Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Tidur


__ADS_3

"Tok..tok.." satpam itu mengetuk kaca mobil deri


"Ghea gimana ini?" tanya deri panik


"Udah keluar cepet" suruh ghea akhirnya dengan memaksakan keberaniannya deri pun turun sedangkan ghea menunggu di dalam mobil


"Selamat malam pak, ada apa ya berhenti di sini? mau ketemu siapa?" tanya satpam itu ketika melihat deri membuka pintu


"Malam pak, saya mau ketemu pak zaffran" ucap deri sambil melihat ke arah gerbang


"Dengan bapak siapa?" tanya lagi satpam itu


"Saya deri pak" jawab deri membungkukkan badannya


"Aduh kenapa lama banget" ucap ghea kesal, ia pun akhirnya turun menghampiri deri


"Pak, zaffran nya ada kan?" tanya langsung ghea karena melihat satpam tak percaya pada deri


"Eh non ghea, ada di dalam non. silahkan masuk" ucap satpma sembari mengarahkan mereka berdua ke gerbang


"Ayo" ajak ghea pada deri yang tengah mengerutkan keningnya


"Wah, kalau belum kenal seperti mau bertemu pejabat saja aku" ucap deri menggelengkan kepalanya


"Ghea nitip mobil nya ya pak" ucap ghea menujuk mobil yang dijawab anggukan kepala oleh para satpam


Ghea dan deri berjalan ke arah pintu terlihat empat orang bodyguard berdiri di depan pintu "Haih mereka lagi, ini akan sulit" pikir Ghea


"Ghea itu siapa? sebaiknya kita kembali" ajak deri


"Ih tanggung" ketus ghea sembari menarik lengan deri agar mempercepat langkah kaki nya


Ghea dan deri berjalan bersamaan Ghea di depan dan deri dibelakang para bodyguard itu memasang wajah datar nya "Permisi" ucap ghea dan melewati mereka lalu berdiri di depan pintu


Beda halnya dengan deri, ia malah di cegah untuk ke teras rumah "Pak itu teman saya" ucap ghea menujuk deri dan menghampirinya


"Maaf nona, tidak ada yang boleh masuk selain orang yang kami kenal sebagai teman tuan dan nyonya" ucap salah seorang bodyguard itu


"Tapi pak, zaffran dan adila pun tau dia kok" ucap ghea sembari memohon


"Kami pun tau dia, dia adalah deri adik dari revlan. musuh tuan kami"


Jawaban bodyguard itu seperti menghantam ghea dan deri, mereka terpatung bingung


"Kenapa dia bisa tau" pikir ghea


"Wah benar-benar profesional" ucap deri menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Sebaiknya nona tidak membawa dia masuk kedalam, biarkan dia disini" ucap salah seorang bodyguard


"Yaudah, kamu tunggu dulu disini deh" ucap ghea menyuruh deri yang dijawab anggukan


Deri pun menunggu di kursi taman sedangkan ghea langsung membuka pintu "Krek"


Namun saat Ghea sedang membuka muncul wajah tampan berkulit putih siapa lagi kalau bukan chef Dawan


"Eh chef dawan, belum pulang?" tanya ghea sembari merapikan rambut nya


"Belum non, ini baru mau pulang" jawab chef dawan sambil tersenyum


"Wah tampan sekali dia" puji ghea dalam hatinya


"Emm chef emang tinggal dimana?" tanya lagi ghea


"Diapartemen dekat sini non" jawab chef dawan


Deri yang memperhatikan nya sangat kesal melihat ghea seperti sedang berusaha tampil cantik dihadapan lelaki itu "Siapa si dia? Ghea sepertinya sedang mencari perhatian nya" ucap deri kesal


"Kalau begitu, saya masuk ya" ucap ghea chef dawan pun membukukan badan dan tersenyum lalu pergi


"Saya duluan" ucap chef dawan pada para bodyguard yang berdiri, para bodyguard itu tersenyum dan mengangguk


"Waduh, ternyata mereka bisa tersenyum" ucap deri kaget


Ghea pun masuk kedalam terlihat lah adila sedang menonton televisi dan duduk disofa sambil memakan cemilan


"Ghea" ucap adila mengerutkan keningnya


Ghea pun berlari menghampiri nya dan memeluk adila "Aku kangen, sama ponakan ku" ucap ghea yang melepaskan pelukannya dan mengelus lembut perut adila yang sudah terlihat agak besar


"Kamu sudah berapa bulan?" tanya ghea


"Dua bulan" jawab adila


"Wah perutmu makin besar" ucap ghea terus mengelus perut adila


"Kamu ngapain kesini? tumben?" tanya adila bingung


"Oh iya aku sampe lupa" ucap ghea menepuk keningnya


Ghea pun menjelaskan bahwa ia kesini bersama deri adiknya revlan, dan tujuannya ke sini adalah bertemu zaffran karena deri ingin meminta maaf


"Tapi ghe, zaffran udah tidur"


"Yah, gak bisa kamu bangunin dil?"

__ADS_1


"Gak bisa aku takut, tadi mas zaffran abis marah marah sama bodyguard di depan sana. gara-gara pagi tadi aku bisa nyusulin zaffran ke taman hijau padahal mereka disuruh jagain aku."


"Yah terus gimana?"


"Aku takut mas zaffran malah marah sama adiknya revlan"


"Iya juga, tadi aja bodyguard disana ngelarang deri ikut masuk, gara-gara mereka tau deri itu siapa"


"Mereka emang bener-bener top" ucap adila memberikan ibu jarinya


"Terus gimana?" tanya ghea


"Aku ikut keluar deh aku mau ngomong sama deri" ucap adila


"Emang bodyguard itu bakal ngasih izin?" tanya ghea sembari mengikuti langkah kaki adila


"Gak tau juga" jawab adila tersenyum


Setelah mereka sampai di terus para bodyguard langsung membalikkan badannya menatap adila yang berjalan ke arah nya sedangkan deri ikut bangun ketika melihat adila ikut keluar rumah bersama ghea


"Maaf nyonya, nyonya mau kemana?" tanya bodyguard itu


Ghea pun pergi menghampiri deri dan mengajaknya ke teras


"saya mau ngobrol sebentar sama dia" tunjuk adila pada deri yang berdiri bersama ghea dibelakang para bodyguard itu


"Baik nyonya" jawab bodyguard itu


Tapi tak semudah itu, para bodyguard itu dengan sangat kasar menarik deri dan mengecek semua tubuhnya membuktikan bahwa deri tak membawa sesuatu yang berbahaya bagi adila


"Aku sudah yakin dari awal, gak mungkin mereka membiarkan mu dengan mudah bertemu deri" ucap ghea menatap deri yang dibawa agak menjauh


Adila dan ghea pun duduk di kursi taman setelah selesai para bodyguard itu mengikuti langkah kaki deri yang mendekat pada adila


"Selamat malam bu, maaf menggangu waktunya" ucap deri memberikan lengannya hendak Menjabat tangan adila namun saat adila hendak memberikan lengannya salah satu bodyguard yang berdiri mengelilingi mereka dengan cepat menarik tangan deri


Membuat deri mengerti, ia pun hanya mengangguk pada adila


"Aku gak bisa lama-lama deri, aku minta maaf sebelumnya sama perlakuan mereka. jadi gini, zaffran sekarang udah tidur kalau memang mau bertemu sama zaffran sebaiknya besok kamu kesini lagi. karena zaffran masih cuti" ucap adila bangun dari duduk nya menatap deri serius


"Oh sudah tidur, baiklah kalau begitu"


"Yasudah aku kedalam ya" ucap adila yang sudah mendapatkan kode dari para bodyguard bahwa waktu berbincang selesai


"Ghea aku pergi dulu, bye" adila melambaikan tangannya dan berjalan pelan masuk ke dalam rumah diikuti para bodyguard itu


"Wah pantas saja bang revlan menggilai-nya dia sangat cantik, baik dan sopan juga" puji deri menatap punggung adila

__ADS_1


Akhirnya deri dan ghea pun keluar dari rumah zaffran, setelah mengantar ghea pulang deri langsung pamit pada ghea untuk kembali ke apartemen


__ADS_2