Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Tidak berubah


__ADS_3

Adila kini sedang mengobati lukanya dengan obat oles dan ia teringat pada revlan "pas aku pergi aja pipinya udah berdarah, apalagi pas aku tinggal. zaffran aja sampai separah itu " gumamnya


Adila membuka laci, mengambil sebuah kartu nama yang bertuliskan Revlan Muhammad. lalu menyalin nomor telepon yang tertera di kartu nama itu ke handphone nya (Revlan)


Adila tak langsung meneleponnya ia memilih untuk menanyakan kabar revlan lewat chat


"Maaf ganggu, ini aku adila. aku minta maaf atas kejadian kemarin yang malah melibatkan kamu, gimana keadaan kamu?apa baik baik aja? aku bener bener minta maaf"


Adila memutar mutar handphone nya lama tak ada balasan


Tiba-tiba handphone nya berdering panggilan masuk atas nama revlan


Adila dengan segera mengangkatnya


"Hallo?"


"Hai dil"


"Gimana?" tanya adila penasaran


"Apanya nih?"


"Kamu baik-baik aja kan van? aku minta maaf"


"Kalau pun kenapa kenapa yang mukul kan suami kamu, kamu gak perlu minta maaf"


"Aku minta maaf atas nama suami aku"


"Iya gak apa apa adila"


"tapi kamu gapapa kan?"


Tiba tiba revlan langsung mematikan teleponnya "lah kok dimatiin?" adila menatap laya ponselnya


Tak berselang lama revlan mengirimkan sebuah gambar, adila dengan segera membukannya.


Terlihat wajah revlan yang tersenyum menunjukan giginya dengan terpaksa


Dengan wajah yang mempunyai kulit putih seperti zaffran terlihat dipinggir matanya berwarna biru tua seperti habis kena pukulan, mata kiri nya pun terlihat lebih sipit dari pada yang kanan.


"Krek..." pintu kamar mandi terbuka, adila sesegera mungkin menaruh handphone nya kebawah bantal


"Walaupun cuma nanya keadaan nya, karena gak enak sama dia. aku yakin kalo mas zaffran tau pasti bakal marah" pikirnya


"Ayo makan" ajak zaffran


Adila mengangguk, zaffran berjalan didepan disusul adila dari belakang yang jalannya lebih pelan. beberapa kali zaffran sedikit menengoknya dan akhirnya menggendong istrinya itu


"Mas turunin" adila menggerakkan kakinya minta di lepas


Zaffran tetap acuh menggendong adila sampai ke meja makan, baru hendak makan pintu rumah terbuka terlihat papah dan mamah datang


"Zaffran" panggil papah yang langsung duduk disampingnya


"Ada apa pah?" tanya zaffran bingung


"Kamu babak belur gini kenapa? terus kaki adila luka kenapa? bukan karena kalian diapa-apain begal kan?" tanya papah khawatir


"Bukan kok pah, zaffran gak papa"


"Terus penyebabnya apa?" tanya papah lagi


"Adila hampir nyerempet perempuan pah, terus pacar orang itu marah dan mukul mas zaffran" jawab adila sambil memegang sebuah gelas


"Yaampun, siapa orangnya?" tanya mamah

__ADS_1


Zaffran menatap adila sambil menaikan kedua alisnya, adila mengangguk dengan pasti.


"Siapa adila orangnya?"


"Udah lah pah gak usah diperpanjang, kita gak kenal juga sama orangnya" jawab adila santai


"Yaudah kalo kalian nya gapapa sih yaudah papah juga gak maksa"


"Makan bareng pah mah" ajak adila mengalihkan topik pembicaraan


"Dirumah aja deh, mamah udah masak. mamah ngajak papah cuma mau mastiin kalian baik-baik aja"


"Zaffran gak papa kok pah, adila juga" kata zaffran


Akhirnya mamah dan papah pamit pergi


"Lain kali gak usah ngebela aku" kata zaffran


"Kamu kan suami aku"


"Aku gak pantes buat dibela" ujarnya


"Kalo kamu ngerasa kamu gak pantes buat dibela, jangan suruh istri kamu berenti ngebela tapi buat diri kamu pantes untuk dibela istri kamu"


Zaffran mengambil piring dan menyendok nasi, adila menatapnya sambil menggelengkan kepala "ingin sekali rasanya aku tampar pipi mu itu" pikir adila dalam hatinya


Mereka kini tak berbincang, mereka hanya fokus makan malam berdua.


Handphone zaffran berbunyi suara WhatsApp terdengar oleh telinga adila, pesan masuk ke handphone zaffran datang dari aliya si perempuan baru di bar itu.


"Mas kamu gak kesini? aku ada di cafe loh"


"Kapan-kapan aja" balas zaffran


Tak lama suara handphone zaffran berbunyi kembali


"Wah pasti kelihatan cantik"


"Makanya sini temuin aku"


"Gak bisa malam ini aliya"


Zaffran menaruh kembali handphonenya dimeja tak lama handphonenya berdering lagi


Zaffran langsung mengangkat nya


"Siapa si mas?" tanya adila pada zaffran yang membuat ia kaget sampai handphone nya terjatuh


Adila hendak mengambilnya tapi tangan zaffran lehih dahului menyentuh nya.


"Aman aman" zaffran mengelap handphone nya ke baju yang ia pakai


"Ketakutan amat?"


"Siapa lagi yang ketakutan" zaffran sambil tersenyum pada adila sambil memblokir dan menghapus chat dari aliya


"Coba aku lihat"


"Ini" zaffran dengan santai memberi handphone nya dan melanjutkan makan malamnya


Adila melihat WhatsApp yang hanya ada chat PRIAN HRD dua menit yang lalu ia bilang kalau ada permintaan pegawai baru dibagian administrasi


Adila mencari cari sesuatu yang mencurigakan namun nihil tak ada


"Ini mas" adila memberikan handphonenya pada zaffran

__ADS_1


"Gak ada kan?" tanya zaffran sambil terus menyantap makanan di piring nya


Adila bangun dari duduknya ia mencuci tangannya di kamar mandi bawah


"Mau aku buatin teh atau kopi mas?" tanya adila dengan lembut


"Teh manis boleh, bawa ke atas"


Adila membuat teh yang dipinta zaffran


zaffran kembali membuka WhatsApp nya dan membuka blokir ran aliya


"Aliya jangan hubungi aku kecuali, aku yang menghubungi kamu duluan"


"Emang nya kenapa?" balas aliya dengan cepat


"Ada istriku, paham?"


"Transfer uang dong mas, lima juta aja"


"Tunggu"


Zaffran mentransfer uang pada aliya sebanyak lima juta lewat m-banking di handphone nya


"Terimakasih sayang"


"Iya"


Zaffran menghapus chat nya dan pergi ke kamar meninggalkan adila dan handphone nya dimeja makan


"Sayang sekalian bawa handphone aku ya" pinta zaffran


"Iya" jawab adila sambil berjalan mengambil handphone nya


Adila tak melewatkan kesempatan ia kembali mengecek telepon zaffran namun hasilnya lagi-lagi tak ada yang mencurigakan, semuanya nampak normal.


Zaffran menoleh sedikit ke arah adila "bagus, beneran di chek" zaffran tersenyum puas


Kini zaffran masuk membuka pintu kamarnya terlihat adila membuntuti nya dari belakang


Adila meletakkan handphonenya dimeja kamar , zaffran duduk disofa kamarnya


"Sini sayang" panggil zaffran pada adila


Adila menghampiri nya dan memberikan gelas teh manis yang dibuat nya


"Cobain mas"


Zaffran mencicipi nya


"Aku mau kamu besok temenin aku kerja" pinta zaffran


"Maksudnya?"


"Kamu ikut pagi ke kantor" jawab zaffran santai


"Ngapain?" bingung adila


"Temenin aku lah, sejak nikah kamu belum pernah nemenin aku" sambil menatap wajah adila


Adila tersenyum "Kayanya mas zaffran udah mulai mikir deh" pikirnya


"Iya mas aku ikut kamu" jawab adila dengan senang


Zaffran tersenyum "bagus kalo kaya gini gue bisa bikin adila percaya lagi"

__ADS_1


Zaffran tersenyum dengan penuh kepalsuan sambil memegang lengan kiri adila


__ADS_2