Nafsu Suamiku

Nafsu Suamiku
Sibuk


__ADS_3

Deri melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor, dan menghampiri meja ghea sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal "Kenapa aku malah bilang ketemu ghea, padahal langsung saja bilang aku mau ketemu pak zaffran"


"Deri?" ghea mengerutkan keningnya


"Iya" jawab deri sambil menyenderkan tubuhnya ke meja ghea


"Ada apa?"


"Aku mau ketemu pak zaffran"


"Oh yaudah" jawab ghea sambil kembali fokus pada pekerjaannya


"Yaudah doang?"


"Terus?"


"Hmm" deri menghamburkan nafasnya "Zaffran ada kan?"


"Ada kok, diruangan-nya"


"Aku mau ke sana tapi aku takut"


"Takut apa? takut zaffran masih emosi karena kejadian kemarin?" tanya ghea


"Iya, itu kamu tau"


"Ya udah jangan ke sana, kalau nanti zaffran malah menyuruh anak buahnya untuk datang bagaimana?"


"Ih kau ini, bukannya memberi semangat malah mematahkan semangat ku"


Ghea tersenyum menampakan giginya "Aku gak bisa bantu, aku lagi kerja. banyak banget"


"Iya gapapa" jawab deri dengan menarik nafas panjang dan mulai melangkahkan kakinya ke arah tangga


"Hati-hati" teriak ghea sambil terus tersenyum, membuat deri semakin gelisah


Deri berhenti didepan pintu sambil memandang kedua pintu kaca


Tak lama pintu kaca terbuka, bu rani sekertaris zaffran keluar dengan sebuah map


"Bu" sapa deri sambil membukukan badannya


"Pak deri? ada apa?" tanya bu rani mengerutkan keningnya


"Saya mau ketemu pak zaffran bu, ada kan?" tanya deri dengan gugup


"Ada, mari" jawab bu rani sambil berjalan dan membukakan pintu ruangan zaffran


"Permisi pak zaffran, pak deri mau ketemu" ucap bu rani ketika zaffran menoleh ke arahnya


Deri tersenyum kaku pada zaffran "Terimakasih bu" ucap deri pada bu rani


"Tidak masalah pak" jawab bu rani "Saya permisi" sambungnya


"Terimakasih telah membuat ku tak bisa berpikir terlebih dahulu sebelum menemui zaffran" gerutu deri dalam hatinya sambil menatap punggung bu rani yang sudah semakin jauh menuruni tangga


Zaffran terus saja menatap layar laptopnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah deri yang masih berdiri di depan pintu


Dengan keberanian mendalam deri menutup pintu dan berjalan mendekat ke arah zaffran "Selamat pagi pak" sapa deri sambil tersenyum dan membungkukkan badannya

__ADS_1


"Pagi" jawab zaffran, masih tak menoleh ke arahnya


"Maaf pak saya mengganggu, sepertinya bapak sedang sibuk ya?"


"Lumayan" jawab zaffran


"Ya sudah kalau begitu, lain kali saja pak. saya permisi"


"Duduk" suruh zaffran masih tanpa menoleh padanya


Deri pun mengikuti perintah zaffran, ia duduk di kursi tamu di hadapan meja zaffran sambil menatap zaffran yang sama sekali seperti tak peduli akan kehadirannya


"Apa aku di permainan? kenapa dia sama sekali tak menoleh?" pikir deri


Dengan secepatnya zaffran menutup laptopnya dan menatap tajam deri "Ada yang bisa saya bantu?" tanya zaffran


"Maaf pak sebelumnya kalau saya mengganggu jam kerja bapak, saya juga minta maaf seharusnya kejadian kemarin tak terjadi"


"Langsung ke inti-nya, saya tak punya banyak waktu"


Dengan menarik nafas panjang deri pun menatap zaffran


"Saya mau mengganti uang perusahaan bapak yang sudah dikeluarkan untuk perusahaan pak revlan"


"Yakin?"


"Iya pak, karena bagaimanapun itu kesalahan dari perusahaan kami"


"Jadi?"


"Jadi, saya akan mengganti semua kerugian yang bapak tanggung dan akan mengembalikan semua pembayaran perusahaan ini pada perusahaan pak revlan" jawab deri


Deri pun akhirnya berpikir "Apa mungkin semua? berapa yang harus aku keluarkan?"


"Yakin pak" jawab deri serius "Walaupun mungkin bertahap" sambung deri


"Uang pembelian barang? uang hasil penjualan?uang pengantaran barang? uang ganti rugi ke perusahaan di china? pembelian barang baru untuk perusahaan di china? uang transportasi barang barang baru?. jadi uang mana yang mau diganti?" tanya zaffran dengan senyuman sinisnya


"Yaampun, banyak sekali pengeluaran nya" pikir deri


"Saya akan ganti semuanya pak" jawab deri dengan menelan ludah-nya sangat sulit


"Kamu gak tanya dulu berapa total uang yang saya keluarkan?"


"Kalau hanya mengandalkan anggaran perusahaan dan pendapatan perusahaan baru kamu, kayanya kurang deh" sambung zaffran dengan senyum liciknya


"Saya akan membayarnya bertahap pak, asalkan.."


"Asalkan saya mencabut laporan untuk kakak kamu?" potong zaffran "Lebih baik kamu keluar, tak usah pusing dengan ganti rugi pada perusahaan ini. saya gak mengharapkan uang kamu, karena itu tak akan mengubah apapun" jawab zaffran yang menatap tajam deri


"Tapi pak"


"Keluar!!! saya tak punya banyak waktu"


"Saya mohon pak"


Tanpa menggubris-nya zaffran membuka kembali laptopnya dan kembali fokus tanpa menghiraukan perkataan deri


"Pak saya minta maaf" ucap deri berusaha mencari celah agar zaffran mau memaafkan kakaknya

__ADS_1


"Salah apa kamu sama saya? bukannya kakak kamu yang salah? bukannya dia sendiri yang punya niat buat ngehancurin perusahaan ini?"


"Saya minta maaf atas nama kakak saya pak"


"Saya sedang tidak menerima maaf" jawab zaffran


"Saya permisi pak" ucap deri dengan penuh kekecewaan


Tapi, ia tak bisa juga terus memaksa zaffran saat ini. terlebih zaffran seperti tak mempunyai niat sedikitpun untuk membebaskan revlan


Deri pergi melewati ghea begitu saja, padahal ghea sudah berharap deri akan menceritakan semuanya.


Deri pergi kembali ke apartemen nya dan menemui ka sisil


"Ka"


"Deri? dari mana kamu?"


"Aku mau ngajak kakak ke rumah adila lagi. tapi aku mohon, jangan buat masalah"


"Kakak gak mau"


"Terserah kalo kakak gak mau bang revlan bebas, udah cukup aku bantuin kalian" ucap deri pergi meninggalkan ka sisil


Rumah adila


Adila sedang merendam kakinya di kolam berenang belakang rumah sambil menghirup udara segar, tak lupa juga para bodyguard itu ikut berdiri menatap adila dengan jarak lumayan jauh sesuai dengan permintaan adila


"Aku bosen banget, aku bisa setres" eluh adila sambil bangkit dan mengambil handphone menelepon zaffran


"IYA SAYANG?" ucap zaffran ketika mengangkat telepon adila


"Sayang aku bosen"


"BOSEN KENAPA?"


"Aku bosen di rumah aja, aku mau keluar ah"


"KELUAR KEMANA?"


"Ke.. ke mana ya?"


"KE SALON?"


"Gak mau, aku mau ke rumah mamah aja"


"YAUDAH, TAPI JANGAN PERGI SENDIRIAN YA"


Dengan senyuman lebar adila pun pergi masuk ke dalam rumah "Kalian antar saya sampe depan aja ya, saya mau main ke rumah mamah"


"Tapi nyonya, kami tidak bisa membiarkan nyonya pergi sendiri" jawab bodyguard itu


Adila pun tak menghiraukan nya, ia berjalan ke arah gerbang dan pergi ke rumah mamah


Awalnya para bodyguard itu mengikuti tapi, setelah mamah menyuruh bodyguard itu pergi dan bilang bahwa di sini aman mereka pun pergi


Apartemen


Sisil berjalan ke kamar deri, terlihat deri tengah duduk santai di sofa sambil menatap televisi

__ADS_1


"Deri, kakak mau ke rumah adila. kakak juga mau minta maaf sama dia"


__ADS_2