Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Kembali bersama


__ADS_3

Adila diam mematung dihadapan zaffran ia tak mengeluarkan satu patah kata pun


Zaffran yang merasa Adila sudah benar-benar menginginkan perpisahan di rumah tangga itu tau diri, dia melepaskan tangannya lalu memeluk Adila "Aku terima konsekuensinya atas semua perbuatan ku, terimakasih selalu jadi istri yang baik. aku sayang kamu" zaffran mengecup kening Adila dan berjalan pergi ke arah pintu


Ghea dan nesa berlari menghampiri Adila


"Kamu gak jadi cerai?" tanya nesa dengan penasaran


"Adila bagaimana?" tanya Ghea yang sudah sangat penasaran


Adila tak menjawab pertanyaan dari teman-teman nya itu, ia berlari dan memeluk zaffran yang sedang membuka pintu "Buktikan lah mas, jangan hanya janji"


Zaffran yang tak menyangka Adila akan memaafkan kan nya langsung membalikkan badannya dan memegang bahu Adila


"Apa itu artinya kamu tidak jadi meminta untuk pisah?"


Adila tersenyum dan menggeleng kan kepalanya, Ghea dan nesa paham atas yang dilihatnya ia yakin mereka tidak jadi berpisah "Sudah seperti magnet saja mereka , begitu banyak rintangan selalu gagal dalam perceraian" ucap nesa dengan ketus


"Harusnya kau bersyukur sahabat mu tak menjadi janda, dan dia bisa kepelukan suaminya lagi" jawab Ghea tersenyum


"Awas saja sampai dia mengeluh pada ku oleh tingkah zaffran yang tak pernah berubah"


"Kamu jangan bicara seperti itu nesa, doakan saja semoga zaffran benar-benar menepati janji nya" saut Ghea


"Sudahlah sudah tengah satu, aku buru-buru tadi kesini walau masih jam dua belas kurang sekarang aku malah menyaksikan sahabat ku jatuh dipelukan laki-laki bajing** itu lagi" gerutu nesa meninggalkan Ghea


"Hust, dia itu suaminya" jawab Ghea sedikit berteriak. membuat zaffran dan Adila menengok ke arah nya


"Ghea kemari lah" Adila melambaikan tangannya


Ghea berlari kecil menghampiri keduanya. "Loh nesa mana?" tanya Adila


"Dia lapar katanya" jawab Ghea santai


Adila memeluk nya dengan hangat "Aku sangat tak bisa membalas semua kebaikan kamu Ghea. kamu benar-benar sahabat ku yang bisa aku andalkan. didepan Ghea sebagai saksi aku yakin kamu berubah dan kamu harus bisa membuktikan nya" ucap Adila tersenyum pada Zaffran


"Pastinya, terimakasih ghea. dan untuk ucapan terimakasih aku juga mau mengajak mu bekerja di Perusahaan aku sebagai resepsionis, karena lala aku pecat"


Adila dan Ghea langsung menatap penuh harap. namun Ghea sadar ia kan kerja pada revlan. tapi revlan pun tak mungkin memperkerjakan nya lagi karena Adila pun masih mempertahankan zaffran

__ADS_1


"Aku mau" jawab Ghea dengan senyuman


"Datanglah besok, untuk coba dulu. kalau kamu tak nyaman kamu boleh keluar" ucap zaffran sambil merangkul Adila


"Baiklah, oh iya Adila... aku mau cari kontrakan di dekat sini bagaimana menurut mu?" tanya Ghea


"Kenapa mencari kontrakan? disini saja Ghea" jawab Adila memegang tangan Ghea


"Jangan-jangan, aku tak ingin merepotkan. aku hanya ingin tau disini kan komplek rame ya dan aku liat banyak perumahan juga disana bagus-bagus, kira-kira harga sewanya berapa ya?" tanya ghea penuh harap


"Dua belas juta ghe, kalo aku baca di plang nya sih begitu, sudah dapat semua fasilitas seperti televisi, tempat tidur, AC dan tak usah bayar biaya tagihan listrik sendiri lagi" jawab Adila. Ghea langsung melotot mendengar satu bulan dua belas juta. "Dikontrakkan aku yang kemaren saja lima ratus ribu walau barang-barang nya tak bagus dan harus panas gak ada AC atau kipas tapi itu sudah mahal sekali dan lengkap menurut ku karena kamar mandi tersedia di dalam tapi


kalau dua belas juta bisa tak makan aku" gumam Ghea dalam hatinya


"Memangnya kau ingin mengontrak diperumahan sana? baguslah kita tidak usah jauh-jauh jika ingin bertemu" Adila tersenyum lebar


"Aku ... tidak punya uang, mungkin cari kontrakan didepan komplek sini aja, dekat jalan raya"


"Apa sebaiknya aku belikan rumah saja? bagaimana?" tanya zaffran


"Jangan, aku sudah dikasih perkerjaan saja sudah senang sekali. yang penting aku ingin numpang makan saja sebelum gajihan nanti" kata Ghea tersenyum menunjukan giginya


"Idih...yaudah aku pulang ya" ucap Ghea


"Aku ikut" ucap Adila yang langsung berlari memegang tangan Ghea


"Tapi kamu kan baru baikan" ucap Ghea


"Sudahlah ayo" Adila menarik Ghea dan pergi dari rumah zaffran


.....


Sore hari.


"Kenapa kamu tidak pulang ke rumah Adila?" tanya Ghea sambil memasukkan baju-baju nya ke dalam koper


"Aku canggung setelah pertengkaran yang kemarin-kemarin" jawab Adila sambil membantu Ghea mengemas pakaiannya


"Canggung? kalian ini kan suami istri"

__ADS_1


"Udah lah, nanti aku akan pulang kalau kamu sudah dapat kontraktan. aku cuma masih ragu saja sama zaffran. tapi aku akan berusaha juga membuat nya tak bisa Lepas dari pelukan ku dan tak kan berpaling lagi"


"Aminnnn" ucap Ghea


Kini mereka berhenti disebuah kontrakan jalan raya dekat rumah Adila


"Ini kontrakan nya" ibu kontrakan itu menunjuk satu rumah yang cukup besar untuk kontraktan pinggir jalan


"Ini? berapa perbulan?" tanya Ghea yang khawatir akan mahal


"Delapan ratus ribu listrik bayar sendiri ya" jawab ibu kontrakan itu membuat Ghea melongo


"Mahal sekali Bu?" ucap Ghea mengeluh


"Loh ini kan seperti rumah biasa ada kamar dapur sudah ada kasur dan lemari juga, uangnya pun bisa dibayar separuhnya nanti akhir bulan baru lunasi" jawab ibu kontrakan


Memang sih kontrakan itu seperti rumah biasa apalagi tidak berjejer seperti rumah kontrakan Ghea dulu semua diberi jarak tapi untuk harga delapan ratus ribu ia masih mikir karena kalau pun dapat gaji kan juga buat dikirim ke kampung juga


"Ini Bu" Adila memberikan uang satu juta enam ratus pada ibu kontrakan


"Saya terima ya, ini kuncinya. semoga betah" jawab ibu kontrakan dan pergi


"Adila" Ghea protes dengan mata mengancam


"Apa sih harusnya kamu berterimakasih" ucap Adila melipat kedua tangannya


"Iya makasih" jawab Ghea menunduk


"Ah apaan si aku bercanda" Adila menyenggol bahu Ghea


"Kamu kan baru mau mulai kerja dan aku yakin kamu belum ada uang, sebagai sahabat mu hanya ini yang bisa aku bantu"


Setelah jam menunjukkan pukul enam Adila berpamitan untuk pulang pada ghea.. kebetulan kontrakan Ghea didepan komplek perumahan elit yang didiami rumah zaffran karena jarak yang tak terlalu jauh adila berjalan pelan sambil risau karena ragu untuk pulang


Setelah beberapa lama ia sampai dengan seorang ojek yang ada, karena ia merasa "jauh juga kalo jalan"


"Kenapa tidak minta supir jemput Bu?" tanya seorang satpam sambil membukakan pintu gerbang


"Deket kok, Adila cuma dari depan" jawab Adila tersenyum

__ADS_1


__ADS_2