
Zaffran turun dari mobil masuk ke kantornya
"Hhhh....awas kamu revlan kalau sampe hari ini juga Adila pergi sama kamu!!??" murka zaffran
Tak lama revlan datang ke kantor zaffran
"Mari pak langsung masuk ke ruangan meeting" ajak Bu rani
Revlan dan satu sekertaris nya mengikuti Bu Rani
"Silahkan duduk pak, mohon maaf saya permisi dulu memanggil pak zaffran"
Bu Rani pergi ke ruangan zaffran
"Permisi pak, pak revlan dan sekretaris nya sudah menunggu di ruang meeting"
"Ayok" kata zaffran berjalan duluan ke tempat meeting disusul dengan Rani
"Krekk...
Revlan berdiri dengan sekretarisnya
Revlan berjabat tangan dengan zaffran
"Senang bertemu dengan anda" kata zaffran membuka pembicaraan
Revlan tersenyum lebar
"Jadi pak, kita sudah memproduksinya secara masal untuk jumlah pengiriman barang" kata revlan menunjukan sebuah kertas
"Saya sudah melihat nya dan besar harapan saya untuk bapak serta para karyawan pabrik juga bisa melebihi kapasitas maksimum yang biasanya" jawab zaffran
"Kami akan terus berusaha untuk mencapai target maksimal yang bapak ajukan ke perusahaan kami" saut revlan
"Baik pak, ini ada penyerahan formulir yang harus bapak isi untuk nanti menyetujui pengiriman barang" kata Bu Rani menyodorkan sebuah kertas dan pulpen yang langsung ditandatangani oleh zaffran dan revlan secara bergantian
"Baik saya rasa cukup meeting kali ini" kata revlan bangun
"Saya pikir juga begitu" jawab zaffran
Zaffran pergi dahulu keluar ruangan dengan revlan dibelakangnya kini mereka ber-empat berdiri didekat pintu keluar
"Saya harap bapak bosan bertemu dengan saya, eh maksud saya saya harap bapak tidak bosan bertemu dengan kaki di perusahaan ini" kata zaffran menjungkirkan bibirnya ke atas
"Saya sangat senang selalu bertemu dan berurusan dengan anda dan dia... dia Bu Rani maksud saya" kata revlan menyeringai
Zaffran mengepal lengannya
"Bruk....." Revlan menghajar tepat dipelipis pipi kiri Zaffran hingga zaffran tersungkur
"Aaaaaaaaaa" teriak para pegawai yang menjauh dari mereka karena kaget dan takut
"Itu untuk pipi Adila yang kamu tampar" kata revaln menunjuk zaffran dengan nafas ter engah-engah
Zaffran bangun mengusap darah di pipinya
Ia menarik kerah revlan
"Tau dimana kamu saya menampar Adila?" tanya zaffran murka
"Saya tau dimana? tau dari istri kamu" bisik revlan ke telinga zaffran
"Bruk....
Revlan tersingkur jatuh dengan hidung yang berdarah
"Aaaaa...." teriak zaffran hendak menginjak revlan
"Pak...pak..." para pegawai memegangi zaffran
Revlan dibantu bangun
"Lepas..." zaffran mendorong mereka yang memeganginya
"Awas aja kalau saya denger lagi anda bertemu Adila"
Tunjuk zaffran murka
"Harusnya saya yang bilang, Awa aja kalau kamu berani menyakiti Adila"
Revlan pergi meninggalkan kantor zaffran
"Kenapa kalian...kerja...saya bukan tontonan" teriak zaffran pada para pegawainya
Mereka membubarkan diri
Zaffran pergi ke ruangannya dengan murka
__ADS_1
Rumah sakit
"Yang benar dok?" tanya Adila tersenyum
"Iya.. hari ini Ghea bisa pulang" jawab dokter
"Ya sudah dok saya permisi"
Adila berlari ke ruangan Ghea
"Ghea...kamu boleh pulang hari ini"
"Ah yang bener?" Ghea tersenyum
"Iya...aku seneng banget" peluk Adila pada Ghea
"Nanti sore pokonya aku anterin kamu pilang" kata Adila
Zaffran duduk di kursinya dengan memegang pelipis pipinya
"Pak.... " Bu Rani masuk membawa kotak obat
Tak lama Nessa masuk
"Bu rani... mau ngobatin pak zaffran ya? biar saya aja" ucap nesa mengambil kotak obat di tangan Bu Rani
"Yasudah saya keluar" Bu Rani pergi keluar
Nesa mendekat ke arah zaffran "Gak papa kan pak saya obatin" kata nesa
Zaffran mengangguk
Nesa membungkuk kan badannya dan mulai mengobati luka zaffran dengan wajah manja yang mulai menjalankan permainan nya
Zaffran menatap nesa
"Sini...sini..." kata zaffran memegang pinggang nesa
Nesa serontak kaget namun ia tak melepaskan tangan zaffran karena ingin tetap membantu Adila
"Ada apa pak?" nesa memegang pundak zaffran
"Kamu kenapa ribut waktu itu sama Adila?" tanya zaffran
"Lagian dia orangnya egois" sinis nesa
"Dia emang egois, udah lah jangan bahas dia" kata zaffran menatap nesa
"Gak usah , kamu datang kesini aja aku udah mau langsung sembuh" kata zaffran menatap wajah nesa menyeringai nakal
"Kalo nafsunya udah kebukti, aku harus goda yang lain...tapi apa?" pikir nesa
"Nesa...kamu pulang sama siapa nanti" zaffran memeluk pinggang nesa
"Mmm... naik mobil mas, oh iya" nesa menarik zaffran dari tubuhnya
"Padahal sengaja" gumam nesa
"Apa?" tanya zaffran
"Aku gak ada uang buat beli bensin, boleh gak aku pinjem?"
"Boleh lah, gak usah diganti" kata zaffran mengeluarkan dompet disakunya dan memberikan uang satu juta
"Muat?" tanya zaffran
"Muat" nesa mengambil nya
"Pak saya mau kerja lagi ya takut ada pegawai masuk"
"Iya bye" kata zaffran
Nesa berlari kecil keluar dari ruangan zaffran
"Demi apapun Aku masih gak percaya kejadian tadi iiii" nesa bergumam sambil bertikah jiji
Siang hari.
"Ghea aku mau pamit ke kantor zaffran dulu ya" kata Adila
"Kamu kesana sendiri?" tanya Ghea
"Iya, aku naik taksi"
"Kenapa gak minta jemput supir"
"Aku gak mau mas zaffran tau"
__ADS_1
"Yaudah ati-ati"
"Iya, aku duluan ya" Adila bangun
"Eh...eh..." ghea memegang tangan Adila
"Kenapa ghe?" tanya Adila bingung
"Kamu keliatan nya pucat banget" jawab Ghea
"Ah..paling karna aku gak make up. udah ah aku pergi dahh" Adila melanggar kakinya keluar
Kantor zaffran.
zaffran sedang menelepon aldi tangan kanannya
"Hallo"
KENAPA BOS
"Malem ini siapin cewek"
IYA
"Uang nya udah Lo balikin kan sama yang kemaren mau beli bar?"
UDAH BOS
"Bagus"
Setelah sekitar satu jam lebih kini jam sebelas Adila datang ke kantor itu
ia langsung berjalan masuk menuju ruangannya pak Danil
"Tok...tok... Adila mengetuk pintu
"Masuk" teriak pak padil
Adila masuk
"Eh ibu" kata pak padil bangun dari duduknya
"Saya mau liat rekaman itu pak"
"Silahkan Bu disini" kata pak padil menyuruh Adila duduk di kursinya
"Ini file nya, saya tidak lihat dan tidak berani buka Bu. silahkan ibu buka sendiri, saya tunggu diluar."
Adila kini membuka file itu
Betapa terkejutnya Adila , suaminya bermesraan dengan seorang pegawai
"Ini bukannya anak TU ya? awas saja aku pecat kamu" Adila kesal
Iya keluar dari ruangan pak Danil
"Ini pak" Adila memberikan uang pada pak Danil
"Jangan Bu jangan" tolak pak Danil
"Ini hanya ucapan terimakasih, mohon diterima ya pak"
"Baiklah saya terima, terimakasih Bu"
"Saya permisi, terimakasih juga"
Adila berlalu dengan marah ke tempat nesa
"Adila... sini-sini" teriak nesa yang melihat Adila membuka pintu
"Gimana berhasil?" tanya Adila
"Tunggu dulu, tadi ada kejadian menegangkan"
"Apa?"
"Pak zaffran sama pak revlan ribut didepan ngomong-ngomong Ngin kamu gitu"
"Aku?"
"Iyah, terus tadi pas Bu Rani mau ngobatin aku ambil aku bilang aku aja, ternyata dugaan kamu dan gosip di sini bener, dia parah sih"
"Seriussan"
"Iyah, aku coba minta uang buat bensin. dia kasih aku satu juta! gilak gak tuh. nih aku balikin" kata nesa memberi uang pada Adila
"Buat kamu, itung-itung ucapan makasih"
__ADS_1
"Ahh...Adila baik banget" peluk nesa
JANGAN LUPA VOTE YA DAN NANTIKAN UPDATE NYA KARENA AKAN ADA PERTENGKARAN YANG SERU NANTI WKWK!!!!