
Diruangan itu hanya ada Deri yang sibuk berkerja dan revlan yang juga bekerja dan sesekali mengecek handphone. sedangkan Sisil ada dibawah sedang melihat pekerjaan bawahan suaminya itu
"Deri ..Deri..." revlan memanggil Deri dengan keras namun Deri tetap tak menoleh nya
"Deri"
"Apa sih?" ketus Deri tanpa menoleh ke revlan
"Nanti siang aku ada meeting" ucap revlan santai. dengan segera Deri menoleh ke arah revlan "Meeting? jam berapa?"
"Jam istrihat" jawab revlan yang kembali menatap komputer nya
"Meeting? jam dua belas?" tanya Deri yang meragukan pernyataan revlan
"Iya" jawab revlan masih dengan santai
"Dengan perusahaan mana?" tanya Deri menyelidik. namun revlan tak menjawab nya
"Bang kau ini sering sekali membohongi ku, kau pikir aku ini bocah yang masih bisa dikibulin" ucap Deri dengan nada tingginya
"Hahaha pintar-pintar, aku memang tidak Meeting. tapi aku mau bertemu teman ku" jawab revlan masih dengan santainya
"Teman? kau punya teman?" tanya Deri mengerutkan keningnya. revlan melempar buku kecil nya ke arah Deri yang tertawa
"Aku serius. jadi kau jangan ikut! kau makan siang sendiri saja oke" ucap revlan kembali memainkan komputer nya
"Kenapa aku gak dikenal kan saja pada teman mu?"
"Bawel sekali!!!" revlan menatap tajam ke arah Deri
"Oke..oke... berarti kalau aku tidak di ajak, ka Sisil dong yang di ajak?" tanya Deri sambil menyeringai
"Diajak? diajak kemana?" tanya Sisil yang baru naik ke atas ruangan dengan wajah bertanya
Revlan langsung melotot ke arah komputer nya ia lupa sudah mengajak Sisil ke sini, bahkan ia lupa pada janji nya yang akan menemani Sisil ke mall. Deri yang melihat perubahan wajah revlan menutup mulutnya dengan tangan kirinya yang tak tahan ingin tertawa
"Diajak kemana Deri?" tanya Sisil menghampiri Deri
"Itu tuh bang revlan katanya mau ngajak kakak ke mall siang ini ketemu teman nya, bagaiman kak?" tanya Deri dengan tertawa
"Ya mau lah, apalagi tadi kan kita sudah berjanji akan ke mall. ya mas?" menoleh ke arah revlan yang sedang menepuk keningnya
"Iya..iya" jawab revlan dengan senyum keterpaksaan. "Kamu kenapa mas?" tanya Sisil menghampiri revlan
"Ini..salah ketik" jawab revlan menunjuk layar komputer nya
"Pasti dia akan bertemu resepsionis itu lagi, jangan-jangan mereka berpacaran?" gumam deri menatap wajah revlan dengan intens
..........
__ADS_1
"Kenapa?" tanya zaffran pada Adila yang baru masuk membuka pintu kaca
"Gapapa, emangnya kenapa?" tanya balik Adila
"Kelihatannya kamu cape banget" jawab zaffran yang menarik tangan Adila duduk di kursinya
"Aku mungkin kurang tidur, karena semalam gak bisa tidur. gak tau kenapa" jawab Adila dengan manjanya
"Yasudah tidur sana" menunjuk sofa yang ada "atau mau aku antar pulang?"
"Enggak...engga...aku sekarang gak ngantuk mas, oh iya aku nanti siang mau makan siang sama nesa sama Ghea, boleh?"
"Aku" zaffran menunjuk dadanya "Gak diajak?"
"Aku pengen sama temen-temen aku dulu" jawab Adila memonyongkan bibirnya "Kamu makan sendiri dulu ya"
"Iya deh" jawab zaffran mengusap rambut Adila
"Makasih" Adila memeluknya dengan erat
"Cepat kerja lagi, aku tunggu disofa" ucap Adila. kemudian zaffran kembali bekerja
"Oh iya Adila"
"Kenapa?" tanya Adila berbalik badan
"Bagaimana kalau kita ke dokter nanti supaya kamu bisa cepet hamil lagi?"
"Yasudah" jawab zaffran tersenyum
........
"Eh udah jam setengah dua belas, gak siap-siap kak?" tanya Deri pada Sisil tapi menatap revlan
"Siap-siap gimana kamu ini Deri" jawab Sisil sambil bermain handphone
"Berangkat sekarang, kan udah hampir jam dua belas. kurang lima menit doang" ucap Deri lagi terus menatap revlan yang tak menoleh nya
"Iya juga, berangkat sekarang aja mas. aku mau belanja. ayo ah" sisil menarik lengan suaminya nya itu tanpa ada penolakan sedikit pun
"Deri kamu mau ikut?" tanya Sisil pada Deri yang sedang duduk menatap mereka berdua
"Mau-mau" jawab Deri mengambil jas yang tadi ia buka "Eh jangan dibawa deh" ia menaruh nya kembali
"Habislah aku" gumam revlan dalam hatinya
Tak lama "Triling" pesan datang dari seseorang. dengan segera revlan mengeluarkan handphone nya dari saku kiri hanya dilihat dari bawah
"AKU UDAH ADA DI MALL YA" Pesan datang dari Adila , membuat mata revlan terbelalak melihat layar handphonenya
__ADS_1
Deri dari arah belakang langsung melebarkan matanya menatap layar handphone revlan yang segera dimasukan lagi ke kantong nya "Ngapain?" tanya revlan dengan mata tajam pada adiknya itu
Deri mengangkat kedua tangannya seperti maling yang tertangkap polisi "Gak ada, aku cuma mau jalan duluan" jawab Deri sambil melengos jalan didepan
Kemudian Sisil dan revlan berjalan dibelakang Deri
"Istrihat dulu istrihat" ucap Deri sembari melewati beberapa pegawai nya
"Kita pake supir?" tanya Deri membalikkan badannya menatap revlan dan Sisil
"Iya" jawab revlan
"Mana? belum ditelepon?" tanya Deri celingak-celinguk melihat kanan dan kirinya tanpa ada seorang supir pun yang berdiri. Tak lama revlan melempar kunci mobil ke arah dadanya yang kemudian dengan sigap ditangkap kedua tangan Deri
"Kamu supirnya" jawab revlan yang masuk kedalam mobil
"Ha?" ucap Deri menoleh ke arah mereka yang masuk duluan "Bagus bagus abangku yang baik" gerutu Deri
.........
"Ahh kenyang" ucap nesa mengusap perutnya
"Aku juga kenyang banget" saut Ghea yang juga menepuk-nepuk perutnya
"Enak rasa kabel" jawab Adila yang sedang mamainkan handphone
"Kabel?" nesa mengerutkan keningnya
"Kaga beli"
"Hahaha" nesa dan Ghea tertawa dengan keras
"Kok revlan belum balas ya, padahal dia udah liat" ucap Adila menaruh handphone nya dimeja
"Cie...kangen nih" goda nesa
"Kamu ini" tunjuk Adila pada nesa
"Chat lagi aja mending, bilang kalau kita ada dilantai dua. nanti mau beli baju kan ghe?" usul nesa
"Iya mau, sekarang aja" jawab Ghea
"Iya, sekalian aku juga mau nyari baju-baju nih udah lama gak belanja" saut nesa
"Yaudah tunggu dulu, aku ngirim pesan dulu sama revlan" ucap Adila yang kemudian mengambil handphone nya lagi dan me whatsapp revlan
"Udah, ayo" Adila bangun dari duduknya diikuti oleh Ghea dan nesa
Mereka berjalan ke arah Pakaian yang berjejer "Ini bagus ini untuk kamu Adila" ucap Ghea menunjuk baju merah selutut dengan tangan panjang
__ADS_1
"Iya kayanya cocok buat kamu deh, kamu pasti keliatan cantik kalau pake baju ini" ucap nesa mendekati Adila
"Kamu gak pengen ditraktir kan nes?" tanya Adila menoleh ke arah nesa. nesa tersenyum dengan manisnya