
"Mau kemana dia?" pikir Ghea melihat Deri berjalan ke arah jalan raya dan berdiri mematung tak lama sebuah mobil dan seorang perempuan datang memberikan satu keranjang belanjaan penuh
"Siapa itu?" tanya Ghea masih menatap mobil yang pergi
"Tenang dia bukan pacarku" jawab Deri dengan senyuman menyeringai
"Ayo masuk" ajak Deri sambil menatap Ghea
Ghea hanya mematung melihat wajah Deri "Tenang saja resepsionis aku tak akan melukaimu"
"Masuk saja, aku tunggu diluar" jawab Ghea kembali duduk dikursi
"Aku kan gak tau dapur nya dimana?"
Akhirnya mau tidak mau ghea mengajak Deri masuk "Ini dapur nya, silahkan masak yang enak ya"
"Hei kau mau kemana resepsionis?"
"Kamu kan bilang tadi, kamu yang masak. yaudah aku tunggu di ruang tamu" Ghea pergi meninggalkan deri seorang didapur
"Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu padaku, awas saja kau resepsionis tak lama pun kau akan meminta ku untuk menjadi pacarmu..." ucap pelan deri sambil tersenyum lebar
Deri pun mulai memasak dari masak nasi memasak sayur sop baso dan ayam goreng, sebenarnya deri bukan lah anak yang manja dari awal ia lulus kuliah dia sudah memutuskan keluar dari rumah untuk lebih mandiri, makanya Deri banyak mendapat pengalaman.
Setelah sekitar satu jam deri membawa beberapa piring Ghea yang duduk dimeja makan sedikit melirik ke arah Deri yang sibuk menyusun makanan di meja
"Resepsionis cantik, bisa tidak membantu ku?" tanya Deri dengan wajah kesalnya
"Tidak mau! kau kan sudah meminjam dapur ini jadi aku sebaiknya terima beres saja" jawab Ghea ketus
"Baik nya hatimu resepsionis sudah meminjamkan ku dapur, betapa jahatnya aku hanya memasak untuk mu dan membeli bahan nya dengan uangku dan aku harus menyuruhmu membantu ku ... " gerutu Deri sambil bolak balik ke dapur membuat Ghea tertawa pelan
"Apa ini enak?" tanya Ghea menyendok sop baso
"Enak, coba saja cepat"
"Kenapa aku harus mencobanya duluan? jangan-jangan kau meracuni ku ya!!!"
"Benar-benar tak tau terimakasih" ucap ketus Deri dan mengambil makanan nya
"Apakah kau tidak mau makan?" tanya deri sambil mengunyah
Akhirnya Ghea pun ikut makan karena ia juga sudah sangat lapar dan tak mungkin juga Deri meracuni dirinya
"Apakah enak?" tanya Deri setelah Ghea mamasukan makanannya kedalam mulut
"Biasa saja" jawab ghea cuek
"Apa benar rasanya biasa saja? padahal biasanya ini enak menurut yang lain?" pikir Deri dalam hatinya
"Akhh enak sekali tak kusangka dia jago masak" gumam Ghea dalam hatinya
__ADS_1
Setelah makanan selesai Ghea dibantu Deri pun membersihkan meja makan, walaupun saling diam dan cuek.
"Aku mau pulang dulu, nanti malam aku kesini" ucap Deri mengambil handphone nya yang tergeletak di meja
"Jangan" jawab Ghea cepat
"Pokonya kau siap-siap saja dandan yang cantik aku akan mengajak mu makan nasi goreng" ucap Deri tersenyum lebar dan pergi
"Apa-apaan sih dia ini benar-benar seenaknya, pokonya aku tak mau" ketus Ghea masuk kedalam kamar
..........
Rumah zaffran Aliyad.
"Seperti nya nanti kita harus pindah ya" ucap zaffran dimeja makan pada Adila
"Pindah?"
"Iya aku takut anak kita nanti tak leluasa berlari jika ingin bermain"
"Ha? bermain? dia bahkan baru beberapa Minggu mas" jawab Adila
"Ya mulai dari sekarang aku akan mencari rumah yang lebih besar"
"Terserah saja lah" jawab Adila yang tak mau berdebat
"Bi apa makanan nya sudah siap?" tanya zaffran memegangi perutnya
"Ahh sudah lama sekali aku tak makan kari ayam" ucap zaffran dengan segera melahap kari ayam buatan bibi
"Ini nyonya minum air putih dulu sebelum makan" ucap bibi menyodorkan segelas air
Adila mengambil piring dan menaruh nasi serta ayam goreng
"Sayang jangan" ucap zaffran memegangi tangan Adila
"Kenapa?" tanya Adila bingung
"Apakah kau tidak melihat minyak nya banyak sekali aku tak mau anakku memakan minyak, makanlah telur dan sop ayam ini"
"Hmmm" Adila pun memakannya dengan lahap karena ia pun lapar
"Besok aku akan menyediakan chef untuk ibu hamil supaya kamu makan nya tak sembarang Ngan tenang saja ya sayang" ucap zaffran masih dengan melahap makanan nya
"Tak usah repot-repot kan bibi ada" jawab Adila yang tau bahwa malah akan mempersulit dirinya
"Apapun untuk anakku sayang, tenang saja" jawab zaffran tersenyum
"Sayang nanti setelah makan kita ke rumah mamah ya kita beritahu kejutan ini"
"Apakah tidak sekalian memberitahu papah?" tanya Adila
__ADS_1
"Aku akan menyuruh papah pulang" jawab santai zaffran
"Gak usah, untuk apa? malam hari saja mas"
"Tidak tidak, sebisa mungkin aku tak akan mengajak mu keluar malam hari aku tak mau anakku ini kedinginan"
"Kenapa aku merasa aku seperti anak kecil" gerutu Adila
"Aku mau ke depan ya mas ke rumah Ghea" ucap Adila bangun dari kursinya
"Yaampun sayang duduklah dulu, kau baru saja selesai makan biarkan anak kita mengunyah dulu" ucap zaffran mengelus perut Adila
"Mengunyah? apa dia mengunyah?" ucap Adila bingung
Zaffran terus mengelus perut Adila yang masih rata dan memeluknya pelan sedangkan Adila memangku wajah nya dengan kedua tangan sambil membuang nafas nya berhamburan
"Apa sudah selesai mas ia mengunyah?" tanya Adila kesal
"Mana aku tau" jawab zaffran
"Ha? ya sudah lah aku mau ke rumah Ghea" ucap Adila berdiri
"Biar aku antar" ucap zaffran berlari ke atas untum mengambilnya kunci mobil dan berganti pakaian namun Adila sudah tak ada diruang makan lagi
Zaffran pun mencari Adila ke kamar mandi bawah ia celingak-celinguk mencari keberadaan Adila "Sayang...sayang" namun tak ada jawaban
Tak lama zaffran keluar rumah dan berdiri cukup lama menengok kanan kirinya ia pun akhirnya menggupaikan tangannya menyuruh satpam mendekat ke arah nya
"Ada apa tuan?" tanya satpam itu sambil berlari
"Apa kamu melihat Adila?" tanya zaffran
"Baru beberapa menit saja nyonya keluar dengan mobil nya" jawab satpam itu membukukan diri
"Apa? kenapa dia pergi sendiri, dan kamu kenapa tak mencegahnya?" teriak zaffran menunjuk satpam itu
"Maaf tuan"
"Adila itu sedang hamil, lain kali kalau nyonya pergi sendiri jangan biarkan dia keluar dari rumah ini. kamu tau nyonya kemana?"
"Tidak tau tuan"
"Sudah sana" seru zaffran "Mana aku tak tau rumah Ghea dimana? apa dia jadi mengontrak rumah di perumahan sini?" gumam zaffran panik
"Aku harus mencari nya tapi kemana?" pikir zaffran sambil bolak-balik masuk keluar kedalam rumah
"Akh Adila dia benar-benar membuat ku pusing" ucap zaffran yang melihat handphone nya ada pesan datang dari Adila
"MAS AKU PERGI SENDIRI AJA, JANGAN KHAWATIR. AKU HANYA KE RUMAH GHEA"
Zaffran berusaha meneleponnya namun Adila sengaja mematikan handphone nya
__ADS_1