Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Papah setuju


__ADS_3

"Maafkan papah Adila, papah malu sama kamu. zaffran penuhi permintaan Adila sekarang!!!" ucap papah memandang marah zaffran


"Tapi pah!!!" tolak zaffran memohon


"Berani berbuat berani bertanggung jawab"


"Tapi pahh zaffran ..."


"Zaffran!!!!" teriak papah


"Pahh" mamah bangun dan mengelus pundak kiri papah


"Biarin mah, anak ini sudah besar bukan anak kecil lagi. selagi kamu tidak bisa merubah semuanya fasilitas papah cabut termasuk kantor kamu papah ambil alih. sekarang talak Adila" ucap papah menarik tangan mamah keluar


"Pah..." zaffran keluar mengejar mamah dan papah nya


Kini Adila menghela nafasnya


"Lega?" tanya revlan duduk dikursi disampingnya


"Lumayan" jawab Adila tersenyum


Tak lama zaffran masuk lagi dengan kesalnya


"Adila..." dia menekuk lututnya dan memegang tangan Adila


Adila hanya diam memalingkan wajahnya terus menghadap ke revlan


"Aku minta maaf, aku janji dan ini janji yang terakhir aku gak akan pernah lagi maen perempuan mabuk atau apapun apa itu..." zaffran sedikit terisak


"Apa kamu menangis?" tanya Adila menoleh ke zaffran karena tangan nya basah


"Hhek hek Adila maafkan aku, aku bahkan gak sadar karena dipengaruhi minuman waktu itu, aku tadinya mau bicara sama kamu tapi ada mamah dan setelah itu kamu bilang kalau kamu hamil....hekk hekk" zaffran terus menundukkan kepalanya di tangan Adila sambil menangis


"Apa dia benar?" Gumam Adila dalam hatinya


"Tapi bagaimana pun aku harus tegas jangan terus mau dibodohi, dia selalu minta maaf dan mengakui kesalahannya tapi jarang menggunakan hati" gumam lagi Adila dalam hatinya


"Sudahlah, hapus air matamu" Adila menarik lengannya


Zaffran mendangahkan wajahnya yang terlihat sudah basah oleh air matanya, entah asli atau palsu


"Aku yakin dia seperti ini karena papah mengambil semua yang dia miliki" pikir Adila dengan mengehela nafas nya


"Revlan apa aku bisa minta tolong lagi?" tanya Adila pada revlan yang melipat kedua tangannya di dada sambil menatap zaffran "Iya bisa Adila" ia menengok ke arah Adila


"Tolong pergi ke ruangan dokter, tanya apakah aku bisa pulang secepat mungkin dan kapan" ucap Adila


"Apa aku bisa meninggalkan kamu dengan si breng*** ini?" tanya revlan mengerutkan keningnya


Zaffran mengelap air matanya dan merapihkan pakaiannya "Kenapa kau tidak bisa, aku ini masih suaminya" jawab zaffran tak terima dengan revlan

__ADS_1


"Masih? berarti akan berhenti jadi suami Adila?" tanya revlan menyeringai


"Kau ini bajing** sekali" teriak zaffran menunjuk revlan


Revlan bangun dan Adila menarik lengan revlan "Sudah cukup kekerasan nya Adila mau pulang segera"


Revlan Menghela nafas panjang "hhhhh baiklah" ia pun berjalan keluar dengan wajah datar namun perasaan yang begitu senang "Aku tidak pernah menyangka bahwa hari yang ku tunggu-tunggu terjadi, padahal itu hanyalah candaan tapi kenapa jadi kenyataan semoga saja ini rencana terbaik dari yang diatas" gumam revlan dalam hatinya sambil menuju ruangan dokter


.....


"Adila kenapa kamu minta tolong dia? sedang kan aku ada?" tanya zaffran menatap Adila


"Minta tolong kamu? apa bisa dipercaya?" tanya Adila mengerutkan keningnya


"Maksud kamu?" tanya zaffran bingung


"Aku selalu minta berubah aja kamu gak bisa. apalagi dimintain yang lain"


"Berubah itu buka hal yang gampang!!"


"Iya bukan gampang, makanya aku sabar nungguin kamu berubah zaffran"


"Sabar? sekarang aja kamu minta cerai? apa kamu masih bisa bilang kamu sabar?"


"Dulu aku sabar, sekarang aku gak sabar. aku muak dengan semuanya"


"Kamu sebagai istri harusnya gak usah bicara dengan nada tinggi" ucap zaffran mengangkat dagu Adila


"Aku berhak karena aku seorang imam, seorang suami" jawab zaffran dengan sombongnya


"Aku tidak mau berdebat" ucap Adila memalingkan wajahnya


"Krek..."


Revlan masuk dengan tangan dikantong dan menghampiri Adila


"Udah?" tanya Adila


"Udah" jawab revlan


"Kapan aku bisa pulang?" tanya Adila bersembunyi


"Kamu bisa rawat jalan" jawab revlan


"Akh senangnya, ayo panggil suster buka infus ini" tunjuk Adila pada infusan nya


"Bukan sekarang Adila tapi besok" ucap revlan memegang tangan Adila


"Lepaskan!!!" zaffran menarik tangan revlan agar menjauhi tangan nya dengan tangan Adila


"Okeh..okeh maaf" jawab zaffran duduk di kursi nya

__ADS_1


"Buat apa kamu malah duduk pergilah" teriak zaffran pada revlan


"Kamu saja yang pergi" seru revlan


"Kurang ajar sekali bocah ini" gumam zaffran dalam hatinya


Mau tidak mau ia ikut duduk disamping Adila . kini suasana nampak seperti sedang olimpiade tatap tatapan . zaffran yang menatap revlan tajam dan revlan juga menatap zaffran tajam sedangkan Adila hanya terbaring kaku menonton mereka berdua.


.......


Ghea sudah mulai bekerja sekarang sudah pukul sebelas lewat karena ia ingin segera menjenguk Adila sahabat ia langsung pergi ke ruangan manajer untuk minta izin


"Pak" panggil Ghea pada manager itu yang hendak keluar


"Ada apa?" tanya manager galak itu


"Saya mau izin" ucap Ghea membungkuk kan diri


"Izin? izin kemana lagi kemarin kamu habis izin!! sekarang kamu izin!!! kalau kamu bosan berenti saja" teriak manager itu


"Pak Adila istri pak zaffran sedang sakit, saya sebagai teman harus menengoknya" jawab Ghea masih dengan nada lembut nya


"Saya tau pak Ari Aliyad itu adalah keluarga ternama bahkan dia pernah memperkenalkan restoran ini ke rekan bisnis nya dan tak ayal jadi ramai tapi dia tidak menggajih mu jadi berhentilah ikut campur keluarga itu"


"Ikut campur sudah jelas-jelas aku bilang mau menengok saja. aku khawatir revlan bekerja dan zaffran juga sibuk akhirnya tak ada yang menjaga Adila" gumam Ghea dalam hatinya


Tak lama ide cemerlang muncul di otaknya ia langsung mengeluarkan handphone disakunya "Haduh maaf pak" ucap ghea dengan keras yang membuat manager yang hendak melangkah itu menghentikan langkahnya


"Ghea gak diizinin pergi sama atasan ghea, Ini loh pak Ari dibekasi restoran...."


"Ehh Ghea Ghea" manager itu merampas handphone Ghea dengan secepat kilat Ghea mengambil nya lagi dan pura-pura mematikan telepon padahal ia sama sekali tak menjawab telepon


"Kenapa sih pak, pak Ari lagi nanya Ghea" ucap ghea


"Loh Ghea siapa bilang saya larang kamu izin" ucap manager itu dengan senyum terpaksa nya terlihat jelas sekali


"Berarti Ghea diizinin?" tanya Ghea


"Tentu saja, dia kan sahabat kamu" jawab manager itu


"Yasudah permisi pak" ucap ghea berlari dengan kencang


"Breng*** kamu Ghea, membuat saya tak ada pilihan" ucap pelan manager itu


Ghea naik ojek agar lebih cepat sampai di rumah sakit


......


"Nesa makan siang nabati bareng yah" ucap salah seorang pegawai


"Gak bisa aku mau ada perlu" tolak nesa

__ADS_1


__ADS_2