Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Kabar baik untuk nesa dan ghea


__ADS_3

Zaffran yang tengah asik minum minuman seorang sendiri dihampiri oleh Aliya


Dengan lihat aliya memeluk zaffran dari belakang sambil mencium lehernya


Zaffran yang merasakan sentuhan aliya malah terpancing hawa nafsunya kini ia kembali membalas ciuman dan mulai memeluk Aliya


Aliya lalu menggandeng zaffran ke kamar dengan masih memegang botol alkohol


Kini mereka berdua terbaring dikamar terlihat zaffran dengan badan lemas dan mata tertutup


Rumah zaffran.


"Hhhmmmm" Adila membuka matanya


"Adila sayang" mamah mendekat ke arah Adila


"Mamah, dokter Ilham? ada apa?" tanya Adila bingung


"Kamu akhir-akhir ini merasakan pusing ya?" tanya dokter pada Adila


"Iya dok, apa itu berbahaya?" tanya Adila kaget


Tak lama papah datang dengan membawa tespek


"Ini" papah memberikan nya pada Adila


"Tespek? bukannya ini tespek ini untuk...."


"Coba cek ke kamar mandi" suruh mamah memotong omongan Adila


"Buat apa?" tanya Adila bingung


"Coba saja sayang, ini minum dulu kamu pasti lemas"


Adila meneguk minumannya dan pergi masuk ke kamar mandi


Mamah dan papah tanpa sabar menunggu Adila keluar kamar mandi dan "Krek...


"Gimana?" tanya mamah langsung


"Begini?" tanya Adila menunjukkan hasilnya


"Alhamdulillah" kata mamah melihat tespek nya


"Yaampun Alhamdulillah" saut papah


"Ada apa sih ini?" tanya Adila


Dokter melihat hasil tepek Adila yang menunjukkan fositif


"Adila kamu hamil. seperti nya sudah memasuki usia kandungan dua Minggu"


"Apa?" Adila kaget bukan kepalang


"Sebenarnya aku senang tapi pernikahan aku saja sedang begini" gumam adila


"Baik lah pak, saya permisi" kata dokter Ilham pergi


"Sini berbaring" kata mamah menuntun Adila ke ranjang tidur


Adila membaringkan tubuhnya lalu ditutupi selimut oleh mamah


"Kamu jaga baik-baik ya jangan sampai stres" kata mamah


Adila hanya mengangguk kan kepala


"Mamah akan nginap disini nemenin kamu ya" kata mamah


"Iya mah makasih" jawab Adila


"Yaudah kalo gitu papah pulang ya, istrihat ya Adila" seru papah


"Iyah pah" jawab Adila


Papah pun pergi meninggalkan Adila dan mamah di kamar mereka pun tertidur pulas bersampingan


Esok hari.


Zaffran terbangun melihat selimut yang dipakainya


"Hah" betapa terkejutnya dia melihat ia memeluk Aliya Dengan keadaan Aliya telanjang bulat dan juga zaffran yang telanjang dada


Ia malah terdiam lalu mencari pakaian nya yang berserakan dan kemudian memakainya

__ADS_1


"hahhh...huh...hhhhh" nafas zaffran tak tentu


Tak lama Aliya bangun dan menarik selimut menutupi tubuh polosnya


"Zaffran" kata Aliya


Zaffran hanya terduduk diam


Zaffran bangun membuka pintu


"Zaffran" panggil Aliya gemetar


"Saya bakal tanggung jawab apapun yang terjadi"


Zaffran pergi dengan hati yang kacau keluar dari kamar meninggalkan Aliya di kamar


Ada Aldi yang masih duduk "Bos kemana?" tanya aldi tersenyum lebar


Zaffran hanya melihat wajah Aldi dan pergi naik mobil


Ia naik mobil dengan urak urakan sambil terus menepuk-nepuk kepalanya


"Begoooo!!!!!" Maki zaffran


Ia berhenti didepan rumah terlihat satpam segera membuka pintu gerbang


Zaffran memarkirkan mobilnya sendiri ke garasi "Aku gak kerja dulu deh" gumam zaffran


Ia turun dari mobil membuka pintu dilihatlah Adila dan mamah sedang mamakan sarapan


"Zaffran dari mana saja kamu?" teriak mamah pada zaffran yang mulai mendekat


Zaffran Menggeleng


"Ada berita bagus nih" kata mamah tersenyum manis


"Zaffran mandi dulu"


Zaffran naik tanpa menengok Adila sambil menyeret kakinya yang lemas


"Mas zaffran bakal seneng gak ya mah?" ucap Adila


"Dia pasti seneng banget, bakal ada zaffran Aliyad junior" jawab mamah percaya diri


Adila memegang megang tespek, menunggu zaffran keluar kamar


Tak lama zaffran datang dengan keadaan lesu


"Kamu gak kerja mas?" tanya Adila


Zaffran Menggeleng


Adila memberikan tespek dengan bangganya sambil tersenyum


Melupakan masalah-masalah kemarin dan kesalahan zaffran


"Apa?" kata zaffran bingung


"Aku hamil" jawab Adila


"Deg....


Zaffran tersentak kaget sambil tersenyum memeluk istrinya mamah yang jadi penonton hanya tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya kembali harmonis


Tak lama zaffran menekuk lutut dan mengusap-usap perut Adila lalu menciumnya


Terlintas lah pikiran Aliya dibenaknya


"Mas" Adila mengelus kepalanya zaffran


"Hhhhhhh" zaffran kaget dan bangun


"Kamu kenapa? kok melamun?" tanya Adila


"Enggak aku cuma bahagia aja" jawab zaffran


"Kamu enggak nyembunyiin sesuatu kan mas?" tanya Adila berbisik pada zaffran


Zaffran menggeleng


"Tolong ya mas jangan aneh-aneh lagi, kalau kamu aneh-aneh lagi aku gak segan-segan ninggalin kamu dan bawa anak ini pergi" ucap Adila kembali berbisik pada Adila


Zaffran tersentak kaget....

__ADS_1


Tapi ia tetap berusaha tenang dan makan sarapan


"Zaffran Adila, mamah mau pergi dulu ya" kata mamah bangun


"Hati-hati ya mah" jawab Adila


Mamah nya pergi meninggalkan rumah


"Mas..." Adila menggoyang kan lengan zaffran


"Apa?" tanya zaffran masih tetap berusaha santai


"Kamu kenapa sih?"


"Aku cuma pusing"


"Terus semalam kamu kemana?"


"Aku cuma ngobrol aja sama Aldi terus nginep dirumahnya"


"Ohh...kirain aku kamu ke bar lagi ketemu sama cewek-cewek itu" ucap Adila santai


Zaffran Menggeleng


Adila lalu izin pergi untuk menemui nesa dan Ghea memberitahukan kabar baik ini


Zaffran hanya mengiyakan dan menyuruhnya di antar supir karena dirinya merasa tak enak badan padahal ia hanya stress dengan perbuatannya semalam dan kata-kata Adila pagi ini


Adila pergi ke kantor langsung ke ruangan nesa


"Nesa....." Adila lari memeluk sahabatnya itu


"Ada apa?" tanya nesa bingung


"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu" kata Adila mengusap-usap perutnya


"Hah? yang benar?" tanya nesa tak percaya


"Iya nesa...aku serius" jawab Adila


"Bagus lah dengan ini pak zaffran pasti berubah" kata nesa


"Aku juga berpikir begitu" jawab Adila


"Ahhh sudah tidak sabar menantikan cucu Aliyad yang satu ini pasti kalo ganteng kaya papahnya dan kalo cantik kaya mamahnya, tidak mungkin jelek..." kata nesa mengusap perut Adila


"Kalau jelek pasti mirip muka kamu" kata Adila yang langsung tertawa terbahak-bahak


"Adila..." nesa memonyongkan bibirnya


"Sudah ah aku mau pergi lagi,, bye"


"Hati-hati awas aja kalau kamu gak bisa jaga baby kecil didalam sana" kata nesa menaruh tangannya di pinggang


Kini Adila dengan tersenyum lepas pergi ke restoran tempat ghea bekerja karena katanya Ghea Langsung Bekerja untuk mendapatkan uang yang harus dikirimkan ke kampung


Ghea sedang berdiri menunggu pengunjung memanggil pelayan


Adila yang baru datang langsung dihampiri Ghea dan memeluknya


"Sehat-sehat jangan sakit lagi" kata Adila menepuk pundak Ghea


"Kamu sendirian?" tanya Ghea


"Aku sendirian aku kesini cuma sebentar, aku cuma mau ngasih tau kalau aku....."


"Apa?" membuat Ghea bingung dan penasaran


"Hamil" jawab Adila menunjukkan perutnya


"Hamil? serius?" tanya Ghea kaget


"Iya, katanya sudah dua Minggu tapi aku belum periksa ke dokter kandungan besok baru mau chek" jawab Adila


"Ahh senengnya sahabat ku yang satu ini sudah tua" kata Ghea memeluk Adila


"Aku mau langsung pamit , aku dilarang pergi lama-lama sama zaffran"


"Yasudah hati-hati"


"Dah" teriak Adila


Kini Adila pergi meninggalkan Bekasi dan kembali ke Jakarta

__ADS_1


__ADS_2