
Adila mengetuk pintu rumah Ghea yang sama sekali tak ada sautan, sudah seperti rumah kosong saja.
Adila terus berteriak sambil menggedor-gedor pintu depan, sampai Beberapa orang yang berjalan didepan rumah Ghea menatap Adila.
Setelah beberapa menit kemudian Ghea keluar dengan pakaian pendek nya "Ada apa sih?" tanya Ghea dengan muka mengantuk
"Pantas saja lama, kau tidur ternyata" jawab adila sambil menyelonong masuk kedalam rumah
"Tumben kesini?" tanya Ghea mengikuti Adila yang menuju kamar
"Aku bosan dirumah" jawab Adila ketus
"Kenapa? ribut lagi sama zaffran?"
"Oh iya aku belum ngasih tau kamu.....sini" Adila mengarahkan tangan Ghea ke perut datar nya dengan senyuman lebar menunjukkan giginya yang rapih
"Kenapa?" tanya Ghea bingung sambil mengusap wajahnya dengan satu tangan nya lagi
"Ihh aku hamil!!!!!!" jawab Adila sambil berkacak pinggang
"Ah benarkan?" Ghea mengusap perut Adila dengan lembut "Wah tak ku sangka kau bisa secepat ini diberi baby lagi"
"Alhamdulillah" jawab Adila duduk disamping Ghea dan memeluknya
"Jaga baik-baik dan kau jangan sering keluyuran sendirian" ucap Ghea menunjuk hidung Adila
Adila yang merasa Ghea dan zaffran sama saja menunjukkan wajah kesalnya dan berbaring ditempat tidur Ghea
"Hiks dasar" Ghea pun menutup pintu dan melanjutkan tidurnya begitu pun Adila ia yang awalnya hanya berbaring namun ikut-ikutan ketiduran
........
"Iyah pah?" tanya zaffran dari ujung telepon
"KATA MAMAH, PAPAH SURUH PULANG. ADA APA?"
"Jangan pah tak jadi lain kali saja zaffran bilang" jawab zaffran sambil terus menatap pintu gerbang berharap Adila datang. ia pun mematikan teleponnya
"Yaampun sudah tiga jam dia di rumah Ghea, sedang apa mereka. Ghea pun handphone nya tak aktif!! benar-benar sahabat karib" gerutu zaffran sambil terus makan brownies kukus buatan bibi
"Triling"
__ADS_1
Dengan segera zaffran membuka pesan karena pikirannya pasti Adila yang mengirimkan namun setelah dibuka pesan itu datang dari Aldi
"Aldi? ada apa dia menghubungiku? sudah lama sekali" ucap zaffran sambil membuka isi pesan
"ZAFFRAN AKU BUTUH BANTUAN MU, BISA KE RUMAH KU?"
Zaffran mematung membaca pesan bukan karena kaget tentang isi pesan Aldi tapi ia merasa bingung apakah Aldi mau meminta uang karena dulu dia pernah membantu nya
•Flashback
Zaffran yang terdiam menatap kosong di restoran cepat saji sambil menatap kesal ke bayangan wajah revlan karena berani-beraninya mengambil situasi untuk mendekati Adila saat Adila terpuruk atas kehilangan anak yang dikandungnya dan juga atas kekecewaan Adila pada zaffran saat tau zaffran tidur bersama aliya
Zaffran mengepalkan tangannya sambil berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil tak lama dua pasang mata Zaffran menyoroti perempuan berbaju merah pendek yang sedang berdiri dipinggir jalan rumah sakit yang dilewati zaffran dekat restoran itu
"Aliya" ucap zaffran membuka kaca mobilnya, Aliya dengan segera memegang erat tangan zaffran yang masih memegang stir sambil terus meneteskan air matanya
"Lepaskan!!!!" ucap zaffran mendorong tubuh Aliya, zaffran pun turun dari mobil dengan wajah murkanya
"Gara-gara kau dan Aldi breng*** itu Adila meminta aku menceraikan nya apa kau puas?" teriak zaffran menatap Aliya yang masih tersungkur tanpa menggubris pernyataan zaffran Aliya segera menggenggam kaki zaffran dengan erat "Aku minta maaf zaffran, aku akan lakukan apapun agar kau memaafkan aku dan Aldi aku mohon"
"Jangan menyentuh ku!!!" zaffran menghentakkan kakinya
"Aku mohon zaffran bantu aku, uang ku sudah tak ada lagi karena selalu dipakai untuk bersenang senang terlebih Aldi selalu meminta uang untuk keperluan restoran dan lainnya, aku mohon zaffran aku tak tau harus kepada siapa aku memohon" Aliya terus memeluk kaki zaffran sambil menangis
"Iya zaffran Aldi terluka cukup parah dan tangannya mengalami robekan aku mohon bantu aku zaffran"
"Baiklah" jawab zaffran yang membuat Aliya bangun dan tersenyum
"Setelah Aldi sembuh datang lah mencari ku dan Adila dan bilang kalau kau tak pernah tidur dengan ku, terserah kau mau berbohong seperti apa yang jelas itu urusan mu!!!" ucap zaffran yang masuk kedalam mobil
"Ini" zaffran melempar sebuah amplop coklat yang penuh isinya adalah uang
"Terimakasih zaffran , iya aku akan mendatangi mu" jawab Aliya yang kemudian berlari masuk kedalam rumah sakit
•Flashback off
Zaffran turun dari mobil didepan rumah Aldi namun rumahnya nampak sepi seperti tak ada orang, zaffran pun berjalan ke arah pintu terdengar seorang lelaki dan perempuan yang tengah mengobrol di pinggir rumah
"Apakah kamu yakin dia akan membantu kita?" tanya Aliya menatap wajah Aldi kini perutnya sudah membesar
"Semoga saja"
__ADS_1
"Aku merasa bersalah juga kita telah membohongi nya padahal aku tak pernah tidur dengannya" ucap Aliya menundukkan kepalanya
"Yah mau bagaimana lagi, lagian waktu itu aku sangat kesal sekali padanya dia yang menyuruh ku menjual bar dan uangnya untuk ku usaha ,aku sudah sangat senang dan menyiapkan bisnis restoran tapi dengan gampang ia bilang tak jadi menjualnya. lagian kan kita juga sudah bayar himpas dengan janji mu, kita datang dan menyelamatkan rumah tangan nya dan Adila"
"Memang Adila waktu itu memaafkannya?"
"Pasti nya , karena kalau tidak dia mungkin sudah menyuruh anak buahnya untuk membunuh kita"
"Aku ...."
"Ehem" zaffran memotong berbincang Aldi dan Aliya dengan berdehem menghampiri mereka membuat Aliya dan Aldi membelalakkan matanya
"Zaffran" ucap aldi dengan mata besarnya
"Apa kamu mendengar semuanya?" tanya Aliya dengan wajah pucat sambil memengang perutnya
"Bagiamana mungkin aku tak mendengar nya, telinga ku kan masih ditempat nya" jawab zaffran sambil melipat kedua tangannya di dada membuat Aldi dan Aliya menundukkan kepalanya
"Wahh perutmu sudah besar, doakan Adila dan anak yang dikandungnya juga supaya tak mengalami hal seperti kemarin" ucap zaffran memegang perut Aliya membuat Aliya dan Aldi kebingungan dan memberikan senyum manis pakasaan nya
"Apa Adila sudah hamil lagi?" tanya Aldi gugup yang dijawab anggukkan oleh zaffran
"Katanya kamu perlu bantuan, apa?" tanya zaffran mengerutkan keningnya
"Aku....aku butuh uang untuk operasi aliya, bayi kita prematur dan operasi nya bulan besok" jawab Aldi dengan menahan kegugupannya
"Berapa yang harus ku keluarkan apa kah seratus juta cukup untuk operasi dan kamu membuat bisnis ?" tanya zaffran mengeluarkan handphone nya "Aku transfer sekarang ya"
"Zaffran" Aldi menatap mata zaffran seolah tak percaya "Apa kau tak marah padaku? apa kau tau membenci ku?"
"Sudahlah!!! aku sekarang sudah ingin melupakan masa-masa bodoh dihidupku, semoga kalian juga seperti itu. aku tak bisa lama-lama aku harus pergi mencari adila" jawab zaffran menepuk pundak Aldi yang dibalas senyuman lebar oleh Aliya dan pelukan hangat dari Aldi
"Kapan-kapan aku kerumah mu membawa bayi ini" ucap Aldi menunjuk perut Aliya yang dijawab acungan jempol oleh zaffran yang berjalan pergi
•
•
•
•
__ADS_1
•
Setiap orang punya watak dan sikap yang berbeda, perubahan yang terjadi pada beberapa orang berhak untuk kita nilai nol. namun masalalu seseorang tak berhak kita jadikan sebagai acuan bahwa dia sama seperti masa lalunya dan tak akan pernah berubah.