
Orangtua zaffran datang dengan terburu-buru mengambil langkah seribu untuk datang ke kamar putranya.
Dilihatlah zaffran yang tengah terbaring dengan sisi satunya adalah menantu satu-satunya yaitu adila.
Kini ia, ibunya menekuk lutut dan menggoyangkan tubuh zaffran, zaffran mulai membuka matanya sambil meracau tak menau oleh pengaruh alkohol.
"Aliya... sayang...ada disini" kata zaffran memegang wajah ibunya
"Eh aldi...kamu?kamu siapa?" menunjuk papahnya yang mematung berdiri disamping ibunya
"Pah?" tanya mamah menoleh ke arah papah
"Seperti nya tuan zaffran mabuk sekali nyonya, dari mulut sampai baju nya pun bau sekali minuman beralkohol" saut seorang satpam yang menunggu didalam kamar
"Yaampun mabuk?" mamah segera berdiri
Karena ia tidak tau sisi lain dari putranya yang selalu terlihat baik, penyanyang walaupun kadang sedikit tegas tapi ibunya tidak tahu bahwa seorang putra aliyad senang bermain dengan perempuan malam.
Kini zaffran masih meracau dengan omongan yang tak dapat dimengerti. papah mengambil segelas air yang dipegang bibi di nampan dan menyiramnya tepat di wajah putranya.
"Adilla" mamah sekarang mengelus-elus rambut menantunya
"Tak...tak..."
suara langkah kaki menaiki anak tangga, masuklah seorang dokter lelaki yang cukup berumur. Ya bener, itu dokter Ilham.
"Akhirnya dokter ilham datang juga" ujar mamah
Dokter itu tersenyum "kaget saya katanya zaffran dan istri pingsan" sautnya sambil mendekat
"Adila dulu, anak ini gak di periksa-pun tak apa" kata papah saat dokter berjalan ke arah zaffran
"Hustt papah, tapi memang adila dulu dok baru zaffran"
"Bagaimana dok?" tanya mamah pada dokter yang telah selesai memeriksa adila dan zaffran
"Adila seperti nya terlalu stres akhir-akhir ini dan dia juga kelelahan jadi membuat badannya lemas hingga pingsan"
"Kalau putra ku bagaimana dok?" tanya lagi mamah
"Zaffran hanya kebanyakan minum minuman beralkohol, seperti nya dia sangat sering akhir-akhir ini meminumnya dan kali ini dia minum dengan sangat banyak hingga membuat nya tak sadar kan diri" jawab dokter ilham
"Pak satpam tolong ambil satu ember air" titah pak ary yang sudah kesal melihat putranya
"Pah" mamah memegang tangan pak ari
"Tenang saja mah, duduk sana" kata papah menunjuk sofa di sebrang
__ADS_1
Satpam datang dengan satu ember penuh yang ia ambil dari kamar mandi milik zaffran "maaf pak" ujarnya memberi ember itu
Pak ari berjalan ke meja rias mengambil empat botol minyak wangi yang kemudian dituangkan ke dalam ember "ini terapi namanya, supaya gak bau busuk" ucapnya yang langsung disauti gelak tawa oleh dokter ilham
Kini bukan segelas lagi tapi satu ember penuh itu tumpah ke atas tempat tidur, tubuh zaffran basah begitupun adila yang kena.
Zaffran mulai tersadar, kini ia batuk batuk sambil berusaha duduk. zaffran melihat sekelilingnya , ia bingung kenapa ia ada di rumah dan kenapa semua nya menatap ia begitu marah.
Dan ia teringat ketika adila menyetir mobil dan menabrak gerbang "kenapa baju ku basah semua ini?" tanya ia sambil terus batuk-batuk "baunya menyengat sekali" sambungnya
"Papah yang siram kamu" jawab papah dengan intonasi jelas
"Kenapa papah nyiram aku?" tanya zaffran sambil memegang baju bagian dadanya
"Karena papah tidak kuat mencium bau alkohol dari tubuhmu" jawaban papah membuat zaffran serontak kaget, "ah pasti aku mabuk berat" zaffran memukul kepalanya sendiri karena merasa sangat bodoh
"Hmhhhhhmm" adila bergumam yang langsung semua orang melihat ke arahnya
"Adila?"zaffran yang melihat istrinya kini mulai sadar segera mendekatinya
"Adila kenapa mah?" tanya zaffran pada ibunya
"Tanya sama diri kamu, kamu habis ngapain pulang-pulang dibawa adila dengan badan bau alkohol sampai adila menabrak pagar rumah" jawab papah yang langsung membuat zaffran menoleh ke arahnya
"Nabrak? maksudnya?" zaffran bingung
"Adila sayang kamu baik-baik saja?" tanya mamah mengelus rambut adila
"Iya mah adila baik-baik saja" dengan mata sembab-nya yang kini terlihat
"Kamu habis menangis?" tanya mamah yang memperhatikan mata adila
Adila Menggeleng, zaffran memegang lengan kanan adila "Sayang kamu gapapa?"
Dengan secepat mungkin adila menepisnya "aku baik baik aja"
Zaffran menatap wajah adila dengan penuh penyesalan karena mengajak adila pergi ke rumah aldi, ia sekarang sedang mengingat ngingat apa saja yang ia lakukan di party itu.
Kini papah menarik baju putra semata wayangnya itu dari belakang "aw" zaffran menjerit karena merasa tercekik
"Bangun!" bentaknya
Zaffran kini berdiri dengan wajah menunduk dan tangan yang dilipat kebelakang "maaf pah"
"Kamu mabuk?" tanya papah dengan lantang
"Iya pah" jawabnya mengakui
__ADS_1
"Sejak kapan seorang putra ku mabuk?"
"Baru kali ini pah" jawab zaffran berbohong
"Sudah bertahun tahun" suara adila yang kencang membuat semuanya terkejut begitupun zaffran
Papah mengangguk "kamu habis datang ke tempat hiburan malam?"
"Bukan pah, dari pesta temen" zaffran segera menatap kembali wajah papahnya
"Dari pesta temen yang mengundang para lelaki mesum" adila terus ikut menjawab pertanyaan pak ari
"Bagus, bagaimana kamu bisa memiliki teman seperti itu? apakah seorang zaffran sering ke bar?" papah terus menyelidik anaknya itu
"Tidak pah.." zaffran menjawab dengan sangat gugup
Lagi-lagi adila menjawabnya dengan lantang "tidak pah dia jarang ke bar setelah menikah dengan adila, tapi dulu sering sekali. bahkan seorang zaffran aliyad punya tempat hiburan malam yang juga menyediakan kamar sewa untuk pela**r - pela**r itu kerja"
Serontak mereka semua kaget, baik pegawai, dokter maupun kedua orang tuanya.
Sebuah tamparan keras jatuh di pipi kirinya yang membuat pelipis pipinya berdarah, sekarang ia nampak meringis kesaktian dengan pipi yang semakin merah bahkan luka lebam kemarin saja belum sembuh.
Kini adila turun dari tempat tidur dan memegang pelipis pipi yang berdarah itu, sambil penuh harapan zaffran memandang adila agar menolongnya dari sang ayah. Namun adila malah mendaratkan tamparan manis di pipi kanannya.
Adila terjatuh sambil menangis dibawah kaki zaffran
"Dokter ilham, bibi, satpam. kalian semua boleh keluar sekarang" ucap papah "terimakasih" sambungnya
Mereka semua keluar dan menutup pintu kamar adila, zaffran masih menundukkan kepalanya sambil melihat adila yang menangis tersedu-sedu di dekat kakinya.
Mamah memegang pundak adila sambil ikut menangis, papah memegang leher zaffran yang diarahkan pada dua orang wanita yang sedang menangisi kelakuannya.
"Jika kamu menyakiti istri mu yang seorang perempuan, maka kamu juga menyakiti mamah mu yang juga seorang perempuan"
Zaffran masih diam membisu tak mampu mengeluarkan kalimat apapun
"Bangun sayang bangun" mamah membantu adila bangun dari bawah dan membawanya ke tepian tempat tidur
"Papah tidak menyangka, papah yang sangat membangga banggakan mu ini ternyata telah gagal mendidik anak lelakinya" papah menunduk kan kepalanya dan menghela nafas panjang
"Zaffran minta maaf pah" zaffran ingin memegang tangan papahnya namun papahnya melangkah kan kaki kebelakang
"Kamu sekarang punya seorang istri, dia lah disini yang paling merasa dikecewakan pergi lah minta maaf" suruh papah menunjuk adila yang tak hentinya menangis
"Mah ayo keluar" papah memegang tangan mamah nya keluar kamar dan menutup pintu rapat-rapat
Adila bangun dari duduk nya dan menunjuk ke arah suaminya
__ADS_1
"Ceraikan aku mas ceraikan aku! talak aku sekarang juga mas talak!" adila menarik kerah pakaian suaminya itu dengan nafas tak karuan