Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Kabar baik


__ADS_3

Rumah Ari Aliyad


"Assalamualaikum mamah papah" Adila masuk dan langsung memeluk kedua mertuanya itu yang sedang menonton televisi


"Tumben malam-malam begini, ada apa?" tanya mamah mengusap lembut kepala adila


"Gimana kalau kita duduk dulu mah, mas tolong buatkan minum aku haus rasanya mas" ucap Adila memegangi tangan zaffran


"Hiks kenapa aku? ada bibi kok" tolak zaffran sambil ikut duduk


"Awas saja kalau nanti malam kau minta jatah" bisik Adila ke kuping zaffran


"Aku buatkan minum dulu mah pah, mau sekalian?" tanya zaffran bangun dari duduknya, Adila hanya tersenyum penuh kemenangan menatap mata Zaffran


"Gak usah" jawab papah


"Kan ada bibi' jawab mamah


"Tak apa aku ingin sekali membuat kan istriku ini minuman? mau minum apa sayang?" zaffran mengelus lembut kepala Adila dengan wajah kesalnya


"Air putih saja" jawab Adila menatap bahagia zaffran


Zaffran pun kembali dengan satu gelas air putih "Ini"


"Mah pah Adila dan mas zaffran sebenarnya kesini malam-malam ada yang mau disampaikan"


"Apa?" tanya mamah masih memeluk menantunya itu


"Bukan tentang perceraian lagi kan?" tanya papah dengan senyum lebar


"Jangan bicara sembarangan pah" ketus zaffran


"Loh papah kan cuma nanya, kalau bukan baguslah"


"Sudah...ada apa sayang?" tanya mamah melerai keduanya


"Aku hamil lagi" ucap Adila mengusap perutnya


"Akh yang benar?" ucap papah yang ikut mengusap perut Adila beserta mamah


"Tidak menyangka, kamu hamil. semoga ini awal yang baik untuk rumah tangga kalian" ucap mamah dengan senyum manis nya


"Kalau anaknya lelaki pokonya harus seperti opa nya tampan dan berkarisma" ucap papah menyombongkan diri


"Kalau dia lelaki harus nya mirip dengan ku" saut zaffran tak terima

__ADS_1


"Memang nya kau anak siapa? kau kan anak ku. kau mirip dengan ku! kenapa cucuku tak boleh mirip dengan ku? ayahmu sendiri?" tanya papah tak mau kalah


"Yang jelas dia anakku dan aku yakin jika dia lelaki maka dia akan tampan seperti ku jadi papah harus nya bersyukur karena aku memiliki wajah yang tampan" ucap zaffran menarik pipinya sendiri bersikap gemas


"Kalau aku jelek kau pasti jelek! untunglah aku tampan jadi aku bisa mewarisinya kepada mu dan cucuku nanti" jawab masih tak mau kalah


"Sudah ah diam!" saut Adila menoleh ke arah zaffran


Akhirnya zaffran menghentikan mulutnya yang sudah memonyong ingin membalas ucapan papah sedangkan papah menatap televisi dengan senyuman lebar


.........


Deri menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah yang ada dikawasan Jakarta pusat Ghea yang melongo menatap arah restoran bingung karena Deri kemarin hanya ingin mengajak nya ke tempat nasi goreng


"Kenapa ke sini?" tanya Ghea menoleh ke arah Deri yang sudah hendak turun


"Lalu kau mau diajak kemana?" tanya Deri sambil menggandeng tangan Ghea masuk


"Lepas" Ghea menepis tangan Deri dan mematung didepan restoran


"Kau mau masuk tidak?"


"Kau kan janjinya hanya makan nasi goreng, kenapa kita malah ke restoran?"


"Aku kan tidak pernah bilang bahwa kita akan makan nasi goreng di pinggir jalan" bisik deri dengan senyum manis nya


"Memangnya kenapa kalau disini? ini kan hanya restoran kau tak akan di racuni juga"


"Kau ini sengaja ya mengajak ku kesini agar aku ditertawakan oleh semua pengunjung bahwa penampilan kampungngan seperti ini"


"Wah wah resepsionis kau ini terlalu jauh berpikir... apa tak ada penilaian fositif tentang diriku dimatamu seperti aku menilai mu?" tanya Deri dengan wajah sedihnya


"Kau tak usah drama!!! bahkan kau yang lebih dulu menilai negatif diriku, kau kira aku menjadi orang ketiga dihubungan revlan!!! " jawab Ghea dengan wajah kesalnya


"Kan itu hanya salah paham" jawab Deri menggaruk kepalanya


Kini mereka duduk dimeja pojok kanan yang disampingnya berderet kaca bening besar dengan hiasan lampu-lampu rumah dibawah yang terlihat diatas restoran


"Waw" Ghea berdecak kagum melihat pemandangan yang disajikan sampai ia tak sadar makanan sudah tersedia diatas meja


"Apa yang kau lihat?" tanya Deri sambil menyantap makanannya


"Eh sudah datang" ucap Ghea menoleh ke arah meja yang banyak sekali makanan "Buat apa mesan sebanyak ini?"


"Buat dimakan lah, ayo cepat!"

__ADS_1


Kini dengan perut kenyang deri menyenderkan punggungnya di kursi empuk yang nyaman begitu pun ghea, makanan yang Deri pesan masih berderet di atas meja ada beberapa makanan yang sama sekali tak tersentuh karena mereka tak sanggup lagi memakan nya


"Aku kekenyangan" ucap deri memegang perutnya


"Aku gak nanya" jawab Ghea yang padahal dirinya pun sama dalam keadaan kekenyangan


"Sudahlah ayo pulang aku ngantuk" ucap Deri melambaikan tangannya pada seorang yang berdiri di meja kasir


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya seorang wanita yang seumuran mereka dengan senyuman dan sikap sopan nya


"Tolong jadi berapa?" tanya Deri menunjuk semua makanan yang ada dimeja


"Mau dibayar disini tuan?" tanya pelayan itu


"Iya, ambil bil nya"


Pelayan itu berjalan dengan langkah cepat menuju meja kasir yang lumayan jauh. Ghea merasa iba melihat nya, ia tau itu resiko perkerjaannya karena ia juga pernah ada diposisi itu, dia bahkan selalu merasa kesal jika harus bolak-balik ke meja kasir dan meja pengunjung hanya karena beberapa pengunjung tak mau membayar dikasir


"Kau untuk apa punya kaki Deri!!!!" ucap Ghea dengan wajah kesalnya Deri hanya tersenyum menatap Ghea


"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Ghea keheranan


"Hahaha aku kira kamu tak bisa menyebut huruf D, E, R, I (Deri mengejanya) tenyata bisa juga" jawab Deri masih dengan senyuman lebar


"Hiks aneh, cepat kesana bayar" tunjuk Ghea ke meja kasir


"Biarkan saja bayar disini" jawab deri dengan mengeluarkan ponselnya


"Ya sudah mana uangnya biar aku yang bayar kalau kau tak mau bayar" Ghea menadahkan tangannya


Tak lama pelayan itu kembali berjalan cepat ke mejanya dengan membawa sebuah bil "Mohon maaf menunggu tuan" ucap pelayan itu menaruh total angka Rp.4.510.000,-00


Deri mengeluarkan uang sebesar lima juta yang ada disaku kiri celana nya


"Ini ada lima juta, tolong hitung" ucap deri menyuruh pelayan itu menghitung uangnya


Ghea yang semakin kesal dengan tingkah Deri yang menurutnya terlalu berlebihan pada seorang pelayan itu segera mengambil tas nya yang ada dimeja dan berjalan dengan cepat kearah luar membuat deri kaget dan ikut berjalan mengejar Ghea "Ghea" teriak Deri tanpa ada jawaban


"Tuan, uang nya lebih" teriak pelayan itu


"Ambil saja" jawab Deri masih berlari kecil mengejar Ghea


Ghea berdiri dipinggir jalan menghentikan taksi Deri hanya terdiam mematung melihat taksi membawa Ghea


"Aduh kenapa dia pergi dengan taksi kalau ada apa-apa dijalan bagaimana" ucap Deri berlari ke mobilnya dan mengejar taksi itu

__ADS_1


"Untuk kedua Kalinya aku melihat dia masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal dan marah, pertama aku mengerjai nya dan tertawa sekarang aku berusaha menjebaknya dengan ketampanan ku tapi kenapa aku panik saat ini?"


__ADS_2