
"Kenapa mas?" tanya Adila yang menghampiri zaffran didepan pintu rumahnya
"Aku cape banget" ucap zaffran mengurut keningnya
"Sini aku bawain" Adila mengambil tas yang dibawa zaffran
"Aku ke atas ya"
"Makan dulu"
"Mandi dulu deh"
Zaffran naik ke atas sedangkan Adila masih berdiri didepan anak tangga
"Apa aku bawain makanan nya ke kamar aja ya" pikir Adila
Lalu ia naik ke kamar dengan membawa tas tadi ia menaruhnya disofa dan mengetuk pintu kamar mandi
"Mas makanan nya mau aku bawain ke sini aja?" tanya Ghea lembut
"Gak usah" tolak zaffran dari dalam kamar mandi
Adila turun kembali dan menyiapkan makanan yang cukup banyak dimeja "Mas zaffran kenapa ya"
"Ada apa nyonya?" tanya bibi menegur Adila yang sedang memangku dagunya
"Enggak bi" jawab Adila tersenyum
"Cepet makan dulu nyonya, nanti nyonya sakit bukannya dari siang nyonya belum makan?"
"Udah kok bi, kebetulan sama temen Adila"
"Oh yasudah"
"Bi Adila ke atas ya bawa makanan nya buat mas zaffran"
"Loh tuan kenapa? sakit?"
"Enggak kok bi cuman kecapean aja" jawab Adila yang membawa nampan berisi makanan dan air ke kamarnya
"Mas" Adila membuka pintu dengan badannya, namun terlihat zaffran sudah tertidur dengan telanjang dada ia hanya menggunakan celana pendek saja
Adila menaruh makanan yang dibawanya dimeja, lalu menghampiri suaminya itu yang terlihat sangat cape sekali hari ini
"Aku bangunin jangan ya?" pikir Adila yang memegang bahu kiri Zaffran "Jangan deh"
...........
"Bang" Deri berbisik pada revlan yang masih menyantap makanan nya
"Aku minta nomor resepsionis itu dong" ucap deri masih dengan berbisik karena sisil berdiri tidak jauh dari mereka ia sedang mencuci piring
Revlan mengerutkan keningnya "Cepat, aku minta" ucap Deri memohon yang dijawab gelengan kepala oleh revlan
"Kau tidak ingin kan aku berterus terang tentang hubungan mu dengan resepsionis itu?" Deri mulai memainkan alisnya
"Ghea? apa-apaan maksudnya? apa dia mengira aku berpacaran dengannya?" gumam revlan dalam hatinya
__ADS_1
"Bang mana?" Deri menadahkan tangan nya
"Kau pinta saja sendiri" jawab revlan santai
"Ah aku tau pasti kau tidak ingin aku menelepon nya kan karena kau akan cemburu?" ucap Deri yang dengan santai berbicara
"Jaga suara mu, nanti Sisil dengar" revlan memukul tangan Deri
"Kalau begitu mana nomornya, kalau tidak aku akan terus membuat otak mu berputar" goda Deri berbisik ke kuping revlan sambil membawa piring bekas makannya ke arah Sisil
"Ini ka, ka besok kamu gak ada niatan kemana gitu?" tanya Deri yang menghadap revlan dengan senyum kemenangan
"Dia benar-benar tak beres" revlan memejamkan matanya
"Sini kau deri" teriak revlan yang langsung dengan cepat Deri berlari ke arahnya dan menaruh handphone nya dimeja "Lewat WhatsApp saja"
Revlan mengepalkan tangannya didepan wajah adiknya itu, mau tidak mau ia mengirimkan nya pada Deri karena bagaimanapu Deri itu nekad apalagi Sisil orangnya cemburuan sekali. "Walaupun aku tidak ada hubungan dengan Ghea pasti kalau Deri yang bicara Sisil akan percaya. walaupun identitas ku makin tak aman jika Deri kenal Ghea" gumam revlan dalam hatinya
"Deri kapan kau akan pulang ke Kalimantan, kalau kamu terus disini tambang tidak ada yang mengontrol" ucap revlan melipat kedua tangannya
"Aku baru beberapa hari disini, kau sudah mengusir ku. tambang kan ada pak bian yang ngurus tangan kanan mu, apa yang sebenarnya kau takuti ha?" Deri menaikan nada bicaranya
"Ya aku tau pak bian memang tangan kanan ku, tapi kau harusnya ada disana kalau aku disini"
"Bukannya kamu yang mengajak ku kesini waktu itu, aku tidak mau pulang nanti-nanti saja. kalau kau mau pulang, pulanglah." ucap Deri keluar dari kamar kakaknya itu
"Kalau kamu terus menerus disini, aku bisa gila" teriak zaffran pada Deri yang keluar
"Ada apa sih?" tanya Sisil menghampiri nya. revlan Menggeleng kan kepalanya
..........
"Mas?" Adila mengucek matanya
"Kamu udah bangun?" tanya Adila dengan suara mengantuk
"Aku lapar" zaffran memegang perut nya
"Ini jam berapa?" tanya Adila yang masih berbaring
"Jam empat" jawab zaffran
"Yaampun mas, nanti pagi kan sarapan" jawab Adila membalikkan badannya
"Yasudah deh biarlah aku menahan rasa lapar ini, tak apa" jawab zaffran dengan nada lesunya
"Yasudah aku buatkan" saut Adila yang bangun dari tidurnya "Kamu mau makan apa?"
"Mmmm nasi goreng" jawab zaffran bersemangat
"Nasi goreng?" Adila terbelalak mendengar permintaan zaffran padahal ia sebelumnya jika pagi tak pernah mau makan nasi kalau pun nasi paling dengan ayam goreng
"Aku buatkan dulu, kamu mau turun atau aku yang ke atas?" tanya Adila
"Kamu yang ke atas"
"Hhhhhh merepotkan saja" Adila membuang nafasnya tak beraturan
__ADS_1
"Sayang sekalian susu coklat ya" teriak lagi zaffran
Adila yang telah selesai masak naik ke atas dengan nasi goreng dan susu coklat nya
"Ini mas" Adila menaruhnya di meja
"Bawa kesini" suruh zaffran menggupaikan tangannya
"Nanti berantakan mas, masa makan di kasur" Adila mengoceh tapi tetap membawa nya ke hadapan zaffran. dengan lahap ia menghabiskan nya
"Mmm enaknya"
"Nasi goreng dengan susu ada-ada saja, oh iya mas bukannya biasanya kamu minum susu putih?"
"Tak masalah mau putih mau coklat" jawab zaffran santai
Adila pun kembali berbaring karena masih mengantuk
Setelah pagi hari zaffran yang memang setelah makan tak bisa tidur lagi langsung melihat televisi dan setelah waktunya bekerja ia mandi lalu membangun kan adila
"Kenapa kamu masih tidur?" zaffran mengelus rambut istrinya itu membuat Adila membuka matanya
"Kamu udah rapi? jam berapa?" tanya Adila yang berusaha untuk duduk
"Masih pagi, udah tidur dulu aja" ucap zaffran mengecup kening Adila
Adila menahan senyum dari wajahnya yang kini memerah
..........
"Apa aku boleh ikut lagi mas?" Sisil memegang erat tangan revlan
"Jangan deh kamu disini aja, aku mau kamu istrihat. oke" revlan tersenyum manis pada Sisil yang dijawab anggukan
"Cepat deh" teriak Deri dalam mobil yang sudah memegang stir
"Sabar dong, kakak ipar mu itu menyusahkan" jawab revlan ketus menutup pintu mobil
"Hehhh, sudah ku duga kau ini tak bisa menyembunyikan nya dariku" jawab ketua Deri
"Maksudmu?" revlan menatap bingung deri
"Ya maksud mu bicara seperti itu apa tadi?" tanya Deri menatap tajam
"Aku cuman kesal saja dia ingin terus-menerus mengikuti ku apalagi jika tidak dituruti mengadu dan mengadu" jawab revlan menghembuskan nafas panjang nya
"Aku tak menyangka kamu yang selalu di bangga-banggakan oleh mamah dan papah ternyata tak jauh lebih baik dariku" jawab Deri tersenyum menyeringai
•
•
•
•
Sifat baik yang murni adalah dari hati, attitude dan cara berpakaian bahkan jabatan hanya formalitas pendukung. siapa yang tau kalau kamu baik itu hanya dirimu dan tuhan, karena yang tau kamu melakukan kesalahan adalah kamu sendiri.
__ADS_1