Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Menuju puncak


__ADS_3

"Mas ada barang lagi gak kira-kira yang belum dikemas?" tanya Adila sambil terus memasukan pakaian ke koper ke tiga


"Tidak" jawab zaffran sambil menyenderkan tubuhnya disofa dan menonton televisi dikamarnya


"Sudah selesai" ucap Adila menarik sebuah koper ke pojok kamar "Ah berat sekali" teriak Adila berharap zaffran berlari ke arah nya dan menggantinya posisinya namun, jangankan berlari ke arahnya menoleh pun tidak zaffran malah berusha menutup matanya


"Sayang!!!!" Adila berteriak


"Iya sayang" jawab zaffran yang langsung berjalan mendekati Adila, tanpa disuruh ia membawa sebuah koper ke pojok kamar


"Lama" ketus Adila turun ke bawah


"Kenapa aku lagi yang salah? harusnya dia minta tolong padaku, aku tak akan menolaknya juga, hhhhh" zaffran menghambur kan nafasnya


"Sayang apa kau tak akan sarapan dulu" teriak Adila dari bawah yang membuat zaffran dengan langkah seribu menghampiri nya


"Kita beneran mau naik mobil sayang?" tanya zaffran setelah duduk dikursi dan memakan sebuah mie instan yang dipesannya pada bibi


"Iya" jawab Adila tanpa ragu "Kamu gak ada masalah kan kita pergi liburan?" tanya Adila menyelidik yang langsung dijawab gelengan kepala oleh zaffran


"Mau ke rumah mamah sama papah dulu gak?" tanya adila yang menenteng sebuah tas kecil


"Gak usah deh, aku udah bilang kok sama mereka"


Kini Adila dan zaffran sudah mulai melaju dengan mobil pribadi berwarna putih milik zaffran dengan wajah datar zaffran terus memperhatikan jalan


Setelah sekitar satu jam perjalanan


"Ebbbmmmm" Adila menutup mulut nya dengan tangan kanan nya


"Ada apa?" tanya zaffran yang sesekali menoleh ke adila


"Aku mual..." jawab Adila dengan memegang perut nya, zaffran pun menghentikan mobilnya "Tuh kan, aku kan bilang kamu jangan kecapean. kita dirumah aja seharusnya menikmati liburan nya gak usah ke vila" ucap zaffran memegang kepala Adila


"Apa hubungannya, aku pokonya mau kesana. kita berhenti disupermarket aja beli minyak kayu putih" jawab Adila dengan nada tingginya


Zaffran pun sedikit Menggerutu sambil terus mengemudikan mobil dengan santai sedangkan Adila masih menahan mulutnya dengan tangan, setelah sekitar beberapa menit mereka turun didepan supermarket, Adila yang tergesa-gesa langsung turun dan mual-mual tapi ia tak muntah hanya suara-suara "Oek...oe" yang keluar dari mulutnya


"Apa kamu baik-baik saja Adila? apa kita harus ke dokter?" tanya zaffran mengelus leher Adila


"Enggak, aku cuma mabuk perjalanan" jawab Adila dengan lemas yang menyenderkan kepalanya di belakang mobil


"Apa kamu serius? seperti nya kamu kurang sehat"

__ADS_1


"Pake minyak kayu putih aja nanti juga sembuh kok" jawab Adila yang menuju tempat duduk


"Yaudah kamu tunggu disini"


Zaffran pun berlari kecil memasuki supermarket dan langsung menghampiri seorang pegawai yang sedang duduk di kasir yang terdiri dari dua orang.


Setelah beberapa menit zaffran keluar dengan plastik besar berwarna putih dan langsung masuk ke mobilnya


"Kamu beli apa aja?" tanya Adila sambil membuka plastik belanjaan "Banyak banget" ucap Adila mengeluarkan minyak kayu putih berukuran sedang yang dibeli lima buah


"Kalau habis, masih ada" jawab zaffran mulai menjalankan mobilnya


"Kamu pikir aku mandi dengan minyak kayu putih" jawab ketus Adila sambil mengoleskan ke beberapa badan nya


"Kalau habis aku repot harus bulak-balik ke supermarket Adila" gumam zaffran dalam hatinya sambil tersenyum manis pada Adila


"Bagiamana? lebih baik?" Adila hanya mengangguk angguk kan kepalanya


"Aku mau air mineral, tolong" ucap zaffran sambil menadahkan tangan nya, Adila pun memberikan nya "Kenapa gak dibuka dulu aku susah" eluh zaffran


"Biasanya kamu bisa" jawab Adila, yang mau tidak mau membuat zaffran menghentikan sejenak mobilnya karena tak mau mengambil resiko


"Disitu ada roti makan dulu" ucap zaffran menoleh ke arah Adila yang sedang memejamkan mata nya tanpa ada jawaban sedikit pun


"Nesa" panggil Ghea yang masuk ke ruangan nesa


"Ghea, kok kesini?"


"Habis nganterin berkas sama bu ilza" jawab Ghea yang menunjukan sebuah map biru


"Nanti makan siang bareng yu di restoran yang baru buka" ajak nesa yang dijawab anggukan oleh Ghea "Boleh, nanti ke meja ku saja ya. yaudah aku pergi dulu"


"Ajak juga Adila" teriak nesa pada Ghea yang membuka pintu "Adila sedang liburan dengan bos kita" jawab Ghea dengan suara santai


"Apa aku tidak salah dengar, liburan? bukannya Adila kemarin bilang zaffran cuek pada nya. kenapa hari ini mereka malah liburan, benar-benar tak mengerti aku pada mereka" gerutu nesa sendirian dimeja kerja nya


"Resepsionis nah kau dari mana saja?" tanya Deri yang sedang berdiri dimeja kerja ghea


Ghea terdiam mematung dan menoleh kanan dan kiri "Ada apa lagi?"


"Aku mau bicara serius pada mu, bisa?" tanya Deri memohon


"Aku sibuk" jawab ghea dan duduk dikursi nya

__ADS_1


"Aku tau, kita bertemu nanti jam makan siang. aku akan menjemputmu jangan pergi kemanapun"


"Gak bisa"


"Untuk kali ini tolong jangan menolak" Deri menempelkan kedua telapak tangannya seperti orang memohon


"Aku sudah ada janji" jawab Ghea tanpa perduli


"Janji? apa dengan bang revlan?"


"Bukan" jawab ketus adila


"Aku ingin bicara pada mu tentang bang revlan, plis ya. kali ini aja" ucap Deri yang kembali memohon, akhirnya Ghea pun merasa penasaran apa yang akan dibicarakan Deri yang seperti nya serius meminta padanya untuk tidak menolak


"Baiklah, tapi aku harap kali ini kau tidak membohongi ku lagi" jawab Ghea masih dengan ketus yang membuat Deri melebar kan senyum man nya


"Terimakasih resepsionis, kau memang sangat baik. aku pergi dulu bye" ucap Deri yang langsung pergi berlari meninggalkan kantor Zaffran


"Aneh sekali, dia kesini benar-benar hanya untuk menemui ku" pikir ghea


........


Setelah tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah vila yang udara nya masih sangat sejuk, pemandangan rindang dan hamparan kebun teh didepan vila sangat lah berdekatan hanya bersebrangan jalan


Zaffran pun turun dari mobil sambil memijit tangan nya sendiri ia membuka pintu mobil tempat Adila duduk yang sedang tertidur pulang


"Udah sampe?" ucap Adila membuka matanya saat tangan zaffran menyentuh tubuhnya untuk memopong nya masuk "Mau digendong?" tanya zaffran masih dengan posisi sama


"Gak usah" jawab Adila yang kemudian turun


"Hhhhhh, sudah lama aku tak menikmati keindahan alam" jawab Adila melihat kebut teh yang hijau "Sebenarnya ini perkebunan kamu bukan sih mas?"


"Punya papah lebih tepatnya, tapi yang mengelola disini adalah pak Ahmad teman papah waktu kuliah dulu katanya. nanti aku kenalin" jawab zaffran sambil dengan menarik koper dengan malas


"Aku bantuin" ucap Adila yang melihat zaffran masih meninggalkan satu koper


"Jangan-jangan" jawab zaffran yang takut Adila kecapean tapi dalam hatinya "Bawa saja asal pelan-pelan"


"Gapapa, gak berat kok" jawab Adila


Zaffran melongo melihat Adila berjalan ke arah vila, Adila bukan hendak membawa satu koper yang masih tergeletak tapi mengambil tas nya dompet dan handphone milik zaffran serta plastik makanan yang masih ada isinya


"Bagus-bagus dia jangan sampai kecapean" jawab zaffran sambil mengelus dadanya dan menarik koper yang tinggal satu itu

__ADS_1


__ADS_2