Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Party part 1


__ADS_3

Ini malam hari, dimana zaffran sedang merebahkan kepalanya dipaha adila yang fokus melihat lihat majalah tas mewah yang dikirim ke rumahnya. sedangkan zaffran sedang asik melihat youtube di handphone nya.


Setelah beberapa saat zaffran mendapat panggilan masuk dari aldi, ia menjawab telepon itu tanpa bergeser posisi sedikitpun.


"Hallo di, kenapa?" tanyanya


"Lu dimana bos?"


"Di rumah lah, kemana lagi malem-malem gini"


"Sini ke rumah gue, ada party woi"


"Party? party acara apaan?" tanya zaffran


"Kan tiap bulan juga ada party bos di rumah gue, lupa ya?"


"Oh iya ya"


"Ada aliya nih, nanyain lo mulu"


"Gimana ya? males gue kesana nya"


"Lo lagi sama adila ya bos?" tanya aldi karena penasaran


"Hahaha iya bener-bener" jawab zaffran sambil mencium punggung tangan adila beberapa kali


Adila tersenyum bahagia melihat kini suami nya tak lagi menutup-nutupi ia bahkan mau menerima telepon dari aldi tepat di depan dirinya.


"Ajak aja bos, kalian berdua kesini" ujar aldi yang masih berada di sambungan telepon


"Ngapain?" tanya zaffran


"Ya kenalian sama kita kita"


"Yaudah, coba gue tanya adila dulu"


Zaffran mematikan teleponnya kemudian duduk menatap adila yang masih sibuk membolak-balik kan majalah


"Sayang, aldi ngadain party. dia nyuruh aku ke sana, temenin yu?" ajak zaffran


"Malas ah mas" tolak adila


"Yah... kamu mau nih aku berangkat sendiri?" zaffran melirik adila sambil berharap "Yaudah sana pergi aja kalo mau pergi" gumam zaffran yang penuh harap adila membiarkannya pergi sendiri


"Yaudah aku ikut" jawab adila lalu menutup majalah dan bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian


"Yess..." zaffran berteriak kegirangan sambil melihat punggung adila yang menjauh menaiki anak tangga "mampus, repot deh gue" eluhnya menepuk kening


Adila mengenakan kaos hitam tanpa lengan dengan sebuah levis pendek diatas lutut dan memakai sebuah gardigan lengan panjang dan memiliki panjang selutut berwarna putih


Zaffran memegang tangan adila sambil menatapnya dari ujung kaki hingga kepala "kamu jangan pakai kaya gini"


"Loh kenapa? bukannya perempuan seperti ini yang kamu suka?" sambil menyindir zaffran


"Itu kan dulu, kamu mau buat aku cemburu kalo nanti banyak yang goda kamu" zaffran memonyongkan bibirnya


"Terus aku pake baju apa?" tanya adila


Zaffran memberikan celana jeans panjang berwarna hitam "pake celana ini aja"

__ADS_1


Adila menuruti apa mau zaffran, namun ia tetap memakai atasan yang sama. mereka berdua segera berangkat menggunakan sebuah mobil.


"Adila, apa bisa bertemu?" Chat itu masuk ke nomor telepon adila yang datangnya dari revlan


"Kapan? emangnya ada apa?" balas adila


"Ada yang perlu saya sampaikan"


"Tentang apa?"


"Nanti saya beritahu jika kita bisa bertemu"


"Kalo sekarang adila belum bisa, karena mau pergi ke rumah temannya mas zaffran"


"Lain kali saja, ini juga kan malam hari enggak baik"


"Jadinya kapan?"


"kalau kamu bisa, saya mau ketemu besok pagi jam sepuluh di restoran akira back"


Tiba-tiba zaffran merampas handphone adila karena melihat adila sibuk dengan handphone nya


"Ehh mas" ujarnya terkejut


Zaffran membaca riwayat chat adila dengan revlan sambil terkekeh kesal "kenapa kamu chat dia duluan?" tanya zaffran dengan wajah masam


"Aku cuma mau tau keadaannya aja pas ribut sama kamu, karna aku gak enak"


"Aku gak akan izinin kamu ketemu sama dia besok pagi" ujarnya


"Aku gak akan pergi" kata adila sambil menundukkan kepalanya


"Mas hp ku" teriak adila sambil menengok ke belakang


Zaffran menganggukan kepalanya, ia merogoh handphone nya dan menghubungi seseorang


"Hallo kirimkan sebuah handphone seperti yang saya beli waktu itu, ke rumah saya.nanti saya transfer uangnya" zaffran segera mematikan panggilan teleponnya


"Aku gak sudi ada nomor pria pecun**ng itu" jawab zaffran


"Lalu gimana dengan no orang lain di whatsapp aku? temen ku?"


"Buang nih" zaffran memberikan handphone miliknya


Adila menatap zaffran dengan wajah kebingungan, tapi dengan pasti adila meraih handphone itu lalu membuangnya. Ia yakin zaffran berpikir bahwa adila tak mungkin mau melakukan itu sedangkan kini adila tersenyum manis setelah membuang handphone milik zaffran.


"Kamu pasti mikir aku gak akan berani kan mas? Tapi maaf, aku juga harus berani ambil keputusan. Kalau kamu bisa maka aku harus bisa" gumam adila dalam hatinya


Zaffran membalas senyuman manis adila tanpa berkata apapun, perjalanan itu tetap hening hingga mereka berdua sampai di rumah aldi.


Bagai jumpa fans, dimana zaffran seperti idola yang langsung dikerumuni manusia disana.


"Perkenalkan-perkenalakan ini istri saya" kata zaffran yang membuat para wanita menohok kaget bahwa zaffran sudah memiliki seorang istri yang cantik


Zaffran langsung menggandeng tangan adila ke dalam rumah untuk mencari keberadaan aldi


"Rame banget ya mas? Ini udah kaya club malah" ujar adila sambil terus melihat kanan dan kiri


Aldi tertawa sambil melambaikan tangannya di dekat sebuah kolam renang, zaffran yang sadar segera bergegas kesana.

__ADS_1


"Hai adila, selamat datang dirumah gue" sapa aldi segera setelah ia memeluk zaffran dengan akrab


"Eh ada sicantik" ujar seorang lelaki dari arah belakang


"Ini bukannya gilang ya? yang dulu ke rumah sama fano, yang katanya pegawai tapi gak pernah ada di list karyawan kantor" saut adila sambil tersenyum penuh arti


"Hah?" zaffran menggaruk kepalanya yang tak gatal


Setelah beberapa saat tiba-tiba ada seorang lelaki bertubuh kekar datang merangkul adila dan hampir mencium bibir nya, dan dengan penuh emosi zaffran melayangkan pukulan telak di area bibirnya hingga mengeluarkan darah segar.


Adila mengehela nafas nya karena kaget, ia melangkah mundur sambil menatap suaminya meneriaki pria tadi. "Jangan sentuh istri gue bang**t!!!"


"Santai, orang mabuk itu" kata aldi sambil mengelus punggung adila


Adila hanya menatap aldi dengan tatapan tidak suka "Hai " sapa lembut seorang perempuan yang membuat adila segera menarik bibirnya untuk tersenyum


"Adila kenalin ini adikku" kata aldi merangkul pinggang adiknya


"Adila" adila mengulurkan tangannya


"Tika" membalas jabatan tangan adila


"Kamu aman kan? Gak kenapa kenapa?" tanya zaffran yang dijawab anggukan kepala oleh adila "yaudah kalian ngobrol disana aja" tunjuk zaffran ke tempat yang agak sepi


"Ayo" ajak tika


Adila menuruti nya, tika terlihat sangat muda dengan wajahnya, namun pakaian nya sangat membuat ia nampak dewasa.


"Tika umur kamu berapa?" tanya adila karena penasaran


"Umurku 16 tahun, aku baru masuk SMA"


"Sepertinya kamu hidup bebas ya?" tanya adila sambil menggelengkan kepalanya meiihat kemben putih itu terlilit menutupi bagian dadanya saja dan levis pendek itu hanya menutupi bagian v nya saja


"Hidup bebas bagaimana?" tanya tika tak paham


"Pakaian mu terlihat sangat dewasa karena terlalu seksi di usia kamu yang masih enam belas ternyata" jawab adila sambil merapihkan rambut tika


Tika memeluk adila sambil mulai meneteskan air mata


"Baru pertama kali ada seorang perempuan yang membuat ku kangen sosok ibu" ujarnya


"Ibu?ibu kamu sudah tidak ada memangnya?" tanya adila


"Ibu tidak ada" jawab tika


"Ibu kak adila juga sudah tidak ada, bahkan bapak kak adila juga tidak ada, kakak sudah tidak memiliki kedua orang tua"


"Kasian ya kaka, tapi aku masih punya ibu dan ayah tapi mereka berpisah dan tak tau kemana. mereka datang jika hanya akan memberikan aku dan kak aldi uang"


"Ohh maaf Kaka salah sangka tadi, oh iya kalau kamu kesepian kamu boleh menemui kaka" kata adila berusaha menenangkan tika yang masih sedikit tersedu sedu


"Dimana tika harus menemui kak adila?"


"Di rumah kak zaffran, tika tau?"


"Wah kakak hebat jelas aku tau rumah keluarga aliyad itu"


"Hebat apanya?" tanya adila

__ADS_1


"Hebat bisa menaklukkan hati kak zaffran yang banyak cewek nya itu" celoteh tika yang membuat adila terdiam, bagaimana bisa anal kecil ini tau bahwa suaminya punya banyak wanita


__ADS_2