Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Ada apa?


__ADS_3

"Adila kau sedang apa?" tanya zaffran mendekat ke arah Adila yang sedang jongkok merapihkan batang pohon teh


"Mas lihat" Adila menunjukan batang teh yang cukup banyak digenggamnya


"Adila kau apa-apa an?" tanya zaffran mengerutkan keningnya


Beberapa pegawai menoleh ke arah anak bosnya itu


"Kata para pemetik teh tidak apa-apa" jawab Adila menekuk wajahnya


"Tidak apa-apa Adila, aku hanya bertanya kenapa kau mematahkan batang nya" ucap zaffran memeluk Adila yang merasa salah


"Apakah boleh?" Adila menatap wajah zaffran yang dijawab anggukan kepala


"Kalau begitu bantu aku memetik nya pohon sana ya" Adila menunjuk sebuah pohon teh yang dibelakang zaffran "Aku sudah memintanya pada pemetik teh dua pohon ini untuk aku potong batangnya sayang" ucap Adila terlihat memamerkan giginya


"Sebaiknya kau temani aku makan, aku lapar" ucap zaffran menggoda adila agar tak menyuruhnya namun rencana zaffran gagal karena Adila terlihat sedih dan mematahkan batang pohon teh sendirian sambil sesekali menengok kearah zaffran yang masih berdiri


"Baiklah-baiklah" jawab zaffran yang kemudian memetik gundul pohon teh itu


"Aku gerah sekali, masih beruntung dua pohon ini memiliki jarak dengan pohon yang lain kalau tidak bisa-bisa aku disuruh memetik semua pohon" gumam zaffran sambil mengusap keringat diwajahnya


"Ayo mas kita makan" ucap Adila memegangi batang pohon yang cukup banyak


"Sebenarnya ini untuk apa sih?" tanya zaffran pada Adila yang terus berjalan dihadapannya


"Bi mau kemana?" tanya adila pada bibi yang hendak pergi "Makan dulu"


"Bibi mau pulang, pemetik teh kan sudah waktunya istrihat dan bibi akan masak untuk suami bibi" ucap bibi lembut dan pergi


"Ayo mas kita makan" ajak Adila menaiki tangga depan rumah


"Apa batang pohon ini akan dibawa ke dalam?" tanya zaffran menatap wajah Adila


"Iya juga ya" Adila berjalan ke tempat sampah berukuran besar dan membuang semua batang teh yang dipegangnya "Cepat mas buang, kita makan. aku lapar sekali" ucap Adila mengelus perut nya


"Dia memetiknya cukup lama untuk membuangnya, apa-apa an ini?" ucap zaffran dengan sangat kesal


Setelah makan siang selesai Adila duduk di teras dengan memandangi kebun teh


"Sayang tanganku" zaffran menunjukan tangan nya yang bentol-bentol


"Akhh kamu kenapa?" tanya Adila kaget


"Entahlah rasanya gatal sekali, apa ini gara-gara aku kena ulat?" jawab zaffran

__ADS_1


"Apa iya? tapi aku baik-baik saja" Adila memamerkan tangannya yang mulus


"Gak tau juga" jawab zaffran sambil duduk disamping Adila


"Aku akan ambilkan minyak kayu putih tadi"


Adila pun mengoleskan minyak kayu putih cukup banyak


"Apa ini gara-gara ulat ya?" ucap Adila menatap zaffran yang sedang menahan rasa gatal


"Aku kan tadi bilang begitu, sebaiknya kamu antar aku berobat. aku mandi dulu"


"Jangan mandi mas kamu jangan dulu kena air, seperti baru pertama kena ulat saja!" gerutu Adila


"Memang aku belum pernah kena ulat" jawab zaffran datar


"Apakah kau tau mas? bentol-bentol ini bisa bertahan lama dan kamu akan lama tak boleh mandi" ucap Adila menakut-nakuti


"Apakah benar? bukannya dia memiliki duri? apakah duri nya masih ada ditangan ku Adila?" tanya zaffran dengan wajah panik


"Duri? iya benar mas!! durinya seperti nya ada disini" jawab Adila sambil menahan tawa


Dengan segera zaffran masuk dan kembali lagi dengan sebuah kunci mobil "Ayo cepat antar aku"


"Emang kamu tau klinik dekat sini?" tanya Adila dalam mobil masih dengan Tawanya


"Apa-apaan kamu ini kena ulat kok sampai ke rumah sakit!! ayo pulang" Adila memukul paha zaffran Dengan keras


"Tapi aku takut Adila jika makin memburuk bagaimana?" tanya zaffran menghentikan mobilnya


"Aku tadi hanya bercanda, tak lama bentol nya juga bakal hilang mas" jawab Adila menatap wajah zaffran


"Kamu!!!!" zaffran menunjuk Adila kesal


Zaffran pun kembali ke vila sambil terus menggaruk tangannya "Jangan digaruk nanti gak akan hilang bentol nya malah menyebar"


"Hah!!! kamu sih segala mengajak ku kesini" omel zaffran sambil menaruh tubuhnya disofa


"Nanti akan membaik sayangku, sabarlah" Adila mengelus pundak zaffran


...............


Malam hari, diapartemen milik revlan.


Revlan tengah duduk dikursi dengan sebuah laptop di hadapannya

__ADS_1


"Sebaiknya makan dulu bang" ajak Deri yang sedang duduk memakan makanan


"Kau duluan saja aku banyak urusan" jawab revlan tanpa menoleh ke arah Deri


"Tumben sekali dia bekerja sejak tadi, biasanya tak mau mengerjakan apa-apa" gumam Deri pelan


.......


"Aku sebaiknya menjalankan ide dari Ghea" pikir Adila ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian menerawang sepaha berwarna putih dengan bra dan cd berwarna hitam sangat jelas terpampang


Terlihat zaffran tengah tertidur diatas tempat tidur membelakangi adila, tangannya kini sudah sembuh dari bentol walaupun tadi sore ia sangat mengeluh gatal dan gerah ingin mandi


"Mas...." Adila mengelus punggung zaffran


"Hhhhhhhuahhhh" zaffran menguap dan melihat ke arah Adila sambil mengucek mata "Adila" zaffran mundur dan duduk dengan wajah kaget


"Mas...." Adila mengelus leher jenjang zaffran membuat zaffran tersenyum kegelian


"Sayang kamu apa-apa an si?" zaffran memegangi tangan adila, zaffran merasa aneh dan takut melihat Adila agresif seperti itu terlebih sikapnya yang aneh


"Kenapa mas?" Adila duduk dikedua paha zaffran sambil memonyongkan bibirnya zaffran memegang bibir Adila


"Aku mengantuk sayang" jawab zaffran dengan perasaan takutnya


"Oh jadi kamu bosan padaku" Adila turun dan melipat kedua tangannya


"Bukan..bukan...aku hanya cape ingin istrihat" jawab zaffran memegang pundak Adila


"Kalau begitu cium aku" kata Adila membalikkan badannya ke arah zaffran. zaffran pun mencium pipi dan kening Adila


"Peluk aku" Adila melentangkan tangannya. zaffran pun memeluknya sesuai keinginan adila


"Apa kamu bosan padaku mas?" Adila masih memeluk zaffran dengan erat


"Mana mungkin aku bosan padamu"


"Tapi aku merasa kamu berubah, kamu sekarang cuek tak seperti dulu" Adila menekuk wajahnya


"Aku juga aneh padaku, aku seperti malas dan malas. apa aku sakit?" zaffran memegang dadanya


"Sakit?" Adila mengerutkan keningnya


"Seperti nya besok kita pulang dan cek ke dokter, karena aku merasa makin hari badan ku seperti ingin selalu berbaring tak melakukan apapun. aku takut aku sakit keras atau apa. bagiamana jika itu terjadi Adila?" Kini zaffran yang terlihat panik dan sedih


"Baiklah, besok kita pulang. sebaiknya sekarang kita istirahat" jawab Adila menenangkan zaffran

__ADS_1


"Baiklah, tapi sebaiknya kau tanggung jawab dulu sebagai istriku karena pakaian mu malam ini benar-benar membuat ku panas" ucap zaffran yang kini memopong Adila ke tempat tidur


__ADS_2