
Tak butuh lama seorang polisi membawa revlan masih lengkap dengan pakaian kemejanya.
"Ini yang mau bertemu, hanya 15 menit ya" ucap polisi sembari menunggu di samping revlan
"Mas kamu kok bisa disini?" tanya sisil yang sudah beruaraian air mata
"Aku...aku..ngapin kamu kesini?" tanyanya dengan ketus menatap wajah sisil
"Kamu gak seneng aku datang ke sini mas?" tanya sisil penuh kekecewaan
"Bang udah lah, kak sisil loh yang ngajak deri ke sini! kurang baik apa sih kak sisil? sekarang abang tau kan siapa yang mencintai abang!!!" ucap deri dengan nada tegas
"Aku minta maaf" ucap revlan tertunduk
"Aku udah maafin kamu kok mas, aku janji bakal bawa kamu keluar dari sini" ucap sisil menggenggam erat lengan zaffran
"Bang ada apa sebenarnya?"
"Abang.. abang malsuin data pengiriman barang, berharap perusahaan zaffran akan dicap jelek dan lama kelamaan bangkrut, karena denda yang dia bayar" perjelas revlan
"Yaampun, ini fatal sih!! apalagi zaffran sama sekali gak minta ganti rugi sama perusahaan kita. artinya dia gak main-main" risau deri
"Siapa zaffran? kakak telepon ibu aja suruh bawa pengacara keluarga kakak" usul sisil
"Percuma, orang aku yang salah" ucap revlan
"Barang bukti nya lengkap?" tanya deri sedikit berbisik
"Tadi asisten zaffran di sini, dia benar-benar punya semua buktinya bahkan dia sampe ngedatengin ruko kita dulu. buat dapet barang bukti" jawab zaffran
"Deri terus kita harus gimana?" tanya sisil panik
"Deri juga bingung kak" jawab deri menggaruk kepalanya
"Apa kita tebus aja?" tanya lagi sisil
"Gak akan bisa, aku udah dipaksa tanda-tangan sama orang nya zaffran supaya aku gak akan keluar sebelum masa tahanan"
"Yaampun mas gimana ini, anak kita..." sisil mengelus kasar perutnya
"Anak kita? anak aku?" tanya revlan sudah berlinang air mata
Ia menjatuhkan lututnya ke bawah dan mencium perut sisil pelan "Maafin papah sayang" ucapnya lembut
"Permisi, mohon maaf waktu jenguk habis. ibu dan bapak silahkan keluar, mari pak revlan" ucap polisi sembari mengangkat kedua tangan revlan memaksa nya masuk kembali ke sel
"Mas..." sisil sudah bangkit dan hendak mengejarnya namun di cegah oleh deri
__ADS_1
"Jangan kak, ini kantor polisi. sebaiknya kita keluar dulu" ajak revlan sedikit memaksa karena kak Sisil menolaknya
Akhirnya kak sisil mau keluar, tangis sisil pecah saat di dalam mobil membuat deri makin panik dan tak bisa berpikir jernih
"Ghea!!! seperti aku harus minta pendapat nya" pikir deri
"Kak sisil sebaiknya kita kembali ke apartemen ini udah sore, gak baik juga buat kandungan kak Sisil. besok kita ke sini lagi"
Tanpa menjawab Kak sisil terus menangis menatap jendela mobil dengan tatapan kosong
Deri pun mengemudikan mobilnya kembali ke apartemen lalu ia mengabari keluarga nya dan menjelaskan secara detail apa masalah nya serta revlan berurusan dengan siapa
"Ka makan dulu, keburu malem" ucap deri menyodorkan sebuah piring
"Kakak gak laper der" jawab sisil lesu
"Demi anak kakak, deri janji bakal berusaha ngeluarin revlan. tapi kakak makan dulu"
"Janji?"
"Janji kak"
"Aduh gimana caranya" pikir deri kesal
Ia pun akhirnya pamit pergi ke rumah ghea, di tengah perjalanan deri sempat memikirkan ide yang cukup beresiko yaitu meminta maaf pada zaffran dan membayar semua kerugian yang dialami perusahaan zaffran
Ia mengetuk pintu namun tak ada jawaban sama sekali, bahkan ia tak mendengar suara apapun di dalam rumah
"Ghe" teriak deri sambil menggedor-gedor pintu dengan keras
"Pak...siapa ya?" tanya seorang ibu-ibu sekitar berumur 50 tahun pada deri yang merasa deri begitu mencurigakan
"Eh bu, saya pacar nya yang punya rumah" jawab deri sedikit gugup
"Ohh, lagi berantem? sampe di gedor-gedor gitu?" tanya ibu itu sambil menghampirinya deri
"Hah? iya bu biasa cewek" ucap deri yang juga mendekat
"Krek" pintu terbuka terlihat ghea sudah memakai piyama
"Deri" ucapnya ketika melihat deri sedang berbincang bersama nenek-nenek
"Eh Ghea, Bu saya kesini ya" ucap deri menjauh
Nenek itu pun pergi meninggalkan rumah ghea
"Siapa itu?" tanya Ghea mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Gak tau, tadi aku gedor-gedor rumah kamu jadi dia tanya aku ini siapa" jawab deri sambil duduk di kursi depan
"Apa itu?" tanya ghea sembari membuka plastik yang dibawa deri "Wah martabak, pasti enak" ucap Ghea sambil memasukkan nya kedalam mulut
"Revlan bener ada dikantor polusi" ucap deri serius
"Terus gimana?"
"Katanya barang bukti zaffran lengkap dikantor polisi, dan revlan juga tanda-tangan surat pernyataan yang isinya dia gak bakal bisa di keluarin sebelum masa tahanan berakhir dan itu ada di zaffran"
"Yaampun zaffran bener-bener serius, padahal yang aku tau zaffran tadinya mau ngomong baik-baik" ucap Ghea
"Kamu serius?"
"Iya, mungkin revlan gak bisa di ajak ngomong baik-baik jadi zaffran naik pitam"
"Aku jadi tau, berarti selama ini yang nyuruh revlan ke sini bukan adila tapi zaffran"
"Iya aku juga jadi ngerti"
"Pantes aja di rumah revlan banyak yang janggal, rumahnya kaya di awasi orang. aku udah beberapa kali nemuin orang itu dan yang pasti itu pasti orang bayaran zaffran"
"Serius? wah gila sih, zaffran sampe bayar orang buat kesana"
"Iya aku juga awalnya gak kepikiran zaffran, karena mustahil juga kali. jauh banget soalnya, tapi semenjak kejadian ini gak mungkin kalo bukan zaffran"
"Terus gimana cara buat ngeluarin revlan?"
"Aku juga bingung, revlan harus keluar sebelum masa sidang"
"Kalo udah sidang kenapa?"
"Kalo udah sidang, tuntutan bakal terus berjalan sampe hakim mutusin berapa lama revlan mendekam di sel"
"Yaampun kalo gitu harus cepet-cepet"
"Tapi gimana caranya ghe, atau aku minta maaf sama zaffran dan bayar kerugiannya supaya dia mau cabut laporan nya?"
"Ide bagus, aku setuju. kayanya gak ada cara lain juga selain itu"
"Kapan kira-kira ya aku kesana?"
"Coba cek aja hari ini, masih jam delapan juga. coba ke rumahnya" suruh ghea
"Ayok, anter aku" ajak deri, Ghea pun menurutinya
Mereka menggunakannya mobil ke rumah zaffran karena jarak yang dekat kini mobil yang dikemudikan deri sudah ada di depan gerbang, deri dan ghea menatap ke halaman rumah zaffran
__ADS_1
Terlihat dua orang satpam berdiri didepan gerbang menghadap jalan dan satu orang satpam lagi sudah keluar menghampiri mobil deri