
Adila yang sudah menyiapkan semua makanan di kotak makan berjalan ke mobil dengan diantar supir. setelah sampai ia segera berlari melihat Ghea sedang duduk ditempat Lala dulu, "Ghea" Adila berjalan dan memeluk nya
"Kamu kesini Adila, ah aku jadi tak enak kamu sampai begini dihari pertama ku kerja" ucap Ghea menatap kotak makanan
"Ini untuk zaffran ya ghe" kata Adila menunjuk makanan yang dibawanya
"Untuk ku?" tanya Ghea menunjuk hidungnya
"Diseberang jalan ada restoran kok" jawab Adila tersenyum
"Kau ini" Ghea mendorong Adila pelan
"Aku ke atas ya" ucap Adila pergi
"Ini belum jam istirahat" ucap Ghea menunjuk jam tangan yang dipakai nya
"Terserah istri bos nya dong" teriak Adila menaiki tangga
Adila membuka pintu tanpa permisi
"Sayang" zaffran bangun dari duduknya dan seperti dulu Adila duduk kembali dikursi zaffran dan zaffran menekuk lututnya
"Memang sudah waktunya?" zaffran melihat jam tangannya "Kurang lima belas"
"Ya gapapa dong, kan makan nya disini" jawab Adila
"Aku sibuk sekali mengurusi meeting nanti jam satu dengan revlan sepertinya kamu saja yang makan ini disini, aku makannya nanti setelah rapat saja" ucap zaffran bangun dan menarik laptopnya
"Kamu mau kemana?" tanya Adila memegang tangan zaffran
"Mau duduk disofa" jawab zaffran
"Jangan, kamu duduk disini saja" ucap Adila menarik lengan zaffran untuk duduk kembali dikursi nya "Cepat kerja" ucap Adila
Zaffran tersenyum dan kembali bekerja Adila kemudian membuka tempat makan yang dibawanya dan mulai menyuapi zaffran. zaffran tersenyum dan memakan suapan-suapan yang diberikan Adila
......
"Iya aku juga" teriak tawa beberapa pegawai yang menuju keluar
"Nesa" panggil Ghea
"Ghea" nesa kaget dan menghampiri Ghea "Kalian duluan saja ya" ucap nesa pada teman-teman nya
"Ghea kau...." nesa menunjuk pakaian yang dipakai Ghea
Ghea mengangguk angguk "Aku kerja disini" ucap ghea seketika nesa menutup mulutnya "Ah aku punya teman" ucap nesa memeluk ghea
"Apa kau sudah makan siang?" tanya nesa
"Belum" jawab Ghea
__ADS_1
"Ayo makan siang dulu, di restoran sana" ajak nesa
"Pasti mahal ya?" tanya Ghea
"Aku traktir sebagai teman kerja baru, setelah Adila menikah aku tak punya teman yang dekat sekali" ucap nesa dengan ekspresi wajah nya
"Kalau ditraktir ayo" jawab Ghea penuh semangat
.........
Jam 12.30
"Setelah makan kita langsung ke perusahaan itu?" tanya Deri sambil meminum segelas air putih
"Iya" jawab simple revlan
Mereka berangkat dengan dua pegawai nya. setelah sampai mereka masuk disambut ramah oleh para satpam
Sebelum masuk mereka menghampiri resepsionis dan mengisi absensi kantor tamu
"Ghea" revlan menunjuk Ghea
"Aku kan sudah bilang kalau aku kerja disini" jawab Ghea
Sedangkan dua pegawai nya sedang mengisi buku tamu nya dan untuk bosnya. Deri yang mendengar ucapan mereka hanya menyimak nya
"Jadi dia yang namanya ghea" gumam Deri " Cantik juga"
"Deri" revlan menepuk pundak Deri. dengan seketika deri Menggeleng kan kepalanya "Ha?"
Revlan yang tau dia memperhatikan Ghea langsung berbisik "Jangan terlalu berharap lebih"
Deri yang mendengar nya sambil tanda tangan segera menutup buku tamu itu dengan keras. membuat Ghea kaget dan tersenyum dengan paksaan
"Eh maaf-maaf" ucap Deri yang tahu perempuan dihadapan nya ketakutan
Tak lama ia mengikuti revlan dan dua pegawai nya ke ruang meeting sambil menggaruk kepalanya
Terlihat zaffran sudah berdiri beserta tiga pegawai nya
"Selamat siang pak" revlan menjabat tangan zaffran dengan senyum paksaan
"Silahkan duduk" ucap zaffran seperti tak ada masalah
Kini meraka membicarakan meeting yang lumayan lama. setelah selesai revlan dan Deri serta para pegawai keluar disusul dengan zaffran dan para pegawainya
Zaffran dan Bu Rani berdiri didekat tangga sedangkan revlan sedang berdiri dimeja resepsionis. zaffran tersenyum penuh kepuasan pada revlan sedangkan revlan hanya menatap tajam zaffran. Deri yang melihat keduanya paham bahwa ada sesuatu apalagi sebelumnya revlan sempat bilang mereka akan meeting di perusahaan si breng***
Tak lama revlan keluar dan zaffran pun naik tapi tidak dengan Deri ia malah menghampirinya Ghea karena penasaran soal hubungan dia dan revlan.
"Kamu, Ghea kan?" tunjuk Deri pada Ghea
__ADS_1
Ghea hanya tersenyum dan mengangguk kecil
"Aku bisa bicara sebentar?" tanya Deri dengan mata tajamnya
"Deri" teriak revlan kembali lagi ke dalam perusahaan
Deri pun keluar tapi dia sempat menampilkan pesona nya didepan Ghea berharap Ghea pun akan sama seperti perempuan lain yang tergila-gila oleh ketampanan dan kekayaannya supaya bisa tau apa ada hubungan antara ghea dan revlan
"Ini" ucap Deri meninggalkan kartu namanya dimeja resepsionis
"Ayo" Deri merangkul kakak nya itu
"Seperti nya pegawai nya revlan dekat sekali dengan nya" ucap Ghea yang melihat ke arah Deri. "Apa-apaan ini, untuk apa kartu namanya. tak penting" Ghea membuang nya ke tong sampah dan duduk kembali dikursi nya
.........
"Ngobrol apa kamu tadi?" tanya revlan didalam mobil
"Siapa yang ngobrol" jawab ketus Deri
"Kau pikir aku ini bodoh! aku bahkan tau kalau kau tadi memberikan kartu namamu"
"Memangnya kenapa? kau takut resepsionis tadi diambil oleh ku?" tanya Deri menatap tajam ke arah revlan
"Kau ini selalu bicara sembarangan" Jawab revlan dengan santai "Aku takut jika kau tanya macam-macam pada Ghea dan kau akan tau siapa Adila, aku juga yang repot" gumam revlan dalam hatinya
Sore hari.
Setelah mereka berkerja mereka kembali lagi ke apartemen Deri ke kamarnya dan revlan ke kamar nya
"Sisil kau sedang apa?" tanya revlan menghampiri istrinya yang sedang masak
"Buat ayam goreng" jawab sisil menunjuk kuali
"Aku mandi dulu" jawab revlan yang meloyor ke kamar mandi
Deri sedang asik dengan handphone nya tak lama ia baru berpikir "Kenapa resepsionis tadi tak memberi ku pesan?" gumam Deri
Ia berjalan ke ruangan kakaknya untuk segera makan, terlihat Sisil dan revlan sudah makan terlebih dahulu
"Makan der" ajak Sisil
Deri mengangguk kan kepalanya dan ikut makan
"Ka Sisil dari pagi sampe sore di apartemen aja?" tanya Deri memulai obrolan. sisil mengangguk kan kepalanya
"Gak bosen?"
"Bosen banget, tapi abang mu gak bolehin kakak pergi sendiri takut kenapa-kenapa kali" jawab sisil tersenyum pada revlan. revlan pun membalas senyuman sisil "Ya iya lah kan jaga-jaga" gumam revlan dalam hatinya
"Kalo begitu, kenapa kakak gak ikut saja ke kantor?" tanya Deri menyeringai. revlan langsung membuka matanya lebar-lebar
__ADS_1