
Revlan mengantar kan Adila menggunakan mobilnya bersama Ghea
"Aku mau tinggal di rumah Ghea aja"
"Zaffran?" tanya revlan
"Aku malas pulang ke rumah" ucap Adila lesu
"Mau bagaimana pun kamu kan belum resmi bercerai"
"Iya juga Adila" saut Ghea
"Tapi ghe..."
"Aku seperti nya setuju sama revlan, kamu lebih baik pergi pulang ke rumah dulu sambil urus perpisahan nanti kalau sudah sidang baru ke rumah aku"
"Yasudah lah" Adila menyenderkan kepalanya melihat lalu lalang kendaraan
"Sebenarnya aku tidak mau kamu tinggal serumah dengan lelaki itu tapi mau bagaimana lagi aku kan hanya sebatas teman sedangkan dia suami" gumam revlan dalam hatinya
Setelah beberapa saat sampai mereka di rumah besar itu
"Loh kemana para satpam?" ucap Adila melihat gerbang tidak ada yang buka
"Apa mereka libur?" tanya Ghea
"Biasanya enggak" ucap Adila hendak membuka pintu
"Udah udah aku saja" ucap revlan turun
Ia berjalan ke arah gerbang. lalu Menggeleng terlihat gembok besar mengunci pagar rumah zaffran
"Ada apa sih?" ucap Ghea
"Digembok" jawab revlan
"Lalu?" tanya Adila
"Telepon zaffran" suruh revlan
"Telepon?"
"Iya Adila"
Adila pun menelepon zaffran satu kali tak diangkat dua kali pun tak di angkat
"Coba kirim pesan" seru Ghea
Adila coba mengirim pesan
"Mas zaffran kenapa rumah digembok?"
Namun tak ada balasan
"Apa sebaiknya ke rumah pak Ari saja?" usul revlan
"Jangan-jangan" ucap Adila
"Kenapa?" tanya Ghea
"Aku tidak mau membebani pikiran mereka dengan rumah tangga ini" jawab Adila
Tak lama zaffran kembali menelepon Adila
"Zaffran" ucap Adila menunjuk handphone nya
"Angkat angkat" ucap Ghea
Adila pun mengangkat nya
"Hallo"
"KAMU PULANG KE RUMAH?"
"Iya, kenapa di kunci?"
__ADS_1
"AKU GAK NGUNCI, APA MUNGKIN PAPAH?'
"Mana aku tau"
"ITU RUMAH KU DASAR PAPAH"
"Terus bagaimana?"
"SINI KE APARTEMEN XX"
"Ngapain?"
"YA KALAU RUMAH GAK BISA DIBUKA EMANG KAMU MAU TIDUR DI MANA? AKU AJA BELUM PULANG KE RUMAH"
"Yasudah"
Adila menutup teleponnya
"Apa katanya Dil?" tanya Ghea kepo
"Aku di suruh ke apartemen xx"
"Apartemen?" bingung Ghea
"Iya apartemen, katanya dia juga gak tau kalau rumah ini dikunci. mungkin sama papah, dia minta aku tinggal di apartemen juga"
"Apartemen?pasti zaffran milih yang satu tempat tidur, apa mungkin Adila bisa menolak zaffran yang masih berstatus suami" gumam revlan dalam hatinya
"Yasudah Van...Van...ayo" ghea menepuk pundak revlan
"Iyah" jawab revlan berjalan ke arah apartemen yang di sebut zaffran
.........
Apartemen xxx
"Ghea temenin aku yah" Adila memegang tangan Ghea
"Iya Adila ayo" Ghea tersenyum manis
Mereka bertiga turun revlan masih dengan wajah datarnya mengikuti langkah Adila dan Ghea yang masuk
"Iyah deh lagian gak ada akses juga" saut Adila
Adila pun menelepon zaffran
APA?
"Aku dibawah"
Zaffran langsung mematikan teleponnya tak lama seorang pegawai apartemen turun menghampiri mereka
"Maaf ini nyonya zaffran Aliyad bukan?" tanya pegawai itu ramah
Adila menatap Ghea "Iya" jawab Adila
"Ini akses apartemen milik tuan zaffran nyonya"
Pegawai itu langsung pergi meninggalkan Adila
"Yaudah deh ayo" ajak Ghea
"Ayo" jawab revlan dibelakangnya
Mereka pun naik menggunakan lift
Sampailah didepan pintu ujung dengan tulisan dipintu Kamar tuan zaffran dan nyonya Adila
"hhhh si pecund*** itu bertingkah" gerutu revlan
"Pasti ini ulah zaffran karena ingin menunjukkan kalau kamu dan dia suami istri hhhhhehhh kurang kerjaan" ucap Ghea
"Tok...tok..." Adila mengetuk pintu
"Kenapa gak langsung dibuka itu kan ada itu?"
__ADS_1
"Gak mau" jawab adila cepat
Tak lama wajah zaffran muncul dengan wajah senyuman menyambut Adila
"Ayo masuk sayang" ucap zaffran
"Eh pak revlan, perusahaan nya lagi bangkrut atau gimana? jadi tukang antar istri orang sekarang?" tanya zaffran dengan wajah menyeringai
Revlan tak mengekspresikan wajahnya ia hanya menatap tajam zaffran "Seperti nya anda pak zaffran, yang sedang tidak ada kerjaan. asik-asik tiduran diapartemen memangnya perusahaan anda kemana?"
Zaffran mendengus dengan wajah kesalnya "Masuk Adila"
Adila terdiam mematung melihat ke arah ghea dan sesekali menoleh revlan
Ghea merespon dengan mengangguk meng-iya kan bahwa Adila harus masuk sedangkan revlan tak menengok ke arah Adila ia hanya melihat ke arah zaffran
"Ghea, revlan terimakasih ya. maaf merepotkan" ucap adila yang kemudian melangkahkan kakinya masuk. Dan pintu tertutup dengan kencang.
Revlan pun berjalan menjauh Ghea pun membuntuti kaki revlan
"Aku tak tega harus meninggalkan Adila, walaupun zaffran suaminya tapi jika tau bagaimana kelakuan zaffran dan pernah kasar aku sangat khawatir apalagi Adila baru pulih belum sembuh total hhhh" gerutu Ghea dari belakang revlan yang membuat revlan menemukan ide
"Ghea" revlan menghentikan langkahnya seketika dan berbalik ke arah ghea. Ghea yang kaget mengerutkan keningnya "Iya"
"Bagaimana kalau kamu berhenti kerja"
"Hah?" Ghea kaget dan bingung "Berhenti? mana mungkin. aku butuh uang revlan, ada-ada saja" ucap Ghea melangkah kan kakinya
"Begini-begini" revlan menarik tangan Ghea. Ghea kini menatap wajah revlan dengan malas "Hehhhh"
"Bukan berhenti dan nganggur Ghea, tapi kamu bekerja padaku" ucap revlan dengan penuh semangat. Ghea yang semakin bingung mulai tersenyum "Maksudnya jadi pegawai kantor? mau mau"
"Bukan" kata revlan menggerakkan tangannya
"Kamu kerja sebagai asisten pribadi aku" ucap revlan
"Asisten pribadi? maksudnya?" tanya Ghea bingung
"Jadi kamu bekerja padaku sebagai asisten pribadi jadi nanti kamu akan aku gaji, tugasnya hanya mengikuti perintah ku dan mengikuti ku saja. bagaimana?" tanya revlan dengan penuh harapan
"Tapi Van...."
"Sepuluh juta satu bulan" potong revlan
"Hah? sepuluh juta?" Ghea melongo dengan wajah kaget
"Gimana?"
"Ya mau lah" jawab Ghea girang
"Baiklah ayo" revlan berjalan dengan langkah cepat Ghea berlari kecil mengejar nya
"Mba.. saya mau pesan satu kamar didepan kamar pak zaffran tau kan?" ucap revlan
"Baiklah pak silahkan isi data pribadi ya pak" ucap perempuan itu memberikan selembar kertas
"Ghea ayo isi" ucap revlan berbalik badan pada Ghea
"Aku?" Ghea menunjuk dadanya
"Iyah, cepet"
Setelah mengisi dan dibere kunci serta akses masuk revlan kembali lari ke lipt yang kemudian di kejar Ghea "Ada apa sih?"
Setelah sampai didepan pintu kamar zaffran revlan hanya menatap pintu tanpa ada suara dari dalam dan tanpa ada pergerakan pintu yang akan terbuka
"Van ada apa sih?" tanya Ghea mendorong sedikit bahu Evan
Revlan pun melirik Ghea dan membuka kamar itu "Kamar kamu, kamu tinggal disini"
"Aku? maksudnya" Ghea kebingungan
"Jadi kamu sekarang tinggal disini, kamu kan kerja sama aku"
"Tapi aku tetep harus ke Bekasi, aku harus bilang sama manager ku kalau berhenti begitupun ibu kontrakan"
__ADS_1
"Yasudah Sekarang kita ke Bekasi" ucap revlan menarik tangan Ghea
Mereka pun pergi