Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Setuju


__ADS_3

Setelah sarapan zaffran pun akhirnya mau menemui deri dan sisil. karena, adila dari tadi terus merengek seperti anak kecil pada dirinya.


"Kenapa gak disuruh masuk, buka dong gerbangnya" ucap adila saat melihat deri dan sisil berdiri didepan gerbang


"Sayang..." adila berusaha memohon karena, para satpam tak ada yang menggubris perkataan nya


"Buka" suru zaffran yang langsung membuat para satpam membuka gerbang


Para bodyguard benar-benar tidak memberi jarak pada deri dan sisil untuk berbicara


"Maaf pak mengganggu pagi-pagi" ucap deri didepan tubuh tinggi dan besar bodyguard yang berdiri dihadapan zaffran


"Kalian minggir" suruh zaffran, para bodyguard itu pun menjauhkan tubuhnya


"Kamu hampir tiap hari ya ganggu saya" jawab zaffran menatap deri yang berada dihadapannya


"Adila, aku minta maaf" ucap sisil sambil melangkah ke depan adila


"Gapapa, aku udah maafin kamu kok" jawab adila memegang pundak sisil


"Baik banget sih jadi orang" gerutu zaffran menoleh adila


"Kalian mau masuk dulu?" tanya adila menoleh pada deri dan sisil bergantian


"Wajah kalo bang revlan bener-bener jatuh cinta sama adila" pikir deri sambil melemparkan senyuman ramahnya


"Kita disini aja" jawab deri


"Itu cuma basa basi, saya gak mungkin nyuruh kalian masuk ke rumah saya" saut zaffran masih dengan wajah kesalnya


"Sayang" adila mempelotototi zaffran yang hanya berwajah datar menatap adila


"Mau apa lagi kalian kesini?" tanya zaffran menaikan nada bicaranya


Sisil menjatuhkan tubuhnya , ia menekuk lututnya dan dalam keadaan memohon. sisil menggenggam erat tangan adila "Aku mohon bebasin revlan" pinta sisil sambil mulai meneteskan air matanya di bawah kaki adila


"Eh bangun bangun" adila berusaha menarik lengan sisil, namun sisil tetap kokoh dibawah adila


"Aku mohon adila, kamu juga pasti tau gimana perasaan aku" kata sisil menatap adila dari bawah


Adila pun segera menekuk tubuhnya berusaha menyesuaikan dengan sisil namun, zaffran menarik lengan adila dan menggelengkan kepalanya "Jangan, nanti anak kita kesakitan"


"Kamu lagi hamil?" sisil memegang perut adila yang jelas-jelas sudah terlihat besar "Aku juga" sambung nya


"Ha? kamu hamil juga?, bangun makanya" suruh adila menarik lengan sisil dengan cukup kuat agar sisil menurutinya


"Iya aku hamil, baru beberapa minggu" jawab sisil yang kini berdiri dihadapannya


Adila yang juga tau bagaimana kalau ia diposisi sisil pun tak tega dengan segera ia memeluk sisil yang sudah banjir air mata

__ADS_1


Zaffran yang awalnya menggenggam erat tangan adila pun akhirnya membiarkan istrinya itu ikut menangis dan berpelukan dengan istri revlan


"Kamu kesini mau apa?" tanya zaffran pada deri yang hanya menatap intens sisil dan adila


"Saya kesini mau minta maaf atas semua kesalahan pak revlan, saya mohon pak zaffran bisa cabut laporan nya dikantor polisi pak secepatnya" jawab deri dengan segala kerendahan hati sambil membukukan badannya


"Saya masih belum menerima maaf" jawab zaffran dengan ketus


"Sayang" adila menggenggam erat tangan zaffran


"Jangan nangis, kenapa nangis?" tanya zaffran sambil mengusap air mata yang ada di wajah adila


Adila menarik lengan zaffran untuk menjauh beberapa langkah, para bodyguard itu pun menutup mata sisil dan deri dengan tubuhnya yang berdiri dihadapan sisil dan deri


"Kenapa? jangan bilang kamu nyuruh aku buat maafin revlan?" tanya zaffran yang sudah tau maksud dari adila


"Iya, aku mohon sayang" jawab adila memeluk tubuh zaffran


"Aku gak mau"


"Plis sayang, kamu tau kan sisil lagi hamil"


"Iya tau" jawab zaffran


"Aku pasti akan ngelakuin hal yang sama kalo kamu yang ada di sana, aku pasti rela ngelakuin apapun kalo kamu ada disana. aku mohon zaffran, cabut laporan nya" pinta adila


"Kasian sisil, kamu gak mikirin kalo anak nya lahir terus papah nya masih di sel di tahan"


"Enggak, aku gak kasian" jawab zaffran


"Sayang ayolah, aku janji gak bakal ketemu sama dia lagi. lagian kita juga udah mau jadi seorang ayah dan ibu, harusnya kamu ngerti"


"Sayang, ini bukan tentang rasa kasian tapi ini juga pelajaran buat dia"


"Aku tau, tapi aku rasa udah cukup. aku yakin revlan pun belajar dari masalah yang sekarang, aku yakin"


"Aku gak tau" jawab zaffran menggelengkan kepalanya


"Apapun alasannya, aku mohon sayang bebasin revlan. biarin dia kumpul sama keluarga kecilnya. aku mohon demi aku" adila sudah berlinang air mata


"Huh" zaffran menghembuskan nafasnya dengan kencang "aku bingung sama kamu, kenapa sih jadi orang baik banget?"


"Bukan maksud aku nyinggung kamu, tapi kamu juga pernah buat salah sama aku. dan revlan juga mungkin saat ini salah sama istrinya. aku yakin kamu ngerti"


"Oke, demi kamu" jawab zaffran sambil kembali ke sisil dan deri "Kamu masuk" suruh zaffran saat melihat adila mengikuti langkah kakinya


Adila pun menurutinya


"Minggir" suruh zaffran pada bodyguard nya itu

__ADS_1


"Saya akan cabut laporan saya, ini karena istri saya yang mau" ucap zaffran yang membuat deri dan sisil merekahkan senyumnya


"Serius pak?" tanya deri antusias


"Iya, besok datang ke kantor saya. pergi" jawab zaffran yang langsung masuk ke dalam rumahnya


"Akhirnya" ucap deri dengan senyum bahagianya


"Revlan bener akan bebas der?" tanya sisil


"Iya kak, besok katanya. ayo kita pulang" ajak deri


Sisil dan deri pun menjauh dari rumah zaffran , tak lupa juga deri berhenti di rumah ghea


"Rumah siapa?" tanya sisil yang masih mengusap wajahnya karena penuh dengan air mata


"Ghea" jawab deri sambil membuka pintu "tunggu" sambung deri


Deri mengetuk pintu, tak lama ghea keluar dengan pakaian tidurnya


"Deri? ngapain?" tanya ghea mengerutkan keningnya


"Pasti belum mandi ya?" goda deri yang melihat penampilan ghea "nanti siang aku mau kesini, aku mau makan disini"


"Hah? ngapain?"


"Mau makan sama kamu lah" jawab deri


"Iya maksud aku kenapa disini?"


"Pak zaffran mau nyabut laporannya" jawab deri dengan senyuman lebarnya


"Apa? kamu serius?" tanya ghea antusias


"Iya, aku harap. setelah ini aku bisa cepet-cepet ketemu orang tua kamu"


"Iya" jawab ghea


"Aku balik dulu" ucap deri dengan gugup


"Ati-ati" ghea melambaikan tangannya


Deri masuk ke dalam mobil lagi


"Semoga nanti kamu bisa secepatnya nikah sama ghea" ucap kak sisil ketika deri sudah menjalankan mobilnya


"Iya kak, doain. nanti setelah bang revlan keluar sebaiknya secepat nya kakak kembali ke Kalimantan. kasian mamah sama papah khawatir. deri bakal nyusul kalo udah dapet restu dari orang tuanya ghea" jawab deri


Akhirnya kak sisil dan deri pun kembali ke apartemen miliknya, menanti hari esok untuk segera bertemu revlan

__ADS_1


__ADS_2