
Revlan dengan santai menelepon Adila dimeja kerjanya padahal Deri sedang duduk didepan komputer nya
"Hallo"
"HALLO VAN, ADA APA PAGI-PAGI GINI?" Tanya Adila
"Aku mau nebus janji kemarin lah"
"JANJI? JANJI APA?"
"Janji untuk kita bertemu lah, kemarin di mall. bagaimana hari ini bisa? terserah dimana saja atau aku jemput di apartemen saja?" tanya revlan penuh dengan senyuman
"AKU UDAH GAK DI APARTEMEN, AKU DI RUMAH SEKARANG"
"Oh kamu sudah di rumah, yasudah aku jemput langsung ke rumah bagaimana?"
"HM KETEMU DI....DI PINGGIR JALAN RAYA BAGAIMANA DEKAT SUPERMARKET?"
"Kenapa disitu? makan aja mending"
"AKU GAK BISA PERGI LAMA-LAMA"
"Yasudah aku mengikuti saja, jam dua belas nanti ya"
"OKE"
Revlan menutup teleponnya dan kembali bekerja dengan senyuman lebar. membuat deri menerka-nerka
"Wah dia benar-benar tidak lagi main-main dibelakang ku, apa dia tidak takut aku melaporkan nya pada kak Sisil" gumam Deri
Setelah jam dua belas berlangsung Adila yang sudah siap dengan pakaian berwarna abu dan rok selutut nya makin terlihat cantik dengan tas hitam yang berada di bahunya
"Pak saya mau pergi, tolong bawa mobil kesini ya" ucap Adila pada seorang supir yang tengah duduk di dekat garasi. dengan siaga ia mengeluarkan mobil itu dan Adila berjalan pergi ia mengirimkan pesan pada revlan
"Aku sudah disini"
Karena memang jarak yang cukup dekat tak butuh waktu lama untuk sampai, Adila sengaja memakai mobil sekalian pergi ke kantor suaminya
Revlan yang sudah tak sabar bertemu pujaan hatinya sangat lah terlihat bahagia apalagi saat ia membaca pesan dari Adila
"Deri, aku mau pergi makan siang diluar" ucap revlan mengancingkan jas nya yang tadi sempat dilepas
"Kemana?" tanya Deri bangun hendak bersiap untuk ikut
"Kamu jangan ikut bye" revlan lari kecil sambil terus menunjukkan giginya menuruni tangga
Deri tetap mengejarnya "Aku Bagaimana?" teriak Deri pada revlan yang sudah melaju dengan mobilnya
__ADS_1
Dengan sigap Deri menelepon Ghea dengan ide gilanya
"HALLO, INI SIAPA?" Tanya Ghea cepat saat menerima telepon
"Aku deri, ingat?"
"Deri..... mungkin salah sambung. maaf ya"
"Ehhh tunggu" ucap Deri saat Ghea yang seperti nya akan mematikan teleponnya "Aku yang dulu ngasih kartu nama, yang ketemu di mall. inget?"
Setelah beberapa detik Ghea baru menjawab "ADA APA?"
"Aku mau bertemu bisa?"
"UNTUK?"
"Heh, tinggal jawab ya saja sangat bertele-tele perempuan ini" ucap geram Deri dengan menjauhkan handphonenya
"IYA AKU BISA, TAPI KARENA APA DULU AKU HARUS BERTEMU DENGAN MU?" Tanya Ghea pada Deri yang mendengar suara gerutu Deri diujung telepon
"Haha aku hanya bercanda" jawab Deri gugup "Aku ingin bertemu dirimu karena revlan kecelakaan"
"APA? DIMANA? KOK BISA?" Tanya Ghea panik
"Tenang-tenang, maka dari itu aku ingin mengajak mu bertemu di... di....jalan permai ya"
"JALAN PERMAI? KENAPA DISITU? APA BELUM DIBAWA KE RUMAH SAKIT?"
"AKU KESANA SEKARANG" Jawab Ghea dan mematikan teleponnya
Ghea yang sedang makan siang dengan bekal nya dimeja karena tidak pergi makan diluar segera menutup makan siangnya yang baru saja beberapa suap dan bersiap pergi
"Tapi kenapa revlan malah memanggil namaku, kenapa bukan Adila?" pikir Ghea sambil berjalan pelan
"Apa aku harus pergi sendiri ini? mana nesa pergi ntah makan dimana bersama karyawan yang lain, uangku tinggal segini?" Ghea melebarkan dua uang seratus ribu an
"Tapi aku tak boleh pelit begini apalagi untuk teman, revlan pun kebaikan nya tak bisa dihitung jika hanya ongkos untuk ke rumah sakit" ucap Ghea yang yakin dan melambaikan tangan menghentikan sebuah taksi
"Ke jalan permai pak" ucap Ghea pada bapak supir
Deri yang sedang berdiri melipatkan kedua tangannya menggerutu karena Ghea tak kunjung datang apalagi jalan permai yang hanya sedikit dilalu lalangi itu membuat Deri jadi bosan menunggu disamping ruko sembako sambil menyenderkan tubuhnya
Tak lama Ghea datang dengan sebuah taksi yang tak lepas dari pandangan Ghea, Ghea terlihat berdiri celingak-celinguk
"Bagus kalau begini, revlan tak akan bertemu dia aku akan membuat nya pusing beberapa menit. jika nanti revlan datang dengan marah berarti benar dia gagal bertemu resepsionis ini" ucap Deri yang terus menatap tajam pada Ghea yang tengah bertanya pada seseorang yang berada dipinggir jalan
"Pak apa tadi ada kecelakaan disini?" tanya Ghea sopan
__ADS_1
"Tidak ada" jawab bapak itu bingung
"Hhhhhhhh"Ghea mengeluarkan nafasnya tak beraturan
"Apa aku dikerjai?" tak lama ghea menelepon Deri
"Hallo"
"HMM"
"Kenapa kau hanya menjawab Hem...apa kah main-main denganku" jawab Ghea dengan kesal
"HARUSNYA AKU YANG MARAH-MARAH PADAMU, KENAPA KAMU BELUM JUGA DATANG?"
"ini aku sudah dijalan permai, dimana kau?"
"AKU DIJALAN PERMAI RESEPSIONIS" Jawab Deri meninggikan suaranya
"Aku punya nama" ucap ghe dengan jutek
"OH YA? SIAPA NAMAMU RESEPSIONIS JUDES...?" ucap Deri yang memancing agar ia berlama lama di situ
"Tak usah banyak omong, dimana kau?"
"DI PINGGIR JALAN"
Ghea berjalan menyusuri jalan permai sambil terus menaruh telepon nya ditelinga
"Aku sudah berjalan lumayan jauh tapi tak ada orang yang berdiri dipinggir jalan" Teriak Ghea diujung telepon
Membuat Deri cekikikan. Deri sengaja sekarang duduk membelakangi jalan karena memang ia dan Ghea berada disebelah jalan yang berbeda dengan telepon yang di louspek dan digenggam didepan dadanya, karena terlalu mencurigakan kalau ia melihat seseorang duduk dengan menaruh telepon nya di telinga apalagi Ghea dengan bebas melihat ke arah Deri yang tidak disadarinya
"Kau pakai baju apa sih?" tanya lagi ghea
"BAJU WARNA KUNING" Jawab Deri yang tentu saja berbohong
Ghea terus mempelotototi jalanan yang tak ada seseorang memakai baju kuning, ada beberapa yang lewat tapi dalam angkot atau dimotor ada juga seorang perempuan
"Sudahlah lebih baik kau yang menghampiri ku saja"
"KAU MEMANYA DIMANA?"
"apa maksudmu bertanya aku dimana jelas jelas aku dijalan permai , awas saja jika kau membohongi ku"
Tak lama Deri mematikan teleponnya setelah melihat ia sudah mengerjai perempuan itu sekitar lima belas menit
Ghea yang awalnya masih sedikit sabar menunggu tak lama pergi dengan sebuah taksi. Deri yang sekarang berbalik badan dan berjalan ke arah jalan menatap taksi yang ditaiki Ghea tertawa puas dengan melambaikan tangan menghentikan taksi yang berjalan untuk kembali ke kantor
__ADS_1
.........
"Adila maaf menunggu lama" ucap revlan turun dari mobil dan menghampiri Adila yang menyender diluar pintu kemudi