
Esok harinya Adila masih terbaring ditempat tidur dengan mata terlelap dengan Ghea yang duduk dikursi sebelah nya dengan menundukkan kepalanya
"Krek...."
Pintu kaca ruangan Adila terbuka
"Ghe...Ghea..." seseorang menggoyang kan bahu Ghea
"Hhhhhhhh huah" Ghea menguap dengan memangku wajah nya dia berusaha membuka matanya yang begitu berat
"Ghea apa kau masih mengantuk?" tanya lelaki itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ghea. Ghea mengucek matanya "Revlan?"
"Syut...nanti Adila bisa terbangun ghe" kata revlan menaruh jari telunjuk nya di depan mulut. "ini jam berapa?" tanya Ghea bangun dari duduknya
Revlan menunjuk jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 05.00 "Hah? pagi sekali kamu kesini?" ucap Ghea kaget
"Kamu bukannya harus kerja, pergilah jangan khawatir kan Adila" ucap revlan
"Iya...iya...aku pergi " jawab Ghea yang berjalan ke arah pintu "Didepan ada supir yang sudah aku suruh mengantarkan kamu ke bekasi" ucap revlan yang seketika membuat wajah Ghea tersenyum "Terimakasih pak revlan"
Ghea keluar dengan cepat.
Revlan duduk disamping Adila "Bagaimana mungkin zaffran tidak ada disini?" ucap pelan revlan
Revlan hanya diam duduk melipat kedua tangannya sambil menatap intens Adila "Semoga aku bisa terus menjaga mu Adila"
Setelah cukup lama Adila mulai menggerakkan tubuhnya , mungkin karena ia lupa ia malah akan membalikkan badannya ke sisi yang berbeda yang membuat infusan nya tertarik dan ia hendak jatuh
Dengan seketika revlan bangun dan memegang pinggang Adila yang hendak jatuh "Ehhhh Adila"
Adila membuka matanya dan terkejut karena revlan tepat berada didepan wajahnya "Ehh maaf-maaf" revlan melepaskan tangannya "Tadi kamu hampir jatuh" lanjut revlan tersenyum kaku
"Kok kamu ada disini? Ghea mana?" tanya Adila menengok kanan kirinya
"Ghea pulang" jawab revlan
"Dari kapan?" tanya Adila yang melihat jam dinding menunjukkan pukul 05.48
"Barusan" jawab revlan
"Kasian dia harus naik taksi, kenapa gak bangunin Adila? biar Adila bantu kabarin supir" ucap Adila
"Dia sudah diantar supir aku" jawab revlan yang menenangkan Adila "Untunglah" ia mengelus dadanya karena ia merasa tak enak merepotkan Ghea sejauh ini
"Kemana mertua kamu?" tanya revlan
"Mereka harus ke rumah rekan bisnis nya karena ada yang meninggal, mungkin pulang larut malam karena menemani jadi tak sempat kembali kesini"
"Kalau suami mu?" tanya revlan lagi yang penasaran kemana manusia berhati busuk itu
"Aku tidak tau" Adila menundukkan kepalanya seperti sangat kecewa dan tidak ingin membahas zaffran
__ADS_1
"ada masalah apa Adila?" tanya revlan berusaha mencari keresahan yang terlihat dari Adila
Adila Menggeleng kepalanya "Tidak ada"
"Rasanya aku tidak perlu menceritakan tentang Yang satu ini nanti-nanti juga revlan akan tau" gumam Adila dalam hatinya
"Serius?" tanya revlan menatap Adila
"Iya...kamu kerja gak?" tanya Adila mengalihkan pembicaraan
"Kerja nih jagain nyonya muda"
"Ih...aku serius"
"Enggak, semua di handle sama pegawai ku"
"Kalau emang harusnya bekerja , aku gapapa kok ditinggal jangan terus-terusan mau direpotkan oleh Adila " ucap Adila lirih
Revlan mengusap rambut Adila "Aku suka direpotkan untuk sekalian ada kegiatan" jawab revlan tersenyum
Padahal hari ini dia harus nya ke Kalimantan mengecek tambang disana namun ia memilih ke rumah sakit untuk menjenguk pujaan hatinya sesuai dengan permintaan Adila kemarin
........
Zaffran terbangun dari tidurnya ia ternyata terlelap di mobil nya sendiri dipinggir jalan dengan sebuah botol minuman disamping kursinya "Aduhh...pusing banget" zaffran memegangi kepalanya
"Adila?"
Zaffran bergegas menuju rumah sakit
.........
"Permisi" ucap seorang suster yang datang dengan nampan yang berisi makanan dan minuman
"Waktu nya sarapan ya?" tanya revlan mengambil makanan yang dibawa suster
"Iya pak, silahkan suapi istrinya" ucap suster yang membalikkan badannya. Revlan menatap Adila begitu pun Adila menatap revlan
"Hmmm....yaudah aku suapin deh" revlan terlihat mulai gugup
"Makanan nya apa itu?" tanya adila berusaha melihat piring yang dipegang revlan
"Nasi tapi lembek kaya bubur tapi kaya nasi...." revlan memandang nasi yang ia angkat menggunakan sendok
"Hahahaha" Adila tertawa melihat tingkah nya
Revlan menggaruk kepalanya yang tak gatal "Yaudah deh makan aja nih ada ayam, sayur , tahu" ucap revlan menggambil satu sendok dan memulai menyuapi Adila
"Aaaa" Adila memakan suapan dari tangan revlan
Setelah makanan hampir habis "Aaa terakhir". Adila membuka mulutnya lebar-lebar
__ADS_1
"Brug..."
Piring yang dipegangi revlan jatuh karena ternyata zaffran datang dengan murkanya
"Zaffran!!!!" teriak Adila keras
"Susah ya kalau lelaki gak tau malu!!! pagi-pagi gini udah ngegoda istri orang?" ucap zaffran sinis pada revlan
"Ngegoda? hehhhh susahnya kalau suami gak tau diri, udah tau istrinya sakit malah kelayapan gak balik"
"Jaga mulut Lo ya" teriak zaffran
"Sikap Lo yang dijaga" revlan menunjuk zaffran
Adila malah terlihat meneteskan air mata sambil terus menutup wajahnya dengan lengan
"Anj****" zaffran berusaha memukul revlan namun revlan menghindar
"Gue gak mau ribut, kasian Adila. gue cabut" ucap revlan bangkit dari kursi
"Krekk... pintu terbuka lebar
Ternyata mamah dan papah zaffran datang dengan membawa buah segar . papahnya mengerutkan keningnya "Ada apa ini kok berantakan?" ia melihat piring dan sendok yang terjatuh
"Kesenggol saya pak" ucap revlan membungkukkan diri dan berjalan keluar
"Revlan tunggu" Adila mencegah revlan
"Adila!!!" zaffran melotot ke arah Adila
Revlan menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya
"Adila kamu menangis?" tanya mamah yang langsung duduk disampingnya
Adila Menggeleng dan berusaha mengelap air matanya
"Mas zaffran sini dipinggir adila" ucap adila membuat zaffran tersenyum dan berjalan bangga ke samping istrinya itu
"Sebelumnya Adila minta maaf merepotkan mamah dan papah , Adila juga minta maaf karena gak bisa jaga anak yang ada dikandungan Adila" Adila mulai meneteskan air matanya lagi
"Sayang kamu gak perlu minta maaf, sudah seharusnya kita sebagai keluar ada disaat kamu butuhkan" ucap mamah berusaha menenangkan Adila
"Mas zaffran Adila minta maaf gak bisa jadi istri yang baik buat mas zaffran, Adila bukan istri yang sabar dan mengerti semua yang mas zaffran mau" ucap Adila memegang tangan suaminya itu
"Kamu itu istri yang baik kok, jangan pernah bilang kaya gitu" ucap Zaffran memegang tangan Adila erat-erat sambil tersenyum bangga ke arah revlan di depan pintu keluar yang terus menatap mereka
"Aku bukan menantu yang baik dan istri yang baik" ucap lagi Adila
"Udah ah kamu jangan ngomong yang aneh-aneh" ucap mamah tersenyum pada Adila
"Adila yang terpenting saat ini kamu sembuh dulu jangan mikir apa-apa" saut papah dengan wajah datarnya disamping revlan
__ADS_1
"Hhhhhh" Adila menarik nafas panjang nya "Aku minta cerai, talak aku sekarang"