
"Siapa ghea yang telepon?" tanya Adila sambil meneguk air mineralnya saat ghea kembali duduk di samping Aliya
"Deri" jawab ghea
"Bukannya dia adiknya revlan?" tanya adila mengerutkan keningnya
"Iya, aku mau ngomong sama kamu" ucap ghea memegang tangan adila
"Ngomong apa?" tanya adila bingung
"Sebentar, disana" Ghea menunjuk tempat dimana ia tadi mengangkat telepon dari deri
"Ayok" jawab adila
"Aliya, tunggu sebentar ya. kalau ngomong disini aku takut kamu ke ganggu" ucap ghea
"Tenang saja" ucap Aliya tersenyum
Ghea dan Adila pun duduk disofa tadi, tapi mereka bukan nya saling menatap dan mulai berbincang. malah, menatap dua bodyguard nya yang tadi berdiri di dekat pintu sekarang berdiri menatap tembok dihadapan keduanya
Ghea bertanya dengan gerakan kepalanya yang diarahkan pada dua orang bodyguard itu pada adila, Adila pun Menggeleng kan kepalanya
"Kalian mau apa?" tanya Adila
"Kami hanya menjalankan tugas nyonya" jawab salah seorang bodyguard
"Iya saya tau, tapi kenapa ikut kesini. tunggu saja di sana"
"Tidak bisa nyonya. kata tuan, nyonya tak boleh lepas dari pandangan kami. bahkan jika nyonya mau ke toilet kami akan pastikan toilet itu aman dan barulah kami menunggu di depan pintu" jawab bodyguard itu dengan tegas
"Sudahlah biarkan saja" ucap ghea yang malas berdebat dengan orang bertubuh besar itu
"Jadi apa yang mau kamu beritahu padaku?" tanya Adila kembali pada topik yang akan dibicarakan ghea
"Deri bilang, revlan mau ke Jakarta" beritahu Ghea
"Ohh itu, aku juga tau ghe, kalau revlan hari ini ke Jakarta" jawab adila sambil menatap Ghea
"Oh ya? kamu tau?"
"Iya kata zaffran tadi pagi, dia kesini untuk menemui ku. tapi aku bingung ada apa lagi" jawab Adila bingung
"Kata Deri, kamu yang bilang pada revlan untuk menemui mu"
"Ha? tidak" jawab Adila menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Maaf nyonya dan nona sebaiknya kembali ke sana menemani istri sahabat tuan, tuan berpesan agar nona tidak membicarakan hal-hal yang serius terlalu lama. apalagi membahas seseorang bernama revlan" ucap bodyguard itu yang membuat adila dan Ghea merasa terganggu
"Ini terlalu sulit" ucap ghea kesal
"Sudahlah ayo, kesana. yang jelas aku tak meminta revlan datang" ajak adila sambil menggandeng tangan Ghea
"Sepertinya ini ada yang aneh, apalagi dulu revlan pergi dari Jakarta untuk melupakan mu kan? bahkan dia sampai membuat masalah dengan perusahaan zaffran" saut ghea
"Maaf nyonya dan nona tolong sudahi pembicaraan nya, atau kami akan membawa nyonya pulang dan dua bodyguard akan disini menjaga istri sahabat tuan" ucap salah seorang bodyguard dengan nada pelan dan wajah datar namun penuh ancaman
Ghea dan Adila pun kembali duduk sambil menelan ludahnya menatap kedua bodyguard itu dan saling mengganguk bahwa mereka sepakat menyudahi obrolannya
Tiba-tiba seorang suster datang membawa bayi mungil berkulit putih
"Permisi nyonya Aliya, waktunya belajar menyusui" ucap suster sambil berjalan mendekat
"Wah lucunya" ucap Adila mengusap pipi bayi Aldi dan Aliya itu
"Wah , aku tak sabar menunggu ponakan ku lahir" ucap ghea mengelus perut Adila
"Aku juga, pasti ia akan menggemaskan seperti ini" saut Adila tersenyum
Aliya pun dibantu supaya duduk, kemarin ia sudah belajar memberikan asi dan kali ini lagi, supaya air asi nya tetap keluar
"Apa mereka tidak keluar?" tanya Aliya saat melihat dua bodyguard yang berdiri menghadap padanya
"Maaf nyonya, seperti yang saya katakan. tuan melarang kami untuk membiarkan nyonya lepas dari pandangan kami" jawab tegas bodyguard itu
"Aduh kalian tenang saja, saya tak akan kabur. dan kenapa-kenapa kok!!!!" jawab Adila kesal "Kalin tunggu di luar saja bersama teman kalian yang dua itu"
"Maaf nyonya, kami tidak bisa"
"Akhh yasudah aku keluar" ucap Adila kesal menghentakkan kakinya ke lantai
"Nyonya , nyonya tidak boleh melakukan itu. bayi di dalam perut nyonya bisa terguncang"
"Iya..iya" jawab Adila kesal
Adila pun keluar dengan perasaan kesalnya ditemani Ghea agar Adila tak merasa bosan menunggu Aliya selesai memberi asi
"Sudah tunggu saja disini" ucap ghea mengelus punggung Adila
"Aku cuma mau tau saja bagaimana caranya, mereka malah menggagalkan nya" tunjuk Adila pada empat orang yang kini menatap dirinya
"Tenang saja, kau bisa menyuruh zaffran untuk mengambil kan mu les menyusui"
__ADS_1
"Ghea" Adila mendorong bahu Ghea yang tengah cekikikan
Zaffran dan Aldi masuk kembali kedalam sebuah mobil setelah semua rencana nya tersusun aman. ia pergi ke taman yang diperuntukkan bertemu dengan revlan besok pagi
Ia bahkan sampai meminta izin pada pengurus taman yang dimiliki pemerintah itu untuk esok pagi agar rencana berjalan mulus
"Apa revlan tidak akan curiga melihat taman itu sepi?" tanya Aldi di tengah perjalanan saat mereka akan kembali lagi ke rumah sakit
"Siapa bilang taman itu akan sepi? aku menyuruh mu untuk menyuruh beberapa orang disana"
"Baiklah"
"Lagian kita kan tidak meminta izin untuk mengosongkan semua taman, hanya taman didekat tempat duduk itu"
"Betul juga, oh iya apa kamu mau menyuruh Adila kesini untuk memancing revlan?"
"Enggak, aku tidak akan membawa Adila dalam masalah seperti ini"
"Lalu?"
"Kita pakai saja handphone mu, setelah dia ada baru kita menghampirinya"
"Oke"
"Aku akan membayar semua kerja keras mu" ucap zaffran menepuk pundak Aldi
"Tidak usah, jika semua uang yang pernah kau berikan padaku ditabung mungkin aku sudah bisa membeli 20 rumah mewah. kau terlalu gampang memberiku uang bahkan saat kau aku kerjai" tolak Aldi sambil terkekeh
"Aku hanya melakukan ini pada sahabat ku" jawab zaffran dengan senyum lebarnya
"Aku hanya akan menerima kado untuk anakku, jangan lupa membeli kan nya sesuatu yang bermanfaat seperti rumah atau mobil" ucap aldi sambil tertawa
"Aku akan memberikan satu mobil box besar yang isinya pakaian bayi" jawab zaffran serius
"Apa kau serius?" tanya aldi mengerutkan keningnya setelah melihat wajah zaffran sudah tak tertawa
"Kalau kau mau"
"Tidak usah sebanyak itu, aku bingung nanti menyimpan nya" tolak Aldi yang juga serius karena zaffran tak pernah bermain-main
"Baiklah, kalau begitu kau mau minta apa untuk anak mu. aku tak akan membiarkan mu tak menerima apapun atas bantuan mu padaku"
"Aku ingin kau ... kau memberi anakku sebuah pakaian bayi yang lucu dan beberapa mainan, hanya beberapa" ucap Aldi menunjuk wajah zaffran
Yang dijawab anggukan kecil dan senyuman diwajahnya
__ADS_1
Kini mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit, karena ini sudah pukul 14.02 zaffran pun sambil akan pamit pulang
Baca novel Terpaksa menikahi bos muda manja :)