apa itu setimpal dengan perlakuan zaffran padamu?"


"Aku...aku gak tau!!!" adila menutup wajahnya dengan kedua lengannya


"Kamu seperti nya dipermainkan zaffran"


"Aku memang bodoh, sangat bodoh " kata adila sambil mengepalkan tangannya


"Permisi" seorang perempuan datang mengantarkan soto pesanan mereka


"Enak dil? lahap banget?" tanya revlan setelah beberapa saat mereka mulai makan


"Enak, aku laper banget. soalnya aku di rumah cuma makan roti" jawabnya


"Memang harusnya makan apa?"


"Semenjak aku menikah dengan zaffran, aku selalu sarapan hanya dengan roti. padahal dulu apapun ku makan nasi uduk, bubur, makan warteg pokonya apa aja deh yang penting Kenyang"

__ADS_1


"Hahahaha, jadi kamu selama ini sebenarnya kelaparan?"


"Iya aku kelaparan, kalau aku makan nasi aku malu karena dia setiap harinya sarapan roti"


"Kenapa malu itu kan suami mu?"


"Aku yang hanya anak kampung tak punya harta benda, harus menyesuaikan diri dengan keluarga zaffran yang hidup mewah"


"Memang dia baik sama kamu? sampai kamu yang harus menyesuaikan? harusnya sama sama menyesuaikan"


"Jahat, dia bahkan sangat jahat" kata adila dengan kesal sambil menusuk daging ayam dimangkok nya


"Apa kamu tidak ada kepikiran untuk cerai?" tanya revlan sedikit gugup


"Saat aku marah, aku bahkan minta dia menalak ku"


"Terus?" tanya revlan penasaran


"Dia diem aja gak menjawab, dan aku juga kali ini belum minta cerai lagi. setelah pertengkaran hebat kemarin malam"


"belum lagi? berarti kamu nanti akan minta cerai?"


"Enggak tau"


"Kalo kamu mau bantuan aku, aku siap bantu kok"


"Bantu apa?"


"Bantuin kamu ngelupain zaffran"


Serontak membuat adila batuk karena tengah minum


"Kamu gapapa?" tanya revlan khawatir


Adila meggeleng kan kepalanya


"Sebenarnya dari awal pernikahan sampai detik ini, lintasan tentang aku benar-benar ingin bercerai benar-benar tidak ada, aku bahkan tidak mau bila harus ditalak zaffran" adila menundukkan kepalanya


"Hah?" revlan menautkan kedua alisnya


"Aku bahkan berniat menjauhkan mas zaffran dari semua perempuan-perempuan tak punya otak itu termasuk aldi"


"Iya , aku setuju dan akan aku bantu" saut revlan


"Bagus, aku ada teman untuk membuat mas zaffran berubah" adila tersenyum manis, sedangkan revlan tersenyum dengan keterpaksaan.


Setelah makanan mereka selesai mereka pergi dari tempat itu "kamu mau aku antar kemana?" tanya revlan


"Ke kantor mas zaffran" jawabnya


"Kamu serius sudah siap baikan dengan dia?"


"Gak tau juga si" jawab adila


Revlan menurut saja ia kini mengemudi mobil ke arah jalan kantor zaffran, Setelah sampai terlihat seorang satpam yang bingung melihat istri bos nya diantarkan seorang lelaki.


"Aku masuk ya" kata adila


Revlan mengangguk


Adila masuk ke dalam menemui nesa


"Nessa" panggil adila yang langsung membuat nesa menengok


"Lagi apa?" tanyanya pada nesa yang sedang mengaduk kopi


"Bikin kopi, kamu mau?" tanya balik nesa


"Enggak usah, aku cuma mau tanya disini siapa yang biasa ada diruang belakang untuk mengecek cctv diruangan"

__ADS_1


"Pak danil, ada apa emangnya?"


"Aku mau minta rekaman cctv diruangan zaffran" jawab adila


"Ada apa emangnya?" tanya nesa bingung


"Aku ingin tau , siapa saja pegawai yang menggoda suamiku" jawabnya sambil berbisik


"Jadi gosip itu benar?"


"Gosip apa?" tanya adila bingung


"Ada yang bilang, kalo disini ada pegawai yang diprioritaskan sama pak zaffran" jawabnya


"Siapa?"


"Ya perempuan adila"


"Aku tau itu, maksud ku siapa? siapa orangnya?"


"Nah itu yang aku enggak tau dil"


"Hiih" adila menjungkirkan bibirnya ke atas "tapi apa zaffran juga begitu sama kamu?" sambungnya


"Enggak, zaffran biasa aja seperti ke bawahannya"


"Atau karena dia tau kamu sahabat aku, dari dulu aku pertama kerja aku kan cuma deket sama kamu"


"Apa iya? atau kamu mau aku menggoda zaffran?" tanya nesa


"Ide bagus, apa kamu mau?" tanya balik adila


"Aku akan bantu kamu pokonya, tapi kita harus buat zaffran tau kalau kita bertengkar"


"Buat apa?"


"Agar dia tidak canggung saat merespon aku"


"Bagus, sekarang kita ke ruangan zaffran"


"Buat apa?" tanya nesa


"Ikuti saja permainan ku"


"Bukannya katanya kamu mau ketemu pak danil?"


"Nanti aja"


Adila jalan menuju ruangan zaffran diikuti nesa yang mengekori dari belakang, adila membuka pintu dengan keras hingga membuat zaffran yang tengah berkerja terkejut akan kedatangannya.


"Udah lah nes jangan banyak omong!" sentak adila


Nesa mulai paham langsung berbicara dengan nada tinggi juga "kalau kamu gak percaya ya udah, aku kan bicara apa adanya"


Adila menunjuk nesa "Pergi kamu! aku gak sudi ketemu kamu lagi, pecat aja dia mas"


"Jangan bawa masalah pribadi ke pekerjaan dong, ke kanak kanakan banget. lagian alasan pemecatan tuh di perlukan, dan kalau pak zaffran siap bayar pesangon buat aku yang kerja bertahun tahun disini dengan jumlah sesuai gak masalah. lagian aku juga muak liat kamu"


Adila tertawa sambil bertepuk tangan "muak sama aku tapi kamu kejar aku sampai ke ruangan mas zaffran? Aneh!"


"Karena aku mau coba jelasin sama kamu, tapi kamu merendahkan aku banget. nyesel aku kenal sama kamu" nesa seger pergi dan membanting pintu dengan keras


Adila kini duduk dimeja membelakangi zaffran sambil tersenyum tipis


"Ada apa?" tanya zaffran heran


"Gak usah banyak omong" kata adila sambil berjalan keluar dan menutup pintu dengan keras


"Adila...Adila" panggil zaffran yang tak digubrisnya

__ADS_1


__ADS_2