Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Pacar


__ADS_3

"Apa? kamu serius dil? revlan di tangkep?" ghea terkejut saat mendengar cerita adila tentang kejadian di taman itu melalui telepon "Yaampun aku gak nyangka"


"Iya gapapa yaudah, makan dulu sana kasian ponakan aku kelaparan bye"


Ghea menutup teleponnya sambil memakan cemilan, karena ini sudah jam istrihat namun ia tak ikut bersama nesa untuk makan karena, ia malas.


"Pantas tadi bu rani seperti di jemput mobil zaffran" ucapnya "Apa aku beritahu deri ya?"


"Akh jangan-jangan untuk apa juga"


"Tapi bagiamana pun dia kan adiknya, dia juga kan ke Jakarta mencari revlan. Adila juga pasti setuju saja kalau aku beritahu deri" sambungnya


Ia pun mengirimkan pesan pada deri


"Deri, aku mau bicara tentang revlan. sekarang ya! sebelum istrihat selesai"


Deri yang sedang berdiri di pinggir jalan dan coba bertanya tentang revlan kepada beberapa orang pun akhirnya merasa senang setelah melihat pesan datang dari ghea


Setelah ia membacanya dan isinya cukup membingungkan, bukan karena ia berpikir dua kali untuk ketemu ghea. tapi, ia kan bersama kak sisil. tidak mungkin juga ia meninggalkan kak Sisil sendiri


"Ketemu dimana? kantor?" balas deri pada ghea


"JANGAN, DI CAFE DEPAN KANTOR AJA GIMANA?"


"Oke, tunggu ya"


Setelah itu deri menghampiri sisil yang tengah memperlihatkan foto revlan pada seseorang "Sudah seperti orang hilang saja abang ku satu ini, merepotkan!" gerutu deri


"Deri? gimana? ada yang pernah liat?" tanya sisil penuh harapan yang dijawab gelengan kepala oleh deri


"Kita cari di tempat lain kak" ajak deri yang langsung pergi masuk ke dalam mobil


Kak Sisil pun mengikutinya "Nyari dimana?"


"Di cafe" jawab pendek deri


Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang tidak terlalu besar dengan ornamen khas Indonesia


Deri melihat ke arah dalam, terlihat Ghea yang sedang duduk seorang diri dan melambaikan tangannya pada deri "Ayo kak"


"Tapi deri, kakak belum lapar" tolak kak sisil


"Aku lapar, makan siang dulu. baru cari bang revlan"


Akhirnya kak sisil pun mengangguk dan mau ikut masuk ke dalam cafe


"Udah lama nunggu?" tanya deri ketika duduk di kursi samping ghea

__ADS_1


"Itu siapa?" bisik ghea ditelinga deri yang membuat nya tersenyum lebar


"Kenalin kak sisil, istri nya bang revlan" ucap deri


Ghea pun menjabat lengan sisil yang masih berdiri dan menatap deri yang seperti orang kebingungan "Ghea, temennya deri"


"Duduk kak" suruh deri pada kak sisil


Deri pun memesan makanan dan minuman, termasuk untuk ghea. akhirnya Ghea pun ikut makan karena ia tak enak menolak di depan sisil


"Kamu lama nunggu aku tadi?" tanya deri masih dengan senyuman lebar, membuta ghea mengerutkan keningnya "Kenapa orang ini manis sekali ucapannya?" pikir ghea


"Gak kok gak lama" jawab ghea pelan


"Deri, ini pacar kamu?" tanya sisil pada diri sedikit berbisik yang jelas-jelas ghea dengan leluasa bisa mendengar nya karena, deri duduk di sampingnya


"Iya" jawab deri tersenyum lebar sambil merangkul ghea membuat Ghea terkejut atas pengakuan deri "Ha?"


"Iya kan sayang?" tanya deri seperti meminta kode minta tolong


"Ha?" Ghea masih mengerutkan keningnya


"Jawab iya" bisik deri di telinga ghea


"Biasa kak dia malu-malu ketemu kakak iparnya" ucap deri sambil terus merangkul ghea


"Santai aja, kakak gak galak kok" ucap kak sisil merespon ucapan deri


"Pantes aja, sejak deri habis dari Jakarta. dia udah gak pernah gak pulang ke rumahnya, biasanya nih ya. dia selalu bikin panik keluarga karena nyariin dia. bukan cuma semaleman gak pulang bahkan bisa sampai 4 hari"


"Kak Sisil" ucap deri mempelotototi Sisil


"Wah ternyata kau sangat memperihatinkan" saut ghea sambil menggelengkan kepalanya


"Aduh, kak sisil ngapain sih cerita kaya gitu! kalau sampe dia bilang aku sering gunta ganti cewek mampus aku. jangan sampe resepsionis ini membenciku, aku bahkan belum bilang kalau aku mencintainya" gerutu deri dalam hatinya


"Oh iya ghe, katamu tadi kamu mau bicara tentang revlan?" tanya deri mengalihkan pembicaraan


"Aku...aku" ghea terlihat gugup "Apa iya aku bilang saat sedang ada istrinya begini" pikirnya


"Revlan? kamu kenal sama revlan?" tanya sisil


"Ha?mmm..."


"Kenal lah, kan udah aku kenalin sama bang revlan" potong deri yang tau bahwa Ghea harus jawab apa


"Jadi dimana revlan?" tanya sisil dengan wajah penuh harap

__ADS_1


"Kakak tenang dulu, aku gak liat kak revlan. tapi aku dapat kabar kalo kak revlan.. mm kak revlan di kantor polisi kak" ucap Ghea memberanikan diri


"Apa? kantor polisi?" kaget sisil sambil menghamburkan nafasnya lemas


"Kak Sisil" ucap ghea segera pindah ke kursi kak Sisil dan mengelus punggung nya


"Apa aku tak salah dengar ghe? kantor polisi?" tanya deri pada Ghea memastikan pendengarnya


"Iya, karena perusahaan yang dikelola revlan dan kamu kan melakukan penipuan tentang pengiriman barang" jawab ghea


"Penipuan?"


"Iya deri, kamu bisa tanya sama pegawai kamu tentang data kontrak sama perusahaan zaffran"


"Aku sama sekali gak tau"


"Aku juga tau dari informasi bu Rani, dan semua buktinya valid jadi, zaffran melaporkan nya ke polisi"


"Yaampun, pantas saja di selalu mau mengerjakan laporan ku dan bahkan seolah mau mengurus kontrak kerja sendiri. bahkan waktu pengiriman barang ia sendiri yang mengurusnya tanpa menyuruh para pegawai lain"


"Deri gimana ini?" tanya Sisil sudah beruaraian air mata


"Kita ke kantor polisi aja kak" ajak deri segera


"Ayok" jawab sisil


"Aku tinggal ya ghea, kita pergi dulu" pamit deri


"Hati-hati" ucap ghea


Tak lama deri kembali lagi memberikan dompetnya "Bayar, aku buru-buru"


Ghea pun tersenyum menatap kepergian deri "Ternyata dia baik juga padaku, bahkan dia percaya padaku. sampe dompetnya di serahkan padaku"


Deri dan Sisil segera pergi ke kantor polisi yang pastinya tak jauh dari rumah zaffran


"Kalo revlan dihukum bertahun-tahun gimana deri? gimana anak kakak?" ucap Sisil masih terisak


"Sabar ya kak, kita percaya aja bang revlan bisa keluar lagi"


"Tapi kenapa revlan ditangkap?"


"Deri gak tau pastinya kak, yang jelas perusahaan bang revlan pernah ngadain kontrak kerja sama perusahaan suami perempuan yang bang revlan suka kak. tapi lebih jelasnya nanti kita tanya aja"


"Jadi, revlan punya kontra kerja sama suami perempuan gila itu?


"Yaampun kak, deri udah bilang yang gila itu bukan dia tapi bang revlan" tegas deri

__ADS_1


"Cepat deri" ucap Sisil yang gak sabar ingin ke kantor polisi


Setelah mereka sampai, mereka mengisi daftar tamu dan izin untuk menemui revlan


__ADS_2