Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Rencana Aldi


__ADS_3

Zaffran mengetuk sebuah pintu dengan keras


"Tok..tok...."


"Krek.." pintu terbuka lebar berdiri lah seorang lelaki didepan pintu "Zaffran? ada apa?"


"Syukurlah Lo ada dirumah, gua mau ngomong" zaffran menarik lelaki itu ke sebuah kursi tanpa ada penolakan


"Ada apa?" tanya Aldi dengan menaruh kedua lengannya di lututnya dengan wajah heran


Zaffran menceritakan semua masalah yang terjadi dikantor nya dan juga di rumahnya saat revlan memberi Adila bunga terlebih lagi Aldi pun tau siapa, revlan sudah tak ada yang harus ditutupi lagi.


"Gue gak nyangka sih sama semua yang terjadi, apalagi orang yang terlibat itu revlan" jawab Aldi Menggeleng kan kepalanya


"Hmmmm" zaffran menggumam "Gue butuh Lo" zaffran menepuk pundak Aldi


"Gue siap, apa yang Lo mau?" tanya Aldi melebarkan senyumnya


"Sayang, siapa?" tanya Aliya keluar dari dalam rumah


"Ada zaffran" jawab Aldi , Aliya tersenyum sambil menjabat tangan zaffran "Apa kabar?"


"Gue lagi gak baik-baik aja, makanya gue ketemuan suami Lo" jawab zaffran dengan senyuman


"Yaudah, aku masuk dulu. lanjut aja zaffran, mau sekalian dibikinin minum gak?" tanya Aliya sambil berjalan masuk


"Gak usah, cuma sebentar" Aliya pun mengangguk kecil dan kembali menutup pintu


"Aliya belum di operasi?" tanya zaffran yang masih melihat perut gendut nya


"Kirain sih bulan kemarin, ternyata gue sama Aliya salah itung. jadi seminggu lagi baru akan dioperasi" jawab Aldi menggaruk kepalanya


"Semoga lancar lah"


"Iya, jadi gimana?" tanya revlan pada masalah awal


"Gue pengen bawa dia kesini, tapi bukan dengan cara kasar. gue pengen dia datang ke gue"


"Datang kesini?" tanya revlan memastikan ucapan zaffran


"Iya , gue pengennya dia balik lagi ke Jakarta dan gue bakal nemuin dia. gue pengen nanya langsung apa maksudnya"


"Kalo kita ke Kalimantan aja gimana?"


"Gak bisa dong di, Adila kan lagi hamil muda juga. istri Lo juga mau lahiran"


"Iya juga si, gue gak bakal bisa ninggalin Aliya"

__ADS_1


"Makanya gue bingung"


"Tapi masalah ini mau Lo bawa ke pengadilan?"


"Kalo masalah itu, gue mau tau dulu apa alasan dia kayak gini. gue juga tau dia orang baik tapi aneh juga dia ternyata bisa selicik ini" jawab zaffran dengan senyuman sinisnya


"Gue ada ide" ucap Aldi menatap zaffran "Apa di?"


Aldi pun membisikan semua ide ditelinga zaffran


"Gue setuju" jawab zaffran dengan senyuman lebar


"Nanti orang suruhan gue yang akan ke Kalimantan, pokonya Lo terima beres dan ikut permainan"


Zaffran memberikan ibu jarinya


"Tika kemana udah lama gak liat?" tanya zaffran menengok ke arah pintu


"Tika udah lama sama mamah, dia sekarang pindah sekolah dibandung kan mamah suami barunya orang Bandung jadinya dia disana"


"Baguslah kalau mamah lu udah sadar juga Tika masih butuh kasih sayang seorang ibu"


"Iya, cukup gue aja yang dulu kaya anak kucing pindah-pindah gak jelas uang gak ada orang tua gak peduli, jangan sampe Ade gue"


"Pokonya yang dulu yaudah aja sekarang ya sekarang" jawab zaffran dengan senyum manisnya


"Oh ya? jauh banget dari sini"


"Iya sengaja biar sekalian main-main gitu" jawab Aldi dengan tertawa


"Tapi lancar kan semuanya?"


"Alhamdulillah semenjak buka selalu rame dan penghasilan cukup lah buat sehari-hari ada pegawai nya juga baru empat sih tapi segitu juga banyak sih kan gak gede juga"


"Nah kalo ada uang, nanti cepet-cepet digedein dan kalo bisa si banyakin menu nya biar makin rame"


"Pastinya"


"Yaudah gue balik dulu, soal ongkos orang suruhan Lo yang ke Kalimantan, nanti gue transfer aja"


"Vidio nya yang jangan lupa"


"Nomor gue diblokir tapi"


"Ya biarin lah, kan pake handphone rahasia gue"


"Oh iya juga ya, yaudah deh bye"

__ADS_1


Aldi pun tersenyum dan melambaikan tangannya


Zaffran kini lebih santai mengendarai mobil dengan wajah yang lumayan tenang


Kali ini jam menunjukkan pukul 11.45 zaffran memutuskan untuk kembali ke rumah bukan ke kantor


Para satpam berlari membuka gerbang yang melihat mobil zaffran datang


"Pak, masukin garansi" ucap zaffran melambaikan tangan pada supir yang tengah duduk didekat taman


"Baik pak" ia berlari mengambil kunci ditangan zaffran


Zaffran melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah terlihat mamah sedang dimeja makan bersama Adila dan bibi mereka sedang makan bersama dan tak ketinggalan juga dengan chef Dawan


Karena mamah memang seperti Adila selalu memperlakukan pekerjanya seperti keluarga bukan seperti bos dan anak buah


"Mas zaffran" ucap Adila yang melihat zaffran mendekat


"Eh sayang mau makan dirumah?" tanya mamah mencium kening zaffran seperti anak kecil


"Iya zaffran sengaja mau makan disini, lagi pada makan juga ya"


"Iya sini mas" Adila mengambil piring dan menyiapkan makan siang untuk zaffran


kamar tidur.


Setelah makan siang itu berakhir zaffran mengajak Adila untuk masuk ke dalam kamar dengan alasan ingin mengganti pakaian karena panas jadi yang dikenakan nya sudah bau ia minta Adila memilihkan nya , Padahal ia bingung alasan apa jika mamah bertanya untuk apa ia mengajak Adila ke kamar padahal harusnya ke kantor


"Jas nya juga apa kemeja nya aja?" tanya Adila membuka lemari


"Sini sayang" zaffran merangkul Adila membawanya duduk disofa "Ada apa?" tanya Adila keheranan


Zaffran yang memang belum menceritakan apa-apa pada Adila akhirnya menceritakan semuanya tentang keadaan kantor dan masalah kontrak kerja dengan perusahaan revlan secara detail


Adila mendengarkan nya dengan serius sambil menutup mulutnya seperti tak percaya dengan apa yang sudah revlan lakukan karena ia bukan hanya menyangkut tentang kebenciannya pada zaffran tapi sudah menyangkut perusahaan juga


"Apa jangan-jangan dia seperti ini gara-gara...." Adila menundukkan wajahnya sambil ketakutan, zaffran memeluknya erat


"Ada apa Adila? apa pernah terjadi sesuatu?" zaffran memastikan nya dengan menatap Adila dalam dalam


Adila menceritakan pada saat ia bertemu dengan revlan setelah revlan kembali dari Kalimantan lebih tepatnya saat proses perceraian Adila dan zaffran gagal, ia menjelaskan bahwa revlan seperti kecewa sekali mendengarnya tapi bagaimana lagi Adila harus tetap memberitahu revlan juga bukan.


Tak lupa Adila juga memberitahukan informasi yang ia dapatkan dari Ghea bahwa revlan sudah mempunyai istri dikalimantan. zaffran pun terkejut saat Adila berkata revlan punya istri karena revlan pun sama saja seperti ia dulu


"Kamu tenang ya, kamu gak perlu mikirin aku, kantor ataupun semua yang terjadi. kamu hanya harus memikirkan kesehatan kamu dan anak kita"


Adila tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


"Tapi aku butuh bantuan kamu, kamu mau?" tanya zaffran menatap adila


__ADS_2