
Pagi hari ini matahari cukup meredupkan sinarnya, awan gelap pertanda hujan akan turun bahkan, hingga siang hari ini awan semakin gelap. cuaca seperti pagi hari padahal ini sudah hampir pukul 12.00
Dikantor milik zaffran pegawai sudah menempati posisi nya masing-masing dengan wajah serius mereka di minta bu rani menyelesaikan laporan kinerja per staf untuk memenuhi barang bukti yang akan memperkuat kemenangan zaffran
Dari anggaran bahkan sudah jelas bahwa disana tercantum pengeluaran dengan angka ratusan juta untuk keuntungan yang di peroleh dari perusahaan revlan
Terlebih, selesai pengiriman. sesuai dengan angka yang tertera perusahaan zaffran mengirimkan uang dengan angka milyar an, untuk harga barang yang dikirimkan jika, barangnya sesuai mungkin sah sah saja. namun, ternyata ada penyelewengan
Ghea yang juga mengetahui bahwa jelas-jelas revlan lah yang salah, dengan segera menyelesaikan laporan. karena, laporan tentang kedatangan revlan ke perusahaan zaffran cukup membuat valid
"Ghea, udah belum?" tanya bu rani tiba-tiba sembari memegang beberapa laporan lain
"Tinggal di print bu" jawab ghea sambil terbangun dari duduknya
"Yaudah print dulu sana" suruh bu rani
Setelah ghea menyelesaikan semuanya ia memberikan laporan itu pada bu rani yang duduk di kursi tunggu menunggu dirinya
"Ibu mau kemana?" tanya ghea ketika melihat sebuah mobil sudah menunggu di halaman kantor
"Saya mau ke kantor polisi, kata polisi barang bukti yang diberikan cukup namun tidak kuat. jadi saya yakin ini akan memperkuat" jawab bu rani "Saya pergi dulu ya" sambungnya lagi sambil berjalan meninggalkan ghea
"Aku benar-benar tidak percaya, revlan melakukan hal sebodoh ini bahkan hingga membuat nya masuk ke dalam penjara hanya karena sakit hati tak bisa mendapatkan cinta adila" ucapnya sambil menatap kepergian bu rani
"Ghea lagi apa?" tanya nesa secara tiba-tiba sambil menepuk pundak ghea
"Hah? ini tadi mm nganterin laporan" jawabnya sambil menunjuk mobil bu rani yang hampir menghilang dari pandangannya
"Oh makan yu?"
"Ayo"
"Kita ke rumah adila aja yuk? aku udah lama gak kesana, apalagi sekarang kan belum gajihan. ikut makan gratis kan gak ada salahnya"
"Ih dasar" ucap ghea mendorong pelan bahu nesa
"Ayo ah, tadi adila sebenernya yang nyuruh aku sama kamu kesana. katanya dia bosen"
Mereka pergi menuju rumah adila dengan sebuah taksi setelah mereka sampai para satpam membukakan gerbang mereka berjalan layaknya tuan putri, begitu kata nesa
__ADS_1
"Yaampun badannya gede banget, bodyguard?" tanya nesa setelah melihat para bodyguard itu berdiri ditaman menatap teras rumah zaffran
"Iya" bisik ghea pelan
Nesa terus menatap nya sampai menelan ludah-nya "Serem banget" pikir nesa
"Tok..tok..tok..."
Tak lama pintu terbuka yang menunjukkan senyuman lebar dan manis
"Hai" ucap adila sembari membuka pintu
"Hai, kangen" ucap nesa sembari memeluk sahabatnya itu begitu pun dengan ghea
"Ayo masuk" ajak adila "Aku udah nyuruh chef dawan masak banyak menu nih, aku bahkan belum makan. gara-gara anakku ini pengen makan sama tante-tante jeleknya" sambung adila sambil mengelus perutnya
"Yaampun apa katamu?jelek? aku tak percaya anakmu sepedas itu mulutnya? kalau bukan ibunya yang ingin menghina, aku yakin ini bukan kata dia!!!" ucap nesa seperti biasanya selalu menacap gas dimana pun tempatnya
"Aku bercanda sayang, kalian tante-tante tercantik anakku" ucap adila menggoda nesa sambil menahan tawa
"Terimakasih chef" ucap ghea sambil menatap chef dawan setelah membawakan jus buah untuk ketiganya
Tak lama zaffran turun dari atas sambil tersenyum pada tamunya "Gimana kantor?"
"Heh kamu gak masuk masuk kantor! jangan makan gaji buta ya" ucap nesa menunjuk zaffran yang hendak duduk di kursinya
"Hih makan gaji buta! dia bahkan yang menggaji kita walupun dirinya tak bekerja" jawab ghea membela
"Eh jangan salah, coba sekarang siapa yang mengelola
kantor kalau bukan staf. sedangkan bos nya ini malah di rumah saja, kalau perusahaan berhasil memenangkan tender kan dia juga yang untung" ucap nesa masih dengan gayanya
"Iya nesa, saya minta maaf. saya lagi banyak urusan, jadi saya belum bisa ke kantor. tapi besok saya ke kantor kok" jawab zaffran santai sambil mulai menyantap makanan
Semuanya pun berhenti ber-argumen mereka menyantap hidangan yang sudah di siapkab chef zaffran dengan lahap
Setelah selesai makan zaffran pergi ke kamarnya sedangkan, ghea nesa serta adila duduk di sofa dan seperti biasa kesukaannya. mereka menonton film horor dengan mematikan lampu
Apartemen
__ADS_1
Deri celingak-celinguk seperti mencari sesuatu, ya ia mencari ide. kak sisil sekarang masih terisak tangis meratapi rumah tangganya dan nasib suaminya. sebenarnya dari tadi kak sisil meminta deri untuk mengantarnya ke rumah zaffran namun deri selalu mencari alasan karena sebenarnya nyali nya ciut jika datang ke rumah zaffran
Namun karena tak ada pilihan ia bertekad akan mengajak kak sisil ke sana, sekalian deri sudah minta transfer uang sebesar yang pernah zaffran berikan pada kantor untuk mengganti kerugian perusahaan zaffran
"Ayo kak" ajak deri
Tanpa banyak tanya sisil hanya mengikuti langkah kaki deri dan kemudian masuk kedalam mobil
"Kita kemana?" tanya kak sisil setelah sudah hampir dua puluh menit terdiam
"Ke rumah pak zaffran" jawab deri
"Bagus deh kakak mau tau, seperti apa sih zaffran zaffran itu beraninya dia memenjarakan suami kakak"gerutu sisil
"Jangan membuat masalah baru ya kak" ucap deri setelah sampai di depan rumah zaffran
Sisil segera turun begitu pun dengan deri, sisil menatap bangunan besar ber-cat putih di hadapannya.
"Ini bahkan lebih besar dari rumah ibu dan papah" ucap sisil ketika sudah melihat bentuk rumah zaffran
Rumah zaffran memang lebih besar dari pada rumah revlan dan sisil, begitu pun dengan rumah kedua orangtuanya.
Namun rumah pak ari Aliyad bahkan jauh lebih besar dari ini.
Deri sudah menelan ludahnya sulit ketika melihat satpam menghampiri nya
"Selamat pagi pak, yang semalem?" tanya satpam sambil tersenyum lebar
"Iya pak, saya mau ketemu pak zaffran. ada?" tanya deri menatap teras rumah yang sudah di kelilingi manusia berotot semalam
"Tuan zaffran ada kan?" tanya lagi satpam itu kepada satpam yang berdiri di dalam gerbang
"Ada" jawabnya
"Tunggu ya, saya bilang dulu ke dalam" ucap satpam itu segera pergi meninggalkan deri dan sisil
"Ini rumahnya?" tanya sisil berbisik
"Iya kak"
__ADS_1
Tak lama dua orang satpam keluar menemui deri dan sisil tanpa tanya tanpa kata mereka mengelilingi mobil deri yang padahal ialah mobil sewa, mereka menatap tajam ke setiap bagian termasuk ke tubuh Sisil dan deri
"Yaampun terjadi lagi" ucap deri menundukkan kepalanya