Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Keraguan


__ADS_3

Adila seperti biasa nya tak ada semangat nya sama sekali padahal berulang kali selalu bilang ingin segera cerai karena kecewa dia menyenderkan kepalanya ke dekat kaca mobil sambil menatap padat nya jalanan ibu kota


"Adila...." panggil Ghea mengelus tangan Adila


"Hmmm" Adila menjawab tanpa menengok


"Adila kau ini seperti nya tidak serius ingin minta cerai?" tanya Ghea yang sekarang menaikan nada bicaranya


Adila masih diam


"Kalau kau ingin cerai kuatkan hatimu, mau kau cinta atau tidak. jangan seperti ini membuat pusing saja" ucap Ghea melipat kedua tangannya di dada


Adila menoleh ke arah ghea dan kembali menatap kaca mobil sambil mengusap air matanya. Ghea yang tau Adila menangis merasa tak enak karena berbicara dengan nada tinggi tadi


"Aku memang tidak ingin bercerai ghe, kalau ada jalan lain aku gak mau bercerai. tidak ada satu orang istri pun yang menginginkan perceraian, aku yang tau bagaimana sakitnya ghe dan aku juga yang tau betapa susah payahnya mempertahankan rumah tangga ini dengan semua kelakuan suami ku. aku selalu mengalah pada suami ku dan terlalu sering memaafkan nya tap,i aku juga sekarang harus berusaha sok tegar ghe. aku gak bisa!!! aku sudah menikah ghe rasa cinta aku ke mas zaffran bukan cinta yang cinta doang, kamu tau nanti kalau kamu menikah" ucap Adila panjang lebar dengan beruaraian air mata


Ghea mulai berkaca-kaca mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Adila. ia merasa semakin bersalah ia "Adila aku minta maaf kalau perkataan ku menyinggung perasaan mu"


Adila berbalik ke arah ghea dan memberikan senyumnya "Tak masalah, aku hanya sedang kacau. aku juga minta maaf"


Ghea memeluk Adila yang dibalas pelukan hangat oleh Adila


"Aku berharap semua baik-baik saja, aku juga berharap Tuhan memberi jalan yang mudah untuk kamu dan zaffran. entah itu bercerai atau tidak yang penting semua dipermudah" ucap Ghea memengang erat Adila


"Amin, terimakasih banyak kamu selalu ada buat aku dari dulu" jawab Adila penuh kelembutan


........


"Kenapa kita naik pesawat?" tanya Deri yang sedang duduk dikursi pesawat bersama Sisil dan revlan


"Terus kamu maunya naik apa deriii?" tanya Sisil sambil terus bersandar di dada suaminya


"His kalian bisa tidak sih tau tempat" nyinyir Deri yang terlihat geli


"Suka-suka Kaka lah" jawab sisil tersenyum manis pada revlan yang dibalas senyuman penuh arti oleh revlan

__ADS_1


"Harusnya kita itu pakai mobil saja, walaupun nyampe nya bisa Beberapa hari tapi kan asik" ucap Deri


"Kalau begitu bukannya tadi kau pergi sendiri naik mobil sana ke Jakarta" saut revlan dengan menoleh ke adiknya


"Hih...kalian berdua sama saja" ketus Deri


..........


Adila dan Ghea masih berada dimobil mereka masih ragu untuk turun padahal para satpam sudah membuka gerbang lebar karena tau yang datang adalah nyonya muda nya yang dilihat dari kaca mobil yang terbuka


"Usap air matamu" Ghea terus mengusap pipi Adila yang basah menggunakan tisu


"Apa aku bisa menggugat nya?" tanya Adila membungkukkan diri


"Kamu pasti bisa! kamu harus bisa! kamu harus yakin! percaya padaku, jika kamu menginginkan perceraian beranikan diri jika tidak ... kita balik lagi saja. aku tidak akan memaksa" jawab Ghea menenangkan Adila


"Aku sudah yakin. kalau memang nanti mas zaffran berubah kan waktu perceraian juga gak sebentar. yang penting aku harus tetap menggugat nya aku muak dengan tingkah nya walaupun aku sangat mencintai nya"


Akhirnya setelah perbincangan dan pertimbangan panjang mereka memutuskan untuk keluar dari mobil dengan supir yang diperintahkan Ghea untuk pergi saja


"Selamat siang nyonya" sapa seorang satpam Adila membalas nya dengan senyuman


"Jam...sebelah" jawab Adila melihat jam di handphone nya


"Pasti zaffran ke kantor dong" ucap Adila menghentikan langkahnya


"Tapi kan kamu tau dimana kamu menyimpan surat-surat nya" jawab ghea yang dibalas anggukan oleh Adila


Adila membuka pintu yang tak terkunci "Sepi sekali" ucap Ghea


"Mungkin bibi belanja ke supermarket" jawab Adila yang langsung naik ke tangga diikuti oleh Ghea


"Huh" Adila menghela nafas panjang. Ghea berdiri dibelakang Adila


"Krek...." pintu terbuka terlihat zaffran sedang duduk disofa dengan koran yang dibaca nya

__ADS_1


"Mas zaffran" ucap Adila yang melihat zaffran tak bekerja


Adila menghampiri zaffran sedangkan Ghea hanya berdiri didekat pintu


"Kamu gak kerja?"


"Katanya kan kamu mau kesini kemarin" jawab zaffran bangun dari duduknya


"Iya, aku mau ngambil surat pernikahan kita" jawab Adila yang berjalan ke arah lemari


"Adila" zaffran memegang tangan Adila dengan kuat yang membuat Adila berteriak "Awwwwww"


"Maaf-maaf" zaffran melepaskan tangannya dan mengelus lembut Adila yang membuat Adila tak tahan ingin menumpahkan air matanya


"Aku minta maaf sayang, aku sudah benar-benar ingin berubah" ucap zaffran menundukkan kepalanya


"Ingin? kamu hanya ingin berubah? bukan akan berubah?" tanya Adila dengan menaikan nada bicaranya


"Aku ingin dan akan, aku selalu berusaha berubah karena aku tau aku salah. aku mohon jangan tinggalkan aku Adila" jawab zaffran menatap memohon pada mata Adila


"Aku tak sanggup menunggu perubahan kamu lebih lama lagi mas" jawab Adila yang sudah menumpahkan air matanya


Ghea yang melihat Adila mulai menangis ingin sekali memeluknya namun ia sadar ini adalah urusan Adila dan zaffran ia hanya mengantar


Adila berjalan ke laci dan mulai mencari-cari surat nikah nya tak ditemukan


"Aku tidak akan memberikan nya" ucap zaffran yang membuat Adila membalikkan badannya dan berjalan ke arah zaffran


"Plakkkk" sebuah tamparan keras penuh dengan emosi jatuh di pipi kiri Zaffran


"Kamu ini maunya apa sih? aku dulu jadi istri kamu selalu kamu sia-sia ini dan bohongin, sekarang aku mau cerita supaya kamu bebas tanpa ada larangan kamu cegah. hidup bukan cuma tentang perasaan kamu mas! aku juga punya perasaan" ucap Adila yang sudah tak bisa mengontrol emosi nya


"Aku memang bejat adila, tapi itu dulu. setelah aku tau kamu benar-benar ingin berpisah aku bertegad untuk berubah tolong Adila" ucap zaffran yang kini menekuk lutut nya dihadapan Adila dengan beberapa tetesan air mata


"Kamu bohong!! kamu selalu membodohi aku!! aku tau aku hanya istri yang bodoh, makanya kamu tidak ingin melepaskan aku. aku benci kamu aku benci kamu" jawab Adila yang menjatuhkan tubuhnya dan mendorong dorong tubuh zaffran

__ADS_1


"Adila...Adila" zaffran memegang tangan Adila dan menatap nya


"Aku benar-benar mencintai mu Adila, kau tak perlu ragu"


__ADS_2