
"Kenapa baru pulang?" tanya zaffran menatap tajam pada Adila
Adila serontak kaget, saat ia akan memegang pegangan pintu tiba-tiba zaffran sudah membuka nya duluan
"Aku...aku..."
"Sudah lah ayo masuk" zaffran menarik tangan Adila tanpa ada penolakan
Kini mereka duduk dimeja makan, zaffran lahap memakan makanan itu. sedangkan Adila hanya mengaduk-aduk saja sambil sesekali menoleh ke arah zaffran "Aku salah mengambil keputusan tidak ya, aku takut" gumam Adila
"Kenapa kamu tak makan?" tanya zaffran tanpa menoleh pada Adila
"Aku...aku..ini aku makan" Adila menyuap nasi ke mulutnya
Zaffran yang telah selesai makan hanya duduk dikursi sambil melihat Adila memakan makanannya yang baru ia makan
"Ada apa?" tanya Adila
"Aku hanya rindu makan bersama kamu" jawab zaffran dengan senyuman manisnya
"Aku mau mandi" jawab Adila yang bergegas naik ke atas
"Adila makanan mu belum habis?" zaffran berteriak pada Adila yang tanpa ditoleh oleh Adila
"Kenapa dia?" zaffran berbicara sendiri memikirkan sifat adila yang seperti menjauhi nya
"Mungkin nyonya masih ragu sama tuan" jawab bibi yang menghampiri zaffran
Bibi sudah tau semua cerita rumah tangga nya itu dari zaffran
"Ragu? maksud nya?"
"Kan tuan dulu sering berbuat salah mungkin saja nyonya takut tuan mengulangi nya disaat nyonya sudah memberikan kepercayaan nya, jaga-jaga kan tak masalah tuan" jawab bibi menepuk pundak zaffran
"Saya janji bi akan terus berusaha meyakini Adila, bibi juga bantu ya" jawab zaffran menatap pembantu nya itu seperti seorang anak yang memohon pada ibunya
Bibi tersenyum dan memberikan kedua ibu jarinya "Siap, dengan doa"
"Begitu juga boleh" jawab zaffran yang lesu. membuat bibi menahan tawanya
Adila berbaring ditempat tidur setelah mandi ia memainkan ponselnya. revlan me whatsapp dirinya
"ADILA AKU SAMPAI JAKARTA"
"Apa? secepat itu kesini?" tanya Adila kaget
"AKU KAN KANGEN KAMU"
Adila hanya membacanya ia teringan ucapan zaffran yang katanya merasa cemburu pada revlan, dan dia pun tidak mau revlan mengharapkan dirinya berlebihan apalagi sejak awal Adila hanya menganggap revlan sahabat
........
"Akh akhirnya setelah jam tujuh aku bisa merasakan empuknya tempat tidur" ucap Deri dengan nafas panjangnya
"Ini kamar aku dan revlan, kamu disana, didepan kamar kita Deri" teriak Sisil menarik lengan adik iparnya
"Iya...iya" revlan masuk dan mengunci pintu lalu tertidur pulas
"Mas, apa kamu lapar?" tanya Sisil menghampiri revlan yang sedang duduk disofa memainkan ponselnya
__ADS_1
"Ha?" dengan segera revlan mengantongi telepon nya "Lowbat hp ku"
"Yasudah cas sana" jawab sisil yang dibalas anggukan oleh revlan
"Mas..kamu lapar gak?"
"Lapar tapi cape langsung tidur aja" jawab revlan yang sedang mengecas handphone nya padahal handphone nya sama sekali tak lowbat
"Yasudah aku mau mandi, kamu mandi gak?" tanya lagi Sisil menghampiri revlan
"Aku mau langsung tidur Sisil" jawab revlan melepaskan tangan sisil dari bahunya
.........
"Aku boleh masuk?" tanya zaffran hanya dengan kepala yang melihat isi kamar
"Masuk saja" jawab adila masih dengan berbaring
Zaffran pun masuk dan duduk disamping tempat tidur sambil menyenderkan kepalanya
"Adila"
"Hmmm"
"Apa kamu masih ragu padaku?"
"Kata siapa?" tanya Adila yang langsung duduk menghadap ke arah zaffran
"Kata aku barusan"
Adila Menggeleng kan kepalanya "Iya...Adila...bilang iya...." gerutu Adila dalam hatinya
Adila mengangguk "Bodoh sekali kamu adila" gumam Adila dalam hatinya
"Aku ngantuk" ucap Adila yang langsung membaringkan tubuhnya
"Aku mau nanti siang kamu ke kantor, membawakan ku makan siang" saut zaffran
"Iya" jawab Adila "Sekalian memastikan cctv juga nanti"
.........
Ghea sudah dengan baju tidurnya ia menelpon revlan namun tak ada jawaban sama sekali, dia ingin memberitahu kan bahwa ia akan berhenti bekerja padanya
"Mungkin besok pagi saja lah aku hubungi" pikir Ghea
Ternyata di kamar apartemen revlan, ia sedang tertidur pulas, bersama sisil
Deri masuk dengan mengucek matanya "Aku lapar banget" ucap Deri mengelus perutnya
Tak lama handphone revlan yang sedang dicas hidup bekas telepon dari ghea
Deri melihat nya "Bukannya tadi dilobi baterai nya 80 kenapa di cas"
Deri melihat nya tanpa menyentuh nya ia membaca panggilan masuk atas nama Ghea "Ghea? siapa Ghea? apakah pegawai? tapi belum pernah dengar rasanya" pikir Deri
Karena ia melihat dikamar kakaknya juga tak ada makanan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan menahan lapar dengan tertidur
........
__ADS_1
"Ini mas" Adila memberikan tas kantor zaffran. zaffran mencium kening Adila "Hati-hati"
"Harusnya aku yang bilang" ucap Adila keheranan
"Aku kan gak mau kamu kenapa-kenapa" jawab zaffran tersenyum manis pada Adila yang membuat Adila seperti bangkit dari keraguan nya
"Semoga saja kali ini mas zaffran benar-benar berubah" ucap Adila penuh harap
"Nyonya harus memastikan nya dan bibi jamin tuan seperti nya sudah benar-benar mengerti atas semua perbuatan yang tuan lakukan dulu" bibi menghampiri Adila
Adila memeluk bibi penuh kehangatan "Aku kangen bibi"
........
"Sayang kamu kok udah rapih? langsung kerja?" tanya sisil yang baru bangun
"Iya aku kerja" jawab revlan
Deri yang juga ikut sarapan hanya terus menikmati sarapan enak yang juga sudah memakai pakaian kerjanya
"Ayo der" revlan menepuk pundak Deri
Kini Deri dan revlan berjalan satu mobil karena Deri memaksa ingin ikut karena dia malas menyetir, padahal revlan suduh menyuruh nya pakai supir tapi tetap seribu alasan keluar dari mulut Deri untuk tetap bisa numpang naik Abang nya itu
Tak lama sebuah pesan datang dari Ghea
"Aku ingin berhenti kerja dengan mu aku minta maaf"
Revlan yang membaca nya segera membalas
"Kenapa ada apa? apa gajih mu kurang ghe?"
"Tidak, aku sudah kerja di perusahaan zaffran"
"Maksudnya, kita ketemu saja lah" balas revlan karena merasa ada yang mengganjal
Deri yang menaikan duduknya sambil terus menoleh ke arah revlan berharap agar bisa melihat apa isi handphone kakaknya itu
"Sedang apa kau?" tanya revlan yang segera memasukan handphone nya ke dalam saku
"Tidak aku hanya pegal" jawab Deri yang kemudian menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan
Revlan dengan segera memberhentikan mobilnya "Turun kamu, aku ada urusan kerja sebentar"
"Kenapa aku harus turun" ucap Deri dengan menaikan alisnya
"Aku sudah bilang aku ada urusan pekerjaan yang sangat penting Deri"
"Kerjaan kan, aku ini kan juga punya hak dan wewenang yang sama lalu kenapa aku tak boleh ikut?" tanya Deri dengan mata tajamnya
"Atau ... kau ingin menemui seseorang ya" tunjuk Deri pada revlan
"Ya memang seseorang, seseorang yang bekerja padaku. mau apa kau?"
"Pasti seorang perempuan dan bernama ghea hahahaha" Deri berlari keluar mobil dengan kencang
"Bagiamana dia tau Ghea?" pikir revlan dengan segera revlan memutar mobilnya dan me whatsapp Ghea
"Kita bertemu didepan apartemen itu"
__ADS_1