Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Ghea pulang


__ADS_3

Adila berjalan lesu ke ruangan zaffran


"Dia marah saat aku pergi sama revlan dia cemburu atau hanya dia malu istri nya jalan dengan seorang lelaki lain?" gumam Adila sambil terus naik tangga


Ia tidak masuk ia hanya mengintip saja ingin memastikan bahwa suaminya baik-baik saja


"Pipi nya benar-benar berdarah"


Adila turun dari ruangan zaffran berjalan ke ruangan TU memastikan bahwa perempuan yang dia lihat di cctv benar-benar pegawai TU


"Krek....


Semua karyawan melihat nya


Adila hanya berdiri didekat pintu sambil mencari-cari orang


"Gak ada" gumam Adila


"Ada apa bu?" tanya salah seorang yang bingung melihat istri bos nya datang celingukan


Adila Menggeleng


Tak lama "Krek.... pintu terbuka


Seorang perempuan memegang cangkir teh berjalan masuk


"Permisi Bu" iya menunduk kan kepalanya


"Itu..." pikir Adila


"Kamu....!!!!" perempuan tadi menengok adila


"Saya Bu?" tunjuk ia pada dadanya yang bingung


"Ikut saya" Adila keluar dengan kasar


Perempuan itu hanya mengikuti istri bosnya itu


"Tak...tak... suara langkah kaki Adila dan perempuan itu naik ke atas


"Bruk...." Adila membuka pintu dengan keras


Zaffran tersentak kaget


"Adila..." zaffran bangun dan manarik tangan Adila ke dekat kursinya


"Kamu dua hari ini pergi sama...."


"Udah...udah...aku gak pengen bahas yang lain, aku mau kamu pecat dia sekarang" Adila memotong ucapan zaffran


"Pecat Bu?" kata perempuan itu bingung


"Apa pecat Aliya? dia gak berbuat apapun mana mungkin aku pecat dia tidak pake alasan?" tolat zaffran dengan permintaan Adila


"Apa perlu seorang istri pimpinan perusahaan punya alasan untuk memecat seorang pegawai yang sering bermesraan dengan suaminya sendiri" kata Adila menatap tajam wajah zaffran dan Aliya


Aliya kini menundukkan kepalanya


"Tapi...Bu....saya tidak pernah bermesraan dengan pak zaffran" bela Aliya


"Tapi saya sudah melihat rekaman cctv ruangan ini, apa rekaman cctv nya harus saya kasih liat juga pada semua pegawai ya takutnya mata saya salah" kata Adila menatap tajam Aliya


"Kamu dapat dari mana rekaman cctv gak usah bohong gak ada yang aneh kok disana" kata zaffran santai


"Kamu pasti belum lihat cctv lagi ya mas?" kata Adila santai pada zaffran


"Deg...


"Iya, setelah dia bertemu Aliya memang ia belum ke ruangan cctv lagi...sial" maki ia dalam hati

__ADS_1


"Kamu saya pecat, keluar!!!" teriak zaffran


Perempuan itu keluar dengan santai tanpa rasa bersalah


Adila pergi berjalan keluar namun zaffran mencengkeram erat tangan Adila "Jawab aku"


"Jawab apa?" Adila memalingkan wajahnya


"Kenapa kamu dua hari ini pergi sama revlan?" tanya zaffran dengan nada meninggi


"Sotau" santai Adila


"Satpam bilang kamu pergi sama revlan, dan tadi pagi revlan sendiri yang bilang dia tau kamu aku tampar dari mulut kamu sendiri" kata zaffran memegang dagu Adila


Adila menepis tangan zaffran dengan kasar "Dia bertanya ya aku jawab"


"Oke...fine.... Sekarang yang aku tanya kemana kamu sama dia?"


"Ada urusan" jawab Adila santai


"Urusan? urusan apa kamu sama si breng*** itu?" tanya zaffran makin marah


Adila mendorong tubuh zaffran dan lepaslah tangan zaffran dari tangannya


Adila dengan berlari keluar dari kantor zaffran


"Adila...Adila..." teriak zaffran namun Adila tetap berlari keluar dan pergi menggunakan taksi


"Revlan" pikir Adila dengan cepat


Adila membuka handphone dan me WhatsApp revlan


"Aku denger kamu ribut ya sama zaffran? kenapa? terus kamu gapapa?"


AKU GAK PAPA KOK, TAPI AKU GAK BISA NGANTER KAMU KE RUMAH SAKIT


Jawab revlan dengan cepat sambil meringis kesakitan, hidungnya sedang di obati oleh dokter pribadi nya


jawab Adila yang hanya di baca oleh revlan


Setelah hampir dua jam ia baru sampai rumah sakit


"Sial macet segala" maki Adila sambil berjalan ke ruangan Ghea


Adila datang pada Ghea Dengan tersenyum "cie yang udah bisa pulang"


"Nanti mampir tempat makan ya" kata ghea pada Adila


"Iya sayang, aku ke bagian administrasi dulu ya"


"Maaf ya gara-gara aku kamu harus keluar uang banyak"


"Apa sih ghe..." kata Adila tersenyum pada Ghea


Adila berjalan ke bagian administrasi dan membayar semua tagihan kamar Ghea


"Sus tolong rapikan kamar Ghea yyang


a" kata Adila pada salah satu suster


"Baik Bu, mari" kata ia menjawab


Mereka berdua menuju ruangan Ghea


suster itu melepaskan selang infusan yang ada di Ghea


Adila membantu merapihkan kamar


Setelah sekitar lima menit Ghea selesai

__ADS_1


Adila dan Ghea berjalan pelan keluar rumah sakit


"Revlan" Adila kaget melihat revlan ada di dalam mobil hitam bmw dengan kaca terbuka dan melongo keluar kaca


Adila dan ghea menghampiri nya


"Bruk..." Adila terjatuh ke pintu dengan badan yang lemas ia memegang kepalanya


Ghea dan revlan panik sambil memegang bahu nya


"Kamu kenapa?" tanya Ghea


"Gapapa aku cuma pusing" jawab Adila


"Kita periksa dulu mumpung dirumah sakit" ajak revlan


"Enggak ah, ayo anterin Ghea pulang" kata Adila berusaha berdiri tegak


"Ayo, naik" ajak revlan


Adila dan Ghea masuk ke mobil revlan


"Tau dari mana ghea mau pulang sampe bawa mobil muat untuk ber tiga?" tanya Adila


"Mobil yang rongsokan rusak makanya pake ini" celetuk revlan padahal ia tau karena pemilik asli rumah sakit dibekasi ini tidak lain adalah orang tuanya


Dengan mudah ia mendapat kan informasi


"Katanya tadi gapapa berantem sama mas zaffran Sekarang hidung kamu di perban" kata Adila menatap tajam revlan


"Kena pukul sedikit" jawab revlan santai


"Kalian itu sebenernya ada hubungan apa si?" tanya Ghea


"Gak ada, kita cuma temen dan revlan itu temen curhat aku juga karena dia tau mas zaffran kaya gimana" kata adila menjelaskan


Membuat revlan menghela nafas panjang "Hhhhhhhhhh"


"Makan ayo aku laper" ajak Ghea


"Ayo aku juga pengen makan" saut Adila


Revlan hanya menuruti dua perempuan yang ada di mobilnya itu


Mereka berhenti di tempat makan persimpangan jalan dekat kontrakan Ghea karena Ghea usul disana saja


"Mau makan apa?" tanya Ghea pada kedua nya


"Aku ayam aja" jawab Adila


"Sama" saut revlan


"Minumnya?"


"Es teh manis biar seger" jawab Adila


"Sama" saut lagi revlan


Ghea menatap tajam pada revlan, revlan hanya menggaruk-garuk kepalanya


"Bu nasi pake ayam dua satu lagi pake ikan kembung sama es teh manis tiga"


"Aku yang terakhir ya" kata Ghea duduk dekat mereka


"Ada apa neraktir segala?" tanya revlan


"Karena kamu sama Adila udah bantu aku banyak, pokonya jangan nolak deh" jawab Ghea


Tak lama makanan nya datang mereka makan dengan lahap

__ADS_1


Setelah selesai revlan dan adila mengantarkan Ghea ke kontrakan dan pulang


Adila di antar oleh revlan


__ADS_2