Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Tangis sisil


__ADS_3

Deri segera membuka pintu rumah terlihat sisil masih menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul sofa , kini ia duduk di lantai dengan rambut yang sudah acak-acakan


"Kak Sisil" teriak deri dan berlari menghampiri kakak iparnya


"Kamu jahat" Sisil mendorong tubuh deri


"Maksud kakak?" Deri mengerutkan keningnya dengan apa yang diucapkan sisil


"aduh bu... duduk diatas bu yaampun" bibi itu menarik bahu sisil untuk duduk disofa


"Deri...kenapa gak bilang sama kakak, kalau revlan ternyata tak mencintai kakak?" teriak sisil sambil terus terisak tangis


"Bi, tinggalin kita" ucap deri yang kini duduk di samping sisil


"Kakak tau dari mana bang revlan tak mencintai kakak?"


"Dia...dia sendiri yang bilang padaku!!!!"


Deri mematung ia bingung harus menjawab apa dan bagaimana apalagi kak sisil dalam keadaan seperti ini, menjelaskan semuanya juga tak akan membuat ini jadi lebih baik


"Lebih baik kakak pastikan dulu, kalau memang benar bang revlan tidak mencintai kakak untuk apa dia menikah dengan kakak" ucap deri yang dipikirkannya akan lebih menenangkan Sisil


"Aku tau deri... bang revlan awalnya menolak pernikahan ini, dan dia sendiri yang bilang bahwa dia gak bisa nolak apa yang di suruh mamah sama papahnya bukan karena dia mau belajar mencintai ku" jawab Sisil yang malah menambah kencang menangis


"Sudah kak, tenang jangan menangis"


"Aku pikir setelah menikah apalagi dia selalu memberikan semua perhatian nya padaku dia mencintaiku, nyatanya tidak. dia mencintai perempuan lain!!! jadi selama lima bulan pernikahan aku di anggap apa oleh nya... "Sisil menatap deri dengan wajah kesal yang di pendam dengan sangat tajam "Lalu aku dianggap apa der? aku dianggap apa oleh abang mu?" sambung Sisil lagi dengan tangis yang terus menerus semakin menjadi-jadi


Deri pun hanya bisa menunduk ketika pertanyaan itu dilontarkan pada dirinya, ia tau kak sisil itu adalah perempuan baik dan ia tulus mencintai abang satu-satunya itu, tapi kini ia sedikit menyesal waktu revlan meminta tolong untuk membantunya menolak perjodohan itu deri tidak mau dan malah mendukung orang tuanya


Sampai akhirnya seperti ini, bukan hanya akan membuat sisil dan keluarga merasa direndahkan tapi kalau orang tua deri tau, pasti akan jatuh sakit terlebih mereka mengetahui revlan adalah seorang laki-laki baik dan bertanggung jawab


"Apa yang harus aku lakukan?" pikir deri sambil menatap kak Sisil


Ia pun mengambil air minum dan berusaha menenangkan Sisil dengan segala cara "Kakak minum dulu, aku mau menemui bang revlan. dia ada di kamar kan?"

__ADS_1


Dengan tersedu-sedu sisil mengangguk kan kepalanya


Deri dengan penuh rasa marah mendorong pintu yang tidak terkunci itu


"Ada apa?" tanya revlan tanpa menoleh sedikitpun ke arah deri


"Kau tuli bang? istri mu sedang menangis di bawah dan dengan santainya kau malah menonton televisi?"


"Aku sudah tak perduli padanya, aku cape main sandiwara ini" jawab revlan


"Apa? sandiwara? kau pikir pernikahan hanya untuk main-main?"


"Aku tak pernah bilang aku mau menikah" jawab revlan dengan ketus


"Aku tau, aku tau kau tak mencintainya. tapi bukan begitu caranya, dia juga punya perasaan"


"Aku mencintai adila dan hanya mencintai nya"


"Dia bahkan sudah mempunyai suami!!! dan kau tak lebih hanya seorang pecundang yang ingin merusak kebahagiaan orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan mu sendiri"


"Terserah kau mau bilang, yang jelas adila sendiri yang meminta aku datang ke sana. dan aku yakin dia akan bercerai dengan zaffran dan aku akan segera menikahinya" jawab revlan dengan santai


"Cinta!!! dia bahkan tak tau apa arti cinta. seharusnya dia berpikir lebih jernih mana mungkin adila mau menikah dengan nya , pak zaffran dan Adila bahkan sangat terlihat saling mencintai. revlan sudah benar-benar gila, sampai dia lupa Adila sedang mengandung anak zaffran" maki deri sambil melangkah menuruni anak tangga


Ia terdiam dihadapan sisil yang kini tengah menyenderkan tubuhnya dengan mata merah dan sembab serta badan yang seperti nya sudah melemas


"Kakak baik-baik saja?" tanya deri pada sisil yang seperti tak ada tenaga


"Aku ingin ma*i saja" jawab sisil dengan lemas


"Eh kakak jangan bicara begitu, Deri akan menceritakan semuanya pada kakak. tapi kakak harus istrihat dulu"


"Ceritakan sekarang deri, siapa perempuan yang mau merebut revlan dariku!!!" Sisil menggenggam tangan Deri kuat


"Deri akan menceritakan nya tapi enggak sekarang, malam nanti deri akan kesini lagi. sekarang kakak mandi terus tidur"

__ADS_1


"Aku gak mau"


"Kalau kakak gak mau deri gak akan nyeritain apapun"


Akhirnya Sisil mengangguk, deri pun menyuruh bibi untuk menemani sisil dan biarkan Sisil tidur dikamar tamu, karena jika Sisil ke kamar revlan itu hanya akan membuat nya kembali menangis


Deri keluar dari rumah revlan saat ia hendak menancap gas tiba-tiba ia melihat seorang lelaki sedang berdiri disisi gerbang sambil seperti mengawasi, Deri yang curiga pun akhirnya memutuskan keluar dari mobil dan menghampirinya


Namun orang itu berlari kencang meninggalkan rumah revlan, Deri pun tetap mengejarnya dengan lari yang cukup kencang "Hei..tunggu!!!"


Tapi lelaki tadi yang adalah anak buah aldi berhasil lolos ia dijemput oleh sebuah mobil hitam


"Hhhh...hhhhh siapa mereka? kenapa mereka berlari dan seperti sedang mengawasi ku!!! orang itu bahkan bisa di jemput oleh sebuah mobil , padahal dia dari tadi tak memainkan ponselnya" deri menaruh curiga pada kejadian itu, ia kembali ke rumah revlan dengan nafas yang memburu


"Pak tadi liat gak ada orang disitu?" deri menunjuk tempat bekas orang itu berdiri tadi


"Saya tidak melihat pak" jawab satpam itu


"Kemarin-kemarin ada yang orang mencurigakan gak?" tanya lagi deri


"Ada pak, kemarin ada sekitar delapan orang pakai tangga naik ke tembok sana, dia ngambil apa ya. kaya kamera gitu" jawab satpam menunjuk tembok tinggi dihalaman rumah revlan yang mengarahkan nya ke teras


"Ada lagi?"


"Cuma itu sih pak"


"Emang pas dia ngambil gak ada yang tau?"


"Kita semua tau pak, sama kita ditegor kan ya terus yang satu orang turun dari atas kita pada susul ke sana eh ada banyak orang terus pas kita kejar mereka lari terus ilang, gak tau kemana. kaya di telen bumi"


Kecurigaan deri pun bertambah dengan kejadian dan kesaksian itu, tapi ia masih tak bisa berpikir itu siapa? karena selama ini keluarganya tak memiliki musuh



__ADS_1



Baca Terpaksa menikahi bos muda manja :)


__ADS_2