
"Dia hebat ya, padahal dia kerja sama kamu tapi dia bisa beli restoran mahal kalah kamu yang bosnya" ucap Adila kembali membuat zaffran jengkel
"Mana mungkin dia bisa beli sendiri kalau bukan aku yang beli kan" jawab zaffran ketus
Lalu ia langsung melotot sambil menatap kosong layar laptopnya
"Apa mas? kamu yang belikan untuk Aldi?" tanya Adila menarik wajah zaffran agar melihat nya
"Enggak lah..." kata zaffran langsung kembali menatap laptopnya
"Ok..berarti zaffran yang membelinya" pikir Adila dalam hatinya
"Aku tadi ketemu Aldi sama perempuan loh mas" ucap Adila kembali membuka obrolan
Dengan seketika zaffran menatap Adila "Perasaan hari ini kamu sering ya ketemu Aldi?" tanya heran zaffran
Adila langsung bangun dari paha zaffran melepaskan rangkulan "Aduh" Adila memegang perutnya
"Kenapa?" zaffran langsung memegangi perut Adila
"Aku ingin buang air besar" jawab Adila
"Ist...yaudah sana" ucap zaffran langsung kembali duduk di kursinya
Adila berjalan ke arah toilet sambil tersenyum "Untung tidak ketahuan" kata Adila mengusap dadanya
Adila sebenarnya tak ingin buang air besar ia hanya alasan saja ia hanya membenahi penampilan nya di depan cermin
Lalu keluar lagi
"Cepet banget" kata zaffran menengok Adila
"Gak jadi" jawab Adila
"Kenapa?" tanya zaffran
"Gapapa, ayo pulang" kata Adila menarik lengan zaffran
Zaffran menengok jam tangannya menunjukkan pukul 03.15 "Baru jam segini"
"Aku ingin istrihat, badan ku pegal-pegal" kata Adila memijit tangan sendiri
"Ya sudah , aku gak mau sampe anakku kenapa-kenapa" jawab zaffran langsung bangun dan menutup laptopnya
Ia berdua berjalan keluar kantor dan pulang dengan menyetir sendiri menggunakan mobil zaffran
Setelah setengah jam mereka sampai dirumah terlihat ria dan Ema berdiri menunggu Adila
"Kalian kenapa diluar?" tanya Adila bingung
"Menunggu nyonya, mari nyonya" ria memegang tangan Adila
Zaffran hanya terkikih dibelakang Adila
Adila melepaskan tangan mereka kemudian duduk dimeja makan sambil menatap tajam dua pelayan nya itu
Zaffran duduk dan ikut menatap pelayan Adila
"Sini-sini saya mau bicara" kata zaffran menggupaikan tangannya kepada para pelayan itu
Pelayan itu menghampiri zaffran
"Ada apa tuan?" tanya ria
"Saya mau kamu mengurus istri saya dengan baik"
"Pasti pak" jawab Ema
__ADS_1
"Inget jangan biarin dia pergi sendirian ke luar rumah ini, kecuali atas izin saya paham" kata zaffran menaikan suaranya
"Paham pak" jawab ria dan Ema
"Mas!!!" Adila menyenggol siku zaffran
Zaffran hanya tersenyum
"Terus kalau di rumah kalian tidak perlu berlebihan nanti istri saya malah tidak nyaman, cukup berikan yang dia butuhkan saja jangan terlalu menjaga nya seperti anak kecil" ucap zaffran lagi
"Baik tuan" jawab ria dan Adila
Kini mereka kembali berdiri di dekat tangga
"Sudah seperti penunggu tangga saja" kata zaffran tertawa
Adila memainkan telepon genggamnya sambil terus tersenyum ia membalas pesan Tika
KAKAK AKU TADI COBA TANYA SAMA KAK ALDI APA DIA SAMA KAK ZAFFRAN BERANTEM, EH AKU MALAH DI SEMPROT PAKE AER SAMA DIA TERUS BILANG KAMU KENA SETAN MANA TIBA-TIBA TERUS TERUSAN NANYA URUSAN AKU SAMA ZAFFRAN
"Hahahaha maafkan kakak Tika" dengan emot ketawa
"Kamu lagi WhatsApp pan ya?" tanya zaffran menengok Adila sambil memakan buah yang sudah dipotong bibi di meja makan
"Iya" jawab Adila tanpa menengok sedikit pun ke arah zaffran
Zaffran dengan seketika merampas handphone ditangan Adila namun masih dapat dipegang erat oleh Adila dan mereka rebut-rebutan
Ema menghampiri kedua nya lalu menarik handphone Adila
"Hey" ucap Adila menatap Ema
"Sini" pinta zaffran menadahkan tangan nya
"Ini Bu" kata Ema memberikan pada Adila
"Kamu kenapa ngasih ke dia" tanya zaffran heran pada Ema
"Maaf tuan sebelumnya, kata nyonya ari Aliyad yang menyuruh kami katanya harus memprioritaskan nyonya Adila" jawab Ema membungkuk diri
"Hah?" zaffran kaget
"Wle" Adila menjulurkan lidahnya lalu ia pergi ke kamar
Zaffran berdiri memastikan Adila masuk
Lalu ia mengabari Aliya
"ingat Aliya jangan lupa perjanjian kita, jangan sampai menemui Adila"
Dengan hitungan detik Aliya membalas
OKE
lalu zaffran menghapuskan pesannya dan ikut menyusul Adila ke kamar
Adila berbaring memainkan handphonenya tak lama zaffran menjatuhkan badannya ke samping Adila Sambil memeluk perutnya
Adila dengan segera menghapus semua WhatsApp di handphone nya lalu meletakkan nya di samping badannya
"Awas aku mau mandi" ucap Adila
Zaffran terus memeluknya tak menjawab sedikit pun ucapan Adila
"Awas mas" Adila berusaha melepaskan tangan zaffran dari perutnya walaupun gak ada hasilnya
Zaffran malah mencium leher jenjang Adila sambil terus tak menggubris ucapan Adila
__ADS_1
"Mas" Adila mendorong nya
"Ada apa sih?" tanya zaffran yang langsung duduk dihadapan Adila
"Aku mau mandi" ucap Adila yang bangun juga
"aku ikut" jawab zaffran mengejar Adila sambil membawa handuk
Adila berhenti didepan pintu "Mas aku cape" kata Adila melemaskan nada bicaranya
"Aku cuma mau mandi bareng istriku apa salahnya" kata zaffran menatap wajah Adila
"Tapi aku gak mau mas" jawab Adila jutek
"Sudah lah ayo mandi" ajak zaffran memegang tangan Adila masuk kamar mandi
"Mas sepertinya aku mual kalau kita mau mandi bareng, bawaan bayi" Adila memegang mulutnya dengan tangan kiri dan perutnya dengan tangan kanannya
"Hah? mual? kebangetan sekali kamu nak padahal masih belum terlihat wajahnya" kata zaffran mengelus pelan perut Adila
Zaffran pun akhirnya pergi dengan lemas keluar dari kamar mandi Adila segera menutup pintu kamar mandi
"Siyalan, jika bukan karena calon penerus ku sudah ku terkam kau Adila"
Setelah beberapa jam Adila baru keluar
"Krekk...pintu terbuka
"Kamu mandi atau ngapain si sampe selama ini?" tanya zaffran heran
"Bentar doang ah" jawab Adila
"Bentar? liat!!!" zaffran menunjuk jam dinding di rumahnya sudah menunjukkan pukul 17.38
"Bawaan bayi kali" ucap Adila menjauh
Padahal Adila hanya ingin berlama-lama berendam karena ia sangat lelah
Tak lama Adila turun ke bawah menonton serial favoritnya dengan ditemani susu hangat serta biskuit ibu hamil
Tak lama zaffran datang dengan santainya ia ke rangkulan adila
Adila tak menggubrisnya ia terus saja makan sambil menatap layar televisi
"Kamu sudah minum susu ibu hamil?" tanya zaffran sambil melihat gelas putih itu
Adila mengangguk
"Oh iya nanti aku ada meeting"
"Kapan?" tanya Adila
"Besok, jadi kamu jangan menelepon ya"
"Pede sekali dia" gumam adilaa dalam hatinya
"Kamu meeting sama siapa?" tanya lagi Adila
"Sama revlan si pecun**** itu" jawab zaffran menaikan nada bicaranya
•
•
•
Yang gak sabar liat zaffran kena batunya dan mereka bertengkar hebat staytune terus ya sampe aku up hehe:)
__ADS_1