
Pagi hari.....
Adila bangun dari tidurnya ia melihat suaminya sudah tidak ada "Tumben?" pikir Adila padahal ini baru jam 05.30
Terdengar suara cipratan air dari dalam kamar mandi "Untuk apa dia mandi sepagi ini?" pikir lagi Adila
Lalu ia melihat ditepi kasur sudah ada pakaian kerja nya "Ada yang aneh" pikir Adila
Dia langsung mencari keberadaan handphone zaffran untuk memastikan kemana suaminya akan pergi
"Mana ya mana" Adila membuka laci melihat lihat kasur tapi nihil handphone nya tak ada "Disembunyikan dimana ini?" pikir Adila
Adila putus asa iya duduk ditepi sofa sambil merengut
Lalu ia mengambil handphone nya dan menelepon Ghea untuk minta bantuan namun Ghea sedang kerja ia tak bisa bantu, ia berpikir pada nesa, namun nesa pasti sama kerja juga
akhirnya dia memilih minta bantuan revlan "Revlan...revlan...revlan..." ucapnya sambil mencari dikontak handphone
"Oh iya kan dihapus sama dia" kata Adila melihat tajam ke pintu kamar mandi lalu Adila mencari kartu nama yang ia sembunyikan disebuah laci ia salin kembali nomor revlan dan mengirimkan pesan
"Kamu hari ini kerja gak? aku mau minta tolong"
TUNGGU DI RUMAH AKU KESANA
Balas cepat revlan
"Jangan ke rumah, tunggu di persimpangan jalan aja, tapi kalau bisa pakai mobil yang dulu menjemput ku dan Ghea di rumah sakit"
SIAP NYONYA MUDA
Adila tersenyum lalu melihat ke arah pintu kamar mandi yang kini telah terbuka dengan zaffran yang menyender
Adila dengan cepat menaruh handphone nya ke kasur dan memalingkan wajahnya dari zaffran
"Mau kemana kamu?" tanya Adila sinis
"Mau kerja lah, kamu pagi-pagi gini udah senyum-senyum ngeliatin hp ngapain?" tanya balik zaffran dengan cepat
"Sepagi ini?" Adila menunjuk jam yang menunjukkan pukul 05.45
Zaffran mengangguk dan kemudian memakai pakaian Adila masih diam melihat gerak gerik zaffran tak lama setelah rapih ia minta Adila memakai kan nya dasi
"Pakaikan" seru zaffran sambil memberi Adila dasi
Adila menuruti nya saja ia memakaikan dasi pada zaffran
"Ayo sarapan" ajak zaffran
"Aku belum laper" tolak Adila
"Kalau begitu temenin aku sarapan" seru zaffran menarik lengan Adila pelan
Adila hanya mengikuti nya saja
Setelah sampai dimeja makan Adila melihat handphone zaffran tergeletak di meja makan itu
"Kok handphone kamu ada disini?" tanya Adila yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya
"Emang nya kenapa ini kan rumah ku" jawab zaffran santai lalu duduk
"Mana?" tangan zaffran menadah meminta roti
Adila lalu membuat kan roti favorit suami nya itu
Zaffran makan dengan segera sambil terus melihat handphone nya
__ADS_1
"Kamu mau kemana sih sebenernya?" tanya Adila pada zaffran yang aneh
"Kerja sayang" jawab Adila
"Baru jam segini" ucap Adila sinis
"Ini udah jam enam tiga puluh hampir tengah tujuh lewat sayang, udah deh aku berangkat"
Tak lama zaffran bangun dan mencium kening Adila lalu pergi begitu saja
tak lama dari itu Adila melangkah kan kaki keluar menemui revlan terlihat mobil hitam itu terparkir
Adila mengetuk kaca mobil di bagian pengemudi "Tok...tok...
Revlan menurunkan kaca mobilnya
"Masuk, mau ngikutin zaffran kan?" suruh revlan
"Kok tau?" bingung Adila
"Barusan dia lewat" ucap revlan
"Iya" Adila langsung naik ke mobil revlan duduk disamping revlan
"Mau kemana sih dia sepagi ini, aku saja belum mandi" celetuk revlan sambil menggosok tangan kanannya
"Iiiiiiii jorok" kata Adila memegang hidung
"Memangnya nyonya yang satu ini sudah mandi" goda revlan
"Mmmmm...tentu saja" jawab Adila memalingkan wajahnya
"Kok didekat mulutnya masih ada bekas iler sii?" goda lagi revlan yang membuat Adila kaget
"Hah?" Adila langsung melihat wajahnya di cermin
"Hahahaha" revlan tertawa puas saat Adila dapat dikerjai
"Aku bercanda" ucap revlan pada Adila yang terlihat ngambek
"Bodo"
"Yaudah...yaudah...nyonya muda ini sangat cantik ko lihat saja body nya dengan baju tidur yang transparan ini wahh menggiurkan" kata revlan menjilat bibirnya sendiri
Adila tertawa keras "Hahahhahaha"
"Aku bahkan pakai baju setebel ini, menjijikkan" kata Adila sambil tak henti tertawa
Revlan tersenyum manis pada Adila
Tak lama zaffran berhenti di sebuah restoran kosong dengan dua orang lelaki yang sudah ada disana
"Untuk apa dia kesin" heran Adila
"Makan kali" jawab revlan sambil menghentikan mobilnya
"Dia udah sarapan, lagian mana mungkin restoran buka sepagi ini" ucap Adila yang heran dengan zaffran
Tak lama zaffran bersalaman dan pergi , revlan pan mengikutinya "Ehh berhenti"
"Kenapa?" tanya revlan bingung
"Aku mau kita kesana aja" tunjuk Adila pada lelaki yang tadi berdiri dengan zaffran
"Yakin? gak mau ikutin zaffran aja?" tanya revlan
__ADS_1
"Yakin" jawab Adila
"Yuadah" jawab revlan yang langsung menghampiri lelaki tadi
Adila turun di susul revlan yang hanya menyender dipintu mobil
"Permisi pak" ucap Adila pada lelaki tadi
"Iya Bu, ada apa?" Tanya salah seorang
"Saya mau tanya lelaki yang tadi mau apa ya?" tanya Adila menunjuk jalan yang tadi dilalui zaffran
"Ada apa memangnya Bu?" tanya lagi ia
"Maaf Bu sebelumnya, kami tidak bisa memberikan informasi sembarang" ucap yang salah seorang
"Saya itu istrinya kok" kata Adila
"Ohh ibu itu istrinya pak zaffran?" tanya ia kaget
Adila mengangguk
"Maaf Bu kami tidak tau" jawab mereka
"Iya gapapa, tadi suami saya ngapain?" tanya Adila
"Dia hanya nge chek restoran" jawab dia
"Untuk apa dia nge chek restoran?" tanya Adila bingung
"Dia ingin lihat-libat saja bu" jawab laki-laki itu
"Lihat-lihat apa mas zaffran mau membeli nya?" tanya Adila
"Tidak Bu yang membelinya teman beliau" jawabnya
"Temab zaffran? siapa namanya?" tanya Adila tak sabar
"Namanya pak Aldi Bu"
"Apa?" Adila kaget
"Mana mungkin Aldi kata Tika saja orang tua nya sudah bercerai dan ngasih uang pun jarang, Aldi hanya bekerja pada zaffran. masa iya dia beli restoran yang mahal ini?" gumam Adila bingung
"Ada apa ya Bu memangnya?" tanya lagi pegawai itu
"Kamu benar restoran ini dibeli atas nama Aldi bukan zaffran?" tanya lagi Adila
"Bukan Bu, tapi atas nama pak Aldi" jawab lelaki itu
"Kapan dibelinya?" tanya Adila
"Semalam bu dengan uang yang di transfer" jawab ia
"Yasudah, terimakasih"
Adila menghampiri revlan
"Ayo antar aku pulang revlan" seru Adila
Revlan hanya mengiyakan saja
"Ada apa si?" tanya revlan bingung
"Temannya zaffran beli restoran tadi" jawab Adila
__ADS_1
"Loh memangnya kenapa? biarkan saja" saut revlan
"Masalah nya dia itu cuma kerja dibar ke zaffran mana mungkin bisa membelinya, pasti ada yang aneh" jawab adila