Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Suami kasar


__ADS_3

Adila me WhatsApp nesa


"Nesa semangat menggoda suamiku"


PASTINYA AKAN KUBUAT DIA BERTEKUK LUTUT


"Bagus, tapi awas saja kalau kamu mencintai dia ya"


dengan mengirimkan emot tawa


NAJIS!!!!


Kini Adila berganti me WhatsApp pak Danil


"Pak Danil bisa bantu Adila lagi?"


"Bisa bu"


"Tolong salinkan file rekaman cctv diruangan zaffran, terimakasih"


"Baik Bu"


Kini Adila tersenyum bebas dirumah sakit


Kantor.


Zaffran kini sudah berangkat ke kantor


Ia masuk dengan muka yang masih marah tanpa menjawab tiap sapa dari pegawai nya


ia membuka pintu kaca ruangan nya dengan keras "Brukk...


Ia duduk dengan mengepalkan tangannya


"Revlan Muhammad"


Tak lama Lala datang dengan langkah kaki yang cepat


"Pak...pak" panggil Lala yang langsung masuk


"Kenapa la?" tanya zaffran bingung


"Aku denger ibu kemaren liat rekaman cctv pak"


"Ruangan ini?" tanya zaffran menunjuk meja kerja nya


Lala mengangguk


"Tenang aja, saya sudah menghapus semua file yang aneh" jawab zaffran santai


"Saya gak mau ya pak , kalo saya keseret-seret masalah bapak sama ibu"


"Tenang aja yang penting kamu tutup mulut, oh iya suruh Alina kesini, saya butuh penyegar" kata zaffran sambil tersenyum nakal


"Oke" Lala memberikan jempolnya dan pergi


Tak lama seorang perempuan cantik berpakaian rapi datang dengan berlenggak lenggok


Dia duduk dimeja dihadapan mas zaffran dengan dikempit paha zaffran


"Kamu udah sarapan?" tanya zaffran membelai rambut pegawai nya itu


"Udah mas, kamu udah?" tanya balik perempuan itu dengan memegang bahu bosnya


"Udah dong sayang" kata zaffran yang kini memeluk Alina dengan menaruh wajahnya ke dada pegawai nya itu


Revlan kini duduk dikamar apartemen nya yang jelas itu sebenarnya sebuah apartemen miliknya


"Pak.. maaf mengganggu" seorang perempuan mendekari revlan yang tengah santai


"Ada apa?"


"Besok bapak harus ke kantor milik pak zaffran pak untuk membicarakan ekspor barang perusahaan kita"


"Iya, jam berapa?"


"Pagi pak jam delapan"

__ADS_1


"Oke kamu boleh pergi"


Perempuan itu pun berlalu pergi meninggalkan revlan


Revlan masih tersenyum-senyum memikirkan saat ia bisa menyentuh tangan Adila


Sore hari.


Zaffran keluar dari ruangan kerja nya Rani naik ke tangga ruangan kerja nya


"Pak..maaf pak telat" kata bu Rani


"Ada apa?" tanya zaffran mendekati Bu rani


"Bapak besok jam delapan ada meeting dengan perusahaan mitra, pak revlan"


"Bagus, jam berapa?"


"Jam delapan"


Zaffran mengangguk dan pergi


"Kesempatan bagus bertemu dengan si breng*** itu" gumam zaffran


Kini ia pulang ke rumah dengan mengendarai mobil tanpa supir


Adila di rumah sakit pamit pada Ghea


"Ghea aku pulang ya, nanti besok pagi kesini"


"Iya, ati-ati"


Adila melangkah kan kakinya menjauh meninggalkan rumah sakit Bekasi itu


Sekitar pukul 17.00 Adila baru sampai rumah dengan sebuah taksi online yang dipesannya


Zaffran terlihat tengah berdiri didepan pintu sambil menaruh kedua lengannya ditangan


"Habis dimana kamu?" tanya zaffran


"Kenapa emang?" Adila berjalan ke dalam


"Bukan urusan kamu"


"Adila...Adila.." zaffran memegang tangan Adila


"Aku tau kamu marah sama aku tapi gak gini. pergi pagi pulang sore gak ngabarin aku, apalagi kamu pergi sama si breng*** itu!!!!"


"Si breng*** ? bukannya kamu yang breng***? pergi pagi kerja maen perempuan pergi malem maen perempuan, iya mas?" tanya Adila sambil menatap wajah zaffran yang murka


"Pllakk....


Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi sebelas kiri Adila yang kini merah


Adila memegangi pipi nya dengan kedua lengannya


Zaffran mengepalkan tangannya sambil bingung


"Adila aku minta maaf" zaffran berusaha memegangi tangan Adila


Adila mendorong nya dan berlari menuju kamar tamu


Zaffran mengejar nya dengan cepat namun Adila keburu menutup pintu


Adila menangis dengan tersedu-sedu meratapi rumah tangga nya yang selalu dikhianati oleh suami nya dan kini malah bermain kasar pada dirinya


Malam hari.


Zaffran sedang makan malam terlihat jam menunjukkan pukul 08.30 dan Adila masih belum keluar kamar


"Bi bawa makanan ini ke kamar Adila" suruh zaffran pada bibi


"Baik tuan"


"Adila ada dikamar tamu" beritahu bibi


"Iya tuan" bibi naik ke atas kamar tau dengan zaffran yang memantau nya

__ADS_1


Tak lama bibi mengetuk namun masih tak ada jawaban


Setelah hampir satu menit bibi berdiri dan mengetuk pintu zaffran memanggilnya "Bi udah bi, gak papa"


Bibi pun turun lagi "Sebaiknya tuan yang coba ketuk pintu"


Zaffran Menggeleng dan naik ke atas masuk ke kamarnya


Adila masih berbaring ditempat tidur dengan menangis tersedu-sedu "Aku benci kas zaffran..."


Esok pagi.


Adila sudah mandi namun masih mengenakan pakaian yang kemarin karena ia tak mau masuk kamar


Ia melihat wajahnya di cermin , pipinya kini lebam mungkin karena saking kerasnya tangan zaffran menampar pipinya


Adila menggunakan masker untuk pergi ke rumah sakit sekaligus menutupi wajahnya agar Ghea tak curiga nanti


Ini masih jam 05.20 tapi Adila sudah berjalan keluar rumah


"Nyonya... mau kemana?" tanya satpam


"Saya mau...belanja"


"Kenapa bukan bibi saja nya, ini masih sangat pagi"


"Cepet buka pak saya buru-buru"


"Baik nyonya"


Satpam membuka gerbang Adila berjalan menjauh


"Pasti nanti tuan marah lagi" kata satpam itu pada temannya


"Kenapa akhir-akhir ini majikan kita sering bertengkar ya?"


"Nama nya juga rumah tangga baru, banyak diterpa masalah"


Mereka bergosip pagi-pagi begini !!!!


Adila berjalan dan membuka WhatsApp dari revlan yang dikirimkan malam tadi namun baru ia buka


AKU BESOK ADA PERTEMUAN MEETING DENGAN SI BRENG*** , AKU GAK BISA KE RUMAH SAKIT BUAT ANTER KAMU JENGUK GHEA


Adila membalas nya


"Gak apa-apa kok, Adila sekarang sudah dijalan sedang jalan kaki ke arah jalan raya buat naik taksi ke rumah sakit"


Dengan segera balasan dari revlan datang


JAM SEGINI?


"Eh kamu udah bangun?"


HABIS SHOLAT SUBUH TERUS GAK BISA TIDUR LAGI


"Yasudah aku mau lanjut jalan, jangan bertengkar nanti di perusahaan. malu!!!"


Chat dari Adila hanya dibaca saja oleh revlan


Adila mencari taksi tapi tak ada taksi, ada angkot tapi "kalo naik angkot ribet harus turun naik lagi turun naik lagi" pikir Adila


Adila akhirnya masih menunggu moga-moga ada taksi pagi gini


Ia lalu melihat warung nasi uduk yang baru mau dibuka


dengan memegang perut yang menahan lapar sejak sore kemarin ia berjalan mendekat


"Bu baru mau buku ya?" tanya Adila


"Iya bu, mau beli?"


"Iya saya pesen satu"


"Tunggu ya Bu saya beres-beres dulu"


Sekitar lima menit ibu itu membereskan tempat makan nya lalu ia membawa nasi uduk pada Adila

__ADS_1


Adila dengan lahap menyantap nya


Tak lama seseorang menepuk bahu Adila


__ADS_2