Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Kontrak kerja


__ADS_3

Esok hari pun tiba


Suara langkah kaki adila dan zaffran yang sudah berpakaian dengan rapih menuruni anak tangga terdengat cukup jelas


Mereka keluar rumah dan masuk ke mobil mewah milik zaffran, mereka melaju dikecepatan sedang yang dikemudikan oleh supir.


Suara dering ponsel bertanda pesan masuk datang, memecah keheningan selama perjalanan.


"Masih pagi begini udah ada yang chat" pikir adila sambil menoleh ke arah zaffran


Zaffran acuh saja tak membuka ponselnya, meskipun ia sangat penasaran tapi ia takut jika chat itu ternyata dari aldi ataupun aliya.


Tak berselang lama handphone itu kembali mengeluarkan suaranya


"Siapa si mas?" tanya adila dengan ketus


"Gak penting" jawab zaffran terus menatap kursi pengemudi dihadapannya


Adila dengan kesal merogoh handphone zaffran yang ada di saku kiri jas zaffran. zaffran hanya terdiam santai, berusaha setenang mungkin.


"Apanya yang gak penting coba?" ucap adila sambil menunjuk kan isi pesan itu


"Aku males ribut dil" jawabnya acuh


"Ribut?" adila menaikan kedua alisnya "emang chat dari siapa yang bakal bikin kita ribut?" sambungnya


"Itu cuma temen doang dil" kata zaffran pasrah


"Temen? orang sekretaris kamu mas" adila mengarahkan layar ponsel itu


"Sekretaris?" zaffran meraih ponsel miliknya dari genggaman tangan adila


Tertulis pesan yang dikirimkan oleh Ibu Rani Skretaris 1


Bu rani adalah orang yang menggantikan adila saat adila berubah propesi menjadi istri sang pemilik perusahaan.


Bu rani sendiri langsung ditunjuk oleh adila karena


Ia sangat berkompeten dan juga jam terbang yang tak sebentar pastinya. Ia telah memiliki keluarga dan usianya sudah 30 tahun, ia memiliki anak berusia lima tahun dengan pak armon pegawai administrasi dikantor zaffran juga.


"Selamat pagi pak, maaf mengganggu waktunya. Saya ingin mengingatkan pagi ini pukul 10.00 perusahan diminta mengirimkan dokumen persetujuan kerja sama dengan mitra perusahaan. dokumennya sudah saya siapkan dimeja, proposal pengajuan sudah saya pelajari, tidak ada kendala dan cukup menguntungkan,Terimakasih pak"


"Oh iya pak, dimap kuning itu adalah persyaratan yang bisa kita ajukan untuk perusahaan mitra"


Zaffran mengehela nafas nya setelah membaca pesan panjang dari sekertaris nya itu


"Sial kamu hampir buat jantung saya copot!!!" balas zaffran


"Maksudnya pak?"


"Sudahlah, saya tidak lupa. nanti datang keruangan saya"


"Baik pak"

__ADS_1


Zaffran memasukan handphonenya ke saku celana nya dan meng- silent handphone nya agar jika ada chat dan dari orang-orang yang bisa membuat adila curiga.


"Perusahaan mitra apa mas maksudnya?" tanya adila karena penasaran


"Aku juga enggak tau, surat permintaan kerja sama itu udah dikirim satu minggu lalu. tapi aku minta bu rani yang pelajari. terus kata bu rani perusahaan itu bisa ngerauk keuntungan juga buat perusahaan kita. jadi aku minta kejelasan aja kalo emang jadi akhirnya dia kirim surat kontrak kerja nya kemarin" perjelas zaffran


"Semoga aja bisa bikin perusahaan kamu lebih maju" ujar adila dengan tulus


Zaffran menggangguk dengan pasti


Tiba tiba supir mengerem mendadak hingga menimbulkan suara decitan, terlihat sebuah mobil mundur dari sebuah vila yang secara tiba-tiba mengagetkan supir


"Maaf pak maaf saya tidak lihat" supir itu menoleh ke arah adila dan zaffran


"Ada apa sih emangnya?" teriak zaffran melihat ke arah luar


"Ada mobil mundur pak" jawab supir


"Kamu gapapa?" tanya zaffran mengelus kepala adila yang ke pentok kursi depan


Muka zaffran terlihat jelas masih dengan lebam-lebam bekas pukulan itu


Zaffran tiba tiba saja turun dari mobil disusul dengan adila dan supir yang mengejar zaffran


"Bruk..." tendang zaffran pada bagian belakang mobil



"Revlan?" adila menganga terkejut kenapa ia sangat sering akhir akhir ini bertemu dengan revlan


"Eh adila" sapanya dengan santai


"Maaf saya tidak sengaja, saya buru-buru" ucap revlan pada zaffran


"Mobil rongsokan" tendang zaffran lagi pada bagian mobil


Dia membalikkan badan memegang tangan istrinya untuk kembali ke mobil


"Mobil yang anda bilang rongsokan ini harganya berkali-kali lipat lebih mahal dengan mobil bmw X4 keluaran terbaru anda" ujar revlan dengan sombong



"Jaga mulut kamu" tunjuk zaffran pada revlan


Ia membuka pintu untuk istrinya, adila segara masuk ke dalam mobil karena tak ingin melihat keributan suaminya dan revlan.


"Memang benar sih mobil ku harganya 1,66 milyar sedangkan aku pernah lihat mobil yang ia punya harganya 419 milyar. namun dia bisa membeli lelang harga tinggi itu uang dari mana? siapa laki-laki ini?" gumam zaffran sambil berjalan ke arah pintu mobil sebelah kanan dan melihat wajah revlan yang masih bonyok seperti dirinya


Revlan memajukan mobilnya memberi ruang agar mobil yang dikendarai adila dan zaffran bisa lewat.


"Kalau tidak ada adila, sudah ku hajar kamu" ucap revlan mengepal tangannya sambil menatap mobil hitam itu menjauh.


Sesampainya ia dikantor zaffran membuka kan pintu untuk istrinya para satpam terlihat berdiri dan sudah membuka kan pintu kaca masuk.

__ADS_1


Zaffran menggandeng tangan adila, para pegawai yang baru datang tersenyum hangat pada atasannya itu.


"Selamat pagi pak, bu" sapa mereka


"Pagi" jawab zaffran dan adila


Tiba tiba seorang pegawai perempuan keluar dari ruangan zaffran


"Kamu ngapain dari ruangan saya?" tanya zaffran


"Maaf pak saya kira bapak sudah datang" jawabnya gugup


"Memangnya ada apa?" tanya adila


"Saya mencari dokumen bu" jawab pegawai itu


"Mencari dokumen atau memang mencari mas zaffran saja?" tanya adila yang mulai mendekati perempuan itu


"Saya mencari dokumen bu" jawabnya semakin gugup


"Terus mana dokumen nya mas?"


"Tidak ada bu, tidak ketemu"


Zaffran merangkul pinggang istrinya "mana boleh kamu masuk keruangan saya tanpa seizin saya, mau kamu nyari dokumen atau pun apa alasan nya tidak boleh masuk tanpa seizin saya" ujar zaffran pada pegawainya


"Iya pak saya minta maaf" ia segera pergi


"Niatku mau minta uang buat beli sepatu, malah ketemu bu adila, sialan" gumam perempuan tadi


Zaffran sekarang masuk ke dalam ruangan nya membukakan pintu untuk istri tercintanya.


"Duduk" zaffran menarik kursi miliknya agar adila bisa duduk


"Kamu lah yang duduk, aku kan cuma nemenin" tolak adila sambil memegang pundak zaffran


Zaffran duduk lalu menarik perut istrinya dan menyuruh istrinya duduk dipahanya


"Lepas mas" adila berusaha mebuka jari jemari zaffran yang melingkar diperutnya


"Gak mau" kata zaffran membuka laptop dengan tangan kanannya


Tak lama seorang wanita datang


"Permisi" ia mengetuk pintu lalu masuk


Ternyata itu adalah bu rani


"Aduh maaf menganggu waktunya, saya mau menunjukkan kontrak kerja" ujarnya tak enak


"Masuk aja bu, mana kontrak nya?" zaffran menyuruh bu rani masuk


Bu rani pun melangkah kan kakinya masuk ke ruangan zaffran, sambil tersenyum pada adila.

__ADS_1


__ADS_2